Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 81 : Pergi jauh-jauh!


__ADS_3

Brak


Anna menggebrak meja yang ada di depannya seusai membaca surat pemberhentian Kerja yang ia dapatkan pagi ini.


" Apa-apaan ini!"kesal Anna dengan raut wajah penuh kekesalan. Bagaimana bisa dia tiba-tiba mendapatkan surat pemberhentian kerja seperti ini di saat tak melakukan sebuah kesalahan dalam bekerja.


Tanpa berlama-lama, Anna langsung berjalan keluar dari ruangannya menuju ruangan Geva. Namun,siapa sangka jika di ruangan itu ada Zada.


Anna mencoba merilekskan emosinya, lalu berjalan dengan anggun menghampiri pasangan suami istri itu.


" Wah, ada wanita bunglon,"sindir Zada dengan memasang wajah sinis.


" Siapa yang kamu maksud wanita bunglon?"tanya Anna dengan polosnya.


Zada tertawa keras,tapi terdengar cukup mengerikan di telinga Geva. Pasalnya,istrinya itu sedang dalam mode singa betina yang siap menerkam siapa saja.


Melihat Zada yang tertawa seperti itu,membuat Anna semakin bingung dan merasa kalau Zada adalah wanita yang sangat aneh. Tak ada sedikitpun ke-eleganan pada dirinya, tapi kenapa Geva bisa menyukai wanita seperti ini?


" Ada apa kamu ke sini?" Bukannya menjawab pertanyaan Anna tentang wanita bunglon,Zada justru bertanya apa urusan Anna datang dengan memasang wajah dingin.


Beginilah Zada,dia bisa menjadi protagonis wanita yang baik tapi juga bisa berperan sebagai antagonis pada orang-orang yang menyakitinya.


" Saya hanya ada kepentingan sama Geva,bukan kamu!"jawab Anna yang sama sinisnya.


Zada menarik sudut bibirnya,lalu berjalan menghampiri Anna. Kepalanya di condong kan sampai pada posisi di samping telinga Anna.

__ADS_1


" Jika kamu datang hanya untuk bertanya soal pemecatan, lebih baik pergi karena tidak akan ada yang berubah untuk wanita bunglon sepertimu!"bisik Zada dengan penuh penekanan.


" Apa maksud kamu Zada? Jangan bilang kamu mengincar jabatanku!"tebak Anna yang justru membuat Zada tertawa. Pasalnya, tak ada sedikitpun dalam benak Zada untuk mengincar jabatan Anna.


" Anna ... Anna ... apa kamu pikir semua orang seperti dirimu yang suka mencuri milik orang lain?" Zada kembali menyindir dengan tatapan menyepelekan. Tak ada lagi tatapan kagum,hormat,yang dulu selalu Zada berikan pada wanita yang sempat ia jadikan sebagai panutan dalam berkarir.


" Kamu!!!" Anna menunjuk ke arah Zada dengan wajah penuh kekesalan karena terus-menerus di sindir dan di hina.


Anna bersiap untuk berlari menghampiri Geva, namun pria itu justru segera menghentikannya.


" Stop! Jangan pernah mendekatiku lagi Anna,"kata Geva yang membuat Anna terperangah. Sementara Zada terlihat tersenyum tipis saat melihat suaminya masih mendengarkan peringatan darinya.


" Gev, apa yang terjadi padamu? Dan apa salahku sampai kamu memecatku? Gev ... c'mon, apa kamu lupa berapa besar jasaku pada perusahaan ini?" Anna mulai mengungkit-ungkit apa yang telah ia lakukan untuk perusahaan Nuraga grup.


Berbicara soal jasa, Anna memang cukup berpengaruh dalam membuat produk-produk Nuraga grup menjadi produk yang paling di minati oleh masyarakat, tapi bukanlah dia di pekerjakan memang untuk itu?


" Apa ini semua karena dia?" Anna menunjuk ke arah Zada,yang membuat wanita itu mengerutkan kening.


" Jika benar, kamu sangatlah bodoh Geva! Hanya demi desainer yang belum matang, rela membuang desainer kebanggaan perusahaan!" maki Anna yang membuat Zada geram.


" Kamu menghinaku?"ujar Zada tak terima.mendengar Anna membandingkan dirinya.


" Bagus kalau kamu sadar,lagipula apa yang aku katakan juga fakta karena kamu ... hanyalah seorang desainer baru yang belum cukup berpengalaman. Hanya berhasil sekali di satu musim sudah membuat dirimu congkak sampai ingin menggantikan posisiku!"


" Ingat Zada, kamu bukanlah tandinganku!"

__ADS_1


Zada tersenyum smirk. " Anna ... Anna ... lagipula siapa juga yang ingin menggantikan posisimu? Tidak ada."


" Ya,dalam dunia kerja, aku akui kamu lebih berpengalaman, tapi dalam profesionalitas ... "Zada mengendikkan kedua bahunya seakan meragukan profesionalitas yang Anna miliki.


Zada kembali mendekati Anna. " Dan ... satu hal lagi, aku tak suka bersaing dengan wanita yang suka menggoda suami orang."


Sepasang Netra Anna membulat sempurna, saking geramnya dengan perkataan Zada, membuat Anna bersiap untuk menampar. Namun, untungnya reflek Zada bagus sehingga dapat menampik tamparan yang akan di layangkan oleh Anna padanya.


Zada mencengkram tangan Anna kuat-kuat hingga membuat wanita itu sedikit merintih kesakitan.


" Jangan pikir kalau aku itu lemah,bodoh dan tak tau apa-apa. Aku punya semua kartu ASmu. Jadi, pergi yang jauh dan jangan pernah lagi mendekati suamiku atau berusaha untuk menghancurkan Nuraga grup. Karena aku juga tak akan segan-segan menghancurkan hidupmu!"ancam Zada dengan tatapan yang begitu tajam seakan sedang memberikan isyarat kalau dia sedang tak main-main dengan ucapannya.


" Tak usah mengancamku dengan omong kosong!"tandas Anna yang tak percaya kalau Zada memiliki sebuah kekuatan yang dapat menghancurkan dirinya.


Seringai tipis Zada berikan, setelahnya datang Amel yang memberikan beberapa dokumen bukti kejahatan Anna dan sekertarisnya Elisa.


Zada melepaskan tangan Anna secara kasar, lalu melemparkan dokumen-dokumen itu pada Anna.


Mengetahui bahwa Zada benar-benar memiliki bukti dokumen,serta foto-foto tentang apa yang telah ia lakukan selama ini,tentu membuat Anna terperangah.


" Aku juga masih punya banyak bukti lagi seperti vidio, bukti transfer, dan lain sebagainya. Jadi, pergi sekarang juga atau aku suruh panggil satpam untuk mengusirmu!"


...****************...


Bagaimana Anna?

__ADS_1


Mau lanjut? Jangan lupa like,komen,vote dan kembang kopinya.


__ADS_2