
" Kenapa kamu bisa ada di sini?"tanya Zada dengan ekspresi datar dan dingin.
" Kok gitu bicaranya, aku datang ke sini tentu saja karena mengkhawatirkan kamu sayang."
" Khawatir?"ulang Zada dengan dahi sedikit berkerut. " Jika khawatir,kenapa masih ada bekas lipstik Anna di bibir itu?"
Mendengar kata bekas lipstik,spontan membuat Geva membersihkan bibirnya. Sementara Zada menarik sudut bibirnya saat melihat tingkah Geva yang seperti ini. Padahal,Zada hanya berbohong tapi namanya orang yang telah melakukan kesalahan tentu saja akan mudah sekali terpancing.
Setelahnya,Zada berjalan pergi meninggalkan Geva,diikuti oleh Amel. Sepeninggal Zada, Geva seketika tersadar jika istrinya barusan hanya sedang menyindirnya. Pasalnya, mana mungkin masih ada bekas lipstik itu di bibirnya. Tapi,darimana istrinya tahu kalau Anna menciumnya?
" Sayang ...," Geva terus memanggil,tetapi tak di hiraukan oleh Zada.
Di sudut lain rumah sakit,terlihat seorang wanita dengan memakai topi dan masker sedang tertawa bahagia saat melihat hubungan Geva dan Zada menjadi renggang.
Ketika mengetahui kalau Geva akan pergi menemui Zada,membuatnya bergegas untuk ikut pergi karena ingin tahu apa yang akan terjadi setelah Zada melihat foto dirinya dan Geva berciuman.
Sesampainya di kantin,Zada langsung memesan makanan karena perutnya sudah berdemo minta di isi. Walau kondisi hati sedang tak baik,tapi perut tetap tak mau skip makan.
Berhubung Geva perlu bicara dengan Zada,ia memberi kode pada Amel agar duduk di tempat lain. Namun, Zada justru melarang Amel untuk pergi sehingga membuat gadis itu jadi bingung antara pergi atau tidak.
" Sayang,aku bisa jelasin sama kamu apa yang sebenarnya terjadi,"ucap Geva seraya mencoba menggenggam tangan Zada tapi istrinya itu justru menghindar seperti tak ingin di sentuh olehnya.
" Mel,sepertinya makanannya di bungkus saja. Soalnya,kasihan Rald kalau di tinggal sendirian terlalu lama." Bukannya menanggapi ucapan Geva,Zada justru membicarakan soal Emerald di depan Geva. Padahal,dia tahu betul jika suaminya tak menyukai Emerald.
" Rald?!"pekik Geva dengan wajah terkejut karena dia tak tahu jika yang sebenarnya terluka adalah Emerald.
" Baik,Supervisor." Setelahnya,Amel pun beranjak bangkit dari tempat duduknya,dan berjalan pergi menuju tempat pemesanan makanan untuk mengganti pesanan yang awalnya makan di tempat menjadi di bungkus.
" Sayang,apa maksud perkataanmu barusan?"tanya Geva penasaran dengan apa yang sebenarnya telah terjadi.
__ADS_1
" Perkataan yang mana,ya?" Zada justru kembali bertanya dengan memasang wajah datar. Namun,raut wajah itu seketika berubah masam saat tatapannya jatuh pada bibir suaminya. Bibir yang beberapa waktu lalu,telah di nikmati oleh wanita lain.
Jika mengingat kembali tentang foto itu,hati Zada kembali terasa sangat perih. Dimana,ia melihat suaminya di cumbu oleh wanita lain.Apalagi,wanita itu adalah Anna. Wanita yang sangat terang-terangan kalau dia menyukai suaminya.
Dan, kenapa Anna bisa ada di sana? Apa jangan-jangan dia memang ada,hanya Geva saja yang tak memberitahunya?
Jika benar seperti itu,Geva benar-benar sudah keterlaluan. Dia terus-menerus memperingati dirinya untuk menjauhi Emerald tapi nyatanya, Geva sendiri justru bercumbu dengan Anna.
Menyadari sikap istrinya yang begitu dingin,membuat Geva sadar kalau saat ini Zada dalam mode ngambek. Lagipula,istri mana yang tak marah kalau melihat suaminya
" Sayang,aku tahu salah dan aku minta maaf. Jadi,jangan marah ya ...,"ucap Geva memohon meminta maaf dan melupakan pembicaraan soal Emerald.
" Memangnya kamu salah apa?" Lagi,dan lagi Zada berpura-pura tak tahu apa-apa, membuat Geva jadi bingung sendiri harus bagaimana menjelaskannya tapi jangan sampai membuat sang istri semakin marah.
Belum sempat Geva menjelaskan,Amel sudah datang dengan menenteng satu kantong plastik berisi makanan yang sudah mereka pesan sebelumnya. Tanpa banyak bicara, Zada pun segera bangkit dari tempat duduknya dan berjalan pergi meninggalkan Geva sendiri.
Mendengar suara derap langkah kaki mendekat,membuat Emerald merasa sangat senang. Dia mencoba merapikan rambut, dan memasang wajah memelas agar Zada semakin iba padanya tapi dengan penampilan yang tetap harus tampan.
Ketika pintu terbuka,ternyata seorang Dokter dan suster yang datang untuk memeriksa kondisi Emerald.
" Anda sudah bangun pak Emerald? Apakah ada keluhan yang kurang nyaman?"tanya sang Dokter.
Sebelum Emerald menjawab,tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang datang memasuki ruangan. Mengetahui bahwa yang datang adalah Zada, membuat Emerald langsung melancarkan aksinya.
" Siku saya nyeri dok, Badan lemas,mual,kepala juga pusing dan nyut-nyutan." Emerald memegangi kepalanya layaknya seseorang yang tengah menahan rasa sakit. Untungnya,waktu Zada pergi Emerald sudah lebih dulu mencari-cari tahu tentang keluhan apa yang pantas untuk orang yang baru saja mengalami cidera.
Melihat ekspresi Emerald yang seperti itu,tentu membuat Zada kembali khawatir.
" Kalau begitu,nanti kita akan melakukan CT scan untuk mengetahui apakah benar ada gegar otak apa tidak."
__ADS_1
" Apakah itu berbahaya,Dok?"tanya Zada.
" Jika melihat dari kondisi pak Emerald, sepertinya hanya gegar otak yang ringan tapi untuk lebih jelasnya nanti akan tahu setelah melakukan CT Scan."
Baru saja ingin bermanja-manja pada Zada,tiba-tiba ada seseorang yang datang lagi. Dan dia adalah Geva,membuat Emerald jadi tambah kesal.
Bukankah Paman sedang ada acara di Singapore? Kenapa tiba-tiba ada di sini?
" Apa yang terjadi padamu,Rald?"tanya Geva dingin.
" Dia terluka karena menolongku." Bukan Emerald yang menjawab,melainkan Zada.
" Oh ... kalau begitu terimakasih karena sudah menjaga bibimu di saat paman tak ada," kata Geva yang seakan memberitahukan bahwa apa yang di lakukan Emerald sebagai bentuk penjagaan atas istri sang paman.
" Sayangnya,aku melakukan itu bukan karena sebagai pengganti paman,melainkan sebagai pria yang mencintai dan menyayangi wanitanya."
Wanitanya?
Geva seketika emosi,hingga membuatnya spontan menarik kerah baju Emerald yang sudah secara terang-terangan mengatakan bahwa Zada adalah wanitanya. Padahal, saat ini status Zada masih istrinya, bagaimana bisa Emerald berkata seperti itu.
" Geva lepaskan!"pinta Zada yang tak suka melihat Geva mudah sekali emosi. Apalagi saat ini kondisi Emerald sedang sakit.
" Au, kepalaku pusing." Emerald mengeluh kesakitan sambil memegangi tangannya,membuat Zada langsung menyingkirkan tangan Geva dari kerah baju Emerald.
Melihat Zada yang membela dan lebih peduli padanya,membuat Emerald sangat senang dan besar kepala. Sepertinya, aktingnya kali ini benar-benar bagus sampai mampu memikat Zada kembali.
Sedangkan Geva, semakin tak mengerti akan sikap istrinya yang terlihat jauh berbeda. Geva tahu kalau saat ini Zada sedang marah padanya, tapi apakah harus seperti ini juga? Dan Emerald juga sok-sok kesakitan, padahal Geva hanya menarik kerah bajunya,bukan memukul atau menonjok wajahnya yang sok kegantengan itu.
...****************...
__ADS_1