Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 84 : Hari pernikahan


__ADS_3

Waktu terus berjalan tanpa henti, detik berganti menit,menit berganti jam, jam berganti hari,minggu hingga bulan.


Hari ini,merupakan hari yang cukup bersejarah untuk Reya. Dimana, hari ini statusnya yang single akan berubah menjadi seorang istri. Sejak pagi, gadis cantik itu sudah di rias oleh perias terkenal yang sudah di siapkan oleh Aden. Awalnya, Reya tak ingin acara pernikahan mereka di rayakan. Cukup membuat acara kecil yang lebih privat. Namun, keluarga Aden menolak dan kekeh ingin menggelar sebuah acara pernikahan dengan mengguncang orang banyak. Apalagi, acara ini juga di sponsori langsung oleh Mama Jianying dan Geva,membuat semuanya semakin menjadi megah.


" Astaga, sahabat gue cantik banget ...,"puji Zada yang baru pertama kali melihat Reya make up seperti ini. Apalagi, aura pengantinnya benar-benar terpancar indah.


Melihat Reya yang memakai gaun pengantin,mengingatkan kembali pada memori beberapa bulan yang lalu. Dimana, Zada memakai gaun pengantin untuk menghancurkan pernikahan sang mantan. Namun,berakhir menikah dengan pria yang kini menjadi suaminya.


Skenario Tuhan memang benar-benar di luar dugaan. Reya yang pada awalnya sangat membenci Aden, justru berakhir menikah dengannya. Bahkan, sudah mengandung anak dari pria itu. Pria dingin yang ternyata sangat perhatian jika pada keluarga.


" Apakah aku cantik?" Reya justru bertanya dengan polosnya.


Zada mengangguk,lalu berjalan mendekati Reya dan memeluknya.


" Aku gak nyangka, sahabat aku ini sebentar lagi akan menjadi seorang istri sekaligus Ibu." Entah kenapa,tiba-tiba air mata Zada menetes begitu saja. Antara terharu,bahagia,tak percaya bercampur menjadi satu. Apalagi jika mengingat kembali kalau sampai saat ini,dia tak kunjung hamil juga.


Reya melepaskan pelukannya,membuat Zada cepat-cepat mengusap air mata itu.


" Gak usah nangis gitu dong, nanti make up nya luntur. Aku doakan, kamu bisa segera menyusul. Jadi, anak kita bisa bestian atau kita jodohkan kalau gendernya berbeda." Reya mencoba mengalihkan pembicaraan agar Zada sedikit lupa akan masalah tentang belum hamil.


" Boleh juga, pasti lucu banget ya ..."


Di gedung yang sama, ruangan berbeda. Terlihat pria yang terlihat tampan dengan pakaian tuxedo berwarna putih, serasi dengan baju pengantin milik Reya.


Dari raut wajah Aden,terlihat jelas kalau ia sangat gugup. Pasalnya,ini adalah pernikahan pertama dan semoga bisa menjadi yang terakhir dan satu-satunya.

__ADS_1


" Tegang banget tuh wajah, rilex dikit napa!"goda Geva yang membuat Aden kaget. Pasalnya, bosnya itu masuk ke kamarnya tanpa permisi atau mengetuk pintu terlebih dulu. Tiba-tiba muncul aja.


" Astaga bos,bisakah kalau masuk ketuk pintu dulu,"tegur Aden seraya mengusap dadanya yang dag dig dug.


Sudah gugup,di tambah terkejut, makin gak karuan saja jantungnya.


" Udah kok, kamunya saja yang tidak dengar!"kilah Geva yang tak mau di salahkan,padahal dia memang tak mengetuk pintu. Hanya ingin mengetes kepekaan Aden saja.


" Masak sih? Kok saya tidak dengar."


" Mungkin efek nervous tuh,makanya telingamu sedikit__" Geva tak melanjutkan ucapannya,tapi memberikan sebuah gerak gerik layaknya sedang mengejek Aden dengan mengatakan kalau ada gangguan pada pendengerannya.


" Anda ngapain ke sini?" Berhubung malas melanjutkan pembicaraan yang tak berbobot itu, Aden lebih memilih membicarakan hal lain.


" Memangnya tak boleh?"Geva justru bertanya balik,membuat Aden kesal.


" Sepertinya,akhir-akhir ini kualifikasimu sebagai asisten sekaligus tangan kanan seorang Gevariel semakin menurun. Apa aku perlu ganti asisten?" Geva mengelus-elus dagunya yang bersih tak di tumbuhi oleh bulu.


" Boleh juga bos, karena sepertinya saya juga mau ganti pekerjaan," jawab Aden yang membuat Geva tercengang. Awalnya, Geva mengira kalau Aden akan memohon agar dia tak memecatnya tapi siapa sangka jika jawabannya akan seperti ini. Padahal, bukanlah Aden saat ini sedang butuh biaya yang besar untuk membiayai istri dan calon bayinya?


Belum saja Geva selesai menanyakan apa alasan Aden ingin ganti pekerjaan, salah satu karyawan WO sudah datang memanggil dengan mengatakan kalau acara akan segera di mulai. Jadi, dua pria tampan itu pun bergegas pergi menuju altar pernikahan.


Berhubung Reya juga sudah tak memiliki orang tua, maka ia berjalan menuju altar di dampingi oleh Zada dan sepasang anak kecil yang menabur bunga.


Melihat Reya yang begitu cantik menggunakan gaun pengantin,membuat Aden terpana.

__ADS_1


" Jaga Reya dengan baik ya, A. Kalau sampai kamu menyakiti dia, akan aku habisi kamu!" pesan Zada sambil mengikuti gerakan memotong leher agar Aden tahu kalau ia tak akan segan-segan membunuhnya jika sampai menyakiti sahabatnya ini.


Aden dan Geva hanya bisa menelan saliva saat melihat Zada kembali memberikan ekspresi garang. Pasalnya, dia wanita di hadapannya ini memang benar-benar garang ketika marah.


" Seharusnya perkataan itu buat Reya, karena dia lebih kejam daripada saya," jujur Aden yang membuat Reya melotot. Bisa-bisanya Aden menngatainya kejam di saat seperti ini. Sementara Zada mencoba menahan tawa karena dia lupa jika Reya itu lebih galak daripada dirinya.


Momen yang seharusnya menjadi hari, seketika berubah menyebalkan akibat perkataan Aden yang terlalu jujur.


" Mendengar Aden mengucapkan janji suci pernikahan,membuat aku tersadar kalau sekarang dia benar-benar sudah menjadi pria dewasa yang memiliki istri dan calon anak,"gumam Geva yang masih terdengar oleh Zada.


" Memangnya, kemarin-kemarin Aden belum dewasa?" tanya Zada yang merasa heran dengan gumaman suaminya.


" Belum," jawab Geva sambil melirik ke Zada.


" Oh,ya? Tapi kok sudah bisa buat anak!"kata Zada yang terdengar seperti sebuah sindiran halus di telinga Geva.


" Sayang kamu__" Zada langsung menutup mulut Geva dengan jari telunjuknya agar suaminya itu diam. Pasalnya, di atas altar imam masih berbicara banyak hal tentang pernikahan.


" Jangan berisik!"


" Sayang,kita honeymoon lagi yuk. Biar bisa cepet nyusul Aden sama Reya punya debay," bisik Geva di telinga Zada.


" Buat apa? Orang sama aja yang di lakuin, mau honeymoon atau nggak kalau sudah waktunya jadi,ya jadi. Buktinya, Reya sama Aden hanya di kamar dan sekali juga jadi."


Glek

__ADS_1


Geva hanya bisa menelan salivanya saat mendengar perkataan istrinya yang semakin terdengar seperti sedang meremehkannya karena belum juga berhasil membuahi.


...***...


__ADS_2