
Sesuai arahan dari Geva, saat ini Aden sedang berada di Nuraga Fashion untuk menyelidiki serat mencari bukti siapa penjual desain itu. Selain meminta rekaman cctv, Aden juga mengintrogasi para tim desainer pakaian tentang dimana keberadaan mereka di tanggal sembilan belas Rabu malam, jam delapan malam. Namun, Aden tak menjelaskan masalah secara gamblang.
Setelah mengintrogasi semua orang, Aden masih belum mendapatkan informasi siapa orang yang bisa di curigai.
" Pak Aden, sebenarnya ini ada apa,ya?"tanya Amel penasaran.
" Apa kalian tidak melihat artikel online dari pagelaran Wear Me?" Aden justru bertanya balik.
Semua orang menggeleng karena beberapa hari ini mereka sangat sibuk, jadi tak sempat untuk melihat hal seperti itu.
" Memangnya ada apa dengan acara Pagelaran Wear Me, Pak?" tanya Mita.
" Kalian lihat saja sendiri!" titah Aden yang malas menjelaskannya.
" Oh, ya. Apakah semua anggota tim desain pakaian sudah ada di sini semua?"tanya Aden.
" Sudah semua, kecuali Supervisor Zada dan Asisten Veena," papar Mitha.
Asisten Veena?
Aden langsung ingat akan suatu hal, kenapa dia tak kepikiran dengan wanita itu? Wanita yang seharusnya di curigai, pasalnya selain satu ruangan dengan Zada, dia juga pernah ketahuan mencuri desain.
" Kemana asisten Veena?"tanya Aden.
" Dia ... akhir-akhir ini jarang masuk kantor. Katanya sih mau mengundurkan diri karena ingin fokus dengan kehamilannya,"papar Amel .
" Hei!"pekik salah satu tim desain yang diketahui namanya Delia.
" Del, kamu ngapain sih teriak-teriak!" omel Amel.
" Coba kalian lihat!" Delia langsung memperlihatkan foto gaun-gaun dari Wear Me yang desainnya sangat mirip dengan desain pakaian mereka.
" Apa sedang terjadi penjiplakan?" Awalnya, Amel ingin bertanya pada Aden tapi ternyata pria itu sudah pergi entah kemana. Dia sudah seperti hantu yang tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa pamit.
...***...
Ketika mobil sudah berhenti basement, Zada masih terlihat tidur terlelap. Seulas senyum tipis terbit di bibir Geva saat melihat wajah tenang Zada saat tertidur.
" Apakah hari ini sangat melelahkan?" tanya Geva pada seseorang yang masih tertidur pulas. Awalnya, Geva ingin membangunkan Zada tapi melihatnya begitu pulas membuatnya tak tega.
__ADS_1
Apalagi dia tahu jika akhir-akhir ini istrinya sering lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya, tapi ketika hampir selesai semua tiba-tiba ada masalah besar datang seperti ini.
Sungguh kasihan sekali bukan?
Tanpa berlama-lama, Geva membawa tubuh Zada ke dalam gendongannya dan membawa istrinya menuju penthouse.
Dengan perlahan dan hati-hati, Geva menurunkan tubuh Zada ke ranjang. Di saat Geva berusaha untuk menarik lengannya yang masih berada di bawah kepala Zada, tiba tiba-tiba tangan gadis itu justru melingkar di lehernya hingga membuat Geva ikut terjatuh di sampingnya.
jarak wajah keduanya yang begitu dekat, membuat jantung Geva kembali berdetak semakin cepat. Bahkan, pipinya sampai merona seakan memakai perona.
" Ini kamu yang minta loh ya, jadi jangan marah ketika kamu bangun nanti!" ucap Geva yang sebenarnya sangat suka jika harus tidur sambil memeluk istrinya.
Setelahnya, Geva sedikit membenarkan posisi tidur mereka agar lebih nyaman lagi. Dan siapa sangka jika Zada justru semakin menempel dan menenggelamkan kepalanya di dada bidangnya.
" Tidur yang nyenyak istriku," ucap Geva sambil mengecup lembut kening istrinya.
Tak butuh obat tidur, dan waktu lama. Geva juga langsung ikut masuk ke alam mimpi.
...***...
" Aden, ada perlu apa kamu ke sini?"tanya Bitha ketika melihat asisten adiknya tiba-tiba datang ke rumahnya.
" Tuan Geva sedang bersama istrinya," jawab Aden jujur.
" Bersama istrinya?"ulang Mama Tabitha dengan wajah terkejut bercampur tak suka.
" Bukankah ini masih waktunya jam kerja, kenapa sudah berduaan saja? Apakah dia lupa statusnya sebagai pemimpin perusahaan Nuraga grup?"cibir Tabitha tanpa mau cari tahu dulu apa yang telah terjadi.
" Mohon maaf Nyonya Tabitha, tapi bos saya tak pernah melalaikan tugasnya sebagai pemimpin. Bahkan, dia baru saja pulang dinas dari luar Negeri. Jadi, wajar jika dia ingin istirahat sejenak di temani oleh istrinya. Apalagi, mereka itu masih terbilang pengantin baru."
" Tapi sayangnya, alih-alih bisa pergi honeymoon berdua layaknya pasangan pengantin pada umumnya, mereka justru terus di sibukkan dengan urusan perusahaan. Jadi, orang yang hanya duduk bersantai di rumah tak pantas berkomentar buruk padanya," sindir Aden yang begitu berani berkata panjang di depan Tabitha.
" Kamu menyindir saya?"tanya Tabitha dengan wajah yang tak bersahabat sama sekali.
" Tidak, tapi jika ada yang tersinggung tandanya orang itu mengakui bahwa dirinya adalah orang seperti itu!" sarkas Aden yang semakin membuat darah Tabitha mendidih.
" Kurang ajar!" Tabitha sudah bersiap untuk menampar Aden tapi untungnya pria itu sigap untuk menangkap tangan itu.
" Kenapa anda marah dan ingin menampar saya nyonya Tabita, apakah saya salah?" Aden justru berpura-pura polos tapi selalu saja mengeluarkan kata-kata berupa sindiran keras.
__ADS_1
" Kalian sedang apa?" tanya Veena yang baru saja menuruni anak tangga. Aden langsung melepaskan tangan Tabitha dengan lembut karena bagaimana pun usianya hampir seumuran dengan ibunya. Di tambah lagi, Tabitha adalah kakak tertua bosnya.
Setelahnya, Aden dan Veena berbicara di ruang tengah. Berhubung Aden bukanlah pria yang suka basa-basi, ia langsung berbicara pada intinya.
" Sebelumnya, saya minta maaf karena sudah menganggu waktu istirahat Anda Nona Verna,"ucap Aden sopan.
" Ada apa?"tanya Veena ketus.
" Saya hanya ingin bertanya, pada tanggal 19 rabu malam, jam delapan. Anda sedang berada di mana?"tanya Aden.
" Tentu saja di rumah,"jawab Veena santai.
" Apa ada bukti?"tanya Aden memastikan.
" Ada, tanya saja sama pelayan dan juga mertuaku. Karena pada malam itu, saya sedang mengobrol bersamanya di ruangan ini," papar Veena yang tak menunjukkan gerak-gerik mencurigakan, gugup, atau sedang ketakutan.
" Memangnya ada apa?"tanya Veena layaknya tak tahu apapun. Padahal, dia sudah mendengar kabar tentang penjiplakan dari grup chat aggota tim desain.
Berhubung, Aden juga belum mendapatkan bukti kongkrit, terpaksa dia tak bisa berbuat lebih dari sekadar bertanya seperti ini. Pasalnya, cctv perusahaan pada malam itu eror sehingga tak ada rekaman tentang jam berapa Zada pulang, maupun siapa yang datang menyelinap masuk kedalam perusahaan.
" Ada seseorang yang diam-diam menjual draf desain pakaian milik Nyonya Zada ke perusahaan Wear Me. Jadi, saat ini kami sedang menyelidiki dan mencari bukti siapa pelakunya," terang Aden.
" OMG!"pekik Veena yang terlihat begitu terkejut.
" Seriusan?"tanya Veena memastikan.
Aden mengangguk.
" Kalau hanya soal itu, seharusnya mudah sekali menemukannya," ujar Veena.
" Maksud anda?"
Veena menghela nafas berat. " Ya ... bukankah sudah sangat jelas siapa pelakunya?"
Dahi Aden terlihat berkerut. Sementara Veena mencondongkan wajahnya agar lebih dekat dengan Aden, lalu berkata.
" Hati-hati dengan topeng orang licik. Karena biasanya, pelaku adalah orang yang berpura-pura menjadi korban agar tidak di curigai,"hasut Veena.
...****************...
__ADS_1
Halo gengs, jangan lupa absen di kolom komentar biar Novi tahu siapa saja yang masih setia mengikuti cerita ini.