Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 106 : Bagaikan robot


__ADS_3

" Mimi ...,"panggil dua bocah berusia tiga tahun itu sambil berlari ke arah sang Mama.


Dengan sigap, wanita cantik itu menangkap kedua buah hatinya yang tengah berlari ke arahnya. Lalu, berjongkok agar tinggi badan mereka sejajar.


" Apakah Mimi sudah membuat kalian menunggu lama?"tanya wanita itu pada kedua anak kembarnya.


Dua bocah menggemaskan itu mengangguk dengan wajah cemberut tapi justru terlihat sangat menggemaskanmenggemaskan hingga membuat sang Mama mencubit gemas pipi gembul mereka.


" Mimi sakit!"protes anak perempuannya Kaylee.


Sementara sang anak laki-laki langsung membantu mengusap lembut pipi adiknya.


" Tidak usah cengeng!"goda sang kakak yang suka jahil.


" Kak kama ...,"rengek Keylee dengan memasang wajah kesal yang hanya di sambut dengan tawaan kecil oleh Kama dan Greisy. Ya, wanita cantik itu bernama Greisy.


Karena tak mau melihat kedua anaknya bertengkar di tempat umum, Greisy langsung membawa mereka memasuki mobil yang sudah ia pedan sebelumnya.


...***...


Berhubung tak ada cinta di hati,membuat Geva terlihat biasa saja, tak ada rasa gugup sama sekali. Alih-alih merasa gugup, pikiran Geva justru tertuju pada wajah yang membuatnya kembali terkesima akan seorang wanita.


Wajah cantik wanita itu terus menari-nari dalam pikirannya, ia seakan melihat sosok istrinya di wajah itu.


Siapa wanita itu? Kenapa aku terus terbayang-bayang wajahnya!


Akibat terlalu memikirkan wanita yang sangat mirip dengan mendiang istrinya, membuat Geva jadi tidak fokus hingga tak sadar jika MC terus memanggilnya karena pihak keluarga wanita sudah memasuki trmpat acara.


" Tuan Geva ...," Sang MC kembali memanggil dengan suara sedikit keras sehingga mampu membuyarkan lamunan Geva.


" I-iya,"jawab Geva tergugu.


" Sepertinya Tuan Geva sangat gugup sekali sampai-sampai melamun saat acara,"canda sang MC guna mencairkan suasan di dalam ruangan.


Sementara Geva hanya mengerutkan sedikit keningnya saat mendengar bualan dari sang mc.


" Oke,Tuan Geva. Tidak usah gugup, santai dan rileks saja,oke!"pesan sang Mc.

__ADS_1


" Baiklah Tuan Geva, dari ketiga wanita yang wajahnya di tutup kain itu, yang mana calon tunangan anda?"tanya sang MC yang sedang membacakan rangkain acara tebak wajah dari melihat postur tubuh.


Geva menghela nafas berat, ia mencoba merilekskan dirinya agar tak terus-menerus memikirkan wanita yang memiliki wajah mirip dengan Zada.


" Yang ... nomor satu,"jawab Geva.


" Nomor satu... baiklah, mari kita buka wajah nomor satu dan..."


Semua para tamu undangan terlihat antusias memperhatikan ke arah dimana ada tiga wanita memakai rok batik dengan motif yang sama itu.


Saat penutup wajah di buka, ternyata tebakan Geva melesat.


" Yah ... salah, gimana Tuan Geva apa mau menebaknya lagi?"tawar sang MC yang langsung di jawab gelengan kepala oleh Geva.


" Sepertinya Tuan Geva sudah tidak sabar, makanya tak mau menebak lagi. Kalau begitu, mari kita buka siapa diantara mereka yang menjadi wanita paling bahgia hari ini."


Suasana kembali menengangkan, semua orang juga ikut penasaran yang mana Annabeth dari ketiga wanita itu, kecuali Geva.


Dan ...


Setelah berada di puncak alunan musik, penutuo wajah kedua wanita itu pun di buka.


" Bukan lagi?Lalu, dimanakah pujaan hati dari Tuan Gevariel? Jika dia ada di sini, tolong keluarlah karena priamu sudah tak sabar menanti,"kata sang MC dengan suara layaknya diiringi dinamika.


Tak lama kemudian, para wanita dan beberapa orang di belakang memisah menjadi dua barisan, dan nampaklah seorang wanita cantik dengan kebaya berwarna sage. Dengan pelan dan anggun, Annabeth berjalan berlenggok-lenggok menghampiri Geva.


Walau wanita yang berjalan menuju ke arahnya saat ini sangatlah cantik dan menawan tapi tak sedikitpun mampu membuat hati Geva bergetar. Apakah hati Geva memang sudah mati?


Saat ini, dia benar-benar terlihat bagaikan robot yang berdiri tegap tanpa ada ekspresi kekaguman.


" OMG, bidadari Tuan Geva benar-benar cantik sekali sore ini. Tapi kenapa wajah Tuan Geva masih sangat tegang? Apakah masih gugup!"canda sang MC.


Setelahnya, sang MC mempersilahkan Geva untuk menyampaikan kata-kata lamaran pada Annabeth.


Geva menarik nafas dalam-dalam, lalu membuka matanya. Namun, apa yang Geva lihat saat ini bukanlah wajah Anna,melainkan wajah wanita yang ia tabrak tadi.


" Za ... apakah ini kamu?"tanya Geva yang membuat Anna dan semua orang tercengang. Pasalnya, nama yang Geva sebut adalah nama orang lain.

__ADS_1


Geva berjalan perlahan mendekati Anna, tangannya mulai bergerak keatas ingin menyentu wajah itu. Namun, Anna langsung membuyarkan halusinasi Geva.


" Gev, aku bukan Zada tapi Anna!"tegas Anna dengan tatapan kecewa karena Geva masih saja menyebut nama wanita itu. Wanita yang paling di benci oleh Anna.


" Oh, maaf!" Geva langsung terlihat gugup dan canggung. Sementara para undangan banyak yang berbisik menanyakan siapa Za yang di sebut oleh Geva.


"Ternyata benar, kalau pemilik hati Geva masih Zada. Tapi kenapa dia melakukan pertunangan dengan Anna? Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Mama Jianying yang tak tahu permasalahan apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat putranya ingin bertunangan dengan Annabeth.


" Jangan membuatku malu Geva! Karena kamu tahu sendiri apa akibat yang akan terjadi jika kamu melakukan hal itu!" ancam Annabeth.


Untuk saat ini, Geva hanya bisa menuruti apa saja permintaan Annabeth sampai ia bisa mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya.


" Aku tahu."


Setelahnya, Geva pun mengucapkan kata-kata yang sudah ia siapkan sebelumnya. Walau kata-kata itu bagus dan sangat indah di dengar tapi tak ada perasaan haru yang mengena di hati karena perkataan itu memang hanya di ucapkan di mulut saja. Sementara hatinya,tak merasakan apapun.


Selesai acara penukaran cincin pertunangan, di lanjut dengan pesta perayaan. Soal tanggal pernikahan, belum di umumkan sekarang karena itu akan di beritahukan menyusul.


...***...


Di negara yang sama tapi tempat berbeda, terlihat seorang wanita cantik dan dua anak kembar yang baru saja turun dari mobil. Saking antusiasnya ingin segera bertemu dengan papanya, membuat kedua anak itu langsung berlari memasuki gedung.


" Kama, Keylee ... Jangan lari-lari ...!"teriak Greisy pada kedua anaknya. Namun, teriakan Greisy tak di hiraukan oleh kedua bocah kecil itu.


" Papa ...,"seru Kama dan Keylee bersamaan saat menemukan pria yang mereka cari.


Mendengar ada suara anak kecil yang memanggilnya Papa, membuat pria itu langsung menoleh. Ternyata, sudah ada anak laki-laki dan perempuan berlari menghambur memeluk kedua kakinya karena tinggi mereka hanya sebatas lututnya.


Pria itu langsung berjongkok agar tinggi mereka setara, dan langsung mendapatkan pelukan hangat dari kedua anak itu.


" Kalian kenapa tiba-tiba ada di sini?"tanya pria itu kaget saat melihat kedua anaknya datang tanpa memberitahu.


" Surprise!!!"jawab Kama dan Keylee dengan senyuman lebar.


" Kama, Keylee! bukankah Mimi sudah katakan jangan suka berlari-lari. Bagaimana kalau kalian jatuh!"omel Greisy yang membuat kedua bocah kecil itu cemberut.


" Sudah-sudah, jangan suka memarahi mereka. Namanya juga anak kecil,"lerai pria itu dengan sabar. Melihat kedua anaknya meminta gendong, pria itu pun langsung mengendongnya.

__ADS_1


" Papa memang yang terbaik!"puji Keylee dengan memberikan dua jempol serta ciuman di pipi karena mendapatkan sebuah pembelaan. Sementara Greisy hanya bisa menghela nafas berat dan geleng-geleng kepala saat melihat Sky yang selalu saja memanjakan kedua anaknya.


...****************...


__ADS_2