
Demi melanjutkan permainan yang telah ia mulai, Gevariel berniat untuk menyapa gadis yang telah ia nikahi kemarin. Walau dia mantan kekasih keponakannya, tapi dia sungguh menggemaskan untuk ia jadikan tameng. Tameng agar sang ibu tidak lagi memintanya untuk menikah lagi.
Kemarin, setelah Zada kabur. Gevariel langsung memerintahkan asistennya untuk mencari informasi lengkap tentang Zada, dan hal itu semakin membuatnya tertarik pada gadis itu.
Dan, di sinilah dia. Berdiri di depan pintu gerbang rumah sewa gadis itu.
" Selamat pagi Istriku," sapa Gevariel dengan tersenyum manis. Namun, terlihat menyeramkan di mata Zada.
Zada spontan memundurkan tubuhnya, nafasnya pun ikut naik turun di sertai degupan jantung yang semakin tidak normal.
" Kenapa pria ini bisa ada di sini? "gumam Zada yang merasa heran ketika melihat pria itu tiba-tiba berdiri di hadapannya. Padahal, kemarin ia tak meninggalkan sedikit pun informasi tentang dirinya.
Apa jangan-jangan.
" Mau apa anda datang ke sini? " Akhirnya Zada memberanikan diri untuk membuka suara.
" Tentu saja menjemput Istriku yang kemarin kabur sebelum melakukan ritual malam pengantin," ujar Gevariel seraya berjalan menghampiri Zada.
Sementara Zada terus berjalan mundur." Stop! Jangan mendekatiku!" pinta Zada yang membuat Gevariel menurut dan berhenti melangkah.
" Hai Tuan, anda jangan pernah menyebutku dengan panggilan istri karena pernikahan itu hanya pura-pura!" kata Zada menjelaskan jika mereka bukanlah pasangan suami istri sesungguhnya.
" Tapi aku menganggap pernikahan itu serius, bagaimana dong?" Gevariel mulai meluncurkan aksinya.
Pupil mata Zada membulat seketika, bagaimana bisa laki-laki bayaran itu menganggap bahwa pernikahan kemarin serius. Bukankah kemarin___ ya, Zada jadi teringat kembali dengan kejadian kemarin. Dimana pria ini tidak mengikuti sarannya untuk menggunakan nama samaran di saat mereka mengucapkan janji suci pernikahan di depan sang imam.
__ADS_1
Jadi, apakah pernikahan itu sah?
Grep
Tiba-tiba Gevariel meraih tubuh Zada yang tengah melamun, dan membopong ya masuk kedalam mobil.
" Apa yang kamu lakukan!" berontak Zada yang tak di hiraukan oleh Gevariel.
Pria itu tetap menggendong tubuh Zada dan menurunkan ya di kursi penumpang.
" Diamlah dan menurut, sebelum aku bertindak kasar!" ancam Gevariel dengan wajah serius. Tatapannya sekarang benar-benar sangat menakutkan hingga membuat Zada yang memberontak seketika diam.
" Pintar, jadilah gadis yang patuh!" ucap Gevariel sambil mengusap puncak kepala Zada. Setelahnya, Ia mengitari sebagian mobil lalu duduk di samping Zada.
Melihat Zada yang masih diam membeku, dan belum memasang seat beltnya, membuat Geva bergerak mencondongkan tubuhnya.
" Apa yang kamu pikirkan? Aku hanya sedang memasangkan seat belt demi keamanan! "ucap Gevariel dengan menaikkan satu alisnya.
Tek
Suara bunyi seat belt sudah berhasil terpasang.
Jujur, Zada menjadi sangat malu sekali karena sudah berpikiran yang tidak-tidak. Sementara Gevariel terlihat menarik sedikit sudut bibirnya tatkala melihat wajah Zada yang memerah dan begitu menggemaskan.
Selama perjalanan menuju kantor Zada, keduanya tak ada yang berbicara sedikit pun. Gevariel yang terlihat sibuk dengan aipadnya dan Zada sibuk dengan pikirannya.
__ADS_1
Zada terus memikirkan sebhah cara agar bisa lepas dari pria ini. Lagipula, dia sudah tak lagi berminat untuk menjalani sebuah pernikahan sejak di Khianati oleh Emerald. Saat ini, Zada hanya ingin fokus pada karirnya agar nisa jauh lebih baik. Pasalnya, sejak lamaran itu terjadi pikirannya sudah tak terlalu fokus pada pekerjaan. Kebanyakan lebih memikirkan tentang persiapan pernikahan yang ternyata hanya semu.
Saking asik ya berkelana dalam pikiran hingga membuat Zada tak sadar jika mobil yang mengantarnya sudah sampai di depan lobi anak perusahaan Nuraga grup.
" Sayang, kita sudah sampai," ujar Gevariel yang seketika membuyarkan lamunan Zada.
" Eh?" Zada terlihat bingung. Lalu, seperdetik kemudian baru sadar jika mobil sudah berhenti tepat di depan pintu lobi perusahnya.
" Apa yang sedang kamu pikirkan, hem?"Gevariel kembali mencoba menggoda Zada.
" Tidak ada!"dengan kecepatan kilat Zada langsung berusaha keluar dari mobil Gevariel. Dan pria itu sudah tak lagi mencegahnya.
Gevariel menurunkan sedikit jendela kaca mobilnya.
" Nanti akan aku jemput!" ucap Gevariel yang sedikit berteriak. Namun, tak di hiraukan oleh Zada yang terus melangkahkan kakinya memasuki perusahaan.
Seulas senyum tipis terbit di bibir Gevariel tatkala melihat tingkah Zada yang begitu menggemaskan. Dia tidak pernah mengira bahwa Zada justru berusaha kabur dan menghindar darinya semenjak tahu siapa dirinya. Padahal, di luaran sana banyak gadis yang berbondong-Brondong berusaha agar bisa dekat dengannya.
" Aden, apakah ketampanan dan kharismaku berukurang?" tanya Gevariel pada asistennya yang duduk di kursi kemudi.
" Tidak bos, anda masih sangat tampan dan berkarisma seperti biasanya," jawab Aden.
Gevariel memegangi dagunya. " Tapi kenapa gadis itu terlihat seperti tidak tertarik padaku? "Gevariel kembali bertanya.
" Mungkin Nyonya masih shock atau belum percaya jika bisa menikah dengan anda.
__ADS_1
Gevariel terlihat tersenyum. " Sepertinya begitu."
...****************...