Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 104 : Firasat buruk!


__ADS_3

Prang


Sebuah figura foto yang ada di meja kerja Geva tiba-tiba tersenggol dan jatuh di lantai.


" Astaga!" Geva langsung memungut figura itu dan tak sengaja jari tangannya tertusuk serpihan kaca.


" Au!"pekik Geva saat menyadari tangannya tertusuk pecahan kaca dari figura. Tak hanya tertusuk, tapi entah kenapa perasaan Geva tiba-tiba menjadi gelisah.


" Ada apa,bos?"tanya Fattan yang kebetulan masih berada di ruangan Geva seusai memberikan dokumen-dokumen penting.


" Tidak apa-apa, hanya figura jatuh."


" Oh,kalau begitu saya panggilkan cleaning service untuk membersihkannya."


" Em." Geva hanya berdehem karena pikirannya sudah melalang buana entah kemana. Berhubung hatinya selalu tak tenang, Geva pun mencoba menghubungi Zada tapi tak diangkat.Geva kembali mencoba menghubungi beberapa kali lagi tapi hasilnya sama. Justru, kali ini nomor istrinya sudah tak aktif lagi.


" Kemana Zada? Tidak biasanya dia seperti ini." Akibat tak tau bagaimana kabar sang istri, membuat Geva semakin cemas dan segera bergegas pergi.


Sesampainya di rumah, Geva mendapati rumahnya kosong tak berpenghuni.


" Apa Zada sedang keluar?Tapi kemana? Dan, kenapa dia tidak bilang padaku!" Geva terlihat semakin panik dan terus mencari dimana keberadaan sang istri. Bahkan, dia juga menghubungi Reya dan Mamanya, siapa tahu Zada sedang bersama mereka tapi ternyata tidak.


Tak kunjung mendapatkan kabar dimana keberadaan istrinya,membuat Geva mencoba menanyakan pada petugas keamanan untuk mengecek cctv lingkungan sekitar apartemen. Dan setelah beberapa saat mencari, akhirnya Geva mendapati sebuah rekaman dimana Zada masuk ke dalam taksi dengan pakaian yang cukup rapi.


" Kemana Zada pergi?"


Tanpa berlama-lama, Geva langsung menelpon Fattan untuk melacak keberadaan mobil dengan plat nomor yang telah ia dapatkan lewat cctv. Sementara Geva, akan mencoba mencari lagi secara manual. Ingin melacak lewat handphone tak bisa karena ponsel Zada mati.


" Sayang ... kamu dimana?"gumam Geva yang terlihat sangat cemas. Entah kenapa, dia seakan memiliki firasat buruk tapi Geva segera menepisnya. Dia berharap bahwa istri dan calon bayinya baik-baik saja.


Selama di perjalanan, Geva tetlihat celingukan ke kanan dan ke kiri, berharap bisa berpapasan dengan sang istri. Namun, sepanjang perjalanannya tak kunjung melihat bayangan sang istri sampai akhirnya Fattan kembali menelpon.


" Bagaimana Fatt?"tanya Geva cemas.


" Dari pelacakan saya,Mobil itu membawa Nyonya ke sebuah Cafe Xx Bos. Setelahnya, dia langsung pergi meninggalkan Cafe itu ketika Nyonya sudah turun," terang Fattan seusai meretas cctv di sekitar cafe.


" Apa kamu sudah bisa meretas cctv dalam cafe?"tanya Geva agar pencariannya lebih jelas lagi.


Fattan terlihat terdiam, setelah beberapa detik baru berbicara lagi.


" Nyonya bertemu dengan Kakak anda bos,"kata Fattan memberitahu setelah berhasil meretas cctv cafe.

__ADS_1


" Kakak? Kakak siapa?"


" Nyonya Aristya."


Deg


Jantung Geva seketika berhenti sejenak, dan tanpa sadar langsung mengerem mendadak saat mendengar nama siapa yang di sebutkan oleh Fattan barusan.


" Apa kamu yakin,Fatt?"tanya Geva memastikan. Pasalnya, Kakak kesayangannya itu sudah menghilang selama beberapa bulan, dan sebelum menghilang ada sedikit perselisihan dengan Zada. Lalu, kenapa sekarang tiba-tiba muncul dan langsung menemui Zada secara diam-diam?


" Tentu saja bos, buat apa saya bohong!"


Setelahnya, Geva meminta Fattan mengirimkan rekaman cctv selama Zada dan Aristya mengobrol. Walau tak bisa mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan,tapi Geva dapat melihat jika sesuatu baik telah terjadi diantara mereka.


Di saat Geva masih gokus menonton vidio cctv, tiba-tiba sebuah panggilan nomor dari nomor asing masuk. Awalnya Geva mengabaikannya, tapi nomor itu terus menelpin tanpa henti hingga membuat Geva tetpaksa mengangkatnya.


" Halo, siapa?"tanya Geva to the point pada seseorang di ujung telepon.


" Apa benar, ini suami dari Ibu Zada clover fortuna?"tanya seorang pria dengan suara berat.


" Ya, benar. Memangnya ini siapa?"


Ponsel Geva seketika langsung terjatuh dari gengamannya, dunianya seakan hancur saat mendengar kabar kalau istrinya mengalami kecelakaan.


Apakah takdir sedang bermain-main denganku? Apa yang aku dengar barusan itu adalah nyata?


Dengan sekuat tenaga, Geva mencoba memukul pipinya sendiri untuk memastikan kalau berita yang barusan ia dengar itu bukanlah ilusi atau mimpi.


" Au! Kenapa sakit? Jadi___"


Dada Geva seketika sesak, pasokan udara di dekatnya seperti habis tak tersisa. Dia benar-benar tak pernah menyangka akan mendapatkan berita seperti ini.


" Pak Geva...," panggilan terus terdengar dari ponselnya. Sepertinya pihak kepolisian masih belum mematikan panggilannya. Geva pun mencoba mengambil ponsel itu dan kembali mendengarkan penjelasan dari kepolisian.


Dengan perasaan yang sangat kalut, Geva kembali menginjak pedal gasnya dan mengemudikan mobilnya menuju kantor polisi yang mengurua kasus sang istri.


Tanpa sadar, buliran bening terus menetea dari pelupuk Geva hingga membuat penghilatannya buram akibat tertutup air mata. Semua kenangan saat bersama pun Zada seketika berputar kembali bagaikan kaset rusak dalam ingatannya.


" Laogong,peluk ..." rengek Zada dengan memasang wajah manja.


" Kamu tuh kenapa jadi semakin manja sih selama hamil?"goda Geva yang membuat Zada seketika cemberut.

__ADS_1


" Emangnya kenapa! Kamu gak suka ya kalau___" Geva langsung memeluk dan mencium bibir Zada saat melihat sang istri mulai ngambek.


" Aku tuh bukan gak suka, hanya merasa kalau ternyata istriku ini bisa bersikap manja juga."


Zada masih memanyunkan bibirnya. " Ya... mungkin efek bawaan bayi."


Melihat sang istri yang gengsinya masih saja tinggi,membuat Geva mencubit gemas pipi yang sudah seperti bakpao itu.


" Gak usah selalu bawa-bawa twins, lagian aku lebih suka istriku yang manja kok."


" Gombal!"Zada memukul dada bidang Geva, lalu berganti memeluknya dengan erat.


" Laogong, bisakah kita tetap bersama sampai lima puluh tahun lagi?"


" Jangankan lima puluh tahun, seribu tahun pun aku tetap ingin selalu bersama dengamu sayang.


Srett ... brak


Akibat tak fokus pada jalanan, membuat Geva hampir saja menabrak orang. Untungnya reflek Geva cukup cepat hingga membuatnya panting stir ke kiri hingga menabrak trotoar.


" Hei, bisa bawa mobil gak sih!"omel seorang pria yang istrinya hampir saja di tabrak oleh Geva.


Sementara Geva hanya diam mematung sambil memegang stir kemudi.


" Hei!Turun!"teriak pria itu sambil menggedor-gedor kaca mobil Geva dari luar.


Mendengar suara teriakan itu,Geva pun mencoba untuk keluar dengan dada yang bergemuruh. Efek shock dalam keadaan bersedih,membuat Geva seperti patung hidup yang hanya diam saja saat mendengar pria itu mengomel dan memarahinya tanpa henti.


" Hei, jangan diam saja!"kesal pria itu sambil menarik kerah kemeja Geva.


" Maaf...,"lirih Geva dengan tatapan kosong.


" Pak, sudah. Tidak usah terlalu di permasalahkan, kasihan dia wajahnya sudah sangat pucat begitu. Lagian Ibu juga tidak apa-apa. " wanita yang hampir di tabrak oleh Geva itu mencoba menenangkan emosi suaminya. Dia terlihat kasihan saat melihat wajah Geva yang pucat dan diam saja.


Pria itu pun hanya bisa menghela nafas berat dan mulai melepaskan cengkraman tangannya dari kerah kemeja Geva.


" Lain kali, kalau bawa mobil yang bener! Kalau sakit jangan bawa mobil! Kasihan kalau sampai harus ada korban yang meninggal akibat ketidak hati-hatianmu!"nasehat pria itu.


Mendengar kata korban meninggal, membuat tibuh Geva seketika melemas hingga luruh ke bawah. Ingatan tentang perkataan polisi tadi kembali terngiang-ngiang. Dimana, mereka mengatakan kalau jasad Zada belum bisa di temukan tapi kemungkinan besar dia sudah meninggal mengingat mobil itu sudah hancur terbakar.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2