
Kini,pagi telah kembali menyapa. Di atas kasur king size, terlihat seorang wanita cantik yang terlihat gelisah, dan seperdetik kemudian ia terbangun dengan nafas yang tersengal-sengal akibat bermimpi buruk.
" Sudah pagi,"gumam Zada seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Namun,ia tak mendapati suaminya ada di sana.
" Apa dia semalam tidak pulang? Lalu, siapa yang membawaku ke atas kasur?"
Seingat Zada, semalam dia duduk di sofa sambil menunggu kepulangan Geva. Namun, suaminya tak kunjung pulang sampai membuatnya tertidur. Tak mau berpikir terlalu lama,Zada langsung bergegas turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar.
" Dewi, Apa semalam Geva tidak pulang?"tanya Zada pada asistennya yang tengah menyiapkan sarapan pagi.
Di sudut lain, terlihat seseorang yang memberikan kode agar Dewi mengatakan tidak.
" Tidak nyonya,"jawab Dewi sesuai permintaan.
" Kemana dia?"gumam Zada yang terlihat begitu cemas.
" Dew, coba kamu hubungi lagi. Siapa tahu sudah bisa,"titah Zada dengan raut wajah yang terlihat begitu cemas. Alih-alih menelpon Geva, Dewi justru menyodorkan aipadnya agar Zada dapat melihat vidio yang telah Geva buat untuk menyangkal semua tuduhan, serta spekulasi yang salah di luaran sana.
Sebelumnya, Geva memang sudah sempat menghubungi seorang jurnalis media gosip,tapi sebelum Geva mengatakan apa yang ingin ia sampaikan, tiba-tiba muncul ide baru yang sepertinya lebih efisien serta masih tetap menjaga privasinya. Toh, kita tak harus menceritakan semua itu pada orang lain hanya untuk mendapatkan sebuah tanggapan baik,apalagi itu adalah aib.
Jadi, Geva memilih untuk merekam sebuah vidio layaknya sebuah konferensi pers yang lebih eksklusif karena hanya jurnalis itu saja yang mempunyai kesempatan untuk menerbitkannya.
Zada pun segera menonton Vidio itu. Selama menonton, Zada bisa dikatakan sangat terharu dengan kata demi kata yang Geva ucapkan. Begitu banyak ungkapan yang terdengar layaknya sebuah pujian untuk Zada. Bahkan,Geva juga mengatakan kalau Zada adalah penyelamatnya dalam kecelakaan lima tahun silam.
Penyelamat? Kecelakaan lima tahun yang lalu?
Zada mencoba mengingat-ingat kembali tentang apa yang telah terjadi lima tahun yang lalu antara dirinya dan Geva.
Sementara Geva, memberi kode pada Dewi untuk pergi meninggalkan mereka berdua. Geva berjalan begitu pelan menghampiri sang istri dan langsung memeluknya dari belakang.
Spontanitas,Zada langsung menyikut perut orang itu.
" Au!"pekik Geva yang merasa kesakitan.
" Lǎogōng,"lirih Zada ketika tahu siapa yang memeluknya dari belakang.
Geva tersenyum,lalu mengacungkan dua jempol pada Zada. " Sepertinya,gerak reflekmu sudah mulai meningkat,"puji Geva. Sementara Zada justru kembali memukuli Geva karena sudah tak pulang dan memberikan kabar sedikitpun.
" Kenapa kamu malah jadi KDRT begini sih!"protes Geva yang langsung mendapatkan pelukan dari Zada.
Zada memeluk Geva cukup erat,layaknya seseorang yang takut di tinggal pergi,
" Maaf kemarin aku yang salah, aku janji tidak akan pernah membahas masa lalu lagi,"ucap Zada yang terdengar seperti sebuah kalimat penyesalan. Zada memang menyesal karena belum mempercayai suaminya seratus persen, bahkan dia terus-menerus membahas masa lalu padahal Geva pernah mengatakan kalau ia tak menyukainya.
" Kamu yakin?"tanya Geva yang terlihat seperti tak percaya. Pasalnya, wanita memang cenderung sering membahas soal masa lalu jika ada masalah. Itulah mengapa Geva tak mau menceritakan masa lalunya.
Zada mengangguk, Geva mencubit gemas pipi istrinya yang mulai chubby karena terlalu banyak makan.
__ADS_1
**
Selesai sarapan,sepasang suami itu terlihat duduk santai bersama di sebuah sofa sambil menonton televisi.
"Lǎogōng," panggil Zada.
" Ada apa sayang?"
" Ucapanmu di vidio itu yang mengatakan kalau ada adalah penyelamat,apakah itu benar?"tanya Zada yang begitu penasaran. Pasalnya,dia belum bisa mengingat kejadian lima tahun yang lalu.
Geva memperbaiki posisi duduknya, lalu menatap Zada dengan seksama.
" Jadi,kamu belum mengingatnya?" Geva justru kembali bertanya.
Zada menggeleng dengan polosnya, membuat Geva hanya bisa menghela nafas panjang. Walau Geva tak suka membahas tentang masa lalu tapi dalam kasus Zada sepertinya butuh hal itu.
" Kalau begitu, apa kamu mau mendengarkan sebuah cerita dariku?" tawar Geva yang membuat Zada bingung.
" Cerita ini,akan menjawab semua pertanyaan yang sebelumnya pernah kamu tanyakan,"lanjut Geva yang membuat Zada semakin penasaran dan bingung.
Demi menjawab kebingungan itu,Zada pun menurut saja. Toh,bukankah hanya mendengarkan sebuah cerita. Setelahnya,Geva pun segera memulai ceritanya.
"Lima tahun lalu, di sebuah apartemen yang sederhana. Ada seorang wanita yang tiba-tiba memberikan surat cerai pada suaminya.
Sang suami yang tak tau apa-apa pun terkejut,dan bertanya pada Sang istri. Apa alasan yang membuatnya ingin bercerai?Apakah ada sesuatu darinya yang tak di sukai istrinya? Jika seperti itu, si pria akan mencoba memperbaikinya asal istrinya tetap mau bersamanya."
Zada menggeleng.
" Sang istri hanya mengatakan kalau dia sudah tak bisa lagi menjalani pernikahan ini."
" Kenapa? Apakah sebelumnya mereka sempat bertengkar? Atau pernikahan nya tak bahagia?" Saling terbawa oleh cerita hingga membuat Zada langsung memberondong beberapa pertanyaan sekaligus.
" Mereka tak bertengkar,tapi hubungan pernikahan memang tak seperti pernikahan pada umumnya. Begitu hambar, apalagi setelah calon anak mereka meninggal. Tapi masih ada satu hal yang masih terasa mengganjal."
" Apa?"
" Sang wanita pergi bersama laki-laki."
" Jadi si wanita selingkuh?"
" Entahlah, karena sampai sekarang si laki-laki tak pernah tahu jawaban yang sebenarnya. Karena sebelum mendapatkan sebuah penjelasan. Mobil yang di kendarai oleh wanita itu mengalami sebuah kecelakaan tepat di depan mata suaminya."
Zada tercengang,ia tak pernah mengira bahwa kelanjutan ceritanya akan seperti itu.
" Terus, gimana kelanjutannya?"
Geva tersenyum saat melihat sang istri yang justru kecanduan akan kelanjutan cerita itu,alih-alih menyadari kalau itu adalah kisah Geva. Apakah Zada se lola itu?
__ADS_1
" Laogong ... kenapa malah diam saja? lanjutin dong ceritanya,"pinta Zada.
" Melihat mobil di depannya mengalami tabrakan, si pria spontan membanting stir hingga menabrak pembatas jalan."
" Jadi,si pria ikut kecelakaan juga?"
Geva mengangguk.
" Ya, dan setelahnya terdengar suara ketukan dari luar. Ternyata, ada seorang gadis muda yang terus memanggil dan bertanya apakah si pria itu baik-baik saja? Si pria berusaha untuk bangun, tapi kakinya saat itu sangat sulit di gerakkan. Sementara gadis itu terlihat mencoba membantu membuka pintu mobil dari luar hingga terdengar suara sirene mobil ambulance dan polisi datang. Pada akhirnya,mereka semua berhasil mengeluarkan pria itu walau dalam keadaan sudah tak sadarkan diri.
" Kasihan sekali ...,tapi dia selamat 'kan?"
" Dia selamat,tapi istri dan pria yang bersamanya tidak. Mereka meninggal di tempat."
Hanya mendengarkan cerita Geva saja sudah membuat mata Zada mengembun. Apalagi jika Zada menjadi pria itu? Pasalnya, Zada tahu bagaimana rasanya di khianati,dan itu sangat menyakitkan. Apalagi ini,di khianati dalam pernikahan lalu kehilangan selama-lamanya.
" Za, apa kamu tak menyadari sesuatu?" Geva mencoba memastikan.
" Menyadari sesuatu?"ulang Zada dan di angguki oleh Geva.
Zada terdiam, kemudian baru tersadar kalau___
" Jangan bilang kalau itu adalah kisahmu sendiri? Dan gadis muda itu___"
" Dia adalah kamu,Za,"lanjut Geva.
Zada langsung menutup mulutnya yang melongo, dia benar-benar lola sekali sampai begitu lama baru menyadarinya.
Geva menggenggam tangan Zada.
" Sekarang,kamu sudah tahu 'kan bagaimana kisah masa laluku dengan Catherine? Jika seperti itu,apa kamu masih akan berpikir bahwa dia ada di hatiku?"
Zada terdiam membisu,dia seakan tak tahu harus berkata apa-apa.
" Lalu___ "Geva membuka kancing bajunya hingga memperlihatkan dada bidangnya yang terdapat sebuah tato daun four leave clover dan inisial C.
" Apa kamu lupa dengan gambar liontin di gelangmu sendiri yang dulu kamu berikan padaku?"
" Jadi__" Lagi-lagi,Zada seakan gak sanggup melanjutkan perkataannya. Tapi,tangannya bergerak memegang tato itu.
" Inisial ini adalah namamu,Za. 'Clofer' bukan Catherine. Gelang yang kamu berikan itu hilang,itulah kenapa aku menggantinya dengan menggambar sebuah tato yang sama dengan bentuk liontin itu sebagai pengingat kalau dulu ada seorang gadis yang pernah menyemangati aku untuk tetap hidup. Bahkan, dia rela memberikan jimat keberuntungannya padaku agar aku memiliki keberuntungan yang baik."
" Jika seperti itu,kenapa tidak dari kemarin kamu mengatakannya? Kalau begini kan___" Zada justru menangis sesegukan. Dia benar-benar terharu bercampur malu karena sudah salah paham.
Geva pun memeluk Zada. " Aku tak mau mengatakannya karena ingin kamu mengingatku,Za."
...****************...
__ADS_1