Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 74 ; Periksa kehamilan


__ADS_3

" Kalau begitu, masalahnya dimana?"


Setelahnya, Zada menceritakan soal Mama Jianying yang ingin sekali menimang cucu darinya dan Geva. Begitupun dengan Zada,yang tiba-tiba mempunyai perasaan ingin cepat hamil juga.


" Ya kalau begitu,coba lagi sampai berhasil,"ucap Reya dengan menaikkan satu alisnya.


" Kalau itu mah udah tiap hari,"jawab Zada tanpa rasa malu. Sedangkan Reya justru tertawa terbahak-bahak saat melihat wajah kusut sahabatnya yang begitu ingin sekali hamil tapi belum berhasil.


" Rey, aku perhatiin porsi makanmu makin banyak aja,ya,"ujar Zada yang cukup terheran saat melihat porsi makan Reya yang gak seperti biasanya.


" Masak sih?"


Zada mengangguk.


" Iya, apa kamu minum obat penambah nafsu makan?"


Reya langsung menggeleng.


" Emangnya lo kira gue apaan minum obat begituan!"tandas Reya dengan wajah kesal.


" Ya siapa tahu, soalnya gue perhatiin porsi makan lo makin banyak dua kali lipat dari sebelumnya, dan dikit-dikit juga ngemil,"terang Zada.


" Soal itu sih gue juga bingung."


" Maksudnya?"


Reya menghela nafas panjang. " Akhir-akhir ini tu gue bawaannya lapar mulu, dan sering ngantuk. Intinya,kehidupan gue akhir-akhir ini di dominasi oleh lapar,ngantuk dan malas. Bahkan, baru aja buka laptop untuk kerja,udah berat aja ni mata!" Cerita Reya akan perubahan hidupnya akhir-ahir ini.


" Mungkin otak dan tubuhmu terlalu lelah,Rey karena sebelumnya sering diajak begadang. Makanya, coba healing gitu,biar lebih fresh," saran Zada.


Sementara Reya hanya manggut-manggut mengerti.


...***...


Akibat menyetir sendirian dengan jarak yang sangat jauh,membuat Geva begitu lelah. Bahkan,otot-otot tubuhnya terasa kamu semua.


" Coba,aku bantu pijitin,"tawar Zada.


" Memangnya sayang bisa mijit?"


" Coba aja." Setelahnya, Zada pun mulai memijat pundak Geva yang memang begitu tegang dan kaku.


" Emangnya hari ini ngapain aja kok pundaknya sampai kaku kayak gini?"


" Sebenarnya sih, sama seperti jadwal. Hanya saja, waktu mau pulang Aden tiba-tiba sakit. Jadi yang menyetir aku,"cerita Geva yang merasa enak bercampur sakit saat tangan Zada terus memijat pundaknya


" Memangnya Aden sakit apa?"


" Kata Dokter sih terkena Sindrom couved,tapi masalahnya. Aden kan belum menikah, jadi masak iya dia jadi pakmil."


" Pakmil?"ulang Zada yang kembali lola.


" Iya, pakmil ( Bapak hamil)"terang Geva.


Zada manggut-manggut, lalu seperdetik kemudian tercengang.

__ADS_1


" Aden mau jadi ayah?" tanya Zada memastikan.


" Entahlah sayang,aku gak tau."


...***...


Keesokan paginya, Aden sudah berniat akan menemui Reya untuk menanyakan apakah dia sedang hamil anaknya? Pasalnya, hanya Reya wanita yang pernah Aden sentuh.


" Reya,"panggil Aden saat melihat Reya sudah datang.


" Pak Aden,ada apa?" Seperti biasa, Reya selalu bersikap formal saat bertemu Aden saat di kantor.


" Bisa ikut saya sebentar?"punya Aden.


" Mohon maaf,Pak. Tapi saya__" tanpa berlama-lama, Aden langsung membopong tubuh Reya begitu saja.


" Aden turunkan saya!"pinta Reya yang tak di hiraukan oleh Aden. Pria itu terus menggendong Reya dan membawanya masuk ke dalam mobil.


" Pak Aden, apa maksud anda bersikap tidak sopan seperti ini pada saya?"


Aden mencondongkan tubuhnya mendekati Reya, sedangkan gadis itu justru memundurkan tubuhnya menjauh dari Aden.


" Saya tadi sudah bersikap sopan,tapi sayangnya kamu menolak. Jadi, saya hanya bisa bersikap seperti ini agar kamu mau ikut dengan saya!"tandas Aden dengan wajah dingin tanpa ekspresi.


" Lagipula, apa anda lupa jika sebentar lagi adalah jam masuk kerja?"


" Saya tidak lupa,dan sudah meminta izin cuti setengah hari sama atasan kamu."


Reya melongo, ia tak mengerti kenapa Aden tiba-tiba berubah menjadi pria yang dominan seperti ini?


Ini pria mau bawa gue kemana sih?


" Hei Aden!"panggil Reya yang sudah bersikal biasa,gak segormal tadi.


" Em." Aden hanga berdehem,membuat Reya sedikit kesal.


" Lo mau bawa gue kemana sih?"


" Ke rumah sakit!"jawab Aden jujur tanpa menutupinya. kArena dia memang berniat membawa Reya ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan apakah dia hamil atau tidak.


" Ke rumah sakit?!"pekik Reya terkejut.


" Ya."


" Mau ngapain?"tanya Reya yang masih saja bingung kenapa Aden mau membawanya ke rumah sakit? Dia kan baik-baik saja.


" Yang jelas bukan untuk beli es cendol!"lawak Aden yang sudah ketulan Geva.


Reya menghela nafas kesalnya saat mendengar jawaban Aden.


" Gak usah bercanda deh, gak lucu!"kesal Reya.


" Tentu saja tidak lucu,orang saya mengatakan fakta bukan melawak!"


Lagi dan lagi Reya di buat melongo dan kesal oleh pria yang duduk di sampingnya ini. Daripada Reya terkena darah tinggi, Lebih baik dia diam dan ikut saja.

__ADS_1


Tak lama kemudian,mobil yang di kendarai Reya dan Aden sampai di parkiran rumah sakit terdekat.


" Ayo turun,"ajak Aden yang masih bersikal lembut.


" Gak mau!"tolak Reya dengan tangan yang di silahkan depan dada.


" Kenapa tidak mau?"


Reya menoleh ke Aden dengan memasang wajah sangar dan tatapan tajam.


" Karena kamu belum bilang mau apa kita ke sini!"tandas Reya.


" Mau periksa kehamilan,"jawab Aden to the point.


"Huh?!" pekik Reya dengan mulut yang terbuka lebar karena sakit terkejutnya. Sementara Aden spontan menutup mulut Reya yang terbuka dengan telapak tangannya.


Reya pun segera melepaskan tangan Aden. " Apa maksud kamu ingin periksa kehamilan? Memangnya siapa yang hamil?"


" Tentu saja bukan aku."


" Bisakah kalau bicara itu yang serius!"kesal Reya yang sudah tersulut emosi.


" Apa kamu tidak merasakan ada sesuatu yang aneh dalam tubuhmu?" Aden justru bertanya sambil ingin memegang perut Reya. Namun,gadis itu segera menepisnya.


" Jangan pegang-pegang!" amuk Reya.


Setelahnya,Aden menceritakan apa yang telah terjadi pada dirinya sampai membuatnya ingin membawa Reya untuk melakukan pemeriksaan. Dia hanya ingin memastikan apa yang di ucapkan dokter itu benar atau tidak.


" Tapi gue gak hamil!"elak Reya yang tak mengakui kalau dia sedang hamil.


" Kenapa kamu bisa seyakin itu?"


" Karena gue gak yakin kalau kecebong lo bisa buat gue hamidun."


" Kamu meremehkanku?"


" Bukan meremehkan,hanya___"


" Daripada terus berdebat,lebih baik kita buktikan saja!"Aden sudah tak sabaran dan memaksa Reya untuk melakukan pemeriksaan. Namun,gadis itu kekeh terus menolaknya.


" Rey, Jangan memancingku untuk bersikap kasar padamu!"kata Aden dengan tatapan begitu tajam.


" Aku tidak takut!" Reya justru ikut memberikan tatapan tajam pada Aden. Namun, Aden adalah pria yang tak suka basa basi. Jadi, dia langsung kembali menggendong tubuh Reya dan membawanya memasuki rumah sakit.


" Aden,turunin gue! Kalau gak gue teriak nih!"ancam Reya.


" Teriak saja! Tapi kamu harus ingat kalau aku juga bisa saja mengatakan kalau kamu adalah istriku!"


" Cih! Gak sudi gue jadi istri lo!"tolak Reya.


Untungnya, sebelum datang ke sini Aden sudah mendaftar lebih dulu. Jadi, dia tak harus mengantre panjang. Saat akan memasuki ruangan Dokter, Reya kembali memberontak.


" Rey,menurut lah sejenak. Jika kamu memang tak hamil,aku akan melepaskanmu!"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2