Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 37 : Mencari pelaku


__ADS_3

Berhubung hari ini adalah weekend, Geva maupun Zada bangun lebih siang daripada biasanya. Apalagi, semalam mereka habis begadang menonton pertandingan bola bersama.


Niat hati ingin tidur sampai siang,tapi baru saja jam sepuluh pagi Zada sudah terbangun karena merasa lapar. Jadi, ia segera mandi lalu lanjut memasak seperti biasanya.


Dari dulu, Zada memang sudah terbiasa untuk memasak makanan sendiri daripada beli di luar karena menurutnya itu lebih sehat dan hemat jika untuk dua orang.


Baru saja keluar dari kamarnya, seulas senyum sudah mengembang di bibir Geva tatkala melihat punggung istrinya yang tengah sibuk memasak di dapur.


Kesederhanaan yang Zada miliki membuat kehidupan rumah tangga Geva lebih terasa bahagia dari sebelumnya.


" Kamu masak apa sayang?"tanya Geva seraya melingkarkan tangannya di pinggang sang istri. Sedangkan Zada masih saja suka terkejut ketika Geva tiba-tiba datang dan memeluknya dari belakang.


" Bisakah kalau jalan itu jangan senyap!"


Dahi Geva berkerut, lalu menatap wajah istrinya yang begitu datar dari samping.


" Apakah sekarang ada aturan untuk jalan?" Geva justru berbalik bertanya,membuat Zada memanyunkan bibirnya.


" Sudahlah, duduk sana! Jangan menempel terus!" usir Zada sambil melepaskan tangan Geva yang melingkar di perutnya.


Geva pun hanya bisa menurut karena dia tak ingin menghancurkan mood istrinya di pagi hari. Apalagi hari ini dia berniat untuk mengajak sang istri pergi jalan-jalan, mumpung weekend.


Tak lama kemudian, Zada sudah kembali dengan membawakan dua piring makanan sehat untuk menu sarapan mereka.


" Hari ini, aku hanya memasak ini. Soalnya bahan makanan sudah pada habis, gapapa 'kan?" kata Zada.


Geva tersenyum, walau memang terlihat seperti sedang menghabiskan sisa bahan makanan tapi masih terlihat enak dan sehat untuk sarapan.


" Kalau begitu, selesai sarapan kita pergi belanja."


Zada mengangguk.


Setelahnya, sepasang suami istri itu menikmati sarapan seperti biasa. Namun, tiba-tiba ponsel Geva berdering memperlihatkan panggilan dari Aden.


" Halo, A ada apa?"tanya Geva sambil terus menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


" Saya sudah menemukan siapa pelakunya, bos!" ucap Aden memberitahu.


" Kamu serius?"tanya Geva memastikan.


" Serius bos!"


" Ada apa?" Zada ikut bertanya karena tiba-tiba ia merasa kepo dengan pembicaraan sang suami dengan asistennya itu. Namun, Geva hanya memberikan sebuah kode dengan tangannya agar Zada menunggu ia menyelesaikan panggilan itu terlebih dahulu, baru berbicara dengannya.

__ADS_1


" Baiklah. Kalau begitu, setelah ini saya akan menemuimu!" Setelahnya, Geva langsung mematikan panggilannya dan mengatakan pada Zada kalau Aden sudah tahu siapa pelaku dari penjualan desain secara ilegal itu.


Mendengar kabar itu, tentu membuat Zada sangat senang karena setelah ini dia bisa membuktikan bahwa ia tak bersalah.


...***...


Di tempat lain, terlihat Aden dan beberapa bodyguard masih terus memantau sebuah rumah yang terlihat seperti rumah kosong berhantu tapi nyatanya biasa di gunakan untuk tempat minum, main judi hingga perdagangan Narkoba.


Semalam, dikarenakan tak tenang karena belum bisa menemukan pelaku, membuat Aden memutuskan untuk terus mencari petunjuk.


Bahkan, ia sampai rela kembali ke perusahaan Nuraga Fashion untuk mencari petunjuk itu. Setelah mengecek sekeliling, Aden menemukan bahwa ada kamera cctv di persimpangan jalan dekat perusahaan Nuraga Fashion. Kebetulan, cctv itu dapat merekam pejalan sekaligus seseorang yang keluar masuk area perusahaan.


Dan seusai mengecek cctv, ia menemukan ada seorang pria yang keluar dari perusahaan tepat di jam delapan lewat tiga puluh. Setelah melihat wajah pria itu, Aden segera mencari identitasnya dan mendapati bahwa dia bukanlah security tapi seorang petugas kebersihan di perusahaan Nuraga Fashion.


Mengetahui bahwa pria itu hanyalah seorang petugas kebersihan, membuat Aden semakin mencurigainya. Pasalnya, jadwal kerja petugas kebersihan tidak sampai malam hari tapi kenapa pria itu pulang sampai malam hari? Dan kenapa juga dia langsung tiba-tiba berhenti bekerja keesokan harinya.


Tiba-tiba, terdengar suara seseorang yang mengetuk pintu mobilnya. Mengetahui siapa orang itu, membuat Aden segera keluar dari mobil.


" Bos," sapa Aden hormat.


" Ibu bos." Aden ikut menyapa Zada saat melihatnya datang bersama Geva.


" Dimana dia?"tanya Geva to the point.


" Masih di dalam rumah itu?"ulang Geva yang terlihat bingung dengan kata-kata Aden.


Aden mengangguk.


" Sebentar, jangan bilang kalau kalian belum menangkapnya?"tebak Geva yang langsung membuat Aden garuk-garuk kepala.


Geva langsung mengusap wajahnya kasar, dia benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran Aden yang tiba-tiba berubah menjadi bodoh seperti ini. Seharusnya, dia kan menangkap pria itu dulu baru menghubunginya. Tapi ini__


" Aden___"


" Maaf bos, saya kurang fokus!"sela Aden yang sudah menyadari bahwa dirinya salah. Sepertinya efek kurang tidur dan terlalu capek hingga membuatnya jadi kurang maksimal dalam menjalankan tugas.


Geva pun hanya bisa menghela nafas panjang, lagipula dia juga tak bisa terlalu menyalahkan Aden. Apalagi ketika melihat wajahnya yang terlihat begitu lelah, membuatnya jadi tak tega jika memarahinya. Dia pasti sangat capek sekali, baru juga sampai dari perjalanan jauh sudah harus menyelesaikan masalah besar.


Setelahnya, Aden dan beberapa bodyguard mulai memasuki rumah kosong itu. Sementara Zada dan Geva menunggu di dalam mobil.


...***...


Ketika sudah memasuki rumah kosong itu, ternyata begitu banyak orang di dalamnya. Tapi, kenapa bisa tak terlihat dari luar? Apa karena dinding pembatas yang terlalu tinggi?

__ADS_1


Jika di lihat dari bangunannya, rumah ini seperti sebuah rumah milik orang kaya yang tak terurus. Di tambah lagi posisi rumah ini, memang terletak jauh dari keramaian kota atau penduduk lainnya.


" Yang bernama Budi, silahkan ke sini!"pinta salah satu bodyguard Geva.


" Siapa kalian?"tanya salah satu penghuni rumah kosong itu.


" Tidak perlu tahu!"


" Kalau begitu, kita juga tidak akan memberitahu dimana keberadaan Budi," ujar pria itu angkuh.


Berhubung Aden datang ke tempat ini hanya untuk bertemu Budi, dia tak mau terlalu berurusan dengan yang lain. Namun, siapa sangka jika mereka menghalangi hingga terjadilah sebuah pertarungan.


Ketika pertarungan terjadi, Aden melihat seseorang yang berusaha untuk kabur. Jadi, ia langsung mengejar pria itu. Di saat Budi keluar dari gerbang, bertepatan dengan Geva dan Zada yang juga ingin melihat keadaan di dalam. Pasalnya, mereka khawatir kenapa Aden dan para bodyguard begitu lama keluarnya.


" Hei! Berhenti!"teriak Aden seraya terus mengejar pria itu hingga.


Bruk


Pria itu terjatuh karena menabrak kaki Geva.


" Bos, dia orangnya!"ujar Aden yang langsung membuat Geva menghampiri pria itu.


Menyadari bahwa dia sedang dalam bahaya, membuat pria itu mengambil tumpukan tanah kering di bawahnya lalu melemparkan ke arah Geva. Melihat pria itu kembali berusaha untuk kabur, Zada langsung melepaskan sepatunya dan melemparnya begitu saja. Untungnya tepat sasaran hingga membuat pria itu terjatuh dan pingsan karena pada sejatinya dia sedang berada dalam pengaruh alkohol.


" Kamu gapapa?"tanya Zada khawatir ketika melihat Geva masih sibuk mengucek matanya yang kemasukan debu tanah.


" Sudah,jangan di kucek terus!"pinta Zada yang berusaha membantu meniup mata Geva.Mendapatkan perhatian seperti ini tentu membuat Geva merasa sangat senang.


Setelah mendengar kabar kalau pria itu sudah bangun, Geva dan Zada segera menghampirinya.


" Siapa kalian? dan kenapa menangkapku?"tanya pria itu yang memang tak begitu mengenal Geva, Zada maupun Aden.


" Siapa yang menyuruhmu menjual desain pakaian Nuraga Fashion?" bukannya menjawab pertanyaan dari Budi, Geva justru bertanya balik.


" Desain apa?"tanya Pria itu berpura-pura tidak tahu.


" Jika kamu mau menjawab dengan jujur, aku akan memberikanmu lima puluh juta," pancing Geva. Berurusan dengan pecandu alkohol,judi dan narkoba uang adalah umpan yang sangat cocok.


lima puluh juta?


Mendengar imbalan yang begitu besar tentu membuat pria itu tergiur.


" Sebenarnya aku tak terlalu mengenalnya, hanya saja aku pernah mendengar seseorang memanggilnya Zada," jawab pria itu yang langsung membuat Zada melongo.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2