Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 11 : Balas Dendam


__ADS_3

Pagi kembali menyapa, suara dering alarm terus berbunyi tengah mencoba membangunkan pemiliknya. Berhubung malam ini Zada tidur dengan nyenyak, dia mudah sekali bangun dari tidurnya.


Gadis cantik itu mulai merenggangkan otot-otot tubuhnya, lalu mematikan suara alarm yang begitu berisik.


" Makan malam mewah memang bisa membuat tidur lebih nyenyak," gumam Zada yang kembali mengingat bahwa semalam dia makan cukup banyak.


Seulas senyum terbit di bibir tipis itu kala mengingat kembali ekspresi Geva yang hanya tersenyum saat melihatnya makan dengan banyak. Dia benar-benar berbeda dengan Rald yang selalu mengatur porsi makannya jika sedang makan bersama.


"Zada, kamu jangan seperti babi yang sangat rakus. Makan seperlunya saja, nanti kamu bisa gemuk kalau makan banyak!"


Itulah hal yang sering Rald katakan jika ia makan banyak, bahkan kadang Rald hanya memesankan dia salad sayur dengan alasan itu lebih sehat buat tubuh.


Helaan nafas berat terdengar dari Zada.


" Ayo Zada, jangan terus mengingat-ingat laki-laki itu. Lupakan dia! Toh, bukankah lebih bagus kamu lepas dari dia? Jadi, mulai sekarang kamu bisa bebas melakukan apapun yang kamu suka tanpa ada bayangan aturan-aturan anehnya!" Zada mencoba menyemangati dirinya sendiri.


Walau ada perasaan dongkol ketika mengingat kembali bahwa sekarang dia adalah asisten desainer dari Veena, tapi ia tak boleh mogok kerja terlalu lama karena dia masih butuh uang untuk menjalani hidup.


Apalagi sekarang sulit untuk mencari pekerjaan, jadi jangan sia-siakan pekerjaan yang ada di depan mata.


" Zada Jia you!" teriak Zada dengan tangan yang mengepal keatas.


Seusai merapikan pakaiannya, Zada langsung berangkat ke kantor. Ketika keluar dari gerbang, entah kenapa ada rasa kecewa hinggap di hatinya saat tak ada siapapun.


Zada seketika menggelengkan kepalanya saat otaknya berpikir sesuatu yang tidak-tidak.


...***...


Sesampainya di kantor, Zada langsung membersihkan ruangan kerjanya bersama Veena.


Seusai berbenah, suara pintu terbuka.


" Astaga!" pekik Veena tatkala melihat Zada sudah datang dan merapikan kantornya.


" Zada...," seru Veena yang terlihat terkejut saat melihat Zada pagi-pagi sudah berada di kantor.


" Selamat pagi Supervisor Venna, dan Wakil direktur Emerald," sapa Zada formal dengan tersenyum seakan tak ada masalah diantara mereka.


" Pa-gi." Entah kenapa justru Rald yang merasa canggung saat melihat Zada terlihat biasa-biasa saja.

__ADS_1


" Kenapa Kamu sudah ada di sini? "tanya Veena yang kembali ketus seperti biasanya.


" Bukankah memang ruangan saya berada di sini dengan anda Supervisor Veena. Oh, ya ... Saya minta maaf soal perilaku saya yang kemarin kurang sopan kepada anda. Oleh karena itu, hari ini saya sudah membuat cofee latte kesukaan anda serta merapikan meja anda yang berantakan," papar Zada yang bersikap layaknya seorang asisten. Namun, terdapat kata-kata sindiran di dalamnya.


" Kamu tidak mengundurkan diri? "Veena kembali bertanya karena dia mengira bahwa Zada akan mengundurkan diri setelah merasa di perlakukan semena-mena.


Zada tertawa.


" Kenapa saya harus mengundurkan diri di saat tidak melakukan kesalahan? Lagipula, yang berbuat curang 'kan bukan saya." Zada kembali meluncurkan kalimat - kalimat sindiran yang membuat Veena semakin merasa geram. Namun, dia tidak bisa bersikap kasar karena masih ada Emerald di sini.


" Tuh sayang, Zada sudah mengakui kesalahannya. Bahkan, dia sampai merapikan ruangan kantor dan membuatkan cofee kesukaan kamu. Jadi, janganlah kamu menggerutu bahwa dia karyawan yang tidak baik oke."


Veena tercengang tatkala melihat Emerald yang kini justru seakan berada di pihak Zada.


" Ta_pi___"


" Sudah lah, kalian bekerja sama yang baik. Aku tinggal dulu!" Setelahnya Emerald pergi begitu saja dari ruangan Veena.


Veena menghentakkan kakinya karena merasa kesal akan sikap Emerald dan juga Zada yang berpura-pura baik. Semantara Zada merasa senang karena telah membuat wanita ular itu kesal.


" Zada ..., "raung Veena yang hanya di balas tatapan menyepelekan dari Zada.


*


*


" CEO Kantor pusat datang?" gumam Zada yang merasa terkejut. Pasalnya, tak biasanya CEO kantor pusat ikut meeting hanya untuk membahas soal desain pakaian di kantor anak perusahaan.


Belum saja menemukan alasan yang tepat untuk rasa penasaran itu, kini Zada harus melihat dua orang datang memasuki ruangan meeting.


Zada spontan berdiri saat melihat siapa dua orang itu.


" Selamat datang Tuan Geva," sapa semua karyawan dengan kepala tertunduk, kecuali Zada.


Melihat Zada yang tidak menundukkan kepala, membuat Karina menyenggol lengannya.


" Zada menunduk," bisik Karina.


"Oh, Iya." Zada pun ikut menundukkan kepala sebagai rasa hormat.

__ADS_1


Sementara Geva menarik sudut bibirnya saat melihat wajah menggemaskan istrinya saat terkejut. Entah sejak kapan dia menyukai ekspresi itu.


Setelah melihat Geva yang duduk di bangku kebesaran, semua karyawan pun ikut duduk.


Berhubung hari ini membahas tentang desain produk yang akan di produksi. Maka, Veena selaku ketua tim langsung mempromosikan desain curiannya.


" Oh, Ya Supevisor Veena. Bisakah anda jelaskan apa yang membuat andai memakai four leaf clover sebagai desain dalam pakaian anda? Bukankah masih banyak desain bunga lainnya yang jauh lebih indah bentuknya, seperti mawar, tulip, anggrek dan lain sebagainya?" Geva mulai meluncurkan aksinya.


Sementara Veena terlihat bingung harus bagaimana menjelaskannya. Jujur, dia hanya mengambil ide desain ini karena melihatnya sangat cantik. Akan tetapi lupa mencari tahu kenapa Zada memakai bunga ini sebagai ide desain pakaian.


" Jika anda yang membuatnya, saya rasa tidak akan sulit untuk menjawab pertanyaan ini bukan?" lanjut Gevariel.


Semua tatapan orang tertuju pada Veena seakan menunggu jawaban darinya.


" Tuan Gevariel, bolehkah saya saja yang menjawabnya?" usul Zada yang terlihat percaya diri.


" Silahkan. "


" Mungkin semua orang akan melihat bahwa bentuk dari daun clover ini terlihat biasa saja, tidak memiliki daya tarik yang kuat. Tapi sebenarnya dia memiliki makanan yang sangat indah. "


" Apakah Anda pernah mendengar sebuah kisah menyebutkan bahwa jika seorang perempuan menggantung Four Leaf Clover di depan pintu rumahnya niscaya akan ada seorang pria yang akan datang ke rumahnya dan dipercaya menjadi jodohnya. Daun Semanggi Empat ini juga menjadi lambang khas Irlandia yang disebut dengan shamrock dan dipercaya akan membawa keberuntungan serta kebahagiaan."


" Bahkan, di setiap helai dari Four Leaf Clover ini mempunya makna tersendiri, seperti faith ( Kepercayaan), Hope (Harapan), love ( Cinta, dan Luck ( keberuntungan). Jadi, saya menggunakan daun ini sebagai desain, berharap bahwa setiap wanita yang memakai gaun ini akan mendapatkan sebuah keberuntungan dan kebahagian dari Four Leaf Clover. "


Mendengar penuturan Zada yang begitu tulus dalam mendesain gaun ini membuat Gevariel terharu. Spontan dia bertepuk tangan hingga membuat semua orang ikut bertepuk tangan.


" Keren ... saya suka dengan filosofi yang kamu masukkan ke dalam desain pakaian ini. Seakan-akan membuat gaun ini terasa lebih hidup dan bukan hanya pakaian biasa. Tapi pakaian yang memiliki sebuah makna dan harapan yang begitu besar," puji Gevariel.


Zada tersenyum bahagia saat mendapatkan sebuah pujian atas desain yang ia buat.


" Kalau begitu, sebenarnya desain ini milik Supervisor Veena atau milik___" Gevariel sengaja menggantung ucapannya agar terlihat bahwa dia tidak mengetahui nama Zada.


Mendengar ucapan Gevariel seperti sudah mampu membuat gelapan dan bingung harus berkata apa.


" Milik siapa Supervisor Veena?" Zada ikut bertanya seakan ingin mendengar Veena yang menjawab ini semua.


" Desain ini milik___"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2