
Walau sudah mendengar cerita dari Zada secara singkat, tapi Reya seakan masih tidak percaya jika sahabatnya telah menikah dengan CEO di kantornya. Ya, Reya memang bekerja di kantor pusat sebagai Tim IT Nuraga grup.
Dan yang paling membuat Reya tak percaya, kenapa baru sekarang dia tahu jika Zada telah menikah akibat salah mengenali pengantin bayaran, di tambah lagi pria itu adalah Paman dari Emerald.
Pria yang sangat ia benci karena sudah melukai hati sahabatnya!
" Za, lo bisa cubit pipi gue?" pinta Reya yang masih saja menyangka jika dia dalam keadaan mimpi.
Zada pun menurut dan mencubit pipi chubby Reya.
" Au, sakit!" pekik Reya.
" Ya, tadi katanya suruh nyubit," kata Zada.
" Ya, tapi gak sesakit itu juga kali! "omel Reya sambil memegangi pipinya yang bekas kena cubit.
Melihat kedua sahabat itu yang justru asik sendiri, membuat Geva semakin tak betah berada di sini. Apalagi kondisi rumah sedang dalam kondisi berantakan, membuat Geva semakin merasa sesak dan pusing berlama-lama di tempat itu.
" Zada, bisakah waktu beres-beres barangnya di percepat? Soalnya, kita harus pergi ke suatu tempat lagi," pinta Geva.
" Memangnya kalian mau kemana?" tanya Reya penasaran dan memasang wajah garang.
" Kita mau___"
" Pergi ke mall," sela Zada sebelum Geva menyelesaikan ucapannya.
" Mall?" ulang Reya. " Kalau gitu, gue ikut!"
__ADS_1
" Huh?" Zada jadi bingung sendiri harus gimana menolak Reya. Sementara Geva sudah memberikan sebuah kode agar Zada tidak berbuat yang aneh-aneh.
" Em ... Rey... Gimana kalau lain kali aja kita nge-mall bareng? Soalnya, nggak enak 'kan kalau jalan-jalan bareng sama pria ..." Zada mencoba mencari alasan untuk menolak Reya untuk ikut.
Dahi Reya berkerut, kedua tangannya di lipat di depan dada serta memicingkan mata seakan sedang mencari sesuatu yang janggal. Setelahnya, dia baru paham akan hal itu.
" Oke ... Aku tahu, bilang aja mau kencan 'kan? Makanya gak ngebolehin aku ikut,"ujar Reya dengan memberikan wajah cemberut.
" Em ... Bukan, Rey. Kita itu___" Zada makin bingung sendiri harus mencari alasan apa agar Reya tak marah. Masak iya harus jujur kalau mau diajak ke rumah mertua? Gimana kalau dia kekeh mau ikut, pasalnya setelah kejadian dimana Mama Emerald yang marah-marah dan menyuruh Zada untuk menjauhi putranya. Reya jadi parno kalau mendengar Emerald mau mengajaknya bertemu dengan orang tua, di tambah lagi kejadian kemarin dimana orang tua Emerald seakan benar-benar memperlihatkan ketidaksukaannya pada Zada hingga membuat sebuah pengumuman pernikahan guna menyangkal berita perselingkuhan. Di tambah lagi masalah Veena yang mengambil desain Zada, hal itu semakin membuat Reya membenci keluarga itu.
" Gue gak akan biarin Lo pergi dari sini! Karena gue gak rela lo menikah sama keluarga Nuraga!" tandas Reya yang tak segan-segan memperlihatkan rasa tidak sukanya.
" Memangnya kenapa dengan keluarga Nuraga?" tanya Geva penasaran dengan sikap sahabat Zada yang terlihat sangat tak menyukai keluarganya.
" Karena___" Zada langsung membekap mulut Reya dan membawanya pergi menjauh dari hadapan Geva. Setelah merasa aman, barulah Zada membuka bekapan tangannya.
" Kamu yang apa-apaan? Dia itu CEO di kantor kamu, gimana kalau hanya karena masalah internal sampai membuat kamu di pecat dari pekerjaan? Ingat, Rey. Mencari pekerjaan itu tak mudah, "nasehat Zada.
Reya menghela nafas berat, kenapa begitu susahnya jadi orang menengah ke bawah yang tidak bisa leluasa meluapkan apa isi dalam hatinya.
" Kalaupun di pecat ya cari pekerjaan lain, lagipula mereka gak profesional jika menggabungkan masalah pribadi dengan pekerjaan," terang Reya yang tak mau kalah.
Zada mengenggam tangan sahabatnya. " Rey, aku tahu kalau kamu masih kesal dengan Emerald dan juga keluarganya. Tapi, aku gak mau jika masalahku sampai melibatkan kamu sejauh itu. Reputasi kamu di pekerjaan sangat baik, jadi jangan sampai hancur hanya karena___"
" Gue gak masalah Za, bukankah sebelumnya gue juga udah bilang kalau bakalan ngajak lo pergi dari kota ini jika kehilangan pekerjaan?"
Sebelumnya, Reya memang sudah mengusulkan untuk pindah saja dari kota ini agar tak terus menerus berhubungan dengan keluarga Nuraga, tapi siapa sangka Zada justru terikat pernikahan oleh salah satu keluarga mereka.
__ADS_1
" Saya tidak akan mengizinkan kamu membawa pergi Zada!" ucap Geva yang ternyata sejak tadi menguping pembicaraan mereka.
Tiba-tiba, Geva langsung menarik tubuh Zada agar menjauh dari Reya. Begitupun dengan Reya yang ikut menarik tangan Zada yang lain dan terjadilah saling tarik menarik.
" Stop! "pekik Zada ketika sudah merasa capek jadi bahan rebutan.
" Bisakah kita bicara dengan baik-baik? Jangan tarik-tarik gini? Bisa putus nih tangan kalau di terusin! "omel Zada.
Geva yang sebelumnya memasang wajah ramah, kini sudah kembali tak bersahabat setelah mendengar kalau Reya akan membawa Zada pergi dari kota ini.
Berhubung tak ingin adanya salah paham yang lebih panjang, akhirnya Zada pun memilih untuk menceritakan semuanya sendiri daripada Reya. Setidaknya, kalau Gevariel marah dan tidak terima dengan tanggapan Zada tentang keluarganya, dia sendiri yang akan kena dampaknya bukan Reya. Lagipula, sepertinya bagus juga usulan Reya untuk pergi dari kota ini karena Zada juga tak suka menjadi burung dalam sangkar emas milik Geva.
" Jika itu alasan kamu tak menyukai saya, maka saya bisa katakan kalau saya akan menjaga Zada dengan sepenuh jiwa. Saya juga tidak akan membiarkan orang lain menyakitinya, termasuk keluarga saya sendiri!" janji Gevariel dengan wajah penuh keseriusan.
" Apakah perkataan anda bisa saya pegang?" tanya Reya yang tak bisa begitu saja percaya pada perkataan seorang pria. Pasalnya, Emerald dulu juga pernah berkata kalau dia akan menjaga Zada dengan baik tapi nyatanya? Dia justru berselingkuh dan menyakiti Zada begitu dalam.
Walau Zada tak terlalu memperlihatkan sakit hatinya, tapi Reya tahu jika sahabatnya itu masih terluka.
" Kamu boleh bawa pergi Zada jika omongan saya ini tidak bisa di pegang, bahkan saya akan tetap memberikan uang yang sudah saya janjikan pada Zada," ucap Gevariel dengan tatapan yang begitu dalam kearah Zada.
Deg
Tatapan dalam Geva seakan menembus relung hati Zada paling dalam. Kemarin, pria itu akan memberikan dia uang dua ratus miliar asal tetap bersamanya. Tapi, sekarang tiba-tiba dia akan tetap memberikan uang itu dan membiarkannya pergi ketika dia tak bisa menepati ucapannya untuk menjaganya?
Sebenarnya apa yang ada di dalam pikiran pria ini? Uang segitu sangatlah besar bagi Zada.
" Apa anda mencintai Zada?" tanya Reya yang juga merasa ada yang salah dengan Paman dari Emerald ini.
__ADS_1
...****************...