Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 13 : Di culik?


__ADS_3

Sejak meeting tadi, Veena tak terlihat kembali lagi ke ruang kerjanya. Entah pergi kemana wanita itu karena Zada juga tidak tahu. Apakah malu atau sedang meratapi kesedihan karena sudah di bongkar kalau dia telah mencuri desain di depan banyak orang? Sepertinya begitu, lagipula siapa yang tak malu dan sedih di permalukan seperti itu. Tapi itu semua juga karena ulahnya sendiri yang suka mencuri milik orang lain. Karena pada sejatinya, sesuatu yang di peroleh dengan kecurangan tidak akan bertahan lama.


Padahal, kalau di pikir-pikir lagi Veena itu lumayan cantik, lulusan luar negeri, berasal dari keluarga yang cukup berada tapi kenapa masih saja suka mencuri sesuatu dari orang lain? Apa mungkin yang aku miliki jauh lebih menarik hingga membuat orang iri dan ingin memiliki? Tapi jangan salah, seorang Zada tidak akan tinggal diam jika di sakiti karena dia bisa berubah menjadi pemeran antogonis.


Seusai membereskan draf dan beberapa dokumen, Zada bersiap-siap untuk segera kembali ke rumah. Pasalnya, dia sudah sangat lelah dan ingin segera beristirahat. Namun, siapa sangka jika ia justru bertemu dengan Veena dan Mama Emerald di lobi.


Saat Zada sedang menunggu ojek online yang ia pesan, tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di depannya lalu keluar dua laki-laki bertubuh kekar menariknya dengan paksa masuk ke dalam mobil itu.


" Kalian siapa?" tanya Zada yang berusaha untuk memberontak.


" Diam! Jangan banyak bicara!" bentak pria itu dengan wajah sangar dan tatapan tajam.


Zada terdiam, dan mulai merasa pusing dengan aroma tak sedap yang memaksa masuk kedalam indra penciumannya.


Nih preman apa gak pakek deodorant ya, bau banget badannya!


Perut Zada yang cukup kosong karena belum makan seketika bergejolak bagaikan gelombang suanami yang siap mengeluarkan yang ada di dalam sana.


Zada mencoba untuk tidak bernafas agar tidak terlalu mencium aroma tak sedap itu. Untungnya, Ia tak begitu lama berada di dalam mobil bersama dua laki-laki bau itu.


Ketika keluar dari mobil, Zada langsung mengeluarkan gelombang suami yang terus menggulung-gulung di dalam perutnya.


Byur


Air sunami itu menyembur begitu saja tepat di tubuh kekar salah satu preman yang ada di depannya.


Nafas Zada pun terlihat tersengal seusai memuntahkan lahar.


" Gadis sialan!" pekik Bodyguard A yang sudah bersiap ingin menampar Zada. Namun, ternyata justru mengenai Bodyguard lainnya karena Zada kembali tertunduk dan memuntahkan lahar.


" Kenapa Kamu memukulku!" bentak pria yang tak sengaja terkena tamparan.

__ADS_1


" Aku tidak sengaja, aku tadi___" Bodyguard A tak melanjutkan ucapannya saat menyadari bahwa Zada sudah tak ada bersama mereka.


Akibat memuntahkan lahar yang cukup banyak, tentu menguras sebagian energi Zada sehingga membuatnya tak bisa berlari dengan keras. Apalagi, jalanan di tempat itu cukup sepi hanya ada beberapa rumah mewah dengan pagar tinggi.


" Hei, gadis sialan!" teriak dua preman itu yang bergegas lari mengejar Zada. Mengetahui bahwa kedua preman itu kembali ingin menangkapnya, Zada berusaha untuk menambah kecepatan larinya. Namun, siapa sangka jika kecerobohannya datang di waktu tak tepat sehingga membuatnya tersandung kaki sendiri dan terjatuh di aspal.


" Au!" pekik Zada saat merasakan rasa perih ketika telapak tangan dan lututnya tergores dengan keras dan kasarnya aspal jalanan.


" Hahaha ... Mau lari kemana kamu, huh?" seru dua preman itu yang semakin dekat.


Setelahnya, Bodyguard B segera membawa Zada pergi. Sementara Bodyguard A yang terkena lahar pergi untuk membersihkan tubuhnya yang bau muntahan.


" Kamu sebenarnya mau apa? Menculikku lalu meminta tebusan? Kalau begitu kalian salah sasaran karena aku ini hanya gadis yatim piatu yang miskin!" oceh Zada di sisa-sisa tenaganya. Akan tetapi, Bodyguard itu tak menanggapi ocehan Zada sama sekali.


Setelahnya, mereka memasuki rumah yang cukup mewah dan besar. Zada di bawa ke sebuah ruang keluarga dan di dudukkan di sofa panjang.


Sebenarnya siapa sih yang mau menculik gadis miskin sepertiku?


" Hei, bisakah aku minta minum?" pinta Zada yang tak kenal takut pada Bodyguard itu walau wajahnya begitu sangar.


" Kalian sudah datang?" ujar seorang wanita paruh baya yang berjalan menuruni anak tangga bersama seorang wanita.


Kenapa suaranya tak asing?


Zada pun mencoba mendongakkan kepalanya, dan betapa terkejutnya ia saat melihat Mama Emerald dan Veena sudah berdiri tak jauh dari tempat duduknya saat ini.


Kedua wanita beda usia itu ikut duduk di sofa dengan wajah dingin dan tatapan tak suka, tapi ini bukanlah pertama kalinya Zada mendapatkan tatapan seperti itu. Pasalnya, selama ini dua wanita itu memang tak pernah menyukainya.


Zada mencoba menarik nafas dalam-dalam, dan mencoba merilekskan diri. Namun, tenggorokan ya begitu kering dan pahit.


" Hei, preman bau! Bukankan aku tadi meminta minum? Mana minumannya?" sentak Zada pada pria bertubuh kekear yang masih berdiri tak jauh darinya.

__ADS_1


" Hei, Zada! Bisakah bersikap sopan sedikit? Apa kamu tidak melihat sedang berada di mana?"


Zada menghela nafas berat." Kamu sedang mengajakku berbicara tentang kesopanan? Kalau begitu, apakah kalian sopan membawaku dengan paksa layaknya seorang penculik? "Zada kembali memutar balikkan fakta.


" Kamu ...! "Veena meradang, ingin rasanya dia menampar Zada yang selalu saja bisa memutar balikkan keadaan. Namun, dia harus bersikap lembut di depan ibu mertuanya.


" Benar-benar gadis tidak memiliki etika sama sekali, bisa-bisanya Geva menikahi gadis sepertimu! " kesal Mama Bitha yang Setelahnya menyuruh seorang maid untuk mengambilkan mereka minum.


Ketika minuman sudan datang, tanpa permisi Zada langsung meneguk ya begitu saja karena tenggorokan ya benar-benar sudah kering kerontang minta untuk di basahi.


Mama Tabitha hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap Zada yang benar-benar tidak memenuhi standar menantu wanita keluarga Nuraga. Untung saja dia tak jadi menikah dengan Emerald, kalau tidak mungkin dia bisa membuatnya terkena darah tinggi akibat tak sanggup melihat tingkah urakannya.


" Apa sekarang kita sudah bicara?" tanya Mama Tabitha.


"Mohon maaf Nyonya Tabitha yang Terhormat, tapi sayangnya saya tidak bisa," tolak Zada dengan bahasa yang masih terdengar sopan.


" Zada, biasakan lebih hormat sedikit dengan orang yang lebih tua? Lagipula, jika kamu memang benar-benar menikah dengan Paman Geva, itu artinya Mama Bitha adalah Kakak ipar tertuamu. Tapi ... Jika pernikahan itu hanya palsu___" Veena sengaja menggantung ucapannya demi memancing Zada agar kelepasan.


" Baiklah kakak ipar, anda ingin berbicara apa dengan saya sampai repot-repot menculik seperti ini?" sambut Zada yang kini berubah memanggil Mama Bitha dengan sebutan kakak ipar. Bahkan, Zada memberikan sebuah senyuman tapi terlihat mengerikan dan sangat palsu.


Kedua wanita itu terperangah, mereka tak pernah mengira bahwa Zada akan seberani ini menyebut Mama Bitha sebagai kakak ipar.


Gadis sialan! Aku tidak akan sudi di panggil kakak ipar denganmu!


...****************...


Eyak...


Zada di lawan. Lanjut lagi gak nih?


Jangan lupa like, komen, vote, hadiah dan rate bintang 5 ya biar Novi semangat nulisnya.

__ADS_1


__ADS_2