
Selesai acara, Geva langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang king size yang ada di kamar hotelnya. Walau acara sudah selesai,tapi entah kenapa Geva masih enggan untuk pergi.
Geva kembali menatap cincin yang ada di jari manisnya, lalu mencebik karena marasa sangat benci dengan pertunangan ini. Berhubung ia sedang tak bersama Anna, Geva langsung melepas cincin itu.
" Sampai kapan, masalah ini akan selesai?" Geva menyugar rambutnya ke belakang. Sebenarnya dia sudah sangat lelah menjalani kehidupan seperti ini. Kehidupan yang hanya tersisa bernafas saja karena tak ada kebahagiaan di dalamnya.
Geva kembali membuka layar ponselnya,dan menonton kembali vidio-vidio yang pernah ia ambil ketika Zada masih ada. Inilah cara bagaimana Geva masih bisa bertahan hidup sampai saat ini. Dimana, dia akan melihat kenangan saat bersama istrinya seakan dia masih ada.
" Sayang, lihat ke kamera,"pinta Geva yang tanpa pemberitahuan tiba-tiba merekam apa yang sedang Zada lakukan.
" Aku masih mengantuk,"keluh Zada dengan menutup wajah polos baru bangun tidur.
" Bangun dong sayang ... kamu mah sudah seperti ratu tidur sejak hamil,"ejek Geva yang membuat Zada langsung bangun dengan wajah cemberut.
" Apa kamu bilang!?"kesal Zada dengan wajah penuh kemarahan.
Geva langsung mendekati sang istri dan mengelus-elus punggungnya agar ia tak mudah emosi. Tapi begitulah Zada, dia akan tetap memukul Geva ketika kesal.
" Sayang, kamu kok suka sekali memukul suami sih! Nanti kena pasal UUD kekerasan dalam rumah tangga loh!"goda Geva.
Zada mencebik dan berkacak pinggang.
" Kalau begitu, kamu akan terkena UUD telah mengecek dan melecehkan ibu hamil!"tukas Zada yang membuat Geva tertawa mendengarnya.
Di dunai real Geva ikut tertawa dengan mata yang kembali mengembun. Ia memang akan emosional sekali jika mengingat tentang kebersamaannya dengan Zada. Luka kehilangan Zada memang jauh lebih besar di banding waktu kelihangan Catherine. Pasalnya ada rasa kecewa,dan terkhianati. Sementara dengan Zada, hubungan mereka terjalin sangat baik, bahkan sedang mempersiapkan kelahiran baby twins yang pada akhirnya berujung pada sebuah kehilangan lagi.
Lagi dan lagi Geva kehilangan orang yang sangat ia sayangi dan berarti dalam hidupnya. Kenapa Tuhan selalu membuat kisah hidupnya seperti ini? Apakah tak ada akhir bahagia untuknya? Kenapa selalu berakhir dengan kehilangan?
...***...
Selesai menidurkan si kembar, Greisy segera pergi keluar dari kamar. Dan ternyata Sky belum pergi.
__ADS_1
" Kamu belum pulang Sky?"tanya Greisy seraya berjalan menghampiri Sky yang duduk di sofa.
" Apa Kama dan Key sudah tertidur?"Bukannya menjawab pertanyaan Greisy, Sky justru menanyakan soal sik kembar.
" Sudah, mereka sudah tertidur."
Setelahnya, hanya ada keheningan diantara keduanya hingga...
" Kapan kamu akan kembali Amerika?
" Besok aku ingin tampil di acara!"
Sky dan Greisy berbicara secara bersamaan dengan topik yang berbeda.
" What?!"pekik Sky yang terlihat terkejut saat mendengar Greisy mengatakan ingin menampilkan diri di acara pagelaran?
" Grei, are you serious?"
" Grei apa kamu___"
" Aku sudah memikirkannya dengan matang!"sela Greisy yang seakan paham kemana arah pembicaraan Sky.
" Lagipula, bukankah ini yang kamu inginkan? Memperlihatkan pada Geva kalau desainer handal yang kamu miliki adalah mantan istrinya yang dianggap sudah meninggal," lanjut Greisy yang seakan mengingatkan kembali rencana Sky dulu.
" Itu dulu,tapi tidak dengan sekarang,"sahut Sky yang terlihat sangat serius dengan perkataannya.
" Kenapa?"tanya Greisy bingung.
" Karena sekarang, aku tidak ingin mereka tahu bahwa kamu,Kama dan Keylee masih hidup. Apakah kehidupan damai di Amerika tidak menyenangkan Grei?"
Dulu, Sky memang pernah memiliki pemikiran ini. Dimana, Sky akan menunjukkan pada Geva jika orang yang membantunya kembali sukses adalah orang yang sangat ia cintai dan berarti dalam hidupnya.
__ADS_1
Sejak kejadian tentang Geva yang mengatakan bahwa perusahaan Wear Me telah melakukan pembelian desain secara ilegal, citra perusahaannya langsung memburuk. Banyak kerugian yang harus Sky tanggung akibat kejadian itu hingga membuat perusahaan bangkrut dan tak bisa beroperasional lagi. Namun, untungnya Sky tak hanya memiliki bisnis di satu perusahaan saja. Jadi, dia masih punya modal untuk bangkit kembali asal memiliki mitra yang bagus.
Sky memang sangat membenci Geva, dan itu juga alasan yang membuatnya ingin membangun cabang perusahaan di Indonesia. Dia ingin kembali menjadi pesaing Geva, apalagi saat ini produk K&K sudah cukup terkenal dengan kualitas yang jauh lebih bagus dari Nuraga grup.
Soal menolong Greisy, awalnya Sky juga tak mau. Tapi saat melihat Zada yang menangis dan meminta tolong,membuat Sky iba. Apalagi saat tahu bahwa Zada sedang hamil,membuat Sky semakin tak tega jika harus membunuh makhluk tak berdosa.
Tak hanya menyelamatkan Zada dari ambang kematian. Sky juga masih membantu membiayai seluruh pengobatan dan kehidupan Zada yang saat itu sangat menyedihkan.
Sky memang bukanlah orang yang baik,tapi dia benar-benar tulus menyanyangi Kama dan Keylee. Kedua bayi itulah yang membuat hati Sky meluluh dan karena mereka juga, pri kemanusian Sky yang hilang seakan bangkit kembali.
" Bukan tidak menyenangkan, tapi aku hanya ingin menemukan siapa dalang dari kecelakaan tiga tahun lalu dan ingin membuat mereka ketakutan dan membayar semuanya!" Tatapan penuh kebencian terlihat begitu jelas di mata Greisy.
Beginilah Greisy yang tak akan diam saja pada orang yang telah menyakitinya. Apalagi jika mengingat kembali tentang kejadian tiga tahun lalu, dimana ia benar-benar sangat ketakutan karena mobil yang di kendarainya hampir masuk ke dalam jurang. Tak hanya itu saja, gara-gara kecelakaan itu Twins juga harus di lahirkan lebih cepat dari waktu yang sebenarnya. Bahkan, Keylee juga harus mempunyai penyakit jantung bawaan dan Kama mengalami Hernia saat bayi.
" Aku tahu kamu memiliki rasa kebencian yang sangat mendalam pada orang itu, tapi apa harus seperti ini? Bagaimana kalau mereka sekali lagi mencoba untuk mencelakai kalian? Coba kamu fikirkan juga keselamatan Kama dan Key. Apalagi Key___" Sky tak melanjutkan ucapannya karena tak ingin membuat Greisy semakin memanas saat menyinggung penyakit Keylee.
" Sky, kamu menyanyangi Kama dan Keylee 'kan?"
Sky terdiam, walau tak di katakan pun Greisy tahu betul jika Sky sangat tulus menyayangi kedua anaknya. Pasalnya, hati anak kecil itu sangat peka terhadap orang-orang yang benar-benar tulus menyayangi mereka dengan yang palsu.
" Jadi, kamu akan membantu aku untuk menjaga keselamatan mereka 'kan?"
" Ini bukan soal membantu menjaga atau apa tapi soal keselamatan yang terancam. Asal kamu tahu Grei, jika orang itu tahu kamu dan kembar masih hidup dengan baik. Dia pasti akan melakukan berbagai cara untuk mencelakai kalian."
" Kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkan mereka mengetahui identitas Kama dan Kay sebelum aku memberi hukuman yang setimpal."
" Kamu yakin mereka tidak akan mengetahui di saat wajah kamu masih sama?"
Greisy tersenyum smirk. " Wajah memang masih sama karena aku memang tak ingin menghilangkannya agar orang itu ketakutan sendiri akan wajah ini tapi soal jiwa sudah tidak. Sebab... Zada yang baik hati sudah meninggal tiga tahun lalu, dan saat ini tersisa Greisy yang berdarah dingin."
...****************...
__ADS_1