
Sesampainya di bangku kerjanya, Zada langsung mendapatkan sebuah berita kalau Veena mendapatkan promosi menjadi seorang Designer, sementara Zada menjadi asistennya.
Brak
Zada menggebrak meja hingga membuat rekannya yang lain terkejut. Dengan wajah penuh kekeasal, Zada langsung berjalan menuju ruangan Tuan Zhang untuk menanyakan ini semua.
" Tuan Zhang!" panggil Zada dengan nada tinggi hingga membuat Tuan Zhang yang berpura-pura tidur terbangun.
" Zada, bisakah mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk?" omel Tuan Zhang yang terlihat sangat kesal dengan sikap tak sopan dan bar-bar dari gadis ini.
Zada mencondongkan tubuhnya dan memegang meja dengan kedua tangannya. Tak lupa pula dia memberikan tatapan tajam ke arah Tuan Zhang. Meski jabatan Tuan Zhang lebih tinggi, tapi Zada tidak takut karena dia tak suka dengan orang-orang yang bersikap tidak adil.
" Lagipula, siapa suruh anda sudah bersikap semena-mena!" tukas Zada yang tak terima dengan keputusan dari pria itu.
" Apa Maksudmu, hem? "tanya Tuan Zhang.
" Kenapa Veena tiba-tiba menjadi Supervisor sedangkan aku menjadi asistennya? "
" Oh ... Soal itu karena dia mendapatkan sebuah promosi dan juga istri dari wakil Direktur. Lagipula, aku tidak bisa mengatakan apa-apa jika para atasan sudah mengatakan seperti itu, "terang Tuan Zhang.
" Tapi bukankah sebelumnya anda yang bilang sendiri bahwa yang akan mendapatkan promosi adalah pemenang dari___"
" Nah, itu. Kita sudah menemukan Pemenang dari rancangan Flower theme dan dia adalah Veena. Jadi, terimalah saja daripada kamu di pecat. " Tuan Zhang pun memperlihatkan desain dari Veena yang diikutkan lomba agar mendapatkan promosi.
Zada terbelalak tatkala melihat desain dari gaun itu.
" Veena!!! " raung Zada yang semakin membenci Veena. Sebelumnya, Veena sudah merebut tunangannya dan Zada memberikannya. Tapi sekarang ... Dia juga mengambil desainnya?
__ADS_1
Tanpa berlama-lama, Zada segera pergi dari ruangan Tuan Zhang dan beralih menuju ruangan Veena.
" Veena, apa maksudmu mengatakan kalau desainku adalah desaimu!" amuk Zada dengan memberikan selembar kertas desain gaun milik Zada.
" Oh, bukankah kamu adalah asisten ku? Jadi, aku berhak melakukan apapun selama itu dalam wilayahku," terang Veena tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Zada tercengang, dia benar-benar tidak menyangka jika Veena akan sangat jahat dan menyebalkan seperti ini.
" Tapi itu desainku, dan kenapa kamu selalu bermain kotor, huh! Belum puas kamu sudah mengambil Rald dariku dan kini desainku!? " sarkas Zada yang terlihat sangat emosi.
" Zada ... siapa suruh kamu menghancurkan pernikahan ku, jadi terimalah balasan dariku! Lagipula Rald memilihku karena terlalu muak dengan kamu yang munafik! "
" Bukan aku yang munafik tapi kamu yang terlalu murah! " sungut Zada dengan amarah yang sudah berada di ubun-ubun.
" Kamu__"
Plak
" Sayang ...," teriak Emerald saat mendengar suara tamparsan dan Veena yang memegang pipinya.
" Sayang ... Zada sudah keterlaluan. Dia tiba-tiba menampar ku dan mengatakan kalau aku telah mengambil desainnya agar mendapatkan promosi," kata Veena yang begitu mudah memutar balikkan keadaan.
Pupil mata Zada melebar tatkala mendengar Veena bersilad lidah.
" Zada ... Bisakah buang sikapmu yang temperamental itu! Lagipula, mana mungkin Veena mengambil desainmu, sementara dia lebih hebat darimu! "bentak Emerald pada Zada.
Zada melongo sambil menunjuk dirinya sendiri." Aku? Temperamental? "ulang Zada yang tak pernah mengira bahwa Emerald percaya begitu saja dengan ucapan wanita ular itu dan justru menghinanya tempramental.
__ADS_1
" Ternyata kamu bukan hanya bodoh, tapi juga buta! "sarkas Zada seraya berlalu pergi dari ruangan itu.
Hatinya benar-benar sakit sekali bagaikan di remas tangan tak kasat mata saat mendengar Emerald membentaknya dan menghinanya temperamental. Bukan itu saja, ucapan Emerald barusan seakan memberitahu bahwa Veena lebih hebat darinya.
Jika begitu, kenapa dia masih mencuri desainnya? Bukankah itu menunjukkan kalau Desain miliknya lebih bagus? Tapi, namanya orang yang sudah di butakan oleh cinta palsu memang tidak bisa di tolong lagi.
Padahal, di sini yang jahat adalah Veena tapi kenapa justru dia yang di salahkan? Tanpa berpikir lama, Zada langsung pergi begitu saja dari kantor. Dia sudah malas sekaligus penat sekali berada di tempat yang penuh dengan panggung sandiwara.
...***...
Di saat waktu jam pulang kantor, Gevariel benar-benar langsung menjemput Zada. Hari ini, dia berniat untuk memboyong Zada untuk tinggal bersama dirinya. Namun, siapa sangka jika ia tak kunjung melihat istrinya itu keluar.
" Kemana Zada? Apakah dia ada jadwal lembur?" tanya Geva pada Aden asistennya.
" Sepertinya tidak ada jadwal lembur bos," jawab Aden yang memang sudah mengecek jadwal kerja para desainer di anak perusahaan ini.
Karena sudah tak sabar untuk melihat wajah menggemaskan Zada saat terkejut, terpaksa Geva turun dari mobil. Melihat bosnya yang tiba-tiba turun, membuat Aden berlari mengejarnya.
" Halo Tuan Gevariel," sapa Tuan Zhang saat melihat CEO Kantor pusat yang tiba-tiba datang ke kantor cabang.
Bukannya menjawab, Geva justru fokus mengedarkan pandangannya untuk mencari dimana keberadaan Zada. Alih-alih menemukan keberadaan gadis itu, Ia justru samar-samar mendengar obrolan beberapa karyawan yang membicarakan tentang Zada.
Tanpa berlama-lama, Gevariel pun langsung pergi untuk mencari keberadaan gadis itu.
...****************...
Dasar ya ulat bulu. Usah ngambil hati minta jantung pula! š¤£
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya oke.
Tembus 20 komentar Novi Crazy up