
Mendengar kabar kalau Zada sakit, Mama Jianying langsung datang berkunjung dengan membawa beberapa makanan penambah stamina.
" Mama kenapa repot-repot membawakan banyak makanan,"ucap Zada yang merasa tak enak karena telah merepotkan.
" Tidak repot, kalau Mama tidak bawa makanan. Paling Geva juga hanya akan memesan makanan di luar," kata Mama Jianying yang membuat Geva dia saja karena hal itu benar. Pasalnya, Geva hanya bisa memasak makanan-makan yang simple seperti sandwich, tumis tomat telur, dan nasi goreng. Selain itu,dia tak bisa.
Sementara Zada,butuh makanan yang bergizi dan bisa menambah stamina. Jadi,kalau bukan Mama Jianying,siapa lagi yang akan memasakkan.
" Sekarang,Makan yang banyak biar cepat sembuh,"ucap Mama Jianying seraya memberikan sop tulang sum-sum dan iga.
Zada mengangguk, lalu segera memakan sop buatan sang Mama mertua.
" Bagaimana,enak nggak?"tanya Mama Jianying seakan sedang menanti sebuah penilaian dari menantunya.
" Enak sekali,Ma," jawab Zada dengan tersenyum lebar karena masakan Mama mertuanya memang sangat enak. Judulnya sop tulang sum-sum dan iga tapi rasanya beraneka ragam. Sepertinya Mama Jianying banyak memasukkan rempah-rempah yang Zada tak tahu apa itu tapi terasa hangat di tubuh.
" Kalau begitu,habiskan. Kamu juga makan,Gev,"titah Mama Jianying.
Selesai memberikan beberapa makanan yang nantinya bisa di hangatkan,Mama Jianying segera pamit pulang.
" Oh,ya Ma. Ini ada oleh-oleh buat Mama." Zada memberikan sebuah Paper bag berukuran sedang pada mertuanya.
" Kenapa repot-repot belikan Mama oleh-oleh, Sebenarnya cukup kalian memberikan kabar bahagia soal calon cucu Mama itu sudah lebih dari cukup,"terang Mama Jianying yang terlihat begitu ingin mendapatkan cucu dari Geva dan Zada.
" Soal itu,doakan saja,Ma. Semoga kita bisa segera memberikan kabar bahagia itu,"ucap Geva seraya memeluk kedua pundak Zada.
" Itu sudah pasti. Tapi,untuk saat ini boleh di pending sampai Zada sembuh. Kamu Geva, Semangat boleh tapi jangan sampai lupa memperhatikan kondisi istri kamu! Harus ada jeda,"nasehat Mama Jianying yang membuat pipi sepasang suami istri itu merona.
Sebagai orang yang sudah pengalaman, tanpa di beritahu pun Mama Jianying sudah sangat paham apa penyebab dari sakitnya sang menantu.
Setelahnya,Mama Jianying dan asistennya segera pamit pulang ke rumah.
***
__ADS_1
Keesokan paginya, Zada sudah beraktifitas seperti biasanya. Pagi-pagi sudah menyiapkan sarapan untuknya dan juga Geva karena hari ini dia akan kembali bekerja.
Jika Zada sudah sibuk di dapur,lain halnya dengan Geva yang masih tidur terlelap. Namun,tak lama kemudian terlihat mengerjap dan mulai meraba-raba ranjang di sampingnya mencari keberadaan sang istri. Sepasang mata yang awalnya sangat sulit terbuka, seketika terbuka lebar ketika menyadari sang istri tak ada di sampingnya.
Geva mengedarkan pandangannya ke sekeliling, namun tak mendapati ada Zada di sana. Ia pun langsung bergegas turun dari ranjang dan berjalan keluar untuk mencari dimana keberadaan Istrinya.
Melihat Zada yang sibuk memasak di dapur,membuat Geva lega.
" Selamat pagi sayang,"ucap Geva seraya melingkarkan tangannya di perut sang istri.
" Pagi juga,"sahut Zada tanpa menghentikan aktivitasnya. Sementara Geva terus menciumi pundak sang istri.
" Kamu kok sudah masak, apakah sudah baikan?"tanya Geva dengan menatap lekat wajah cantik istrinya walau tanpa make up.
" Sudah kok,lagian gak enak kalau hanya rebahan aja. "
Zada mematikan kompornya,lalu berbalik menatap ke arah suaminya.
" Oh,ya. Hari ini aku izin berangkat kerja,ya..." izin Zada dengan tersenyum manis.
" Em ... kalau aku bilang sudah kangen ingin cepat-cepat masuk kantor___ apakah di bolehkan? Lagipula, aku sudah lama ambil cutinya. Jadi,gak enak dong sama karyawan yang lain. Masak, mentang-mentang istri CEO kerjanya jadi seenaknya." Zada mencoba membujuk dan berharap kalau Geva akan mengizinkan.
Geva menghela nafas panjang, dia seakan merasa dilema antara mengizinkan atau tidak. Kalau boleh bersikap egois, Geva tak ingin Zada berangkat ke kantor karena gak suka jika istrinya bertemu dengan Emerald. Apalagi,Emerald saat ini terlihat seperti sedang mengincar Zada lagi. Tapi, apa yang dikatakan Zada ada benarnya juga. Walau dia punya status spesial,tapi sebagai atasan yang baik tak seharusnya mencontohkan hal buruk dengan mengambil cuti terlalu lama.
" Baiklah, tapi kalau kamu merasa tak enak badan langsung izin pulang saja,oke. Karena Aku gak mau melihat istriku yang cantik ini sakit lagi," pesan Geva yang diangguki oleh Zada.
...**...
" Selamat datang Nyonya bos ...," seru semua orang dengan menyalakan party popper.
Zada yang tak tahu apa-apa tentu saja terkejut saat mendapatkan penyambutan seperti ini.
" Happy wedding Nyonya bos," ucap Amel dengan membawa sebuah buket bunga yang cukup besar.
__ADS_1
" Semoga pernikahannya langgeng sampai kakek nenek dan segera mendapatkan momongan," ujar semua orang bersamaan layaknya tim paduan suara. Setelahnya,Mita memberikan sebuah kado yang berbungkus kotak besar.
" Terimakasih atas ucapannya, dan maaf karena sudah menyembunyikannya,"kata Zada yang tiba-tiba merasa tak enak karena selama ini telah menyembunyikan identitas aslinya.
Semua orang menggeleng,dan mengatakan tidak masalah walau sebenarnya sedikit merasa tak enak saat tahu kalau ternyata Zada adalah istri dari Direktur Utama Nuraga grup.
" Dan Satu lagi,bisakah kalian bersikap seperti biasanya saja. Jangan terlalu berlebihan karena statusku yang merupakan istri dari Gevariel,"pinta Zada.
Semua orang terlihat saling pandang satu sama lain. Kemudian, Amel,Mita,dan Nadine langsung berhambur memeluk Zada.
" Kangen ...," seru ketiga wanita itu.
" Aku juga kangen sama kalian, dan ada oleh-oleh juga," ucap Zada yang langsung membuat wajah ketiga gadis itu berbinar mendengarnya.
Setelahnya,semua tim satu segera masuk ke dalam ruangan desain karena Zada akan membagikan oleh-oleh.
" Supervisor Zada, jadi pacar anda sebelumnya apa benar Pak Wadek( Wakil direktur)"tanya Mita penasaran.
Zada hanya tersenyum,namun senyuman itu sudah seperti sebuah jawaban.
Ketiga gadis itu saling pandang dengan wajah yang melongo. Pasalnya,mereka benar-benar salut pada Zada karena begitu pandai menutupi itu semua sampai tak ada yang tahu kalau mereka pernah menjalin hubungan. Bahkan,hubungan itu berjalan cukup lama sampai hampir menuju ke pelaminan, tapi pada akhirnya tak bersama.
Kini,teka teki yang pernah muncul seakan terjawab sudah. Dimana, Kekasih dan suami Zada memang adalah dua orang yang berbeda.
...***...
Huek
Huek …
Cairan bening itu keluar lagi, entah ini sudah yang ke berapa kalinya ia keluar masuk toilet akibat terus-menerus mengalami mual dan muntah.Yang jelas, semua makanan serta minuman di dalam perutnya seakan sudah keluar semua tak tersisa sedikit pun.
" Astaga, Aku kenapa, sih! Perasaan dari kemarin nggak makan yang aneh-aneh!" gumam Pria itu.
__ADS_1
...***...
Kira-kira, siapa ya yang muntah2