Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 76 : Pawangnya Gevariel


__ADS_3

Sejak tahu bahwa Reya tengah hamil anaknya,membuat Aden banyak membaca buku tentang kehamilan. Dia sudah seperti seorang suami yang benar-benar ingin belajar menjadi ayah yang baik untuk calon anaknya.


Bahkan,pagi-pagi sekali Aden sudah mendatangi rumah sewa Reya dengan membawakan sarapan.


" Siapa sih pagi-pagi begini sudah datang bertamu,"keluh Reya seraya berjalan menuju pintu.


Ketika pintu terbuka,betapa terkejutnya Reya saat tahu siapa yang datang. Tanpa berkata apa-apa, Reya langsung menutup pintu itu kembali.


" Rey,kenapa di tutup lagi?"protes Aden dari luar karena Reya kembali menutup pintu tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Reya mendengus kesal," Pria ini kenapa sih! Padahal gue 'kan udah bilang untuk jangan dekat-dekat, tapi kenapa justru terus saja datang!" Reya terlihat begitu kesal karena Aden masih saja terus saja muncul dalam kehidupannya.


" Rey,bukain pintunya!" Aden kembali memanggil sambil terus mengetuk pintu tanpa henti. Sedangkan Reya masih saja tak memperdulikannya.


" Akhirnya pergi juga!" batin Reya saat tak lagi mendengar suara Aden memanggil. Reya yang baru saja mandi pun, bedgegas kembali ke kamar untuk bersiap-siao pergi ke kantor.


" Astaga!"pekik Reya yang terkejut saat melihat ada orang yang tergeletak di depan pintu rumahnya.


Reya mencoba menoel pipi Aden,tapi pria itu tak bergerak sedikit pun.


"" Hei,Aden bangun!" Reya mencoba membangunkan Aden,tapi pria itu diam tak bergerak.


" Aden, lo gak usah pura-pura pingsan hanya untuk menarik perhatian gue,gak mempan!" Reya mencubit lengan Aden, berharap kalau pria itu berhenti berpura-pura tapi siapa sangka kalau dia tetap tak merespon.


Sebuah pikiran buruk seketika hadir, Reya langsung mengecek nafas dan detak jantung Aden,dan ternyata masih ada. Itu tandanya dia masih hidup.


Reya yang tak tahu harus bagaimana, hanya bisa menyeret tubuh itu masuk ke dalam rumah.


" Perasaan badannya kurus tapi berat juga,"keluh Reya yang cukup kewalahan saat menyeret tubuh Aden masuk ke dalam rumahnya.


Setelah berhasil, Reya segera mengambil minyak kayu putih dan mendekatkannya di hidung Aden agar ia terbangun saat mencium aroma khas itu.


Dan tak lama kemudian, Aden pun akhirnya sadarkan diri juga.


" Reya ...,"lirih Aden seraya mencoba untuk bangun dari posisinya. Namun, kepalanya masih terasa begitu berat dan pusing. Begitu pun dengan perutnya yang terasa begah.

__ADS_1


" Tiduran saja kalau masih pusing,"ujar Reya yang jadi tak tega juga.


Aden menurut dan kembali pada posisinya yang setengah berbaring, sementara Reya pergi untuk mengambilkan air minum.


" Minumlah!" Reya menyodorkan segelas air minum pada Aden.


" Makasih."


Reya hanya melengos, dari raut wajahnya terlihat jelas kalau gadis itu sedang dalam mood yang buruk.


" Ngomong-ngomong,yang bawa aku masuk ke dalam siapa?"tanya Aden yang cukup bingung saat tahu dia sudah berada di dalam rumah Reya. Padahal, seingatnya dia tadi masih ada di luar.


" Menurut lo!"ketus Reya.


Aden spontan terduduk dan memegang perut Reya.


" Lo ngapain!" Reya menepis tangan Aden dari perutnya.


" Aku hanya ingin mengecek kondisi anakku, apakah dia baik-baik saja. soalnya aku baca dari buku kalau orang yang sedang hamil tidak boleh melakukan sesuatu yang berat-berat. Lagipula,kamu kenapa tidak meminta tolong orang lain saja." Aden justru memarahi Reya karena membawanya masuk ke dalam rumah sendirian.


" Sudahlah! gak usah sok peduli, daripada lo marah-marah,lebih baik pergi dari rumah gue!"usir Reya.


" Tidak mau!"tolak Aden yang membuat Reya semakin kesal.


...***...


Di tempat lain,terlihat seorang wanita cantik yang tengah sibuk membantu menyiapkan pakaian suaminya. Hari ini,Geva ada perjalanan dinas tapi sayangnya Zada tak bisa ikut karena ada pekerjaan yang tak bisa di tinggalkan.


" Sayang, kamu yakin tidak ikut?"Geva kembali bertanya karena dia berharap kalau Zada akan ikut menemaninya. Pasalnya, perjalanan dinas kali ini memakan waktu beberapa hari. Jadi,takutnya Geva tak akan kuat jika harus berpisah terlalu lama dengan sang istri.


Zada berbalik dan mengalungkan kedua tangannya di leher Geva.


" Inginnya aku juga bisa ikut,tapi kan kamu tahu sendiri kalau___" Zada tak melanjutkan ucapannya karena merasa tak enak karena lebih mementingkan pekerjaan tapi itu sudah menjadi tugasnya sebagai kepala tim.


" Ya ... aku tahu,"jawab Geva dengan wajah sedih. Walau sedih,tapi Geva tahu kalau Zada melakukan itu hanya demi menjaga profesionalitasnya dalam bekerja.

__ADS_1


Sebenarnya, Geva bisa saja meminta Zada berhenti bekerja dan fokus menjadi Nyonya Gevariel tapi dia sadar kalau istrinya sangat menyukai pekerjaan ini. Bukan hanya suka tapi pekerjaan ini sudah bagaikan separuh hidupnya yang sudah ia perjuangkan jauh sebelum bertemu Geva.


" Maaf ya,"ucap Zada yang tiba-tiba merasa sangat bersalah.


" Tidak apa-apa, tapi kamu harus janji satu hal padaku."


" Apa?"


" Hindari terlalu dekat dengan Emerald dan laki-laki lain, harus sering memberi kabar, kalau aku mau vidio call harus di jawab, dan___"


Zada langsung membungkam mulut Geva dengan sebuah ciuman agar ia berhenti berbicara. Geva pun menarik pinggang Zada dan semakin memperdalam ciuman itu. Berhubung akan berpisah selama beberapa hari,Geva pun tak mau melewatkan kesempatan untuk meminta imunisi terlebih dahulu.


"lǎogōng kebiasaan deh,padahal niat hati cuman mau menghentikan kecerewetan justru berujung___" Zada tak meneruskan ucapannya karena sedang berada di tempat umum. Dari raut wajahnya menunjukkan sebuah kekesalan gara-gara suaminya yang minta jatah dulu sebelum berangkat, dan Geva masih saja minta tambah walau keadaan sudah mendesak.


Sepasang suami istri itu terus berjalan menuju gerbang keberangkatan dengan langkah cepat karena jadwal keberangkatan pesawat mereka sudah hampir tiba. Saat ini,Geva dan Zada sama-sama akan melakukan perjalanan dinas tapi beda arah.


" Ya ... sayang salahin saja si Juni (Junior) kenapa dia mudah sekali tegang kalau dekat-dekat sama sarangnya," balas Geva yang justru melimpahkan kesalahan pada pusakanya. Padahal, Geva aja yang mudah ***** kalau dekat-dekat dengan Zada.


" Sarang ... sarang ... emangnya aku apaan!"kesal Zada yang semakin cemberut. Padahal,sebentar lagi mereka akan segera berpisah tapi justru bersitegang dulu.


" Kamu adalah pawangnya Gevariel."


Sudut bibir Zada terangkat sedikit saat mendengar Geva mengatakan kalau dia adalah pawangnya.


Langkah kaki pasangan suami istri itu berhenti sebelum berpisah. Zada mendekati Geva,lalu menarik dasinya agar lebih mudah saat berbicara.


" Jika aku adalah pawangmu,maka tak boleh ada pawang lain lagi. Jaga mata,jaga hati,dan jaga sikap. Kalau aku tahu kamu ada main sering di belakangku__" Zada memparodikan gerakan menyayat leher dengan tangannya, layaknya sedang memberitahu kalau Geva akan habis jika berani macam-macam.


" Siap Ibu Negara!" Kini,giliran Geva yang memberikan hormat pada Zada.


Setelahnya, sepasang suami istri itu pun berjalan ke arah yang berlawanan.


...****************...


Halo gengs, maaf ya baru update dan kemarin juga sempat ada kesalahan update. Tapi,sudah di perbarui lagi,jadi silahkan di baca ulang.

__ADS_1


Selamat tahun baru,semoga di tahun ini jadi lebih baik lagi.


__ADS_2