
" Hei, boneka Annabelle. Bisakah jangan terus-menerus menghubungi dan perhatian pada suami orang?"ketus Zada yang membuat Geva melongo mendengarnya. Pasalnya, dia belum pernah melihat Zada bersikap seperti ini.
" Boneka Annabelle?"ulang Anna yang terlihat begitu kesal saat mendengar Zada memanggilnya seperti itu. Apa Zada lupa siapa dirinya?
" Sayang ...," Geva mencoba untuk mengambil alih ponsel itu,tapi Zada justru memberikan tatapan yang begitu tajam layaknya seekor harimau betina lapar yang siap menerkam siapa saja.
Geva pun hanya bisa pasrah, bukan karena takut istri tapi lebih menjaga perasaan pasangannya. Geva tak mau hanya karena masalah sepele harus membuat mereka bertengkar. Apalagi saat ini kondisi Zada sedang berada pada mood yang sangat buruk.
Anna yang penasaran langsung mengubah panggilan suaranya menjadi panggilan Vidio. Sementara Zada,dengan senang hati akan mengikuti permainan.
Sepasang mata Anna melotot saat melihat Zada dan Geva masih sama-sama memakai bathrobe.
Mereka benar-benar bersama? Apa ini nyata?
" Kalian kenapa bisa bersama?"dengan bodohnya, Anna justru bertanya hal seperti itu. Dia yang biasanya terkenal smart,dan elegan seketika berubah menjadi wanita bodoh akibat shock saat tahu bahwa saingannya hanyalah seseorang desainer junior daripada dirinya.
Jika di lihat dari segi keluarga,status sosial,dan kemampuan Anna memang lebih unggul dari Zada.Bagi Seseorang seperti Anna,dia pasti akan menganggap Zada bukanlah tandingannya tapi kenapa dia justru bisa mengambil pria yang sudah ia cintai selama beberapa tahun ini.
" Apa foto yang aku kirimkan masih belum jelas?" Zada justru menggandeng lengan Geva begitu manja dan mesra.
" Sayang, sepertinya___"
" Diam!"potong Zada yang tak mau di halangi. Anna yang sudah tak tahan pun,langsung mematikan panggilannya secara sepihak. Dia benar-benar tak sanggup melihat Zada yang semakin memperlihatkan kemesraannya dengan Geva.
" Sayang, kenapa kamu barusan bersikap seperti itu pada Anna?"tanya Geva setelah panggilan di matikan.
" Kenapa? Kamu tak suka?"Zada justru kembali bertanya dengan memasang wajah kesal.
" Bukan, hanya__"
" Kamu sadar gak sih kalau Anna itu menyukaimu!"kesal Zada dengan emosi yang sudah memuncak.
__ADS_1
" Huh?" Geva terlihat melongo.
" Jadi, tolong jaga jarak sama wanita yang bernama Annabelle itu,"lanjut Zada yang terdengar seperti sebuah perintah mutlak, tak boleh di tolak.
" Annabeth sayang ...," sahut Geva membenarkan.
Mendengar Geva yang justru membenarkan Zada yang memang sengaja tak mau menyebut nama asli Anna,membuat wanita cantik itu semakin kesal. Zada langsung pergi meninggalkan Geva dengan kaki yang di hentak-hentakkan,menunjukkan kekesalan dirinya.
" Sayang ...," Geva pun berjalan mengikuti Zada yang terlihat marah padanya.
" Stop! Jangan dekat-dekat denganku!"titah Zada dengan memasang wajah sangar.
" Sayang, jangan marah ya ... aku 'kan hanya_" Tiba-tiba Geva jadi ngeblank. Dia bingung harus mengatakan apa agar Zada tidak salah paham dan tak lagi marah padanya.
" Hanya apa?" tanya Zada ketus.
Geva tak mengindahkan perintah Zada, dia tetap menghampiri istrinya dan memeluknya dengan erat.
" Siapa yang cemburu!"sela Zada yang tak mau mengakui kalau dia sedang cemburu.
" Kalau bukan cemburu,terus apa dong?"goda Geva yang merasa kalau Zada yang tengah cemburu cukup mengerikan sekaligus menggemaskan. Sudah jelas cemburu,masih saja mengelak. Gengsinya itu benar-benar sangat besar! Lagian, apa salahnya mengaku cemburu,toh Geva juga suaminya sendiri.
" Aku hanya___ tidak suka dengan wanita seperti Annabeth. Lagian, kamu biasanya juga begitu. Suka menyuruhku untuk jangan terlalu dekat dengan pria lain. Jadi, aku juga boleh 'kan melarang kamu untuk tidak dekat-dekat dengan wanita lain!"tandas Zada yang membuat Geva bungkam.
" Baiklah, terserah kamu saja, Aku nurut. Jadi,jangan marah-marah lagi ya, nanti cantiknya ilang loh!" goda Geva yang mencoba menenangkan istrinya. Dengan lapang dada, Geva memilih untuk mengalah daripada urusan ini semakin panjang. Toh,bukankah laki-laki memang harusnya bersikap seperti itu?
Meminta maaf lebih dulu walau tak salah, dan mencoba mengalah agar sang istri tak semakin marah.
Selesai mengganti pakaian, Geva dan Zada sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke studio photo yang nantinya akan membantu mengabadikan foto-foto mereka. Biasanya, orang akan melakukan prewed sebelum menikah. Kalau Zada dan Geva, melakukan Pastwedd atau foto setelah menikah. Karena cinta mereka juga hadir setelah menikah.
Sebelum melakukan sesi foto, Zada akan di make up terlebih dahulu. Begitu pun dengan Geva yang akan menggunakan tuxedo.
__ADS_1
Sambil menunggu Zada yang sedang di rias, Geva terlihat sedang menelpon dengan Aden untuk membicarakan rencana yang akan ia buat. Geva akan meredakan issu tanpa harus pulang ke Indonesia dan melakukan pers konferens karena dia tak mau waktu honeymoon nya terganggu hanya karena masalah seperti ini.
Tak lama kemudian, Zada sudah keluar dengan memakai gaun putih yang menjuntai sangat indah hingga membuat Geva terpana.
" You are so beautiful,honey ..."puji Geva dengan tatapan penuh damba.
Zada tersipu malu saat mendengarkan pujian dari suaminya.
Selesai mengambil beberapa foto, Zada maupun Geva segera memposting foto buku nikah mereka serta foto-foto yang selama ini wajahnya selalu di tutup-tutupi. Untungnya, Aden juga masih memiliki foto saat Zada dan Geva mengucapkan janji suci sebagai pelengkap kalau mereka benar-benar telah menikah.
Hal itu tentu saja membuat media sosial makin heboh, namun masih saja ada segelintir orang yang tak percaya jika mereka adalah sepasang suami istri. Bahkan,ada yang mengatakan kalau itu hanyalah siasat yang Geva dan Zada lakukan guna menampik berita perselingkuhan itu.
" Kenapa masih ada aja orang seperti ini sih!"kesal Zada pada orang yang masih menggoreng sebuah opini publik. Begitulah manusia kalau sudah di liputi oleh rasa iri dan dengki, dia akan selalu saja merasa bahwa orang lain itu salah,tak ada benarnya.
" Sudahlah,biarkan saja. Toh, kita juga sudah mengkonfirmasi hubungan yang sebenarnya. Soal mereka percaya atau tidak,itu hak mereka. Jadi, untuk saat ini lebih baik kamu tidak usah melihat berita atau media sosial agar moodnya gak buruk. Apalagi,kita kan masih masa-masanya honeymoon,"terang Geva panjang lebar.
Namun,Zada sebagai seorang wanita tentu sulit untuk tidak memikirkannya sebelum semuanya selesai sampai tuntas. Dan,ketika Geva ingin mengambil ponsel itu, tanpa sengaja Zada membaca nama mantan istri suaminya.
Catherine?
" Apa nama mantan istrimu Catherine?"tanya Zada memastikan.
"Sayang,bukankah aku___"
" Cukup jawab ya,atau bukan!" sela Zada yang tak suka mendengar jawaban berbeda dari Geva ketika membahas soal mantan istrinya.
" Diam berarti iya, jadi apakah tato inisial C itu adalah namanya?" Walau Geva sudah mengatakan kalau tak ada lagi nama Catherine di hatinya. Tapi entah kenapa Zada masih ada sesuatu yang mengganjal saat tau inisial nama mantan istri suaminya. Pasalnya, Zada ingat betul kalau di dada sebelah kanan Geva ada sebuah tato daun bunga semanggi yang di balut oleh inisial huruf C. Awalnya,Zada berpikir kalau C itu adalah Four leaf Clover atau nama lain dari daun semanggi berdaun empat,tapi ternyata ....
...****************...
Ada yang tau jawabannya?
__ADS_1