Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 51 : Masalah lagi


__ADS_3

Sesampainya di lobi kantor,Lagi-lagi Zada harus berpapasan dengan sang mantan kekasih yang kini menjadi keponakan ipar. Namun, saat ini pria itu tak sedang sendiri, melainkan bersama Direktur Nuraga Fashion.


" Pagi Direktur,wakil direktur,"sapa Zada sopan.


" Pagi juga,"jawab Abian dan Emerald bersamaan.


" Oh,ya Supervisor Zada. Saya dengar beberapa hari lalu kalian tim desain mengerjakan sendiri ya perubahan pada desain gambar yang beberapa waktu lalu di jiplak oleh perusahaan WM?"tanya Abian. Akhir-akhir ini Abian memang lebih fokus mengurus kerja sama dengan beberapa kolega besar sehingga membuatnya tak terlalu memperhatikan pekerjaan para bawahannya. Lagipula, pekerjaan itu juga sudah di gantikan oleh Emerald selalu wakil direktur.


" Oh, soal itu iya Direktur. Soalnya,pihak konveksi tidak sanggup untuk mengerjakannya. Sementara tim desain masih memiliki waktu, jadi kita memutuskan untuk mengerjakannya sendiri."


" Apakah sudah selesai?"


" Kebetulan sudah selesai sembilan puluh persen karena penambahan itu juga tidak merubah desain awal. Hanya ada penambahan beberapa elemen-elemen saja untuk mempercantik."


Abian mengangguk, dia bisa di bilang merasa kagum dengan Zada yang masih muda serta baru naik pangkat menjadi ketua tim tapi cukup cepat dalam menyelesaikan masalah. Apalagi, Abian juga mendengar kalau Zada ikut andil dalam menyelesaikan masalah plagiat.


" Kalau begitu, apakah saya boleh melihatnya?"


Zada mengangguk dan tersenyum ramah. Setelahnya,ketiga orang itu berjalan beriringan menuju ruangan tim desain.


" Selamat pagi supervisor Zada," sapa semua tim desain.


" Pagi."


Ketika Zada sudah masuk,tiba-tiba ada dua orang juga datang. Melihat sang Direktur dan wakil direktur datang berkunjung,membuat semuanya menyapa dan menundukkan kepala sebagai tanpa hormat.


Sepasang mata Abian seketika merasa takjub tatkala melihat beberapa pakaian yang sangat menakjubkan terpajang di ruangan tim desain.


" Apa ini hasil akhirnya?"tanya Abian seraya berjalan mengamati beberapa pakaian itu.


" Iya,Direktur. Tapi ini belum selesai semuanya,"terang Zada. Walau kemarin Zada absen masuk kantor,tapi ia masih terus memantau dari kejauhan. Bahkan, dia juga akan memberikan tutorial ketika tim kesulitan untuk mengaplikasikan apa yang ada di desain Zada.


"Amazing," puji Abian yang merasa kalau series terbaru pasti akan jauh lebih populer dari pada yang sebelumnya.

__ADS_1


" Lalu, bagaimana soal penjualannya?"tanya Abian.


" Soal penjualan model khusus akan menggunakan sistem pre order setelah acara pagelaran selesai. Sedangkan series sebelumnya, sudah ready untuk seratus potong per item di launching pertama seusai acara pagelaran."


Walau penggemar pakaian-pakaian Nuraga Fashion banyak.Namun, mereka memang selalu membatasi produksi untuk launching pertama setelah peluncuran. Selain untuk mengetes pasar, hal itu juga dapat meminimalisir kerugian jika ada produk yang gagal di pasaran.


" Saya yakin,peluncuran kali ini akan berjalan dengan sukses,"ucap Abian percaya diri.


" Amin ...," seru semua tim desain bersama.Mendapatkan sebuah pujian serta apresiasi dari direktur seakan menjadi mood booster tersendiri bagi mereka.


Selesai mengecek pakaian, Abian dan Emerald segera pamit pergi karena tak mau terlalu menganggu waktu kerja para tim desain.


Sementara Zada dan tim desain langsung membahas masalah yang terjadi.


" Oh,ya Supervisor. Bagaimana dengan kondisi suami anda? Apakah sudah sembuh?"tanya Amel.


" Suami?"seru semua orang yang cukup terkejut saat mendengar Amel mengatakan suami. Ya, Kemarin Amel memang tak mengatakan secara gamblang alasan kenapa Zada tidak bisa berangkat ke kantor.


" Apa maksud perkataanmu itu,Mel?"tanya Nadine.


Sementara Zada hanya bisa menghembuskan nafas panjang ketika menyadari kalau kemarin ia menyebut kaya suami pada Amel. Tapi, pada kenyataannya Zada memang sudah menikah hanya saja pernikahan itu tak seperti orang lain pada umumnya.


" Itu__ sepertinya Supervisor yang bisa jawab karena aku sendiri juga penasaran," jawab Amel ambigu.


" Saya memang sudah menikah, hanya memang tidak di publish saja." Akhirnya Zada jujur akan statusnya. Yoh, di sembunyikan bagaimana pun pasti suatu saat akan ke bongkar. Namun, Zada masih tak akan mengatakan siapa suaminya.


"Huh?" Semua orang terlihat tercengang tatkala mendengar pengakuan dari Zada. Mereka benar-benar tak menyangka jika selama ini Zada sudah menikah. Dia benar-benar tipe orang yang bisa di bilang sangat privasi sekali soal hubungan asmara.


" An-da seriusan supervisor?"tanya Mita meyakinkan.


Zada mengangguk.


" Kapan itu terjadi? Kenapa kita tidak di undang? dan kenapa harus di sembunyikan?" Nadine langsung memberondong beberapa pertanyaan sekaligus. Sebelum Zada di promosikan, hubungan mereka memang cukup dekat sebagai rekan kerja karena mereka bisa di bilang magang bersama. Namun, nasib dan peruntungan Zada lebih baik dari Nadine.

__ADS_1


Zada menggaruk tengkuknya yang tak gatal,bukankah ini masih jam kerja? Tapi kenapa justru sedang mengintrogasi dirinya yang tiba-tiba sudah menikah.


"Hei Nadine, terlalu kepo kau dengan urusan pribadi supervisor Zada!" tukas Temmy yang menyadari ketidaknyamanan Zada.


" Ya..."


" Maaf kalau aku tidak mengundang karena memang tak ada pesta. Lagipula, aku tidak menyembunyikannya hanya kalian tidak ada yang tanya 'kan?" Akhirnya Zada bisa menemukan kata-kata yang bagus untuk beralasan.


Semua menjadi diam karena apa yang dikatakan Zada ada benarnya, mereka tak pernah bertanya soal pernikahan Zada. Akan tetapi,bagaimana mau bertanya jika tak ada pemberitahuan atau tanda-tanda kalau Zada sudah menikah.


Seusai menyelesaikan urusan kantor,Zada segera pamit pulang karena dia harus pergi ke rumah sakit lagi. Pasalnya,kata Akbar Dokter Leanne ingin bertemu dengannya untuk membicarakan soal Geva.


Di saat Zada akan memasuki lobi rumah sakit, kebetulan Anna juga baru saja selesai menjenguk Geva. Namun, mereka berdua tak saling berpapasan satu sama lain. Jadi, hubungan antara Zada dan Geva masih belum ketahuan.


...***...


Waktu terus berjalan begitu cepat, berbagai persiapan juga sudah di selesaikan dengan baik. Walau harus mondar-mandir rumah sakit serta mengurus persiapan untuk pagelaran. Zada tak pernah mengeluh sedikit pun,tapi hatinya tetap saja terasa hampa. Pasalnya, di hari yang spesial ini, Geva tak bisa menghadiri acara pagelaran. Alih-alih menghadiri pagelaran, Geva justru masih terbaring koma di rumah sakit.


Panggung yang menakjubkan,lighting yang indah.


Aku tidak menyangka bisa ada di titik ini. Seharusnya hari ini aku sangat bahagia karena pada akhirnya satu impianku terwujud. Dimana, pakaian rancangan ku di pamerkan di acara yang cukup megah. Namun, kenapa aku tak merasa senang sama sekali?


Do saat semua orang masih sibuk memperkerjakan tugas masing-masing, Zada justru termenung menatap panggung pagelaran yang sudah siap. Satu jam lagi,acara akan di mulai.


" Supervisor Zada...,"panggil Amel dengan nafas terlihat ngos-ngosan. Sepertinya dia habis berlarian.


" Ada apa,Mel?"tanya Zada seraya membantu Amel agar lebih tenang.


" A-ada masalah besar terjadi,"ucap Amel dengan raut wajah panik bercampur bingung.


" Masalah apa?"tanya Zada.


" Model utama menghilang!"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2