Mengejar Cinta Ustad

Mengejar Cinta Ustad
Bella Home


__ADS_3

Mobil Reymond sudah memasuki halaman rumah mewah itu. Sudah hampir lima tahun lebih, Reymond tidak pernah lagi menginjakkan kaki ke rumah ini. Rumah di mana gadis yang dicintainya tinggal. Rumah yang selalu Reymond kunjungi.


Setelah mobilnya terparkir, Reymond sudah si sambut security yang berjaga di pos jaga.


"Tuan muda Rey.....," ucapnya dengan wajah yang berbinar.


"Pak Soleh...," balas Reymond tersenyum.


Reymond sama sekali tidak menduga, pak Soleh masih mengenalinya setelah sekian tahun berlalu.


"Bapak masih memgingat saya?" tanya Reymond kembali pada pak Soleh.


"Tentun saja tuan muda. Bagaimana bisa saya melupakan tuan muda, yang merupakan kekasih nona kami," jawab pak Soleh tersenyum ramah.


"Tuan muda itu selalu baik dan suka membantu saya. Saya tidak akan pernah melupakan kebaikan tuan muda," jawab pak Soleh kembali.


Reymond kembali tersenyum menatap pandangan tulus pak Soleh padanya.


"Tuan Rey mau bertemu non Bella?" tanya pak Soleh


"Iya pak. Apa Bella ada?" jawab Reymond cepat.


"Sepertinya tadi non Bella sudah kembali tuan, silahkan masuk saja," ujar pak Soleh lagi dengan sangat sopan.


"Makasih ya pak....," ucap Reymond berterima kasih.


"Saya permisi menemui Bella dulu pak...," pamit Reymond yang di balas anggukkan dan bungkukkan dari pak Soleh.


Tok....tok.....


"Masuk....," sahut suara di dalam.


Terdengar pintu di buka, bik Atik muncul untuk memberitahukan kehadiran tamu nona mudanya.


"Non, ada tamu yang menunggu non di bawah," ujar bik Atik sopan.


"Siapa bik?" tanya Bella

__ADS_1


"Tuan Reymond non.....," jawab bik Atik akan pertanyaan Bella.


Reymond. Mau apa lagi dia kemari.


Seketika Bella terdiam, masih bertanya-tanya sendiri apa maksud kedatangan Reymond kemari.


"Non....,"panggilan bik Atik menyadarkan lamunan Bella.


"Ehh...iy...iya bik, bilang pada Rey untuk menungggu," ujar Bella tergagap.


"Baik non...," bik Atik berlalu dari kamar Bella.


Bella masih duduk di atas tempat tidur king sizeya.


Ingatannya melayang pada saat Bella sengaja mengujungi Reymond sekitar satu minggu sebelumnya, ke kantor laki-laki yang masih resmi menjadi kekasihnya itu.


Akan tetapi yang disaksikannya justru bagaimana kekasih yang di cintainya itu tengah menyakimkan Rania, wanita yang kini tengah dekat dengannya.


Bahkan Bella melihat dengan mata kepalanya sendiri, juga mendengar langsung. Bagaimana Reymond membujuk Rania untuk bersabar hingga dia sudah bisa menentukan hatinya. Memutuskan bahwa pada siapa hati dan perasaanya kini memilih.


Bagaimana kelembutan dan kasih sayangya pada wanita itu di tunjukkannya di depan Bella, tanpa Reymond sendiri sadari.


Apakah benar aku sudah tidak ada di lagi di hatimu Rey, ucap Bella menatap keduanya dengan sedih.


Bella mengusap wajahnya frustasi. Bayangan yang berkelebat mengingatkannya itu makin membuatnya gusar, di tambah lagi dengan kedatangan Reymond yang ingin menemuinya kini.


Ayolah Bella, kuatkan hatimu. Bukankah kau sudah memutuskan, bahkan tiket keberangkatanmu besokpun sudah di pesan. Jangan lagi tunjukkan kelemahanmu di hadapan laki-laki itu. Tunjukkan kini jika kau bukanlah gadis biasa, tidak pantas jika harus mengemis perhatian apalagi cinta, Bella memantapkan hatinya sendiri.


Bella keluar dari kamarnya. Menuruni tangga menuju lantai satu. Dari kejauhan Bella sudah dapat menangkap punggung laki-laki yang sedang memunggunginya itu. Punggung lebar bidang milik seseorang yang sangat dicintainya itu.


Tidakkah dia juga tahu, bagaimana ĺima tahun ini aku sellau menjaga untuk tidak tergoda pada laki-laki manapun di sana. Tidakkah dia tahu aku hampir saja melewati masa sulit dan masuk perangkap laki-laki gila yang mengejarku di sana. Tidakkah dia tahu, ada laki-laki lain yang juga sangat menginginkanku, tapi aku selalu bertahan dengan setia, gumam Bella kembali sedih.


Bahkan hingga detik ini, aku tidak bisa mengendalikan perasaanku sendiri. Aku merindukanmu Rey, keluh Bella kembali sedih sambil menuruni tangga lantai dua rumahnya.


Raymond yang mendengarkan langkah kaki, segera menoleh, membalikkan tubuhnya. Matanya menatap lekat tubuh gadis cantik yang sebenarnya masih tetap utuh ada di dalam hatinya. Walaupun Reymond terlambat menyadari perasaannya sendiri.


Kau tetaplah Bellaku. Tidak berubah sedikitpun. Maafkan aku baru mengetahui semua tentamu. Juga kejadian yang hampir saja merenggut kesucianmu itu. Kau bertahan di sana. Kau kuat di sana. Dan setiamu membuat hati dan ragaku seakan menciut malu. Kemana akan kusembunyikan wajahku ini yang tidak akan sanggup lagi menatapmu.

__ADS_1


Maafkan aku Bel. Penyelidikan ini memang sudah terlambat aku lakukan.


Kekasih macam apa aku, yang sama sekali tidak mengetahui kesulitan yang dìalami wanita yang dicintainya, keluh Reymond menyesal.


Tetapi setidaknya, setelah mengetahuinya, membuatku menjadi sadar dan bisa membuka mataku, bisik Raymond dalam hatinya.


Matanyapun masih menatap lekat Bella yang sudah melangkah mendekat ke arah Reymond duduk kini.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Haiii🖐🖐


Views tercintahhh🤩😍


Mohon maaf karena kesibukan Author


Lama baru update kembali🙏🏻✌


Mohon dukungannya untuk Author biar semangat updatenya per hari🙏🏻💪💪


Selamat menikmati membaca kelanjutan kisah Rania views tercintahhh🙏🏻😚


Jangan Lupa Dukungannya dong buat Author🙏🏻


Bantu Vote Author


Like & Coment Tiap episode yang dibaca


Kasih Tip & Rate5 dong🙏🏻


Baca dan dukung juga Novel Author lainnya


👇


☆ Love Or Be Loved


☆ Cinta 90

__ADS_1


Salam Manis😊


Author


__ADS_2