
" Za ... apa ini pertama kalinya?"tanya Geva di tengah-tengah permainan. Jujur, Geva tak pernah berpikir akan mendapatkan wanita yang masih segel. Apalagi saat mengingat kembali kalau Zada dan Emerald sudah berpacaran sangat lama,tapi__ semua benar-benar di luar dugaan.
Zada menggigit bibir bawahnya,lalu mengangguk secara perlahan.
" Kalau begitu, katakan padaku jika terlalu menyakitkan! Karena katanya, yang pertama itu akan sedikit menyakitkan,"ucap Geva seraya kembali mencium bibir Zada yang sudah menjadi candunya.
Ini memang bukanlah pertama kalinya bagi Geva,tapi ini adalah pertama kalinya dia mendapatkan wanita yang masih perawan. Kehidupan pernikahannya dengan Zada,memang selalu saja menimbulkan sebuah kejutan-kejutan kecil. Namun, hal itulah yang membuat pernikahan mereka penuh warna serta membuat Geva semakin mencintai Zada, bahkan berharap bisa bersamanya dalam waktu yang lama.
Geva berharap, Zada adalah wanita terakhir yang bisa menemaninya hingga tua dan menutup usia bersama.
Walau sedikit sulit, pada akhirnya Geva dapat menembus gawang itu.
" Gev ...,"lirih Zada saat merasakan sakit yang tak terkira, meski tak melihat dengan jelas sebesar apa milik suaminya. Zada merasa intinya begitu penuh dan mengganjal.
" Apakah sangat sakit? Mau mengakhirinya?"
Melihat Zada yang kesakitan,hingga menitikkan air mata tentu membuat Geva tak tega. Namun, siapa sangka jika Zada justru menjawab dengan gelengan kepala. Dia memang merasakan sakit,tapi bukankah hal ini memang sudah seharusnya mereka lakukan? Masak iya harus berhenti di tengah jalan, lagipula Zada pernah mendengar kalau rasa sakit itu hanya dia awal saja, setelahnya ...
Berhubung Zada masih bersedia untuk lanjut, Geva berusaha mengalihkan rasa sakit itu dengan kembali ******* bibir Zada. Hentakan yang awalnya menyakitkan, kini berubah menjadi rasa yang begitu nikmat hingga membuat Zada melenguh,mendesah,melayang dan ingin terus menikmatinya.
Kamar pengantin yang sudah di hias begitu indah, seakan menjadi saksi bisu kisah percintaan sepasang suami istri yang tengah memadu kasih, dan saling memberikan kenikmatan pada pasangannya.
Entah berapa kali dan berapa lama kedua pasangan suami istri itu melakukan penyatuan hingga membuat keduanya kelelahan dan akhirnya tertidur dalam kondisi masih naked.
*
*
Di belahan dunia lain,terlihat seorang wanita yang tengah merasa kacau balau. Hatinya sedang patah, tak ada sedikit raut kebahagiaan di wajahnya. Padahal, malam ini adalah malam Natal. Malam yang biasa menjadi malam penuh bahagia bagian para umat Kristiani untuk memperingati kelahiran Sang Juruselamat, Yesus Kristus. Peristiwa Natal membawa sukacita dan damai sejahtera bagi dunia karena Sang Mesias lahir. Namun, malam ini justru membawa kesedihan bagi seorang Annabeth.
Dimana, hatinya hancur saat mendengar kabar kalau ternyata pria yang sangat ia cintai telah menikah. Ya, berhubung Anna tak mendapati Geva di apartemennya, ia mencoba menghubungi Aden untuk mencari tahu.
Aden yang memang tak pernah menyukai Anna, tentu berkata jujur kalau Geva saat ini tengah berbulan madu dengan istrinya. Namun,Aden masih merahasiakan siapa istri Geva.
" Jika Geva sudah menikah, kenapa dia harus merahasiakannya?"gumam Annabeth seraya kembali meneguk gelas wiski yang ada di tangannya.
" Hei, isi lagi minumanku!"titah Anna pada seorang bartender.
__ADS_1
" Tapi, anda sudah meminum cukup banyak nona. Bagaimana jika anda nanyi___"
" Jangan banyak bicara, isi saja!"potong Anna dengan suara membentak. Dalam keadaan seperti ini, dia akan sangat mudah emosi.
Sang Bartender pun kembali mengisi gelas Anna yang memang sudah kosong. Setelah terisi,Anna langsung meneguknya lagi sampai tandas.
Ia benar-benar tak pernah menyangka bisa sekacau ini saat patah hati. Selama ini, Anna mengira kalau kisah cintanya akan berakhir bahagia,mengingat hubungan keduanya bisa di katakan cukup dekat daripada orang lain. Tapi,siapa sangka jika Geva tiba-tiba menikah? Ya, dia telah menikah bukan lagi pacaran.
" Sebentar,kalau tidak salah. Aku tadi mendengar suara Geva terdengar seperti dari kejauhan. Jika seperti itu, siapa yang mengangkat teleponku?" racau Anna seraya mencoba membuka kembali tasnya.
Dengan kesadaran yang tinggal setengah, Anna mencoba kembali menghubungi Geva tapi tak kunjung di jawab. Anna tak menyerah,dia terus menghubungi hingga terdengar nada tersambung.
" Halo,ini siapa?"tanya Geva dengan suara serak khas orang bangun tidur.
" Gev, kamu dimana?"tanya Anna dengan suara sedikit meracau.
" Anna, apa kamu sedang mabuk?"tanya Geva yang menyadari suara Anna yang tengah mabuk.
" Hehe ... aku tidak mabuk, hanya meminum wiski beberapa gelas saja,"racau Anna yang semakin tak jelas bicaranya.
Anna kembali tertawa, dia sangat bahagia mendengar Geva yang khawatir padanya. Namun, senyum bahagia itu seketika memudar saat Anna mendengar suara seorang wanita memanggil Geva dengan panggilan 'lǎogōng' yang memiliki arti suamiku. Bahkan, wanita itu mengeluh kedinginan hingga terdengar suara Geva yang sibuk mencoba menghangatkannya.
Apa yang sedang terjadi? Apa mereka benar-benar sedang ber bulan madu?
**
Pagi pun telah kembali menyapa, namun matahari seakan malu-malu untuk sekedar memperlihatkan dirinya walau sejenak saja hingga membuat langit terlihat mendung, hanya ada awan putih.
Sepasang mata yang indah, terlihat mulai mengerjap layaknya sedang bersiap-siap untuk terbuka. Pagi ini, pemandangan yang pertama kali Zada lihat adalah wajah suaminya yang begitu tenang, dan damai.
Melihat Geva masih tertidur,membuat Zada lebih leluasa untuk memandangi wajah tampan itu tanpa harus merasa gengsi. Namun, siapa sangka jika Geva ternyata hanya berpura-pura tidur.
" Apa wajahku setampan itu sampai membuatmu betah berlama-lama memandangiku sayang?" ujar Geva yang sontak membuat Zada terkejut dan mencoba untuk berpaling. Namun, pergerakan tangan Geva lebih cepat sehingga mampu membuat Zada sudah berada dalam pelukannya dalam waktu beberapa detik saja.
Kenapa sifat narsisnya masih ada?
" Good morning and merry Christmas, honey," ucap Geva seraya mencium lembut pundak mulus istrinya.
__ADS_1
" Morning, and Merry Christmas juga," jawab Zada lirih dan sedikit malu karena ketahuan diam-diam sedang memperhatikan Geva yang masih tertidur.
" Apakah tidurmu nyenyak sayang?"bisik Geva yang semakin menempelkan tubuhnya pada Zada hingga membuat wanita cantik itu merasakan ada sesuatu yang keras menempel pada bokongnya.
" I_tu apa?"tanya Zada polos dengan tubuh yang meremang akibat Geva terus menciumi lehernya.
" Sesuatu yang bisa membuatmu melenguh dan mendesah,"bisa Geva yang langsung membuat pipi Zada merona. Ingatan tentang kegiatan semalam seakan berputar kembali bagaikan kaset rusak yang membuat pipi Zada semakin memerah.
" Sayang, ayo lagi,"pinta Geva yang sudah ingin kembali meneguk indahnya madu percintaan.
" Aku mau mandi," ucap Zada yang mencoba untuk kabur. Pasalnya, ia masih belum memiliki tenaga untuk melakukan olahraga panas. Jangankan tenaga, cacing di dalam perutnya saja sudah protes minta di isi.
" Au!"pekik Zada ketika merasa pangkal paha nya yang terasa sedikit perih.
" Ada apa sayang?"tanya Geva panik. Sementara Zada hanya diam saja karena dia malu jika harus mengatakan jika intinya sangat sakit jika di pakai berjalan.
Geva yang paham,langsung menggendong tubuh Zada ala bridal style berjalan memasuki kamar mandi.
" lǎogōng, aku bisa jalan sendiri,"kata yang malu jika harus di gendong seperti ini hanya untuk pergi ke kamar mandi.
" Sudah, diamlah!"
Sesampainya di kamar mandi, Geva mendudukkan tubuh Zada diatas closet. Sementara dia mengisi bathtub dengan air hangat dan juga sabun. Melihat Geva yang begitu perhatian, membuat Zada merasa bersyukur karena mendapatkan suami sebaik ini.
Dia adalah pria yang begitu baik dan perhatian tapi kenapa pernikahannya yang sebelumnya bisa kandas?
Soal pernikahan Geva yang sebelumnya, Zada memang tak tahu apapun. Dia memang tak berani bertanya karena Geva tak pernah menyinggungnya sedikitpun.
" Airnya sudah siap tuan putri,"ucap Geva lembut seraya menghampiri Zada.
" Tubuhmu kenapa? Apa kamu alergi?"tanya Zada saat menyadari tubuh Geva yang merah-merah.
Melihat Zada yang begitu polos,tentu membuat Geva tertawa. " Apa kamu lupa jika ini adalah mahakarya yang kamu buat semalam sayang?"sindir Geva yang langsung membuat Zada menutup mulutnya yang menganga lebar.
...****************...
Sudah lunas ya gengs...
__ADS_1