Mengejar Cinta Ustad

Mengejar Cinta Ustad
Malam Pertama Yang Tertunda


__ADS_3

Othor mohon maaf banget yakk🙏🏼 Jika part malam pertamanya abang ustad dan Rania tidak se hot adegan ranjang biasanya. Bang Fakhri terutama Rania, merasa tabu bila kisah percintaan di atas ranjang mereka harus diumbar dan menjadi santapan hangat para readers✌🤭😁


Sebelum lanjut part ini, othor mohon dukungan Like, Love, Vote, Favorit atau hadiahnya agar othor terus semangat untuk melanjutkan part selanjutnya🙏🏼🙏🏼


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Acara resepsi sudah lama berakhir. Kedua keluarga sudah meninggalkan tempat resepsi dan kembali ke rumah orang tua Rania selaku pihak mempelai wanita. Setelah cukup beristirahat dan bersantai melepas lelah, keluarga mempelai pria yang tak lain keluarga abang Fakhripun pamit pulang meninggalkan rumah Rania.


Dan yang tersisa di rumah Rania bukan hanya abang ustad. Tapi juga sang adik, bang Reyhan sang tentara langit. Bersama mas Yoga si dosen tampan, tidak lupa si kiyut Andi si pemilik cinta berbalut persahabatan.


Rania dan abang ustad sudah berada di kamar Rania. Kamar yang sudah di sulap menjadi kamar pengantin yang indah. Desain kamar pengantin yang di dominasi warna putih dan cream. Hiasan bunga melati palsu makin mempercantik kamar pengantin. Lalu taburan bunga mawar merah asli di atas tempat tidurpun membuat harumnya memenuhi ruangan.


Keduanya masih terdiam terdiam tidak percaya. Hingga bang Fakhri melepaskan baju adat atasannya, menyisakan oblong putih saja.


"Dek, abang ke toilet duluan yah, udah gerah banget abang...," ucap bang Fakhri menatap Rania.


Rasanya badannya sudah sangat gerah, sementara gadis itu hanya menunduk sambil menganggukkan kepalanya, membuat bang Fakhri otomatis tersenyum melihat tingkah pemalu Rania.


Rania sudah membuka hijabnya, membersihkan make up di wajah cantiknya. Kulit wajah Rania terasa segar setelah make yang begitu tebal terhapus bersih dari wajahnya.


Rania masih menunggu bang Fakhri yang masih berada di dalam kamar mandi di kamarnya. Raniapun juga sudah merasa gerah dan lengket dengan balutan busana adat modern yang melekat di tubuhnya saat ini.


Dan ketika bunyi pintu toiletnyapun terbuka, seketika Rania menatap ke arah toilet dengan degup jantung yang bertalu talu.


Tampaklah sosok abang ustad tampannya, dengan setelan santai. Kaos daleman model oblong berwarna putih, juga celana panjang piyama berwarna navy. Rania menghela nafas lega, dia tidak menyadari jika bang Fakhri membawa baju gantinya juga ke dalam toilet.


Kayaknya otak Rania sudah traveling ketakutan. Karena keseringan baca novel online, yang memperlihatkan pemeran laki-laki di novel yang keluar dari toilet, selalu dengan handung yang melilit di pinggang, dan memperlihatkan otot bisep bagian atasnya yang terpampang nyata bak roti sobek. Juga dengan rambut yang masih basah hingga makin memperlihatkan kesan sexy.


Tapi biarpun sederhana dan santai begitu, Rania masih bisa mengintip dada bidang dan badan macho milik bang Fakhri di balik kaos daleman oblong yang dipakai sang ustad yang body fit itu.


"Kamu belum mau mandi dek?" tanya bang Fakhri menatap wajah cantik Rania yang terlihat sudah bersih tanpa make up.


Jujur saya bang Fakhri lebih menyukai Rania yang polos tanpa make up tebal seperti tadi. Wajah polos Rania itu justru terlihat imut dan cantik. Di tambah rambut hitam lebatnya yang tergerai indah. Poni di atas dahinya malah makin membingkai wajah Rania semakin menggemaskan di mata bang Fakhri. Inilah kecantikan alami dari seorang Rania, yang sudah mampu menggetarkan hati seorang abang ustad.

__ADS_1


"Eee....eehh...iiiy...iya bang. Nia juga mau bersih-bersih," jawab Rania terbata mengatasi rasa kagetnya yang ketahuan menatap lekat tampa kedip abang ustadnya itu.


Rania beranjak dari kursi meja riasnya. Menyeret gaun adat pengantin yang berat dan menjuntai di lantai itu dengan perlahan. Langkahnya terhenti saat bang Fakhri memanggil namanya.


"Dek.....," panggil bang Fakhri setelah meletakkan baju pengantin yang tadi dipakainya di atas nakas di samping tempat tidur.


"Iya bang.....," Rania memutar kepalanya menatap bang Fakhri.


"Apa tidak sebaiknya buka dulu gaun yang adek pakai di kamar?" tanya bang Fakhri yang membuat Rania seketika itu juga menegang. Wajahnya sudah memucat dan berkeringat dingin.


Menyadari wajah Rania yang terlihat pucat dan ketakutan, bang Fakhri kembali bicara menenangkannya.


"Maksud abang, biar adek nggak kesulitan nanti membuka pakaiannya di dalam toilet. Lihat aja gaun ini mekar, panjang dan menjuntai sampai ke lantai," bang Fakhri menjelaskan agar Rania tidak menjadi ketakutan.


Rania menatap gaun pengantin yang melekat di tubuhnya. Benar kata bang Fakhri, dia pasti kesulitan menyeret gaun ini masuk ke dalam toilet. Apalagi harus bersalin di dalam toilet.


"Lagian adek nanti pasti kesulitan saat membuka kancing gaun itu. Dan juga adek kan memakai dalaman, jadi masih tertutup ketika gaun itu terbuka," jelas bang Fakhri kembali melihat kekhawatiran di wajah Rania.


Seketika Rania kembali membenarkan ucapan bang Fakhri. Lagipula walaupun malu, bang Fakhri adalah suaminya kini.


Dengan cepat Rania memegang bagian depan gaunnya agar tidak melorot. Tersentuh sebegitu saja tubuh Rania sudah menegang, apalagi jika ditambah gaunnya yang jatuh ke lantai bila tidak dipeganginya. Wajah Raniapun sudah semerah tomat.


"Harusnya minta abang membantu, dari tadi adek seperti kesusahan menariknya," ujar bang Fakhri tepat di telinga Rania.


Aroma tubuh bang Fakhri saja masih tercium segar di hidung Rania, ketika tubuh bang Fakhri mendekat hendak menurunkan resliting gaun yang Rania kenakan. Kini ditambah nafas bang Fakhri dengan aroma mint segar ikut masuk ke indra penciumannya. Tengkuk Rania seakan langsung meremang saat hembusan nafas itu juga menyapu kulit leher Rania.


Rania bergegas meloloskan gaun berat itu dari tubuhnya. Kini tubuhnya hanya berbalut dalaman cream dan legging panjang senada gaun pengantin yang dikenakannya tadi.


Setelah meletakkan gaun tersebut di tumpukan baju pengantin laki-laki yang tadi dipakai bang Fakhri. Rania bergegas mengambil handuk dan membawa pakaian gantinya, lalu berlari kecil menuju toilet untuk membersihkan diri.


Setelah sekian puluh menit, pintu toilet terbuka dan menampakkan wajah Rania yang sudah terlihat segar. Daster pendek sebatas dengkul tanpa lengan model smook, terlihat manis di tubuh cantik milik Rania.


Sementara bang fakhri sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang dipenuhi bunga mawar itu.Tidak dipungkiri tubuh bang Fakhri benar-benar sangat lelah.

__ADS_1


"Dek, sampai kapan kamu mau berdiri di sana. Ayo kemari istirahat," ajak bang Fakhri begitu dilihatnya Rania keluar dari toilet dan sedari beberapa menit tadi masih berdiri tidak jauh dari pintu toilet.


"Iy...iya bang.....," jawab Rania gugup lalu berjalan ke arah tempat tidur, dimana Fakhri sudah berada di sisi satunya.


"Ayo istirahat, abang capek banget. Tubuhmu juga pasti lelah," ujar bang Fakhri kembali menepuk sisi tempat tidur di samping tubuhnya.


Sementara bang Fakhri sudah tidur menyamping menatap ke arah Rania. Raniapun ikut merebahkan tubuhnya dengan pelan dan hati-hati.


Tidak lama setelah Rania menelentangkan tubuhnya, bang Fakhri menariknya mendekat. Sontak saja hal tersebut membuat Rania terkejut dan takut. Fikirannyapun sudah mulai dipenuhi hal-hal yang di dengarnya mengenai malam pertama.


Apa bang Fakhri akan meminta haknya sekarang, aku sangat gugup dan takut, ujar Rania dalam hati dengan degup jantungnya yang berdetak cepat berkali lipat.


Bang Fakhri memeluk Rania. Menjadikan lengannya menjadi bantal bagi istrinya itu.


"Sudah, jangan berfikir macam-macam," ujar bang Fakhri menatap Rania yang saat itu juga tengah mengangkat kepalanya menatap bang Fakhri. Netra keduanyapun bertemu. Bang Fakhri bisa merasakan jika Rania seperti ketakutan.


"Kamu tenang saja dek, abang tidak akan meminta hak abang sekarang. Abang tahu adek pasti capek, karena abangpun merasa lelah. Abang hanya ingin tidur memelukmu," ucap bang Fakhri lalu mencium pucuk kepala Rania.


Tidak lama keduanya terlelep dalam buaian malam. Tubuh keduanya yang lelah menjadikan cerita malam pertama itu belum tercipta.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻


Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻🙏🏻




Love😗😘


Autor Kesayanganmu

__ADS_1


WCU


__ADS_2