Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 73 : Sindrom Couvade


__ADS_3

Melihat Aden yang tak kunjung kembali,membuat Geva mencoba menghampirinya ke toilet. Pasalnya, pagi ini Aden terlihat pucat.


" A, apa kamu ada di dalam?" panggil Geva dari balik pintu toilet. Ketika mendengar Geva yang terus memanggil,membuat Aden segeda keluar dengan wajah yang semakin pucat.


" A, apa kamu sakit?" tanya Geva cemas.


" Entahlah, bos sejak pagi perut saya kayak di aduk - aduk," jelas Aden.


" Kalau sakit, Kenapa tadi tidak bilang?Saya 'kan bisa menyuruh orang lain untuk menggantikanmu menemani saya."


Berhubung ada masalah di pabrik Garmen,membuat Geva dan Aden terpaksa harus datang untuk mengecek dan menyelesaikan masalah.


" Apa perlu ke rumah sakit?" tawar Geva yang jadi cemas karena bagaimana pun Aden adalah asisten sekaligus orang kepercayaannya. Kalau dia sampai kenapa-kenapa, Geva sendiri yang akan susah.


Aden melambaikan tangannya. " Tidak perlu,bos. Saya__" Belum saja selesai berbicara,Aden sudah kembali merasa mual dan muntah.


Geva hanya bisa menghela nafas panjang,lalu membantu memijat tengkuk Aden agar dia lebih lega. Selesai mencuci wajahnya,Geva langsung mengantar Aden ke rumah sakit.


" Bos, buat apa kita datang ke sini?" tanya Aden saat mengetahui kalau Geva berhenti di sebuah rumah sakit. Berhubung kondisi Aden sedang tak baik, jadi Geva yang menyetir.


" Yang jelas bukan buat makan,"jawab Geva yang justru bercanda.


" Saya tahu___"


" Turun!"titah Geva yang gak peduli sedikitpun dengan apa yang dikatakan oleh Aden.


" Apa perlu saya menyuruh perawat untuk menggendongmu,A?"ujar Geva yang membuat Aden langsung menurut untuk turun dari mobil.


Setelahnya,kedua pria dengan perawakan tinggi tegap, serta wajah yang tampan berjalan beriringan menuju tempat pendaftaran pasien.


Untungnya, pasien hari ini tak begitu banyak sehingga membuat mereka tak harus mengantre terlalu panjang.


" Bos, kita langsung pulang saja ya," ajak Aden yang tak mah di periksa.


" Kenapa? Jangan bilang kamu takut jarum suntik!"tebak Geva yang terdengar begitu meremehkan Aden.


" Tentu saja tidak!"elak Aden yang memang tak takut jarum suntik,hanya saja dia tak biasa memeriksakan diri ke dokter seperti ini.


" Kalau begitu,diam dan tunggu antrian!"

__ADS_1


Aden hanya bisa menurut jika sifat diktator Geva mulai muncul karena berdebat pun juga percuma.


Setelah sekian lama menunggu,akhirnya nama Aden pun di panggil. Kedua pria itu pun segera bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan bersama menuju ruangan Dokter.


" Bos, apa anda mau ikut masuk?" tanya Aden ketika mereka sudah berada di depan ruangan Dokter.


" Tentu saja,"jawab Geva santai.


" Tapi bos__"


" Pak Aden Wiratama, silahkan masuk,"ujar sang perawat.


Akhirnya,Aden pun membiarkan Geva menemanubya masuk ke dalam ruangan Dokter. Awalnya, sang Dokter cukup bingung kenapa ada dua pria yang masuk ke dalam ruangannya.


" Ini,yang mau priksa yang mana?"tanya sang Dokter.


" Jika di lihat dari kondisi,tentu saja dia,Dok. " Geva menunjuk ke arah Aden.


" Karena saya terlihat sangat bugar,"lanjutnya yang masih saja bercanda.


" Kalau begitu, kenapa bapak ikut masuk?"Sang Dokter kembali bertanya karena ia merasa sedikit aneh melihat ada seorang pria yang menemani pria lain periksa.


Setelahnya,Aden pun segera menyuruh dokter itu untuk memeriksanya dan tak perlu memperdulika Geva. Pasalnya,bosnya itu memang terkadang sedikit aneh.


"Apa istri anda sedang hamil?" tanya Dokter itu setelah melakukan pemeriksaan dan menanyakan apa saja keluhan yang dialami Aden.


Geva dan Aden saling pandang satu sama lain, kemudian Geva tertawa renyah.


" Dokter ini lucu sekali, masa kamu di tanya  apa istrinya sedang hamil. Kalau Dokter menanyakan hal itu pada saya, itu pantas karena saya sudah menikah. Tapi kalau sama Aden ... Jangankan istri,pacar saja dia tidak punya!" kelakar Geva.


Sementara sang Dokter dan Aden masih sama-sama diam, membuat Geva ikut diam sendiri karena merasa canggung. Entah kenapa, Geva sekarang lebih banyak bicara daripada dulu.


" Oh, kalau begitu saya mohon maaf karena sudah mengira kalau anda sudah menikah. Soalnya, dari hasil pemeriksaan serta tanda-tanda yang pak Aden alami, seperti terkena sindrom Couvade," terang sang Dokter.


" Apa, Dok? Sindrom Couvade? Apa itu?" tanya Aden yang baru mendengar kata-kata itu.


" Sindrom Couvade  atau biasa dikenal sebagai kehamilan simpatik, merupakan masalah yang terjadi pada pasangan pria dari wanita hamil yang mengalami gejala saat hamil. Jadi, gejala-gejala kehamilan seperti Morning sicknes, ngidam, mual, muntah yang biasa dialami oleh Ibu hamil di trimester pertama, itu dialami oleh suaminya," terang sang Dokter.


" Wanita hamil?!" pekik Geva yang terdengar begitu terkejut. Sementara Aden hanya diam saja.

__ADS_1


" A,apa kamu pernah menghamili seorang wanita? Siapa? Kapan?Dan Kenapa aku tidak pernah tahu?" tanpa rasa malu atau sungkan,Geva langsung memberondong beberapa pertanyaan sekaligus.


Menghamili seorang wanita?


Membahas soal itu, membuat Aden teringat kembali dengan kejadian satu bulan yang lalu. Dimana,dia memang pernah melakukan hubungan intim tanpa menggunakan pengaman.


Berhubung kondisi Aden masih begitu lemas,terpaksa Geva yang harus menyetir. Sejak keluar dari ruangan Dokter, Aden lebih banyak diam. Begitupun dengan Geva yang ikut diam .


...*** ...


Di sebuah mall,terlihat dua orang gadis terlihat sedang jalan, dan berbelanja bersama. Sejak menikah,Zada dan Reya jarang bisa melakukan hal seperti ini lagi. Jadi,ketika ada kesempatan ia langsung memanfaatkannya dengan baik.


" Za, apa lo sedang stress?"tanya Reya yang menyadari kalau Sahabatnya itu sedang gak baik-baik saja.


" Apa begitu kelihatan?"Zada justru kembali bertanya,membuat Reya sudah paham apa jawabannya.


Reya merangkul pundak Zada.


" Memangnya lo stress kenapa? Bukankah hubungan pernikahan lo sangat indah?"


Helaan nafas Zada terdengar begitu berat, seakan ada sesuatu yang menindih dadanya.


" Pernikahan gue emang indah,tapi gue sedang bad mood aja karena bulan ini masih dapet,"terang Zada dengan wajah lesu. Awalnya, Zada sudah sangat senang saat tahu kalau dia sudah telat datang bulan. Tapi, pagi ini dia tiba-tiba justru menstruasi.


" Ya, berarti belum waktunya. Lagipula, lo kenapa pengen banget cepet-cepet punya anak? Bukannya enakan berdua dulu ya, itung-itung pacaran." Reya berbicara seperti ini karena Zada dan Geva memang menikah nya sangat mendadak. Jadi, wajar dan pantas saja kalau mereka masih ingin pacaran dulu.


" Iya juga sih, tapi___" Zada menggantung ucapannya,membuat Reya berspekulasi sendiri.


" Apa Geva memaksa lo untuk segera hamil?"tebak Reya.


Zada menggeleng.


" Di bilang memaksa juga nggak sih, dia masih terlihat santai walau tahu aku belum hamil."


" Kalau begitu, masalahnya dimana?"


...****************...


Halo gengs, yang punya anak sepertinya Aden dulu deh 😄

__ADS_1


__ADS_2