
Efek dari tatapan tajam dari Gevariel yang begitu tajam dan menghunus, membuat Veena akhirnya jujur kalau desain itu memang milik Zada. Karena mengelak pun tak akan ada artinya, sebab Gevariel sepertinya memang sudah tahu jika desain ini milik Zada, makanya sekarang dia bisa berada di sini.
Licik juga ternyata kamu Zada! Awas saja, aku akan membuat kamu menyesal karena sudah mempermalukan aku!
Mengetahui bahwa istrinya benar-benar mencuri desain milik Zada, membuat Emerald sangat malu. Jujur, saat ini dia rasanya bagaikan di siram air comberan ke wajahnya di depan orang banyak. Dimana, Ia telah memuji dan membela orang yang ternyata memang telah mencuri.
Mau di taruh mana wajah ini?
Selesai rapat, semua orang berbondong- bondong pergi meninggalkan ruang meeting, begitupun dengan Zada. Namun, tiba-tiba ada sebuah tangan yang menariknya masuk kedalam ruang kosong dekat ruang meeting.
" Tuan___" Geva langsung membekap mulut Zada yang hampir saja berteriak.
Geva meletakkan jari telunjukknya di depan bibir layaknya tengah memberitahukan pada Zada untuk tidak bersuara dengan keras.
" Anda ngapain di sini?" tanya Zada dengan suara cukup lirih, tapi masih terdengar oleh Geva.
" Mau meminta hadiah," kata Geva dengan seringai licik.
Entah kenapa, perasaan Zada jadi tidak enak begini.
" Hadiah untuk apa?"
" Apakah kamu lupa jika beberapa menit yang lalu aku telah membantumu, hem?"
" Oh ... Anda sangat pamrih sekali ...," keluh Zada. Baru saja dia mau memuji kaebaikan suami palsunya ini, eh tiba-tiba udah minta imbalan saja. Untung saja kalimat pujian itu belum ia berikan, kalau tidak pasti sudah sangat besar kepala pria narsis ini.
" Itu bukan pamrih, tapi memang tidak ada yang gratis di dunia ini Zada ...," kilah Gevariel yang tak mau di sebut pamrih.
Zada hanya bisa menghela nafas berat.
" Baiklah, kalau begitu anda minta hadiah apa?" Akhirnya Zada memilih untuk menyerah saja karena dia sedang malas berdebat dengan pria ini.
Gevariel berpura-pura berdeham demi menutupi ekspresi bahagianya. " Jadi istriku dan tinggal bersama."
" Huh?"pekik Zada yang langsung di bungkam lagi oleh Gevariel.
Zada benar-benar shock mendengar permintaan tak masuk akal yang keluar dari mulut dari pria di depannya saat ini. Apa dia sedang melamar? Ah, bukan! Mana ada kalimat lamaran seperti itu. Bukankah tadi dia sedang meminta hadiah? Tapi, apakah tidak bisa meminta hadiah yang normal begitu?
Bukannya menjawab, Zada justru sedikit berjinjik dan menempelkan telapak tangannya ke kening Gevariel seperti seseorang yang tengah mengecek suhu.
" Apa yang kamu lakukan?" tanya Gevariel bingung.
__ADS_1
" Hanya mengecek suhu, takutnya anda sedang demam."
" Kamu khawatir kalau aku demam?"
Zada menggeleng, dahi Geva berkerut.
" Hanya ingin tahu, takutnya anda sedang berhalusinasi!" pungkas Zada yang membuat Geva tercengang.
Setelahnya, Zada berusaha untuk pergi dari ruangan yang sempit dan cukup pengap itu. Apalagi, terlalu lama berdekatan dengan Geva bisa membuat otaknya jadi tidak sinkron.
Namun siapa sangka jika Gevariel tiba-tiba menarik kembali lengannya, dan mengapit tubuhnya ke tembok.
" Mau kemana kamu? Aku kan belum selesai bicara?" tanya Geva yang kini sudah beralih kedalam mode serius.
" Pe__rgi," jawab Zada tergugup. Jarak mereka yang begitu dekat, membuat jantung Geva berdendang cukup keras.
" Jawab dulu permintaanku tadi! Kalau kamu tidak menjawab, maka jangan harap bisa pergi dari sini dengan keadaan baik-baik!" ancam Geva yang membuat bulu kuduk Zada bergidik ngeri.
" Em ... Bisakah___"
" Tidak bisa!" tolak Geva seakan tahu apa yang akan Zada ucapkan.
"Kamu cukup jawab iya atau tidak."
" Tidak atau Iya! "
" Iya. " Zada spontan menutup mulutnya yang begitu mudah terjebak oleh kelicikan seorang Gevariel.
Sementara Gevariel tersenyum penuh kemenangan karena sudah berhasil membuat Zada masuk kedalam perangkapanya.
" Kalau begitu, kemasi barang-barangmu karena nanti malam aku akan menjemputmu!" pungkas Geva seraya berlalu pergi.
" Tapi Tuan___" Zada menghentikan ucapannya saat melihat lambaian tangan Gevariel yang tengah memberitahukan bahwa dia tidak menerima alasan apapun lagi.
Zada hanya bisa menghela nafas berat, tubuhnya pun ikut luruh ke bawah karena sudah sangat bodoh dan ceroboh.
Dasar pria narsis, Pemaksa licik lagi! Untung ganteng
Zada langsung memukuli mulutnya sendiri karena sudah lancang menyebut pria itu tampan. Sepertinya, otak dan tubuhnya benar-benar tidak sinkron. Dan penyebab dari itu semua adalah Gevariel Si Paman Narsis.
...*******...
__ADS_1
Jika Zada tengah merutuki kebodohannya dan Geva yang berbahagia karena sudah berhasil menjerat istrinya. Lain halnya dengan pasang suami istri yang baru menikah tiga hari itu.
Brak
Suara gerakan meja terdengar. Emerald benar-benar sangat marah pada Veena yang sudah bersandiwara dan mempermalukanya.
" Rald ...," panggil Veena manja pada suaminya yang tengah mengamuk.
" Pergi Vin, aku ingin sendiri!" usir Emerald yang terlihat seperti sedang tak ingin melihat wajah istrinya yang telah berdusta.
Bukannya pergi, Veena justru menghampiri Emerald dan memeluknya dari belakang.
" Bisakah jangan marah seperti ini?" pinta Veena yang terlihat sangat manja.
Emerald masih diam.
" Lagipula, bukankah itu hanya masalah desain yang tak seberapa? Jadi, jangan di besar-besarkan, oke!" Veena terus mencoba membujuk suaminya yang tengah merajuk.
Dahi Emerald berkerut, dia mencoba melepaskan tangan Veena yanh melingkar di tubuhnya. Lalu berbalik menatap wanita yang telah menjadi istrinya.
" Hanya desain kamu bilang? "
Veena mengangguk.
" Bagi kamu itu hanya desain tapi bagi aku kamu sudah mencoreng nama baik aku di depan banyak orang, terutama di depan Paman. Bagaimana tanggapan Paman tentang aku yang telah menyalahkangunakan wewenang di perusahaan dan membiarkan istriku berbuat curang!"
" Kamu sadar gak sih siapa yang sudah kamu curang? Dia adalah istri dari Paman ku! "bentak Emerald yang membuat Veena menjadi ketakutan.
" Tapi mereka hanya pasangan palsu, "lirih Veena yang masih saja menganggap bahwa pernikahan Zada dan Gevariel adalah palsu. Pasalnya, Ia mendengar kabar kalau mereka tidak pulang bersama setelah acara pernikahan.
Lagipula, mana mungkin dalam waktu beberapa hari Zada bisa menaklukan seorang Gevariel. Si pria dingin dan menakutkan!
Di mata Veena, Geva memang sangatlah dingin dan menakutkan. Pasalnya, Ia tak pernah menampilkan wajah ramah padanya.
" Palsu kamu bilang?" ulang Emerald yang tak habis pikir jika Veena menganggap bahwa pernikahan mereka palsu.
" Veen, bukankah kamu juga melihat dan menyaksikan sendiri jika mereka mengucapkan janji suci bersama? Lagipula, Paman ku itu bukanlah orang yang suka main-main."
" Di tambah lagi sikapnya hari seakan membuktikan kalau mereka itu benar-benar memiliki hubungan." entah kenapa suara Emerald berubah menjadi lirih saat mengingat kembali bagaimana sikap Geva yang terus-menerus mencuri-curi pandang dan menatap penuh damba pada mantan kekasihnya itu.
Tiba-tiba, ada rasa ngilu di hati Emerald saat melihat Zada begitu mudahnya melupakannya dan menjalin hubungan baru. Apalagi, pria yang menjalin hubungan dengan Zada saat ini adalah pamannya sendiri. Otomatis status Zada juga ikut berubah menjadi bibinya.
__ADS_1
...***************...
Gengs ... Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya biar Novi semangat buat up.