
Setelah menempuh perjalanan selama belasan jam, akhirnya Zada dan Geva menginjakkan kakinya di kota Paris. Zada terlihat menutup matanya sejenak,seakan tengah merasakan hembusan angin di kota Paris yang sangat dingin. Pasalnya, sudah memasuki musim dingin.
Merasakan udara yang cukup dingin, membuat Geva kembali memakaikan syal pada leher istrinya serta sarung tangan agar lebih hangat. Sebelum turun dari pesawat, Zada dan Geva sudah lebih dulu memaki jaket tebal.
" Dingin?"tanya Geva seraya menempelkan kedua tangannya di pipi Zada.
Zada mengangguk. Terbiasa hidup di negera tropis,tentu saja membuat tubuh Zada cukup shock saat merasakan udara yang sangat dingin.
" Kalau begitu,ayo masuk mobil," ajak Geva seraya menggandeng tangan Zada memasuki sebuah mobil vans yang sudah datang untuk menjemput mereka.
Zada yang baru pertama kali merasakan liburan di saat musim salju tentu saja terlihat lebih antusias. Tatapannya terus tertuju ke pemandangan yang di suguhkan untuk nya.
" Kamu menyukainya?"tanya Geva
Zada mengangguk, lalu berterima kasih pada Geva karena sudah membawanya pergi berlibur.
" Kalau begitu,siapkan hadiah juga untukku sebagai balasannya,"bisik Geva di dekat telinga Zada yang seketika membuat tubuh gadis cantik itu berubah memanas. Lagi dan lagi,Zada seakan merasakan ada sengatan listrik yang terjadi ketika Ia berdekatan dengan Geva. Bahkan, hanya sekadar hembusan nafasnya saja sudah dapat membuat telinga Zada memerah,serta tubuhnya meremang.
" Pamrih sekali ...,"cibir Zada. Sementara Geva hanya tersenyum mendengarnya.
*
*
Sesampainya di kamar hotel, Zada kembali di manjakan dengan dekorasi kamar yang sangat indah. Bahkan, kamar ini jauh lebih bagus dari penthouse milik Geva.
Ini seriusan kamar hotel? Mewah sekali...
Zada langsung berlarian untuk melihat apa saja isi di dalam kamar hotelnya yang sangat mewah. Berhubung saat ini sudah memasuki waktu Natal,di pojok ruangan tentu saja ada pohon natal yang sangat indah.
Melihat raut wajah Zada yang terlihat sangat bahagia,membuat Geva ikut senang. Itu pertanda bahwa usahanya untuk menyiapkan kejutan ini tak sia-sia.
"Ini kamar kita?"tanya Zada dengan raut wajah yang terlihat masih tak percaya jika ia akan menginap di kamar seindah ini.
__ADS_1
" Tentu saja sayang,kamu menyukainya?"
" Em ...." Zada mengangguk dengan senyum yang mengembang, lalu tiba-tiba ada buliran bening menetes di ujung matanya. Antara terlalu bahagianya, terharu,atau tak percaya jika kehidupannya bisa seperti ini.
Geva berjalan mendekati Zada,lalu membantu mengusap air mata itu.
" Katanya barusan bahagia? Kok sekarang malah nangis?"
Tanpa berkata apa-apa lagi,Zada justru memeluk Geva dengan menenggelamkan wajahnya ke dada bidangnya. Zada sungguh berterimakasih pada Geva yang terus-menerus memperlakukannya bagaikan seorang ratu. Sejak bersama Geva, banyak hal baik yang terjadi walau masih di selingi dengan masalah. Tapi, bukankah hidup memang seperti itu? Selalu saja ada masalah yang datang menghampiri untuk meningkatkan kualitas diri.
" Sepertinya, istriku ini meluk kecanduan meluk tiba-tiba deh,"goda Geva yang membuat Zada memukul dadanya.
" Au,sakit sayang!"pekik Geva.
Zada mendongakkan kepalanya agar bisa menatap wajah tampan suaminya yang super baik hati.
" Lebay sekali ...,"ujar Zada yang membuat kedua alis Geva saling bertaut.
" Kamu...." Geva ingin mencium Zada,namun gadis itu justru menutup bibir Geva dengan ujung telapak tangannya.
" No kissing? Why?" teriak Geva yang bingung kenapa Zada tiba-tiba menolak berciuman. Apa dia sedang main tarik ulur?
Geva pun mengejar Zada yang tengah berjalan menuju kamar mereka, dan ketika pintu kamar terbuka. Terlihat sebuah kamar yang sudah di hias dengan tema ala-ala kamar pengantin tionghoa mix modern.
Jika sprei hotel biasanya berwarna putih,ini justru berwarna merah dengan taburan kelopak bunga mawar berwarna putih dan merah layaknya bendera indonesia yang di bentuk love. Ada dua handuk yang di hias layaknya angsa yang tengah berciuman. Di dinding ada tulisan-tulisan dengan aksen china, serta ballon bertuliskan 'happy Honeymoon' dari balon angka.
Melihat hiasan ini, membuat Zada teringat kembali kalau suaminya itu memang keturunan Chinese Indonesia yang biasa di sebut chindo. Walau honeymoon nya di paris, desain kamarnya tetap berbau china ya?
Tiba-tiba,Geva memeluk Zada dari belakang.
" Maaf baru menyiapkan kamar pengantinnya sekarang,"ucap Geva di dekat telinga Zada. Biasanya, kamar ini seharusnya di siapkan setelah menikah tapi Geva baru menyiapkannya sekarang.
"Kamar yang cantik,tapi sayang aku tak bisa memotretnya," gumam Zada dengan wajah memelas karena tak mempunyai ponsel. Padahal,biasanya Zada suka memotret banyak hal yang menurutnya layak diabadikan.
__ADS_1
Geva pun melepaskan pelukannya,lalu mengambil ponselnya. " Potret lah,"ucap Geva.
Zada pun mengambil ponsel milik Geva. "Paswordnya apa?"
" 1234,"jawab Geva santai.
Zada melirik Geva yang kini sudah duduk di sebuah sofa yang ada di dalam kamar itu.
" Itu pasword atau deretan angka?"sindir Zada yang tak di hiraukan oleh Geva.
Selesai memotret, Zada ikut duduk di sofa dan terlihat Geva yang sudah tertidur kembali.
" Dulu, katanya punya insomnia tapi kenapa sekarang mudah sekali tertidur?"gumam Zada seraya menatap wajah tampan suaminya yang tengah tertidur pulas.
Entah efek jetlag atau obat sehingga membuat Geva mudah sekali tertidur. Ya, seusai sarapan pagi di pesawat, Geva memang sempat meminum obat-obatan tapi itu bukan obat penenang atau obat tidur. Melainkan obat untuk lukanya yang masih belum kering sempurna.
Melihat Geva yang tertidur,membuat Zada iseng untuk memotretnya.
" Tidur saja masih tampan,"gumam Zada saat melihat potret suaminya yang tertidur. Setelahnya, Zada membuat sebuah story di media sosialnya. Namun, masih menutup wajah Geva dengan emoticon karena dia belum siap mempublikasi siapa suaminya. Pasalnya, berita online saat ini masih penuh dengan berita tentang dirinya serta acara pagelaran kemarin. Banyak juga yang tengah mengulik siapa dirinya, siapa suaminya serta kehidupannya.
Baru saja memposting foto kamar honeymoon serta potret seorang laki-laki dengan wajah yang masih di tutupi sudah membuat ponsel Geva yang awalnya sunyi berubah menjadi penuh dengan suara notifikasi masuk.
" Apa sekarang aku se terkenal itu?"gumam Zada yang seakan tak percaya saat melihat begitu banyak DM yang masuk di akun media sosialnya.
...***...
Di tempat lain,terlihat seorang gadis yang baru saja bangun tidurnya. Dengan penampilan yang acak-acakan,ia berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum. Seusai meneguk segelas air putih,tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk.
" Siapa yang datang? perasaan aku belum memesan makanan,"gumam Reya.
Mendengar pintu yang di ketuk semakin keras,membuat Reya pun bergegas pergi untuk membukanya.
Ketika pintu terbuka,Reya cukup terkejut saat melihat siapa yang datang.
__ADS_1
...****************...
Halo gengs,maaf kalau slow update soalnya lagi sakit. Makasih banyak buat yang masih setia menunggu cerita Zada dan paman Geva.