Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 110 : Andai itu kamu


__ADS_3

Keesokan paginya, saat Geva masih tertidur pulas. Ponselnya terus berdering, tertulis nama Fattan yang sedang memanggil di layar ponsel itu.


Efek semalam terlalu banyak minum alkohol,membuat Geva enggan untuk membuka matanya. Namun,ponsel itu tak berhenti berdering hingga membuatnya terganggu dan merasa kesal.


[" Halo! Siapa sih,pagi-pagi begini nelpon! Apa lupa kalau ini hari libur!"]Omel Geva.


["Maaf bos, saya kira anda sudah bangun. Soalnya ini sudah jam sepuluh siang,"] sahut Fattan di ujung telepon.


[" Emangnya kenapa kalau sudah jam sepuluh? Gak boleh masih tidur?"]


[" Tidak apa-apa bos, hanya ingin memberitahukan kalau pagi ini ada artikel yang sedang hot dan viral dari perusahaan fashion yang baru buka."]


[" Terus apa hubungannya dengan kamu terus menelpon sampai mengganggu tidur saya? Fattan, saya memang gila kerja,tapi bisakah berikan saya juga waktu untuk istirahat?"]


[" Maaf bos, tapi saya fikir anda harus melihat artikel itu Karena wajah desainer utama dari perusahaan itu sangat mirip dengan mendiang nyonya Zada,"]terang Fattan.


[" Fattan,kamu jangan ikut-ikutan berhalusinasi seperti saya!"]


[" Saya tidak sedang berhasuniasi bos, kalau anda tidak percaya. Bos bisa lihat sendiri artikel itu, saya sudah mengirimkan linknya."]


Mendengar suara Fattan yang terdengar serius,membuat Geva jadi penasaran dan seketika terbangun. Rasa kantuk seakan hilang begitu saja. Tanpa berlama-lama, Geva langsung mengklik link yang sudah di kirimkan oleh Fattan. Dan...


Geva langsung reflek menjatuhkan ponselnya saat melihat foto yang terpasang di artikel itu. Antara shock,bingung, dan tak percaya.


Geva kembali memungut ponselnya, dan mencoba memperhatikan dengan seksama wajah wanita itu. Bahkan, Geva sampai memperbesar ukuran fotonya agar lebih jelas lagi.


Geva ternganga, dia benar-benar tak percaya dengan apa yang sedang ia lihat saat ini. Geva pun langsung membaca isi artikel itu, namun ia mendapati nama desainer wanita itu adalah Graisy dan CEO sekaligus pemilik perusahaan ....


" SKYLER DIRGANTARA," Geva mengeja nama yang baginya sangat tidak asing.


" Sky? Apakah dia Sky yang dulu CEO Wear Me?"tebak Geva seraya mencari foto dari pemilik perusahaan. Dan dia pun menemukan foto Greisy yang menggandeng tangan Sky di karpet merah.


" Ada apa ini? Apa dia benar Zada, istriku?" Gumam Geva yang terlihat bingung akan teka-teki ini. Tanpa berlama-lama, Geva langsung menelpon kembali Fattan agar dia mencaritahu soal siapa wanita yang wajahnya sangat mirip dengan istrinya itu. Namun, jawaban dari Fattan membuat Geva tercengang,lemas dan kecewa.


" Saya sudah mencari tahu tentang siapa wanita itu bos tapi sepertinya dia bukanlah Nyonya Zada. Melainkan istri dari Tuan Skyler Dirgantara, dan mereka sudah menikah selama empat tahun di Amerika."

__ADS_1


Deg


Entah kenapa,tiba-tiba jantung Geva seakan berhenti sejenak. Awalnya dia benar-benar berharap bahwa itu adalah Zada istrinya,tapi ternyata bukan. Tapi kenapa wajah istri Sky sangat mirip dengan Zada? Walau wanita itu memakai riasan tebal dan lebih mencolok,tapi tak dapat di pungkiri jika garis wajahnya sangat mirip dengan Zada.


Geva kembali memperhatikan foto itu dengan seksama,lalu perlahan menyentuhnya dengan lembut.


Andai dia adalah kamu sayang, aku pasti akan sangat bahagia karena kamu ternyata masih hidup.


Di saat Geva masih fokus menatap foto sang Desainer yang memiliki wajah mirip dengan mendiang istrinya, tiba-tiba terdengar suara bel pintu berbunyi.


" Siapa yang datang berkunjung?"gumam Geva yang terlihat sangat malas untuk bertemu dengan siapapun. Tapi, jika ia tak membuka pintu itu,pasti tetangga apartemennya akan pada keluar akibat bel rumahnya yang terus berbunyi.


Ketika pintu sudah terbuka,ternyata orang yang datang adalah seseorang yang sangat Geva tak ingin ketemui.


" Kamu baru bangun tidur! Sudah jam berapa ini? Bukankah kemarin aku sudah katakan kalau weekend ini temani aku berbelanja?"omel Annabeth seraya menyelonong masuk ke dalam apartemen Geva.


Sementara Geva terlihat menghela nafas berat saat mendengar ocehan nenek lampir di pagi hari.


" Sorry, aku lupa!"jawab Geva santai tanpa rasa bersalah.


" Gev, bisakah kamu sedikit bersikap layaknya pasangan lain yang akan menikah?"


" Tidak!"jawab Geva singkat.


Annabeth melongo,bisa-bisanya Geva menjawab seingkat itu?


" Gev, apa kamu lupa kalau aku ini adalah tunanganmu dan sebentar lagi kita akan menikah. Jadi___"


" Aku ingat!"sela Geva yang tak mau mendengar ocehan panjang dari Annabeth.


" Tapi, pertunangan itu hanyalah sebuah transaksi bisnis. Jadi, jangan pernah berharap bisa seperti pasangan pada umumnya yang bertunangan berlandaskan cinta,"tandas Geva seraya berjalan pergi meninggalkan Annabeth.


" Kamu jangan lupa kalau saat ini aku adalah pemilik saham terbesar perusahaan Nuraga, jadi aku bisa melakukan apa saja jika mau!"Lagi dan lagi Anna mengancam Geva atas nama perusahaan. Andai ini bukanlah perusahaan keluarga, mungkin Geva sudah melepaskannya dari dulu. Tapi sayangnya, perusahaan Nuraga adalah keringat, kerja keras dan jerih payah mendiang ayahnya yang di percayakan padanya. Jadi, Geva tak bisa membuat perusahaan ini hancur di tangannya begitu saja. Bagaimana pun caranya, dia harus bisa mempertahakan perusahaan dan mengambil alih apa yang seharusnya milik keluarganya bukan orang lain.


Geva mengepalkan tangannya, dia benar-benar tak mengira kalau Annabeth ternyata adalah wanita yang sangat jahat dan licik. Demi mendapatkan apa yang ingin dia miliki, ia bisa menjadi orang yang dapat menghalalkan segala cara.

__ADS_1


" Cepatlah mandi, aku tunggu kamu sepuluh menit lagi. Setelah itu, temani aku berbelanja!"titah Annabeth yang membuat Geva semakin mengepalkan tangannya hingga otot-otot jarinya yang mulai memutih.


...***...


Di sebuah taman,terlihat Sky dan Greisy yang tengah menemani Twins bermain dan berolahraga. Walau kondisi tubuh Keylee kurang baik,tapi dia tetap butuh berolahraga ringan demi menjaga kebugaran tubuhnya.


" Papa, ke mall yuk," ajak Keylee sambil mengayun-ayunkan tangan Sky.


" Mau ngapain ke mall?"tanya Sky dengan sedikit berjongkok.


" Mau main!"jawab Keylee polos.


" Iya,Pa. Kama juga mau main,"sahut Kama yang jadi ikut-ikutan ingin main ke mall.


" Em ... coba kalian ajak Mimi. Kalau Mimi mau, Papa okey!" jawab Sky yang langsung membuat Kama dan Keylee kegirangan. Tanpa berlama-lama, kedua anak kembar itu langsung berlari ke arah Greisy yang tengah beristirahat duduk di sebuah kurai bawah pohon.


" Mimi...," seru Kama dan Keylee dengan berlari-lari kecil.


" Kama,Keylee jangan lari-lari...," Greisy langsung cemas dan bangun dari tempat duduknya. Dan benar saja, andai Greisy terlambat sedikit pasti Keylee sudah terjatuh mencium tanah.


" Key baik-baik saja?"tanya Greisy cemas.


Keylee mengangguk dengan nafas naik turun.


" Key kenapa? "


Keylee hanya diam saja dengan nafas yang semakin tak beraturan. Greisy langsung membopong tubuh mungil Keylee dan mendudukannya di tempat yang lebih sejuk.


" Key,tarik nafas dalam-dalam,lalu hembuskan perlahan." Greisy mencoba membantu Keylee agar lebih rileks.


" Key kenapa?"tanya Sky yang baru datang dan langsung duduk di belakang Keylee.


" Seperti biasa, dia akan sedikit mengalami asma jika kelelahan."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2