Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 60 : Zada beraksi


__ADS_3

" Apa sebelumya kita pernah bertemu?"


" Kamu sudah mengingatku?"Geva kembali bertanya dengan wajah berbinar,akhirnya apa yang ia tunggu tiba juga. Dimana,Zada mengingatnya kembali. Namun,ternyata salah karena Zada ternyata masih belum mengingatnya.


Apa di sini hanya aku yang masih mengingat kejadian lima tahun lalu?


Wajah yang awalnya berbinar,berubah menjadi redup saat mendapat sebuah jawaban gelengan kepala dari Zada. Entah kenapa ada perasaan kecewa saat tahu kalau Zada tak pernah mengingat dirinya.


" Buruan,aku sudah kedinginan,"ucap Geva dengan nada dingin.


Zada pun segera menyelesaikan pekerjaannya untuk membantu Geva memasang perban anti air pada luka tembak itu. Selesai perban di pasang,Geva bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Zada segera mengganti pakaian.Namun, Zada cukup terkejut saat melihat isi di dalam kopernya.


" Apa ini tidak salah?"gumam Zada seraya mengambil sebuah lingerie yang begitu seksi. Hanya melihatnya saja sudah membuat Zada menelan ludah dan bergidik ngeri, apalagi memakainya?


Zada meletakkan kembali pakaian kurang bahan itu,lalu melihat ada sebuah kertas yang ada di atas tumpukan pakaian.


{Za,Mama berharap bisa mendapatkan kabar baik setelah kalian pulang dari honeymoon.}


Walau tak di katakan secara jelas, Zada cukup tahu apa maksud dari kata-kata yang tertulis di secarik kertas itu. Zada kembali menatap ke arah kamar mandi yang masih tertutup, lalu segera mengganti pakaian yang lebih layak. Untungnya, koper itu tak penuh dengan baju lingerie tapi ada juga baju hangat karena di Paris memang sedang masuk musim dingin.


Di saat Geva selesai mandi,ia tak melihat ada Zada di dalam kamar.


" Kemana dia?"gumam Geva seraya berjalan mencari dimana keberadaan sang istri.


" Kamu sudah selesai mandi?Ganti baju,habis itu kita makan bersama,"ucap Zada saat melihat Geva masih memakai bathrobe.


Tanpa berkata apapun,Geva langsung kembali masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian. Sementara Zada terlihat mengerutkan keningnya saat melihat sikap Geva yang sedikit berbeda.


Ada apa? Apa aku melakukan kesalahan?


Selesai mengganti pakaian,keduanya makan bersama. Namun,tak ada sepatah kata yang keluar dari keduanya. Geva yang biasanya banyak bicara, spontanitas menjadi pendiam. Bahkan,suasana makan malam terasa begitu sunyi, dan canggung.


" lǎogōng ..."panggil Zada yang mencoba untuk membuka pembicaraan.

__ADS_1


" Em ...," Geva hanya berdehem tanpa menatap wajah Zada sehingga membuat wanita cantik itu jadi bingung harus memulai darimana.


Tiba-tiba,sebuah notifikasi masuk ke dalam ponsel Geva. Berhubung masih ada akun media sosial Zada yang belum di log out,maka notifikasinya pun masih muncul di layar utama.


Awalnya Geva hanya melirik untuk melihat notifikasi apa,tapi saat melihat ada nama Emerald yang tertulis, membuatnya jadi kepo.


Geva pun langsung membuka direct message (DM) yang di kirim oleh Emerald. Sebuah ucapan merry Christmas yang tertulis di sana, dan beberapa pesan lainnya. Bahkan,Emerald masih terus mengomentari setiap Zada memposting sesuatu di akun media sosialnya.


" Kamu masih berhubungan baik dengan Rald?"tiba-tiba Geva membuka pembicaraan. Namun, alih-alih membahas rencana honeymoon, ia justru membahas Emerald mantan kekasih Zada sekaligus keponakannya.


" Di bilang baik juga tidak, hanya profesionalitas kerja sebagai atasan dan bawahan saja,tidak lebih. Emangnya kenapa?"papar Zada jujur.


" Oh,ya?"tanya Geva yang terlihat tak percaya.


Zada mengangguk.


" Kalau bisa, jangan terlalu dekat dengannya,"kata Geva dengan wajah datar,namun menyimpan sebuah rasa cemburu. Apalagi,Emerald terlihat seperti masih mencintai Zada walau sekarang dia sudah mempunyai istri.


" Kenapa, kamu cemburu? Masak sama keponakan sendiri cemburu,"goda Zada yang terlihat sangat senang melihat Geva cemburu.


Deg


Hati Zada seketika mencelos saat mendengar perkataan Geva yang seakan meragukan dirinya.


Setelahnya,Geva beranjak bangun dari tempat duduknya dan berlalu pergi meninggalkan Zada yang masih duduk termangu.


Kenapa hatiku perih saat mendengar ucapan Geva?


Zada menatap dirinya sendiri, sebuah cardigan panjang dan berbulu masih melekat pada tubuhnya.


Sebuah bisikan halus terdengar di panca indra Zada.


Za, bukankah kamu sudah mencintainya? Lalu kenapa masih diam saja? lakukan sesuatu! Apa kamu ingin kehilangan orang yang kamu cintai lagi? Ingat, kalian sudah menikah bukan pacaran lagi! Jadi,ikatlah dia sebisa mungkin.

__ADS_1


Zada menutup matanya, menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.


"Oke,Zada! Waktunya kamu yang beraksi!" ucap Zada menyemangati dirinya sendiri. Sebagai penghilang rasa gugup, Zada


menuangkan wine ke dalam gelasnya penuh lalu meneguknya sampai tandas. Setelahnya, berjalan memasuki kamarnya untuk menghampiri Geva yang ternyata tengah menelpon dengan seseorang.


Siapa yang menelpon Geva? Jangan bilang itu si Boneka Annabelle!


Perasaan cemburu, dan takut kehilangan menghampiri Zada. Tanpa berlama-lama,


Zada langsung membuka Cardigannya hingga memperlihatkan tubuh mulusnya yang hanya berbalut lingerie berwarna merah yang begitu seksi. Ini, adalah pertama kalinya Zada memakai pakaian sangat terbuka di depan Geva. Biasanya,dia memakai pakaian yang cukup tertutup dan longgar.


Dengan langkah lebar,Zada terus berjalan menghampiri Geva. Merebut ponsel itu secara paksa,membuangnya ke sofa lalu menarik baju Geva hingga membuat Zada dapat menjangkau bibir seksi itu.Sementara Geva, tentu saja shock saat mendapatkan serangan secara tiba-tiba dari Zada.


Mencium aroma alkohol yang cukup kuat,membuat Geva segera melepaskan ciuman itu.


" Kamu mabuk,Za?"tanya Geva bingung.


Zada tersenyum dan menggeleng. " Tidak, aku masih sadar,"racau Zada yang memang sudah setengah mabuk.


" Za kamu__" Belum saja Geva menyelesaikan ucapannya,Zada sudah kembali menarik baju Geva agar mudah untuk melanjutkan aksinya.


Geva yang mulai terbawa suasana pun tak lagi menolak,justru semakin memperdalam ciuman mereka. Walau di luar salju mulai turun tapi di dalam kamar pengantin suasananya semakin memanas. Lidah keduanya saling bertaut dan membelit satu sama lain.


Geva terus menggiring tubuh Zada ke arah ranjang,tanpa melepaskan ciuman mereka hingga tubuh keduanya sama-sama terjatuh diatas kasur king size itu.


Nafas keduanya sama-sama memburu ketika ciuman itu terlepas, Geva terus mengunci tatapan Zada. Lalu,membelai lembut sajah Zada yang sudah memerah.


" Kamu yakin sudah siap untuk melakukannya,Za?"tanya Geva dengan mata yang sudah berselimut kabut gairah. Walau hormon adrenalin Geva sudah berada di puncak,ia tetap meminta persetujuan terlebih dahulu agar tak ada penyesalan dari Zada nantinya.


Geva benar-benar ingin melakukan hal itu dalam keadaan sama-sama rela dan mau. Bukan karena keterpaksaan atau pengaruh alkohol seperti ini.


Zada mengangguk,menandakan bahwa gadis itu memang sudah siap seutuhnya. Dengan perlahan,Geva kembali memulai ******* lembut bibir Zada. Sentuhan demi sentuhan lembut yang Geva berikan di atas permukaan kulitnya,mampu membuat Zada melayang. Geva benar-benar melakukannya dengan lembut dan hati-hati agar tak menimbulkan shock atau trauma. Entah sejak kapan, keduanya sudah sama-sama naked. Bahkan, Geva sudah siap untuk meluncur,namun ...

__ADS_1


" Za ... apa ini pertama kalinya?"


...****************...


__ADS_2