Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 28 : Buku cara memikat hati wanita


__ADS_3

" Aden ...," panggil Geva ketika Aden akan keluar dari ruangan kerjanya.


" Ada apa,bos?"


" Em, tolong belikan saya buku tentang bagaimana cara memikat hati wanita," pinta Geva yang membuat Aden melongo mendengarnya. Bagaimana tak melongo ketika mendengar permintaan yang tak biasa seperti itu.


" Untuk apa,bos?"tanya Aden.


" Sudah, carikan saja!" kata Geva yang tak mau Aden banyak bertanya.


"Baik bos." Ketika ia akan berbalik,tiba-tiba Geva memanggilnya lagi.


" Sama buku tentang romansa sehari-hari dalam rumah tangga," tambah Geva yang terlihat malu tapi butuh. Walau Geva sebelumnya pernah menikah tapi kehidupan pernikahannya dulu begitu hambar dan tak bertahan lama. Maka dari itu, dia butuh referensi untuk bisa membuat rumah tangganya penuh warna dan bisa bertahan lama.


" Bos, bukankah anda sudah pernah menikah sebelumnya? Jadi, buat apa hal seperti itu?" Aden bertanya karena merasa aneh saja. Andai Geva adalah orang yang awam dalam percintaan itu wajar tapi ini ... dia adalah orang yang pernah menikah otomatis bukankah sudah berpengalaman.


" Cari saja tidak usah banyak tanya!"tandas Geva yang tiba-tiba berubah dingin. Begitulah sikap Geva ketika mendengar ada seseorang yang membahas soal masa lalunya.


Setelahnya, Aden pun bergegas keluar dari ruangan bosnya.


...****...


Berhubung acara Pagelaran tinggal satu bulan lagi, membuat Zada sangat sibuk untuk segera menyelesaikan desain- desain pakaian yang akan ada di pertunjukkan nanti.


Saking sibuknya hingga membuatnya lupa jika sudah waktunya makan siang. Namun,tiba- tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.


" Beb ...," seru Veena saat melihat Emerald yang datang.


Veena segera bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan menghambur memeluk Emerald di depan Zada. Namun, gadis itu terlihat acuh dan kembali fokus pada pekerjaannya.


" Kamu datang ke sini pasti mau ngajak makan siang 'kan?" ucap Veena yang masih bergelayut manja pada Emerald. Dia memang sengaja melakukan ini untuk memanas-manasi Zada karena dia yakin jika gadis itu belum bisa move on dari suaminya.


" Em," jawab Emerald dingin dengan tatapan yang terus menatap ke arah Zada.


" Za, kamu tidak makan siang?"tanya Emerald.


" Kamu kenapa nanya-nanya dia?"kesal Veena ketika melihat Emerald kembali perhatian pada Zada.


" Apa salahnya aku nanya, lagipula Zada kan___"


" Kalian pergi saja,"sela Zada yang terdengar seperti sedang mengusir pasangan suami istri itu.

__ADS_1


" Terus kamu___?" perkataan Emerald terhenti ketika mendengar suara dering ponsel berbunyi. Zada pun segera mengangkat panggilan telepon itu.


" Halo, Lǎogōng, ada apa?" tanya Zada yang kembali memanggil Geva dengan panggilan itu. Bahkan, Zada sedikit mengeraskan dan menekankan kata Lǎogōng agar Verna dan Emerald tahu siapa yang sedang menelponnya.


Sementara di seberang sana, Geva terlihat tersenyum tipis ketika mendengar Zada kembali memanggilnya dengan panggilan itu. Panggilan yang memiliki makna dan kebahagian tersendiri baginya.


" Lǎogōng ...," panggil Zada lebih mesra dan lembut ketika tak mendengar suara Geva berbicara lagi.


Di ujung telepon, Zada dapat mendengar suara deheman Geva .


" Em, kamu sudah makan siang sayang?"tanya Geva seusai menetralkan dirinya.


" Belum sih, ada apa? mau makan siang bersama?" ucap Zada yang berpura-pura menawarkan makan siang bersama pada Geva. Padahal, dia hanya ingin membalas memperlihatkan kemesraannya di depan Veena dan Emerald.


Melihat Emerald yang masih saja memperhatikan Zada, membuat Veena langsung menariknya pergi dari ruangan itu. Sementara Zada memutar bola matanya jengah ketika melihat pasangan suami istri penghianat itu pergi.


" Inginnya begitu, tapi sayangnya aku masih banyak pekerjaan. Tapi tenang saja, aku sudah memesankan makanan kesukaanmu," terang Geva.


" Oh,ya?"


" Em, mungkin sebentar lagi sampai." Dan benar saja, tak lama kemudian terdengar suara seseorang mengetuk pintu. Dan dia adalah seorang karyawan kantor.


" Supervisor Zada, ada kiriman makanan untuk anda," ujar wanita itu yang merupakan bawahan Zada.


Mencium aroma masakan yang begitu harum dan lezat,membuat Zada jadi tak sabaran untuk melihat makanan apa yang dipesankan oleh suaminya.


Dan, Zada speechless saat melihat salah satu makanan yang tiba-tiba menjadi favoritnya saat makan bersama Geva beberapa hari lalu.


" Apakah suka dengan makanannya?" tanya Geva yang ternyata masih tersambung.


"Em." Zada mengangguk namun tak terlihat oleh Geva.


"Terimakasih banyak ..." ucap Zada dengan wajah berbinar. Hanya mendengar dari suaranya saja, sudah membuat Geva bisa membayangkan bagaimana ekspresi Zada saat ini. Ternyata, membuat seorang Zada bahagia tak terlalu sulit, cukup hanya di sogok dengan makanan enak.


" Sama-sama, kalau begitu makanlah dengan pelan-pelan."


Setelahnya, panggilan telepon pun di matikan agar Zada bisa menikmati makan siangnya.


...*****...


Berhubung Geva ada pertemuan dengan klien hingga malam hari membuatnya tak bisa menjemput Zada pulang dari kantor. Namun, ia sudah menyuruh seseorang untuk menjemput sang istri.

__ADS_1


Ketika makan malam bersama klien, tanpa sengaja Geva melihat seorang wanita tengah memakan beberapa dessert yang terlihat begitu enak. Tiba-tiba, ia jadi teringat pada istrinya yang suka sekali dengan makanan penutup. Jadi, ia segera memanggil pelayan untuk membungkus beberapa dessert yang rekomended di restoran itu.


" Anda suka makanan manis Tuan Geva?" tanya seorang pria paruh baya yang merupakan kliennya.


" Bukan saya, tapi seseorang yang ada di rumah," jawab Geva tanpa menyebutkan siapa dia.


" Anda memiliki kekasih?"pria itu kembali bertanya dengan wajah terkejut. Pasalnya, selama ini dia tak pernah mendengar desas desus bahwa seorang Gevariel Daviandra Nuraga memiliki seorang wanita di sisinya. Alih-alih memiliki kekasih, Geva justru terkenal sebagai pria yang cukup dingin terhadap wanita.


Geva hanya tersenyum, akan tetapi senyumnya itu sudah bagaikan sebuah jawaban.


Seusai menyelesaikan makan malam dengan klien, Geva segera pulang ke rumah. Dulu, dia adalah tipe orang yang jarang pulang ke rumah sebelum pukul sepuluh malam. Tapi sekarang, baru saja jam delapan malam dia sudah ingin cepat-cepat pulang ke rumah.


Sesampainya di depan penthouse miliknya, Geva segera memasukkan kata sandi guna membuka pintu tersebut. Dan, seulas senyum tipis terbit di bibir Geva ketika melihat cahaya rumahnya sudah begitu terang ketika ia masuk. Padahal, biasanya selalu gelap dan sunyi.


" Anda baru pulang?"tanya Zada basa-basi yang tengah duduk di sofa sambil menonton televisi dan memakan camilan.


" Em, maaf aku pulang terlambat," ucap Geva seraya berjalan menghampiri Zada.


" Tidak masalah," jawab Zada santai.


" Kamu sedang menonton apa?" tanya Geva yang ikut duduk di samping Zada.


" Oh, hanya sebuah drama korea sebagai penghibur diri," jawab Zada. Setelahnya,Zada baru sadar jika Geva membawa sesuatu.


" Apa itu?"tanya Zada sambil menunjuk sebuah kotak berwarna putih yang di letakkan di atas meja depannya.


" Dessert buat kamu," jawab Geva.


" Dessert?" ulang Zada dengan wajah yang terlihat langsung berbinar.


Tanpa berlama-lama, Zada langsung membuka kotak berwarna putih itu sehingga menampilkan sebuah makanan manis yang terlihat sangat enak.


Tanpa berlama-lama, Zada langsung mengambil dessert itu, lalu mencicipinya.


" Enak?"tanya Geva dengan tatapan yang terus memperhatikan wajah bahagia Zada.


Zada mengangguk.


" Anda mau?"tawar Zada yang di jawab gelengan kepala oleh Geva.


Melihat ada cream yang menempel di sudut luar bibir Zada, membuat Geva membantu untuk mengelapnya dengan ibu jarinya.

__ADS_1


Sementara Zada seketika diam membeku saat Ibu jari Geva menyentuh bibirnya.


...****************...


__ADS_2