
Sejak beberapa hari terakhir, imun tubuh Zada mulai menurun. Entah efek terlalu capek karena sibuk bekerja atau apa, yang jelas ia mudah sekali lelah dan mengantuk.
" Sayang, bangun." Geva mencoba membangunkan Zada yang tidur terlelap di penghujung waktu sore menjelang malam.
Mendengar ada yang terus memanggilnya, membuat Zada mencoba untuk bangun walau matanya terasa lengket.
" Loh, kok kamu sudah ada di rumah?"tanya Zada yang merasa bingung kenapa Geva tiba-tiba sudah ada di rumah. Pasalnya, tadi pagi ia mengatakan kalau kepulangannya dari luar negeri masih dua hari lagi.
" Kamu tidak suka ya, aku pulang?" Geva justru mencoba menggoda Zada yang masih berusaha mengembalikan kesadaran.
" Bukan gak suka tapi___"
" Happy anniversary sayang," potong Geva seraya memberikan satu buket bunga mawar merah yang begitu indah.
Zada terdiam, ada rasa haru, terkejut dan tak mengira kalau Geva ternyata masih ingat dan pulang di hari anniversary pernikahan mereka. Awalnya, Zada mengira kalau Geva melupakannya karena tak pernah menyinggung tentang itu. Bahkan, dia melakukan perjalanan dinas keluar negeri sebelum hari yang di bilang bersejarah bagi mereka berdua datang. Dimana, satu tahun lalu mereka tanpa sengaja mengucapkan janji suci pernikahan di depan Imam dan di saksikan oleh banyak orang.
Walau pernikahan itu terjadi tanpa cinta, dan dianggap sebagai pura-pura tapi nyatanya bisa bertahan sampai sekarang.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata sedikitpun, Zada langsung memeluk Geva dengan erat. Ia bersyukur karena masih bisa merayakan anniversary pernikahan di kala ombak besar terus datang silih berganti menerjang rumah tangganya.
" Happy anniversary juga,"lirih Zada yang membuat Geva tersenyum. Setelahnya, Geva menuntun Zada berjalan keluar dari kamar karena ingin menunjukkan kejutan yang sesungguhnya.
" Surprise ....Happy Anniversary Geza ...," seru Mama Jianying,Reya, Aristya dan Aden dengan suara yang cukup lantang hingga memenuhi ruangan. Sementara yang lainnya, hanya diam saja tanpa bersuara. Bahkan, ada saja yang memasang wajah julid karena tak merasa senang berada di tempat ini.
Mereka datang hanya ingin mencari tahu kabar tentang apakah Zada sudah hamil atau belum di satu tahun pernikahan mereka.
Melihat semua orang berkumpul di rumahnya, membuat Zada lagi-lagi merasa terkejut dan kurang nyaman. Apalagi saat ini penampilannya pasti sangat acak-acakkan karena sepulang kerja langsung tertidur begitu saja.
" Laogong, sepertinya aku harus kembali ke kamar untuk mandi dan mengganti pakaian deh," bisik Zada yang tak enak menemui keluarga besar suami dan sahabatnya dalam keadaan baru bangun tidur.
" Sudah,tidak perlu. Kamu masih cantik kok,"kata Geva yang membuat dahi Zada berkerut. Bagaimana bisa ia masih terlihat cantik di saat baru bangun tidur. Pasti penampilannya sangat berantakan. Geva mencoba mengajak Zada berjalan menghampiri semua orang, namun tubuh wanita cantik itu seakan terkunci di tempatnya.
__ADS_1
" Laogong, pliss ... biarkan aku kembali ke kamar sebentar saja,"pinta Zada dengan memasang wajah memohon. Namun Geva tak memperdulikannya karena ia paham betul jika Zada pasti akan sangat lama jika kembali ke kamar.Sementara semua orang sudah menunggu sejak tadi karena Zada sulit untuk di bangunkan.
Tanpa berkata apa-apa, Geva langsung menggendong tubuh Zada tanpa permisi dan membawanya berjalan menghampiri semua orang.
" Kalian ini,masih saja suka menebar keromantisan di depan semua orang, bikin iri saja,"canda Aristya yang membuat Zada merona malu.
" Namanya juga belum ada anak, ya gitu ...," cibir Eshika yang selalu saja melontarkan kata-kata yang tak enak di dengar.
" Memangnya,Zada belum hamil juga?" sahut Fennita yang berpura-pura bertanya seakan tak tahu apa-apa.
Mendengar semua orang membicarakan soal anak,membuat Zada tertunduk dan diam. Dia paling tidak suka jika kumpul keluarga lalu membahas soal dirinya yang tak kunjung hamil.
" Kalian ini,bisakah memberikan selamat terlebih dahulu pada Zada dan Geva,"kata Mama Jianying yang mencoba untuk melerai. Walau ia sudah sangat menginginkan cucu dari Geva dan Zada tapi Mama Jianying masih tahu situasi dan kondisi.
" Happy Anniversary ya Gev, Zada. Semoga, Zada secepatnya bisa hamil. Jadi, kamu gak perlu menikah lagi agar bisa mendapatkan keturunan,"ucap Eshika yang masih saja menyelipkan kata-kata yang tak mengenakkan hati.
" Emangnya, pernikahan itu hanya tentang anak, ya? Dan, membuat anak itu kerjasama dua orang. Jadi, jangan hanya menyalahkan Zada seorang dong kalau belum juga hamil," sahut Reya yang mulai tak bisa menahan diri. Sementara Aden mencoba untuk menasehati sang istri agar tak terlalu ikut campur, tapi Reya mengabaikannya karena dia tak suka mendengar Zada terus-menerus di sindir dan di rendahkan karena tak kunjung hamil. Padahal, pernikahan mereka juga masih berjalan satu tahun.
Sepasang bola mata Reya seketika membulat sempurna tatkala mendengar perkataan Eshika yang ikut menyindirnya. Ingin rasanya Reya memberikan bogem mentah pada mulut Eshika yang sangat pedas itu, tapi sayangnya di halangi oleh Aden.
" Sudahlah Kak, bisakah jangan membahas soal anak. Hari ini, aku mengundang kalian datang ke sini untuk mendoakan pernikahan kami agar langgeng dan bahagia selalu, bukan untuk memojokkan atau membuat Zada merasa tak nyaman." Akhirnya, Geva ikut bersuara saat melihat kakak keduanya yang tak pernah berubah.
" Ya 'kan tadi Kakak juga berniat mendoakan, hanya saja ada kaum rendahan yang tempramental dan emosian. Makanya___"
" Nyonya Eshika, tolong jaga bicara anda!"ucap Aden dengan suara maskulin serta tatapan begitu dingin dan mematikan. Aden memang tak suka jika istrinya ikut-ikutan memancing suasana yang seharusnya harmonis menjadi semakin tak terkondisikan. Namun, ia juga tak akan terima jika ada orang yang secara terang-terangan menghina istrinya.
"Sudah-sudah ... jangan saling berdebat lagi. Lebih baik, kita duduk makan menikmati waktu kebersamaan ini dengan tenang dan damai. Bukannya saling menyindir atau memojokkan satu sama lain. Eshika,tolong jaga sikap. Kalau tidak, pergi saja dari sini!" usir Mama Jianying yang membuat Eshika diam.
Setelahnya, semua orang makan dengan tenang. Melihat Zada yang hanya diam saja tanpa kata,membuat Geva merasa bersalah. Jika tahu kalau akan menjadi seperti ini,dia pasti tak akan setuju dengan rencana Mama Jianying untuk merayakan Anniversary pernikahan bersama keluarga.
Geva menggenggam tangan Zada dengan erat, membuat gadis itu melirik ke arah suaminya.
__ADS_1
" Maaf,"ucap Geva lewat sorot matanya, tetapi sudah membuat Zada paham akan maksud dari tatapan itu.
Zada mencoba tersenyum walau moodnya sedang buruk- seburuknya.
" Aku tidak apa-apa."
Walau Zada mengatakan tidak apa-apa, tapi Geva bisa melihat kalau istrinya sedang tidak baik-baik saja lewat matanya.
Berhubung hari sudah malam, semua orang berpamitan untuk pulang.
" Za, aku pulang dulu ya. Soalnya, kasihan Anrey kalau di tinggal terlalu lama,"pamit Reya yang memang tak bisa pergi terlalu lama jika tak membawa putranya.
Zada mengangguk. " Makasih ya Rey, udah datang. Titip kiss buat anak angkatku yang tampan," ucap Zada seraya berpelukan dengan Reya.
" Yang kuat, besok mainlah ke rumah. Kita senang-senang bersama,"kata Reya memberi semangat pada sahabatnya itu.
" Em." Zada mengangguk, dan berusaha untuk tetap tersenyum agar Reya tak terlalu khawatir.
" Jaga baik-baik nyonya,bos. Jangan sampai anda kehilangan dia," pesan Aden yang terdengar sedikit ambigu.
" Apa maksudmu,A?"tanya Geva bingung. Sedangkan Aden hanya mengendikkan kedua bahunya.
" Za, istirahat yang cukup dan jangan sampai lupa di minum vitamin yang Mama beri. Kalau bisa, kamu berhenti bekerja saja biar tidak terlalu lelah,"pesan Mama Jianying.
Mendengar sang Mama menyuruhnya untuk berhenti bekerja membuat hati Zada mencelos. Padahal, pekerjaan itulah yang membuat Zada lupa akan kondisinya yang tak kunjung hamil.
" Iya,Ma." Walau hatinya perih, Zada hanya bisa menjawab dengan seperti itu agar tak membuat kecewa atau menimbulkan masalah baru.
...****************...
Halo gengs, Maaf baru update lagi. Soalnya Novi habis sakit cukup lama. Jadi, mohon maklum,ya 🙏. Tenang saja, Cerita Zada akan tetap berlanjut sampai tamat kok. Jadi, tetap setia menunggu kisah lanjutannya. Oke.
__ADS_1