Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 70: Cerai!


__ADS_3

" Tapi Ibu Veena sedang tidak dalam kondisi hamil."


" Huh?" Tabitha dan Emerald sama-sama terkejut saat mendengar penuturan Sang Dokter yang mengatakan kalau Veena tak hamil.


" Dok, Anda tidak sedang bercanda 'kan?"kini,Emerald mulai ikut membuka suara.


" Tuan dan Nyonya,buat apa saya bercanda soal kondisi pasien. Ibu Veena pingsan karena imun tubuhnya menurun,dehidrasi, serta tekanan darahnya yang rendah bukan karena hamil atau apa,"terang Sang Dokter.


" Tapi,Dok. Satu bulan yang lalu,dia mengatakan kalau sedang hamil. Bahkan,ada surat hasil pemeriksaan juga." Emerald masih kekeh dan tak percaya jika Veena tak hamil. Pasalnya, ia jelas-jelas membaca sendiri surat hasil pemeriksaan cek darah Veena yang mengatakan kalau dia positif hamil.


" Kalau anda tidak percaya dengan saya, kalian bisa mencoba melakukan pemeriksaan USG. Kalau begitu,saya permisi dulu." Setelahnya,Sang Dokter pergi meninggalkan Emerald,Tabitha dan beberapa orang dari kepolisian yang tadi mengantarkan Veena.


Tanpa berlama-lama, Tabitha dan Emerald segera memasuki ruangan UGD dan terlihat Veena yang bersiap untuk melarikan diri.


" Mau kemana kamu!"teriak Mama Tabitha yang membuat Veena menjadi panik. Kedua polisi yang ada di luar pun segera ikut masuk tatkala mendengar ada sesuatu telah terjadi.


Sementara Emerald sudah menangkap Veena yang berusaha untuk kabur dari jendela.


" Kamu mau kemana,Veen?"tanya Emerald dengan tatapan dingin dan menusuk. Dia benar-benar tak menyangka jika Veena telah membohongi dirinya dan selalu mengikatnya dengan kehamilan palsu itu.


" Rald,aku bisa jelasin semuanya,"ucap Veena yang tahu kalau kebohongannya sudah terungkap.


Plak


Sebuah tamparan keras mendarat ke pipi Veena sampai meninggalkan bekas berwarna merah.


" Dasar wanita penipu! Bisa-bisanya kamu menipu saya dan Emerald dengan sebuah kepalsuan!"caci Tabitha dengan tatapan merendahkan. Dia benar-benar sudah tak ada lagi respect pada Veena.


Semenjak Kejadian Veena yang terbukti telah merugikan perusahaan,sikap Tabitha memang mulai berubah. Dia sudah terlihat tak begitu memperdulikan Veena lagi seperti dulu,buktinya ia tak mau membantu mengeluarkannya dari penjara. Tapi, berhubung Veena masih mengandung cucunya Tabitha masih sedikit mengkhawatirkan janin itu. Namun,sekarang ternyata semuanya telah terungkap. Dimana,kehamilan itu hanyalah akal-akalan Veena agar bisa masuk ke dalam keluarga Nuraga.


" Ma,kenapa Mama menamparku?" tanya Veena seraya memegangi pipinya yang panas dan memerah,

__ADS_1


" Jangan pernah lagi memanggilku Mama karena aku tak sudi memiliki menantu penipu,pembohong,dan wanita licik seperti mu! Jauh-jauhlah dari keluargaku jika kamu masih ingin hidup!"


Dahi Veena berkerut. " Tapi,Veena masih istri sah Emerald!"timpal Veena yang menganggap bahwa dirinya masih di terima sebagai istri.


Hahahaha


Tabitha tertawa lebar. " Veena... Veena ... Mungkin tadi iya,tapi sekarang bukan lagi karena Emerald akan menceraikanmu!"


" Apa maksud Mama? Rald,kamu gak mungkin menceraikan aku 'kan? Kamu masih mencintaiku 'kan?"tanya Veena penuh harap dengan terus menggenggam tangan Emerald. Namun,pria itu justru mencoba melepaskan tangan Veena dari dirinya.


" Cinta?"ulang Emerald dengan wajah malas.


" Tapi sayangnya aku tak pernah mencintai mu Veen, aku menikahimu juga karena bayi itu. Jadi, apa yang dikatakan Mama barusan benar, mulai sekarang kamu bukan lagi istriku!"tandas Emerald yang membuat tubuh Veena melemas. Bahkan,ia sampai terduduk di lantai saking tak kuatnya menopang tubuhnya yang tiba-tiba berubah lemas bagaikan jelly.


Setelah itu, Tabitha dan Emerald segera pergi dari ruangan itu meninggalkan Veena.


" Rald ... jangan pergi,kamu tidak bisa berbuat seperti ini padaku!"teriak Veena yang tak di hiraukan oleh Emerald.


Sudah lama Emerald ingin melepaskan diri,namun belum memiliki kesempatan. Dan kini,kesempatan itu telah hadir. Maka dari itu,Emerald tak mau menyia-nyiakannya dan segera melepaskan diri dari wanita licik seperti Veena. Toh, selama ini wanita yang masih ia cintai adalah Zada.


Za, aku telah lepas dari Veena. Jadi, apakah mungkin masih ada kesempatan kedua untukku?


...***...


Sejak kembali bekerja, Geva selalu saja merasa gelisah. Dia terus-menerus merindukan istrinya, bayangan dalam pikirannya penuh dengan wajah Zada. Ingin rasanya cepat pulang, lalu memeluknya,mencumbunya,dan bermesraan dengannya seperti biasa. Sepertinya,waktu honeymoon kemarin memang benar-benar terlalu singkat. Pasalnya,Geva belum puas menikmati waktu berdua bersama istri tercinta.


Pernikahannya dengan Zada benar-benar jauh berbeda,penuh akan warna pelangi dan rasa cinta. Bersama Zada, Geva seakan merasa di butuhkan,di cintai,dan di hargai.


" A, Apa jadwalku hari ini sudah selesai?" Entah yang ke berapa kalinya Geva terus-menerus menanyakan hal ini. Padahal,dulu dia adalah orang yang paling lupa dengan waktu jika sudah sibuk bekerja tapi sekarang kenapa jadi ingin cepat-cepat selesai terus?


" Sepertinya sudah,bos."

__ADS_1


Geva langsung menghembuskan nafas lega,kemudian langsung bersiap-siap untuk pulang.


" A, tolong bereskan meja kerjaku. Soalnya aku sudah tidak ada waktu lagi,"ujar Geva seraya memakai jasnya dan berjalan pergi keluar dari ruangannya. Sementara Aden hanya diam melongo memperhatikan perubahan drastis dari bosnya.


Hari ini, Aden dan Geva memang sedang membahas tentang pabrik garment yang sedang mengalami masalah. Itulah kenapa mereka berada di ruangan yang sama.


" Apakah memang begini sikap orang yang sedang jatuh cinta?"gumam Aden seraya geleng-geleng kepala tak mengerti. Pasalnya,dia sendiri tak pernah tau apa itu cinta. Berhubungan intim dengan wanita juga baru sekali,tapi hal itu terjadi bukan atas nama cinta. Dan sialnya,langsung di buang begitu saja.


...***...


Walau lelah, raut wajah Geva masih twrlihat begitu cerah karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan Sang istri. Tak lupa, Geva berhenti di sebuah restoran untuk membelikan makanan kesukaan Zada, serta makanan penutup karena istrinya sangat menyukainya.


Setelah semuanya sudah terbeli,Geva langsung mengemudikan mobilnya melesat memecah jalanan menuju apartemennya. Dalam beberapa waktu,ia sudah sampai di basemant apartemen.


Ketika memasuki lift,tanpa sengaja Geva berpapasan dengan sepasang suami istri yang terlihat begitu harmonis. Sang suami terlihat begitu siaha untuk menjaga istrinha yang tengah hamil besar.


Entah muncul dari mana,tiba-tiba Geva membayangkan kalau Zada hamil. Pasti Geva akan sangat bahagia karena keinginannya bisa terwujud untuk menjadi seorang ayah. Ya, itu adalah impian Geva sejak dulu. Bisa memiliki anak dan keluarga yang harmonis.


" Sepertinya,aku harus makin semangat untuk mencetak GeZa junior!"gumam Geva yang senyum-senyum sendiri. Terlalu asyik membayangkan Zada kalau hamil sampai membuat Geva tak sadar kalau pintu lift sudah terbuka. Ia pun segera keluar dari sana dan berjalan menuju penthousenya.


Suara bunyi memasukkan kode pintu terdengar hingga akhirnya terbuka.


" Sayang ... aku pulang," seru Geva seraya mencopot sepatunya. Namun, suasana rumah begitu sepi. Bahkan,lampu rumah juga masih mati semua.


" Kemana Zada? Masak iya, jam segini masih tertidur!"


Geva pun meletakkan belanjaannya diatas meja makan,kemudian berlalu pergi menuju kamarnya. Ketika pintu terbuka,betapa terkejutnya Geva dengan apa yang ia lihat saat ini.


" Sayang ...,!!!"


...****************...

__ADS_1


Kira-kira ada apa, ya?


__ADS_2