Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 85 : Menantu tak berguna


__ADS_3

Baru saja kemarin Zada merasa senang karena sudah telat menstruasi selama beberapa hari, tapi sekarang dia justru mendapati dirinya kembali datang bulan.


Zada menangkup wajahnya,suara isak tangis mulai terdengar keluar dari bibirnya. Sudah hampir satu tahun mereka menikah,tapi belum kunjung di karuniai anak. Awalnya,Zada mengira kalau dalam perkumpulan keluarga kali ini dia akan memberikan kabar bahagia pada Mama Jianying. Namun, nyatanya semua itu hanya ilusi yang ia ciptakan sendiri.


Melihat istrinya yang tak kunjung keluar dari kamar mandi,membuat Geva mencoba mengetuk pintu yang sudah satu jam lebih tertutup.


" Sayang ... kamu belum selesai? Pagi ini kita ada acra ke rumah Mamah lo,"panggil Geva dari luar sambil terus mengetuk pintu.


Tak lama kemudian, pintu sudah terbuka dan memperlihatkan Zada yang keluar dengan memasang wajah murung.


" Sayang,kamu kenapa? Kamu sakit?"tanya Geva cemas sambil mengecek kening Zada untuk mengetahui apakah dia demam.


" Hari ini,apakah boleh aku tidak ikut ke rumah Mama?"


" Memangnya kenapa?" Geva kembali bertanya.


Zada berjalan meninggalkan Geva,dan duduk diatas ranjang king size mereka.


" Gapapa, aku hanya sedang tak enak badan saja." Zada mencoba mencari alasan agar dia bisa absen dari perkumpulan keluarga. Pasalnya, Zada malas mendengar dan menjawab pertanyaan apakah sudah hamil apa belum.

__ADS_1


Geva berjongkok di depan Zada,lalu menggenggam tangan sang istri yang dingin.


" Ada apa? Apakah ada sesuatu yang terjadi?"tanya Geva lembut,berharap sang istri mau berbagi masalahnya. Namun, Zada masih terdiam dengan wajah tertunduk.


" Aku___" Belum saja Zada selesai berbicara, terdengar suara dering ponsel Geva berbunyi memberitahukan bahwa ada seseorang yang menelpon.


"Aku apa sayang?" tanya Geva yang tak menghiraukan panggilan itu.


" Angkat saja dulu,siapa tahu penting,"kata Zada saat mendengar ponsel Geva terus berdering tanpa henti. Geva pun menurut, dan mencoba mengangkat panggilan itu.


Ternyata itu adalah panggilan telepon dari Mama Jianying.


"Mama cuman mau tanya, hari ini Kamu sama Zada jadi datang kan?"


" Em__" Geva masih menggantung ucapannya,lalu menoleh ke arah Zada seakan meminta sebuah tanggapan.


Zada menggeleng,menandakan bahwa dia tak bisa datang.


" Ma, maaf banget. Sebenarnya, Geva sama Zada sudah berniat untuk datang. Tapi,pagi ini tiba-tiba Zada merasa tidak enak badan. Jadi,maaf ya ... kalau kita sepertinya tidak jadi datang." Geva mencoba memberikan sebuah alasan dan berharap kalau Mamanya akan memaklumi.

__ADS_1


" Zada lagi tidak enak badan?"ulang Mama Jianying yang terdengar terkejut sekaligus khawatir.


" Iya, Ma. wajahnya pucat dan terlihat lemas."


Di ujung sana, Mama Jianying terlihat menyunggingkan sebuah senyum tipis.


" Apa sampai saat ini dia belum menstruasi juga?"


Mendengar kata 'Menstruasi' membuat tubuh Zada semakin lemas. Selama ini,Mama Jianying memang selalu menghitung masa periode Zada. Bahkan, Mama Jianying sering mengirimkan ramuan-ramuan agar cepat hamil, bahkan selalu bertanya apakah Zada sudah telat datang bulan atau tidak.


Hal itulah juga yang membuat Zada sedikit terbebani ketika tak kunjung hamil di usia pernikahan hampir satu tahun.


" Sepertinya belum,Ma," jawab Geva yang memang belum tahu jika pagi ini Zada jadi tak enak badan karena tahu kalau ia dalam masa periode.


Zada membaringkan tubuhnya menyamping membelakangi Geva. Perasaan sedih kembali menyelimuti hati Zada karena merasa menjadi menantu tak berguna karena belum bisa memenuhi keinginan sang mertua untuk segera melihat cucu yang nantinya akan menjadi penerus keturunan Nuraga.


" Kenapa sesulit ini Tuhan? Apakah aku memang belum di takdirkan untuk bisa merasakan ada makhluk kecil yang hidup dan tumbuh dalam rahimku?"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2