
Seperti yang sudah Geva katakan pada Anna jika ia akan ikut berkunjung ke anak perusahaan Nuraga grup atau Nuraga Fashion.
Mendengar bahwa Anna sudah akan berangkat, Geva segera bersiap-siap. Bahkan, dia meninggalkan pekerjaannya begitu saja.
" Kamu jadi ikut?"tanya Direktur Anna dengan memasang wajah terkejut. Awalnya, ia mengira bahwa Geva hanya bicara omong kosong mengingat bahwa jadwal serta pekerjannya yang cukup banyak. Tapi, siapa sangka jika pria tiga puluh dua tahun itu serius ingin ikut mengecek langsung pekerjaan para tim di anak perusahaan. Pasalnya, selama Geva mengambil alih jabatan CEO Nuraga grup dia hanya memantau dari jauh saja.
" Tentu saja, seorang Gevariel selalu menepati perkataannya,"balas Geva dengan penuh percaya diri.Sebenarnya, alih-alih mengecek pekerjaan, Geva lebih berniat untuk mengunjungi sang istri ketika masih kerja.
Anna hanya bisa mengangguk mengerti ketika sifat narsisme dari CEO serta temannya ini mulai keluar.
Demi menjaga keefisienan waktu, mereka segera bergegas pergi menuju perusahaan Nuraga Fashion dengan mengendarai mobil masing-masing. Awalnya, Direktur Anna mengusulkan agar mereka pergi bersama dengan menggunakan satu mobil saja, toh satu tujuan juga. Namun, Geva langsung menolak dengan alasan kalau dia akan langsung bertemu seorang klien setelah dari perusahaan Nuraga Fashion.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit,akhirnya mereka sampai juga di depan lobi perusahaan Nuraga Fashion. Padahal, tadi pagi Geva sudah datang ke sini untuk mengantarkan sang istri tapi siang dia sudah datang lagi agar bisa makan siang dengan Zada sebelum pergi menemui klien.
Sebelum keluar dari mobil, Geva terlebih dahulu merapikan penampilannya. Bahkan, ia kembali menyemprotkan parfum ke tubuhnya agar tetap harum sebelum bertemu dengan sang istri.
" Aden, apakah penampilan saya sudah oke?"tanya Geva meminta pendapat sambil merapikan rambutnya.
" Sudah,bos," jawab Aden.
" Memang wajah ini selalu tampan maksimal,"puji Geva pada dirinya sendiri. Beginilah sisi lain dari seorang Gevariel yang cukup narsis.
Melihat Geva yang tak kunjung keluar dari mobilnya,membuat Anna berjalan menghampiri mobil hitam itu lalu mengetuk jendelanya.
Geva pun segera turun, dan aroma maskulin semerbak menusuk Indra penciuman Anna. Aroma yang dapat memabukkan para wanita pada seorang Gevariel karena aromanya cukup khas. Pasalnya, aroma asli dari parfum ini memang hanya Geva yang memiliknya. Jika ada aroma yang mirip, mereka pasti menirunya karena aroma ini diproduksi khusu untuknya tidak di jual secara luas.
" Kamu habis menyemprotkan parfum?"tanya Anna.
" Tidak," elak Geva yang sok cool dan jual mahal.
" Kenapa aromanya jadi lebih kuat dari sebelumnya?" lontar Anna.
"Oh,ya? berarti parfum ini memang sangat bagus karena semakin lama aromanya semakin strong dan sulit hilang," jawab Geva dengan penuh percaya diri.
Anna hanya bisa memutar bola matanya jengah, setelahnya kedua orang itu berjalan beriringan memasuki perusahaan Nuraga Fashion.
Kedatangan mereka, di sambut hangat oleh Emerald selaku wakil direktur perusahaan.
" Selamat datang,Tuan Gevariel dan Direktur Annabeth," sapa Emerald formal seraya mengulurkan tangannya pada kedua orang itu. Jika di luar kantor, Geva memang adalah pamannya tapi di dalam kantor dia tetaplah atasannya.
Tanpa berlama-lama, mereka segera berjalan menuju ruang para tim desain pakaian berada.
" Selamat siang," sapa Annabeth ketika memasuki ruangan kerja tim desain pakaian.
__ADS_1
"Selamat siang Direktur," sapa semua karyawan dengan menundukkan kepala sebagai tanda hormat. Begitupun dengan Zada walau ia sedikit terlambat menunduk karena terlalu fokus dengan seseorang yang datang bersama Direktur Perancangan kantor pusat.
Kenapa dia bisa ikut datang?
Sebelumya, Geva memang tak memberitahu Zada jika ia ingin datang berkunjung. Tapi Geva memang seperti, dia suka memberi kejutan dengan tiba-tiba datang tanpa memberitahu seperti sebelumnya.
" Apa ini sampel gaunnya?"tanya Annabeth ketika melihat ada beberapa sampel gaun di dalam ruangan itu.
" Benar, Direktur. ini adalah beberapa sampel gaun yang nantinya akan ada di pagelaran,"papar Zada selaku ketua tim satu perancang busana.
Annabeth terlihat manggut-manggut dan terus meneliti setiap sampel yang ada pada patung peraga.
" Bisa saya lihat draf semua desain?"tanya Annabeth yang membuat Zada langsung memberikan map berisikan semua desain yang telah ia buat.
" Saya suka dengan gaya desain kamu walau masih ada beberapa yang harus di perbaiki, tapi cukup bagus untuk seorang ketua tim yang baru di promosikan,"papar Annabeth.
Setelahnya, Annabeth memberikan sebuah saran agar Zada membenahi beberapa desain yang menurutnya kurang mencolok. Sementara Geva terus menatap ke arah sang istri yang terlihat semakin mempesona ketika sedang fokus bekerja.
" Ya, Tuhan ... Visual CEO kita kenapa tampan sekali sih,"puji salah satu karyawan dengan berbisik-bisik.
" Iya, tapi sayangnya sepertinya dia sudah mempunyai wanita yang dapat membuatnya tak berpaling,"timpal karyawan lainnya.
" Siapa?"
" Dasar kudet! Emangnya kamu tidak pernah mendengar berita kalau Tuan Geva itu punya hubungan khusus dengan Direktur Anna? "
" Iyalah! Coba kamu lihat sendiri, dari tadi Tuan Geva terus menatap ke arah Direktur Anna tanpa berpaling sedikitpun!"jelasnya yang langsung membuat kedua temannya mengikuti arah tatapan Geva yang memang tengah menatap lurus ke arah Direktur Anna dan Zada berada.
" Bagaimana, apakah menurutmu cocok?"tanya Direktur Anne setelah memberikan sebuah saran. Walau dia adalah seorang Direktur, tapi Anna tetap bersikap sopan ketika sedang memberikan saran pada para desainer. Karena bagaimanapun, mereka yang telah membuat desain itu.
Zada tersenyum." Sepertinya memang lebih bagus, terimakasih banyak atas sarannya Direktur Anna,"ucap Zada hormat.
" Sama-sama."
" Tapi, apakah semua bisa selesai tepat waktu?"
" Saya usahakan untuk segera menyelesaikan semuanya," tutur Zada penuh semangat.
" Saya suka dengan semangat kamu! Pertahankan jika ingin karirmu bagus."
" Em." Zada mengangguk dan tersenyum ramah.
Senyum istriku memang sangatlah manis mengalahkan gula.
__ADS_1
Kecantikan Zada memang bertambah dua kali lipat ketika sedang tersenyum.
Menyadari bahwa Emerald sejak tadi juga ikut memperhatikan istrinya, membuat Geva langsung melemparkan bulpoin yang ada di depannya.
" Astaga! siapa yang berani melempar pena ke wajahku!"pekik Emerald yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Geva.
Astaga,ternyata paman!
Kenapa,kamu mau marah? Lagian, siapa suruh matamu itu jelalatan menatap istriku!
Kedua laki-laki itu berbicara lewat sorot mata mereka.
" Ada apa?"tanya Anna ketika mendengar ada kegaduhan serta tatapan saling menusuk antara Emerald dan juga Geva.
" Tidak ada apa-apa," jawab Emerald yang tak mau memperpanjang masalah karena dia tak mau cari mati.
Seusai membahas soal desain di tim satu, Direktur Anna beralih ke tim dua. Pasalnya, di kantor ini memang ada dua tim dengan spesialis masing-masing.
Tim satu, khusus merancang busana.
Tim dua khusus merancang sepatu dan sandal.
Sedangkan di kantor pusat, khusus untuk tim perancang tas, dan juga aksesoris. Sementara parfum akan menjadi produk baru bagi perusahaan Nuraga grup yang akan launching bersamaan dengan acara pagelaran.
Selesai mengecek semua pekerjaan, kebetulan waktu makan siang tiba.
" Gev, lunch bareng yuk," ajak Anna pada Geva yang masih sibuk mengirim pesan pada istrinya.
" Sepertinya tidak bisa karena saya sudah ada janji,"tolak Geva yang membuat Anna kembali kecewa.
" Siapa?"tanya Anna yang tiba-tiba menjadi sangat penasaran.
" Seseorang, kalau begitu aku duluan. Berkendaralah dengan aman," pesan Geva seraya pergi meninggalkan Anna yang masih termangu di tempatnya.
Geva [ Sayang, lunch bareng yuk]
Zada [ Maaf, aku masih banyak pekerjaan]
Wajah Geva berubah, kemudian langsung menelpon Zada. Namun,panggilan itu justru di reject .
" Lunch bareng atau aku samperin ke ruang kerja!" Ancam Geva dengan menggunakan voice note. Melihat pesannya tak kunjung di baca oleh Zada, Geva nekat menemui sang istri di ruangan desain tadi
...****************...
__ADS_1
Hayoloh, Zada Di samperin 'kan sama si Paman Geva yang mulai terserang virus bucin š¤£
Jangan lupa, like,komen, vote dan hadiahnya ya...