
Sekeluarnya dari ruangan Dokter, Geva maupun Zada terlihat seperti masih shock dengan apa yang mereka saksikan hati ini.
" Sayang, coba kamu cubit tanganku,"pinta Geva seraya menyodorkan tangannya fi depan Zada. Dia hanya ingin memastikan kalau apa yang ia lihat dan dengar barusan bukanlah mimpi.
" Au!"pekik Geva ketika Zada mencubitnya cukup keras.
" Sakit, jadi ini semua bukan mimpi?"kata Geva dengan wajah berbinar.
" Memang bukan mimpi,"jawab Zada dengan wajah datar.
Tanpa berbicara apa-apa, Geva langsung memeluk Zada dengan erat. Dia benar-benar bersyukur karena tuhan telah memberikan sebuah anugerah yang begitu besar padanya. Selain memiliki kehidupan rumah tangga yang harmonis dengan wanita yang sangat ia cintai. Kini, tuhan juga memberikannya dua anak sekaligus.
Ya, bayi yang di kandung Zada ada dua dan mereka berkembang dengan baik. Bahkan, Geva dan Zada juga sudah mendengarkan detak jantung mereka.
Rasa haru bahagia kembali menyelimuti sepasang suami istri itu ketika mengingat kembali momen dimana mereka dapat mendengarkan detak jantung bayi yang sudah lama di nantikan kehadirannya.
Seusai memeluk Zada, Geva beralih berjongkok lalu mencium perut yang masih belum terlihat begitu besar.
" Terimakasih karena kalian sudah hadir di tengah-tengah kehidupan Mommy and Daddy," kata Geva seraya mengusap lembut perut istri tercintanya.
Melihat Geva yang terlihat begitu senang,membuat Zada ikut terharu. Dia benar-benar tak tahu lagi bagaimana mendeskripsikan apa yang sedang ia rasakan saat ini. Yang jelas, Zada sangat bersyukur,berterima dan sangat bahagia karena tuhan mendengarkan doanya. Dimana, ia bisa di berikan kesempatan untuk menjadi seorang IBu.
Walau besar di panti asuhan, Zada berharap dia bisa menjadi seorang Ibu yang baik buat kedua anaknya kelak.
" Oh,ya sayang. Gimana kalau kita mampir ke rumah Mama,"tawar Geva seraya menggandeng lengan Zada berjalan menuju tempat parkir.
" Boleh."
Geva mencium kepala Zada dengan senyum yang terus mengembang.
...***...
Di sebuah bangunan yang cukup megah, terlihat sepasang suami istri yang sedang bersitegang.
" Esh, bisakah kamu transfer lagi aku uang seratus juta?"pinta Rajasa dengan wajah memohon.
" Seratus juta!"pekik Eshika dengan mata yang melotot.
__ADS_1
" Ya, kamu tenang saja. Uang ini aku gunakan untuk membangun bisnis baru, jadi nanti kalau dia berjalan dengan sukses aku pasti akan ganti berkali-kali lipat,"rayu Rajasa.
Eshika mencebik. " Usaha kamu bilang? Usaha apa lagi,huh! Yang kemarin-kemarin aja belum balik modal, sekarang udah minta lagi! Emangnya kamu pikir aku ini mesin pencetak uang yang bisa memberikan uang padamu kapan pun!"bentak Eshika.
Mendengar pertengkaran kedua orang tuanya yang cukup keras, membuat Ruby putri kedua Eshika menutup telinganya. Dia benar-benar mulai muak berada di rumah yang sudah seperti neraka ini. Setiap hari selalu saja mendengarkan pertengkaran kedua orang tuanya yang tak ada habis-habisnya.
" Ya namanya bisnis tentu saja ada pasang surut dan naiknya. Lagipula, bukankah kamu masih punya saham di Nuraga grup. Jadi___"
" Jadi apa? Jangan pernah memikirkan untuk menjual saham itu karena aku tak akan memberikannya!"tegas Eshika seraya berjalan pergi.
" Esh, bisakah kamu membantu suamimu ini? Lagipula, kalau bukan karena kerja kerasku kamu tidak akan punya saham sebesar itu!"
Eshika melongo, dia benar-benar tak pernah mengira kalau suaminya ini tak tahu malu sama sekali.
" Apa yang kamu bilang barusan? Sepertinya otakmu mulai tak berjalan dengan normal Rajasa! Apa kamu lupa, gara-gara kamu ketahuan korupsi aku harus membayar kerugian dengan jumlah yang sangat besar hingga membuat sahamku hanya tersisa sedikit. Jadi, jangan pernah berharap kalau aku akan memberikan uang lagi padamu!"
Baru saja berjalan dua langkah, Eshika tiba-tiba teringat akan hal yang harus ia selesaikan sekarang juga.
" Oh,ya satu lagi. Mulai detik ini, kita bukan lagi suami istri karena aku akan menggugat cerai dirimu!" Akhirnya, Eshika mengatakan perkataan ini juga.
Rajasa melongo, pupil matanya seketika membesar. Ia langsung bergegas menghampiri Eshika,mencoba memohon agar sang istri tak menceraikannya. Namun, keputusan Eshika sudah bulat, dia tak mau terus-menerus hidup bersama laki-laki yang hanya menjadi benalu dalam hidupnya.
...***...
Dengan hati-hati, Geva menuntun sang istri turun dari mobil. Sejak tahu bahwa Zada tengah hamil, Geva memang jauh lebih protektif. Bahkan, dia tak membolehkan Zada memasak, melakukan pekerjaan rumah dan sebagainya.
" Hati-hati sayang, atau mau aku gendong?"tawar Geva yang membuat Zada langsung memundurkan diri.
" Laogong, gak usah berlebihan gitu! Aku ini hanya sedang hamil bukan___" Geva langsung menutup mulut Zada dengan sebuah ciuman.
" Au! Kok di gigit sih sayang!" keluh Geva gara-gara Zada mengigit bibirnya.
" Siapa suruh jahil! Istri lagi ngomong suka di sela!"omel Zada dengan memasang wajah kesal.
Mendengar suara ribut-ribut di luar, membuat Mama Jianying berjalan keluar di temani oleh Bi Wara.
" Geva, Zada,"panggil Mama Jianying saat melihat putra bungsu dan menantu perempuannya datang berkunjung.
__ADS_1
" Mama ...," seru Zada seraya berjalan menghampiri Mama Jianying.
" Sayang hati-hati, jangan terlalu cepat jalannya!"teriak Geva yang terlihat cemas dan khawatir. Namun, Zada tak mengindahkan perkataan Geva. Dia terus berjalan menghampiri Mama Jianying tanpa menoleh ke belakang.
" Sayang, bisakah jalannya itu pelan-pelan. Jangan terburu-buru seperti tadi,gimana kalau tiba-tiba terpeleset atau tersandung. Apa kamu lupa kalau saat ini sedang hamil!"omel Geva tanpa jeda.
" Hamil?"ulang Mama Jianying.
Zada hanya bisa menghela nafas berat saat melihat suaminya yang begitu mudah keceplosan. Padahal dia masih ingin memberitahukannya nanti,tapi sudah bocor lebih dulu.
" Ma, kita masuk aja yuk." Zada mengajak Mama Jianying masuk guna mengalihkan pembicaraan.
" Tunggu dulu! Mama butuh penjelasan tentang perkataan Geva barusan. Apa maksudnya hamil? dan siapa yang hamil?"tanya Mama Jianying yang mudah sekali penasaran.
" Tentu saja Zada lah,Ma. Masak Geva,"jawab Gevariel dengan gurauan.
" Huh?"Mama Jianying terlihat terkejut saat mendengar kalau Zada sedang hamil.
Mama Jianying langsung memegang kedua lengan Zada dengan tatapan penuh arti.
" Kamu beneran hamil?"tanya Mama Jianying memastikan,
Zada tersenyum,lalu mengangguk.
Mama Jianying langsung memeluk Zada dengan perasaan begitu bahagia. " Puji Tuhan yang telah mendengarkan doaku,"ucap Mama Jianying.
Melihat Mamanya yang begitu bahagia saat mendengar kabar ini,membuat Geva terharu dan bahagia. Namun, ia merasa kalau reaksi Mama Jianying terlihat begitu berbeda saat tahu Zada hamil dengan Catherine.
"Wara, ini saya sedang tidak bermimpi kan?" tanya Mama Jianying pada wanita paruhbaya yang sudah menemaninya sejak lama.
" Tidak,nyonya. Anda sedang tidak bermimpi,ini nyata. Selamat, akhirnya apa yang anda harapkan terwujud juga,"ucap bik Wara yang memberi selamat.
" Akhirnya, kecebong mu berfungsi juga!"tukas Mama Jianying yang terkesan seperti meremehkan Geva.
" Mama jangan salah, kecebongku justru sangat hebat sampai bisa menghasilkan dua anak sekaligus!"kata Geva yang terlihat congkak karena bisa memiliki bayi kembar. Pasalnya, dia tak memiliki keturunan kembar.
" Dua?!pekik Mama Jianying.
__ADS_1
Geva mengangguk. " Ya, saat ini Zada tengah hamil baby twins."
...****************...