Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 48 : Jangan tinggalkan aku!


__ADS_3

"Nona ...," panggil Dokter Lean ketika melihat Zada yang tiba-tiba menyelonong masuk kedalam ruang operasi.


Di saat Lean ingin mengejar,tangannya justru di cekal oleh seorang pria.


" Biarkan saja,"ucap pria itu yang tahu akan kekhawatiran Zada.


" Tapi, itu sudah menyalahi aturan! Selain petugas medis di larang masuk kedalam ruang operasi,apalagi dengan tubuh yang kotor tanpa__"


" Saya akan menanggung semuanya,entah ganti rugi atau apapun itu!"sela Aden yang membuat dahi Lean berkerut. Lean paling tak suka berurusan dengan orang yang sok berkuasa seperti ini, tapi melihat gadis itu yang terlihat begitu kalut membuatnya jadi tak tega.Itulah Lean, walau dia terkenal tegas dan sangat disiplin saat sedang bekerja tapi hatinya yang.begitu lemah lembut terhadap wanita sulit di hilangkan. Apalagi dia juga mempunyai istri,dan adik perempuan yang usianya sepantaean dengan gadis itu.


" Hentikan!"seru Zada tatkala melihat seorang suster yang bersiap untuk menutup tubuh Geva dengan sebuah kain putih.


Zada berlari menghampiri tubuh suaminya yang terkulai lemas di atas meja operasi.


" Nona anda__"


" Biarkan saja," ucap Lean yang akhirnya memberi izin Zada untuk melihat kondisi suaminya.


Jika Lean yang sudah berbicara, maka semua hanya bisa menurut begitu saja. Pasalnya, statusnya bukanlah hanya seorang dokter bedah biasa. Melainkan pemilik serta pimpinan rumah sakit ini. Ya, rumah sakit ini ada di bawah kepemilikan keluarga Fabio yang belum lama berdiri. Walau statusnya masih rumah sakit yang terbilang baru,tapi soal kwalitas kinerja jangan di ragukan lagi. Apalagi keahlian Lean yang memang sudah di akui banyak oleh pasien serta para ahli dalam bidang ini.


" Laogong ..."lirih Zada seraya menyentuh wajah suaminya yang begitu pucat. Sementara petugas medis yang lainnya sedikit menjauh, seakan memberikan ruang untuk Zada agar lebih nyaman saat berbicara.


" Laogong, Bisakah buka matamu?Kenapa kamu terus tertidur? Jangan membuatku takut ..." Zada mencoba untuk menahan air matanya agar tak jatuh tapi ternyata tak bisa.Buliran bening itu terus luruh tanpa di suruh.


Zada memegang tangan suaminya yang begitu dingin." Kemarin, kamu masih mengatakan padaku untuk jangan pernah pergi tapi kenapa sekarang___ " Tenggorokan Zada tercekat, Kata-kata yang ingin ia ucapkan seakan begitu sulit untuk keluar.


Sebelumnya,Zada tak pernah mengira bahwa dia akan sesedih ini saat melihat Geva terluka atau pergi meninggalkan dirinya. Tapi nyatanya, dia seakan tak mampu jika harus kehilangan pria di depannya ini.Pria yang selalu menggodanya,mencuri ciumannya,membuatnya kesal sekaligus merasa senang.


" Sekarang,bisakah aku yang meminta untuk jangan tinggalkan aku?Jangan pergi,tetap ada di sampingku dalam waktu yang lama. Bukankah sebelumnya kamu mengatakan kalau ingin mengajakku pergi honeymoon setelah acara pagelaran selesai?Tapi kenapa sekarang___" Zada semakin terisak, membuat semua merasa terharu dan iba.Bahkan, seorang suster mendekatinya dan memberikan sebuah tissu untuk mengelap air matanya serta menepuk pundaknya layaknya sedang memberikan sebuah kekuatan.


" Gevariel Daviandra Nuraga,bangunlah.Bukankah kamu bilang mencintaiku,lalu kenapa pergi begitu cepat ... Bangun, jangan tinggalkan aku sendiri ..."Zada menggoyang-goyangkan tubuh Geva berharap bahwa dia akan bangun.

__ADS_1


Sejak kecil, Zada sudah menjadi yatim piatu dan hidup di sebuah panti asuhan. Selama ini, dia kekurangan kasih sayang serta kehangatan sebuah keluarga.Kehidupan yang ia jalani juga begitu keras dan berliku-liku.Namun,sejak Geva hadir dalam hidupnya,kehidupan Zada seakan berubah seratus delapan puluh persen.


Sejak menikah dengan Geva, Zada seakan mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu dari Mama Jianying, kakak perempuan dari Kak Aristya dan seseorang yang mencintainya tanpa syarat.Tak hanya itu,Zada juga seakan memiliki seseorang yang dapat menyokongnya.Seseorang yang selalu berdiri paling depan untuk melindunginya.


Di kala kebanyakan orang tak mempercayainya, Geva tetap percaya dan selalu membantunya.Bahkan,hari ini dia telah menyelamatkan dirinya. Seharusnya,yang berbaring di sini adalah dirinya jika Geva tak mengubah posisi.


Tet ... Tet ... Tet ...


Suara monitor jantung yang sebelumnya sempat berhenti, tiba-tiba kembali berdetak. Semua orang tercengang,sebuah keajaiban seakan datang menghampiri Geva.


Zada terlihat tersenyum bahagia, sementara para petugas medis lainnya kembali memeriksa kondisi Geva.


Tuhan ...terimakasih telah memberikan kesempatan kedua pada suamiku.Saya janji akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.


*


*


Sambil menunggu Geva yang akan di pindahkan ke ruang ICU, Zada memilih pergi ke toilet untuk membersihkan dirinya.


" Jelek sekali!"maki Zada pada dirinya sendiri lewat pantulan cermin. Terlalu banyak menangis hingga membuat wajah Zada terlihat sedikit bengkak.


" Apa itu tandanya akau juga sudah mencintainya?"gumam Zada dengan sedikit menarik sudut bibirnya. Selama ini, Zada selalu berusaha untuk membentengi diri sendiri agar tak jatuh cinta dengan mudah tapi nyatanya belum ada sebulan menikah dengan Geva ia sudah jatuh cinta pada pria itu.Pria yang dadakan menjadi suaminya akibat salah mengenali orang.Bahkan, sekarang dia sangat takut kehilangannya.


Namun, siapa sih yang tak akan jatuh hati jika terus-menerus di berikan perhatian,kasih sayang,dan cinta?Bahkan, selama menikah dengan Geva,Zada seakan di jadikan layaknya seseorang yang begitu berharga setelah mendapatkan sebuah penghianatan dari sang mantan kekasih.


...***...


"Nyonya, apakah anda tidak mau pulang istirahat sebentar?" tanya Aden.


Zada menggeleng.

__ADS_1


* Tapi anda sudah tidak istirahat semalaman menunggu bos, takutnya___"


" Bukankah kamu juga?"potong Zada yang langsung membuat Aden diam.


Setelahnya, seorang pria datang dengan membawakan sarapan pagi dan juga minuman.


" Jika anda tidak mau pulang, maka sarapan saja dulu agar perut anda tak kosong." Aden menyodorkan.sebuah Paper bag berisi sekotak makanan dan juga minuman. Namun Zada masih saja menolak, membuat Aden jadi bingung sendiri.


" Nyonya jika anda seperti ini, dan sampai jatuh sakit. Saya yang akan kena marah oleh bos karena tidak bisa menjaga anda dengan baik." Aden masih terus berusaha membujuk Zada agar mau makan walau sedikit.


" Aden, sampai saat ini suamiku masih belum sadarkan diri. Apa iya, aku bisa ada nafsu makan?" Zada justru kembali bertanya yang membuat semua orang bingung harus berkata apalagi.


Dan tak lama kemudian, twrssngar derap langkah beberapa orang datang menghampiri.


" Mama ...,"lirih Zada saat melihat Mama Jianying yang datang bersama Kakak-kakak Geva. Pagi ini,Aden memang menghubungi keluarga Geva karena bagaimana pun mereka harus tau keadaannya.


" Zada, bagaimana keadaan Geva?"tanya Mama Jianying yang terlihat begitu cemas.


Zada hanya bisa menunduk,dia seakan tak mampu untuk berkata-kata apalagi.


" Ini semua pasti gara-gara kamu 'kan adikku bisa masuk rumah sakit seperti ini!"hardik Eshika.


" Maaf, Maaf jika gara-gara menolong Zada, Geva jadi___" tenggorokan Zada kembali tercekat.


" Tuh 'kan benar apa yang aku bilang. Dasar gadis pembawa sial!Belum juga ada sebulan adikku menikah denganmu, tapi dia sudah jadi seperti ini! Bagaimana kalau___


...****...


Ada yang nangis?


Jangan lupa like,komen,vote dan hadiahnya ya gengs...

__ADS_1


__ADS_2