Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 21 : Anak nakal!


__ADS_3

" Siapa namamu tadi?" tanya Mama Jianying pada Zada.


" Em ... Zada, Tante," jawab Zada ragu-ragu. Jujur, walau ia tak menginginkan pernikahan ini ada, tetap saja rasa deg-degan ketika di perkenalkan pada orang tua itu ada.


Sepertinya Oma juga kurang menyukai Zada


Veena terlihat menyeringai saat melihat Oma Jianying yang memasang wajah dingin ketika Geva memperkenalkan Zada sebagai istrinya.


Sementara para anggota keluarga yang lain, terdengar saling berbisik menanyakan dari keluarga kaya mana Zada, siapa dia sampai bisa membuat seorang Geva mau menikah lagi.


Masalah tentang Geva yang enggan menikah lagi sejak kehilangan istrinya lima tahun silam sudah menjadi rahasia bersama keluarga. Namun, tidak dengan orang luar yang tak pernah tahu jika Geva sudah pernah menikah.


" Kamu istrinya Geva?" tanya Mama Jianying memastikan.


Zada mengangguk.


Setelahnya, Mama Jianying menyuruh Gevariel merendahkan kepalanya lalu menjewer telinga putra bungsunya itu di depan seluruh keluarga.


" Anak nakal, Bisa-bisanya kamu menikah tidak bilang-bilang sama mama! "omel Mama Jianying.


" Ma ... hentikan, Geva malu! "pekik Geva seraya melepaskan diri. Mama Jianying pun melepaskan jewerannya, sementara Geva terlihat mengusap - usap telinganya yang memerah.


Mamanya benar-benar telah merendahkan reputasinya di depan orang banyak, terutama di depan Zada. Tapi, begitulah sikap Mama Jianying sang pemegang kekuasaan di keluarga ini. Tapi, walau demikian Geva sangat menyayangi serta menghormati wanita yang telah melahirkan serta membesarkannya dengan penuh cinta dan kasih sayang itu.


Seusai menjewer telinga Geva, Mama Jianying beralih meraih tangan kanan Zada hingga membuatnya dapat melihat sebuah tato daun four leaf Clover di pergelangan tangannya.


" Siapa nama lengkapmu?" tanya Mama Jianying.


" Zada Clofer Fortuna," jawab Zada yang membuat hampir semua anggota keluarga mencebik merendahkan. Pasalnya, tak terdapat marga nama-nama para bangsawan dan lain sebelum. Jadi, dapat di pastikan dia bukanlah keturunan bangsawan, konglomerat, dan lain sebagainya.


Namun, lain halnya dengan Mama Jianying yang justru memberikan senyuman tipis pada Zada seusai mendengar nama lengkapnya.


" Sudah berapa lama kalian saling mengenal dan akhirnya memutuskan untuk menikah? Lalu, dimana kalian menikah dan kapan itu?" saking penasarannya hingga membuat Mama Jianying langsung memberondong beberapa pertanyaan sekaligus.

__ADS_1


Sementara Zada terlihat melirik ke arah Geva layaknya sedang meminta bantuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.


Masak iya dia jujur dan bilang kalau mereka menikah akibat salah mengenali pria bayaran untuk menghancurkan pernikahan Emerald dan Veena? 'kan gak lucu dan masuk akal.


" Em ... Kita___"


" Mama sedang tidak bertanya denganmu!" potong Mama Jianying dengan raut wajah yang terlihat masih kesal pada putranya gara-gara tak memberitahunya jika ingin menikah. Pasalnya, beberapa waktu lalu Geva masih saja terus menolak saat ia ingin menjodohkan dengan para cucu dari beberapa kolega dan temannya.


Dan, beberapa hari kemudian. Dia tiba-tiba datang sudah membawa seorang istri?


Terkejut? Sudah pasti tapi dia cukup bahagia karena akhirnya bisa melihat Geva menikah lagi sebelum ajal menjemputnya.


" Jika Zada mengatakan bahwa kita menikah karena sebuah tragedi, apakah tante akan percaya?"


" Apa, tragedi?" pekik Eshika putri kedua Nuraga.


" Jangan bilang kalau kalian menikah karena Zada sedang hamil akibat tragedi cinta satu malam!" lanjut Eshika yang membuat Zada langsung menggeleng.


" Bukan-bukan, anda terlalu banyak menonton drama. Tragedi yang saya maksud bukan seperti itu," terang Zada yang tak mau di salahpahami jika mereka menikah karena sebuah kecelakaan main pedang.


Menikah lagi? Jadi, ini bukanlah pernikahan pertamanya?


Di keluarga ini, yang datang ke acara pernikahan Emerald dan Veena memang hanya Fennita dan juga Geva karena yang lainnya berhalangan hadir.


" Mereka berdua menikah di acara pernikahan Emerald dan Veena, Ma," ujar Tabitha yang akhirnya ikut bersuara. Tabitha memilih untuk jujur karena dia tahu jika sang Mama pasti akan mencari tahu tentang ini.


" Tapi Bitha tidak tahu apa alasan Geva menikahi Zada yang notabennya tidak berasal dari keluarga yang sederajat dengan kita," lanjut Tabitha dengan tatapan merendahkan.


" Jadi___ kamu menikahi seorang gadis dengan cara menumpang di acara pernikahan keponakan mu?! +" ujar Mama Jianying yang langsung berdiri dan memukul lengan Geva.


" Apakah kamu kekurangan uang sampai tidak bisa membuat acara pernikahan sendiri? Dasar anak nakal! "omel Mama Jianying yang masih terus memukuli Geva.


" Ma ... Stop...!" pinta Geva.

__ADS_1


Melihat Mamanya yang emosi, membuat Aristya segera menengahi." Mama sabar, jangan marah-marah nanti darah tingginya kambuh, " nasehat Aristya yang tak ingin penyakit sang Mama kambuh.


Nafas Mama Jianying terdengar tersengal-sengal akibat memukuli putra bungsunya. Ia benar-benar tak menyangka jika Geva akan menikahi seorang wanita dengan cara seperti itu.


Di mata Mama Jianying apa yang di lakukan oleh Geva adalah sebuah perlakuan yang tidak terhormat bagi seorang wanita. Dimana, seharusnya ia di nikahi dengan cara yang baik dan terhormat.


" Zada, maafkan sikap tidak sopan putra Mama. Tapi kamu tenang saja, Mama akan menggantinya dengan membuatkan sebuah pernikahan yang megah untuk kalian berdua."


" Mama juga akan menemui kedua orang tua kamu untuk meminta maaf atas sikap buruk Geva," lanjut Mama Jianying yang terlihat begitu tulus.


" Tapi Zada sudah tidak memiliki orang tua,"lirih Zada yang masih terdengar oleh Mama Jianying dan juga Aristya.


Tanpa berkata apa-apa lagi, Mama Jianying langsung membawa tubuh Zada kedalam pelukannya. Hatinya yang lembut mudah tersentuh dengan hal-hal seperti ini.


Sementara Zada justru merasa sangat bersalah karena telah membuat Mama Jianying salah paham. Jika dia tahu apa alasan yang sebenarnya, apakah ia masih akan bersikap baik seperti ini padanya?


Melihat Mama Jianying yang justru menerima Zada dengan baik, membuat Tabitha dan yang lainnya merasa kesal.


" Ma, tak perlu bersikap baik dengan gadis licik itu! Lagipula pernikahan mereka hanya palsu!" tukas Tabitha.


Mama Jianying mengurai pelukannya pada Zada.


" Apa maksudmu?" tanya Mama Jianying bingung.


" Mama tidak usah dengarkan ucapan Kaka Bitha, karena pernikahan Geva bukan palsu, " kilah Geva.


" Oh, ya? Lalu, kenapa setelah acara pemberkatan kalian pulang sendiri - sendiri tanpa mengadakan ritual malam pengantin layaknya suami istri pada umumnya?" tanya Mama Tabitha yang kembali menjalankan aksinya.


Zada di buat gelapan dengan pertanyaan seperti ini. Lagipula bagaimana mungkin mereka melakukan ritual malam pengantin jika keduanya sama-sama tak saling mengenal satu sama lain? Di tambah lagi, pernikahan itu hanya pura-pura di mata Zada, namun nyata bagi Gevariel.


" Karena hari itu Geva sedang ada pekerjaan mendadak,"jawab Geva mencari alasan.


...****************...

__ADS_1


Halo guys, maaf baru up lagi. Semoga masih setia menunggu cerita Zada dan Paman Geva.


__ADS_2