
Waktu terus berjalan tanpa henti sampai tak terasa kehamilan Zada sudah menginjak usia tujuh bulan. Di usia kehamilan ini, sudah banyak sekali hal yang terjadi. Mulai dari berat badan Zada yang naik sangat signifikan, semakin mudah lelah,malas ngapa-ngapain, hingga tubuh yang rasanya seperti membengkak semuanya. Apalagi Zada sedang hamil anak kembar, dimana ukuran perutnya tentu jauh lebih besar daripada ibu yang hanya hamil satu orang anak. Namun, Zada dan Geva sangat menikmati setiap momen-momen itu. Bahkan, mereka selalu mengabadikan semua momen itu dan akan dijadikan sebuah film pendek yang nantinya bisa di tonton bersama dua buah hati ketika mereka sudah lahir nanti.
Jika berbicara soal kehamilan,tentu tak jauh dari kata 'ngidam'.Soal mengidam, Zada terbilang orang yang sangat normal. Ia tak pernah mengidamkan sesuatu yang aneh-aneh seperti cerita orang-orang di sekitarnya. Hanya jadi lebih manja,sensitif, dan mellow saja. Bahkan,dia sering menangis tanpa sebab, dan tak suka di tinggal pergi terlalu lama. Itulah mengapa selama tujuh bulan ini,Geva sangat jarang sekali melakukan perjalanan dinas dan lebih banyak meluangkan waktu bersama Zada,
Dan hari ini, adalah hari yang sangat spesial. Dimana, akan ada acara baby Shower, serta gender reveal.
Sejak pagi,Zada sudah di rias oleh make up artis terkenal di negeri
ini. Selesai make up, Zada langsung berganti pakaian yang nantinya akan ia pakai untuk acara.
" Hari ini Istriku cantik sekali,"puji Geva ketika melihat sang istri yang sudah selesai bersiap.
" Jadi,hari biasanya tidak cantik?"
" Cantik, tentu saja cantik. Karena istriku selalu cantik,"gombal Geva seraya memeluk tubuh istrinya. Sementara Zada justru terlihat mencebik saat mendengar gombalan yang selalu Geva ucapkan demi menyenangkan hatinya. Sebenarnya, walau tak di katakan pun, Zada sadar kalau dirinya memang sudah tak secantik dulu.
Tubuh yang begitu besar seperti gajah, serta wajah yang tak lagi mulus karena sering berjerawat semenjak hamil.
" Pak Geva,Nyonya Zada,mari kita ambil beberapa foto terlebih dahulu sebelum acara,"pinta seorang fotografer.
Zada dan Geva pun mengikuti fotografer itu ke tempat yang sudah di siapkan. Seusai mengambil beberapa foto, Zada dan Geva saling bergandengan tangan menuju tempat acara. Hari ke hari, hubungan suami istri itu terlihat semakin romantis dan harmonis.
Melihat semua orang tersenyum bahagia dan memberikan selamat,membuat Zada dan Geva merasa bahagia. Namun, di hati kecilnya masih tersimpan rasa sedih karena tak melihat kakak kesayangannya hadir berkumpul di sini. Sejak kejadian lima bulan lalu, Aristya seakan menghilang dari semua orang. Apalagi, kabarnya pernikahannya dengan Gani tak lagi bisa di selamatkan.
" Kamu mencari siapa sayang?"tanya Zada saat melihat suaminya yang terlihat celingukan.
" Em ... Gak ada kok,"dusta Geva.
__ADS_1
" Cari Kak Tya,ya?"tebak Zada yang membuat Geva jadi gugup.
Zada seketika mengenggam erat tangan suaminya yang terasa dingin. " Maaf ya, karena aku menolak memberikan anak kita, membuat hubungan kakak beradik kalian jadi hancur,"ucap Zada yang jadi merasa bersalah jika mengingat kembali bagaimana perdebatan mereka beberapa bulan yang lalu tentang anak.
" Kamu gak perlu minta maaf, lagipula ini 'kan anak kita. Untuk apa di berikan kepada orang lain di saat kita sendiri sangat mampu merawat mereka."
Geva menghela nafas sedikit berat di sela perkataannya. " Mungkin, saat ini Kak Tya sedang menyembuhkan dirinya. Makanya dia tak bisa datang." Sebelumnya, Geva sudah mengirimkan sebuah pesan dan email berisikan undangan acara tujuh bulan bayinya pada Aristya. Namun,pesan itu hanya di baca tanpa di balas.
Setelah rangkaian acara doa selesai, acara di lanjut ke acara gender reveal anak mereka. Hal ini adalah yang paling di tunggu-tunggu oleh semua orang. Namun, sebelum acara Gender Reveal di mulai, mc meminta Zada dan Geva memberikan sepatah dua kata untuk para undangan.
" Sebelumnya, Saya dan suami ingin berterima kasih pada semuanya yang telah hadir pada acara hari ini. Terutama pada suamiku yang selama ini sudah selalu sabar menghadapi emosiku yang mudah sekali naik turun, kemanjaanku dan lain sebagainya. Terimakasih karena sudah menjadi suami siaga dan selalu menuruti permintaan istrinya. Semoga, kita bisa bersama terus melewati suka dan duka dalam menjalani kehidupan ini."
" Untuk Pak Geva, apakah ada yang ingin di sampaikan?"tawar sang mc.
Geva pun langsung mengambil alih mic yang ada pada Zada.
" Sebenarnya, ungkapan yang ingin aku sampaikan juga sama seperti istriku tercinta ingin berterima kasih pada Tuhan yang telah memberikan kebahagiaan yang tak ada habisnya dalam hidup ini, dan kepada semuanya yang telah menyempatkan waktunya hadir di sini untuk memberikan selamat serta doa kepada kami. Teruntuk istriku tercinta,Terima kasih karena telah menjadi wanita yang sangat hebat. Wanita yang tak pernah mengeluh selama menjalani kehamilan ini,padahal aku tahu bahwa ini semua tak mudah. Aku harap,kalian bertiga sehat selalu sampai hari melahirkan tiba."
" Kira-kira, ada yang bisa menebak gender baby Twins?"teriak Zada pada para undangan.
" Cowok!"
" Cewek!"
"Cowok,Cewek!"
Beberapa orang berteriak dengan tebakan mereka membuat suasana menjadi ramai dan semakin hidup.
__ADS_1
Namun, sebelum Zada menusukkan jarum ke permukaan balon. Tiba-tiba, muncul beberapa orang yang membawankan sebuah kue bertingkat tiga dengan diringin lagu ulang tahun.
Happy Birthday to you ... Happy Birthday to you ... Happy Birthday ... Happy Birthday ... Happy Birthday to you ...
Zada yang tak tahu dengan kejutan ini pun terlihat sangat terkejut dan bahagia. Pasalnya, dirinya sendiri lupa jika sedang berulang tahun karena terlalu sibuk menyiapkan acara tujuh bulanan. Ya, walau sudah hamil besar dan ada team sendiri yang mengurus. Zada masih saja ikut mengecek semua persiapan yang ada hingga membuat dirinya lupa akan sesuatu yang cukup penting dalam hidupnya. Dimana, di tanggal dan bulan ini,ia telah di lahirkan ke dunia oleh seorang Ibu yang sangat mencintainya. Tapi sayangnya, beliau tak berumur panjang.
" Selamat ulang tahun sayang,"ucap Geva dengan memberikan buket mawar merah.
" Terimakasih."
Tak hanya itu, Geva juga memberikan sebuah kalung dengan liontin four leaf clover yang menempel pada huruf Z.
" Semoga Tuhan selalu memberkatimu."
Untuk ke sekian kalinya, Zada memeluk Geva dengan perasaan haru dan bahagia karena selalu di jadikan ratu dalam hidup ini.
" Geva sweet dan romantis sekali ...,"puji Reya dengan mata berbinar.
" Masak sih?"sahut Aden.
" Tentu saja, tidak seperti seseorang yang sangat kaku dan dingin!"ketus Reya yang terdengar seperti sedang menyindir Aden.
Setelah kejutan ulang tahun selesai, mc memberitahukan agar Geva dan Zada melanjutkan acara gender reveal yang sempat tertunda.
" Baiklah,kita hitung sama-sama ...,"ajak Zada penuh semangat.
1 ... 2 ...
__ADS_1
...****************...
Kira-kira, ada yang tau gender baby twins?