
Reyhan. Laki-laki tampan bertubuh tinggi dan tegap itu adalah seorang tentara. Dia baru saja pulang bertugas dari sudan. Sebagai perwakilan penjaga perdamaian, penjaga perbatasan tentara dari Indonesia. Tepat hari ini, dua tahun lamanya, tugasnya telah diselesaikannya. Kembali ke rumah, bertemu keluarga yang sudah di ditinggalkannya berbulan-bulan lamanya.
Dan tentu saja pertemuan itu menjadi mengharu biru. Uminya tersayang tengah menangis dalam pelukan putra bungsunya itu. Mereka sekeluarga seperti acara tali kasih di televisi. Pertemuan anak kandung dan keluarganya yang terpisah lama. Hehehehhh....Author mah ada-ada aja, perasaan haru dan sedih malah di jadiin lelucon.
Kali ini Reyhan tengah menginjakkan kakinya ke dalam mall besar di kota tempat tinggalnya. Reyhan hanya ingin refresing, entah nonton, sekedar nongkrong atau pergi makan, yang penting happy. Rasanya Reyhan sudah sangat jenuh. Tiap hari pakai seragam, pegang senjata dan waspada. Beruntung Allah selalu melindunginya tiap kali berangkat bertugas ke negara konflik. Dan Reyhan selalu yakin, karena dia punya Allah. Juga karena Reyhan adalah putra soleh uminya.
Lagi asyik berjalan-jalan, tiba-tiba pandangan Reyhan tertuju pada gadis cantik berkulit putih yang tengah santai menyeruput minuman sambil mengotak-atik handphonenya. Dari wajah cantiknya, terlihat kalau gadis ini sedang sedikit kesal. Degg. Jantung Reyhan berdetak sangat kencang. Apa ini yang namanya cinta pada pandangan pertama yah, bisik hati Reyhan kembali.
Gimana ngajaknya kenalan yah, gumam Reyhan dalam hati. Kalau tiba-tiba aja ikut duduk sambil mengulurkan tangan meminta kenalan, nih cewek bakalan kaget. Ntar teriak lagi, dikiranya orang jahat. Hadeehhh.....Reyhan menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
Reyhan memutuskan memesan menu dahulu. Saat ini sudah berdiri ke kasir, hanya memesan soft drink dan kentang goreng. Saat akan berjalan melangkah menuju mejanya tadi. Duggg....seseorang menabraknya, kentang gorengnya sudah jatuh berhamburan, minumannyapun tumpah ruah di atas lantai.
"Ma....maa...maaf mas, saya nggak sengaja," ujar gadis itu terbata-bata.
Reyhan memanggil pelayan yang dilihatnya sedang membersihkan meja di hadapannya.
"Maaf, terjadi kecelakaan barusan, bisa minta tolong dibersihkan mbak," ucap Reyhan ramah pada si pelayan wanita.
"Iya, baik mas....," si pelayan langsung saja sigap.
Lalu pandangan Reyhan beralih ke wajah gadis cantik gadis yang berdiri di hadapannya ini yang terlihat sedikit takut.
"Maaf......," ucapnya kembali ketika Reyhan menatapnya.
Reyhan tersenyum dalam hati. Tadi saat memanggil pelayan Reyhan sudah melihat siapa gadis yang menabraknya barusan. Reyhan tidak menyangka, Allah masih terus menangungi kebaikan bagi Reyhan. Semesta seperti tengah mendukungnya. Gadis ini, gadis cantik yang sedari tadi dilihatmya.
"Oke, aku maafin kamu, tapi ada syaratnya?" ujar Reyhan sumringah.
"Apa.....," tanya gadis itu mengalah.
"Temani saya makan....," jawab Reyhan.
Seketika mata gadis itu melotot menatap Reyhan. Keningnya berkerut menautkan alisnya. Sebuah kecurigaan muncul di sana.
"Hei.....jangan berfikiran negatif. Saya laki-laki baik-baik," ujar Reyhan yang kini sudah duduk di bangku bagian sudut.
Reyhan mengeluarkan dompetnya, dan menyerahkan ktpnya.
"Nih ktp saya kalau kamu tidak percaya, dan ini kartu anggota saya," ujar Reyhan kembali.
Gadis itu mengambil kartu tanda penduduk dan kartu tanda anggota milik Reyhan. Melihatnya dan menyerahkannya kembali pada Reyhan.
__ADS_1
"Jadi mas seorang tentara," tanya si gadis mengeluarkan suara ĺembutnya.
Mendengar suaranya yang begitu lembut, Reyhan jadi makin terlena. Bukan hanya cantik, dia ternyata juga gadis yang lembut dan santun, gumam Reyhan dalam hati.
"Reyhan Anggara, seorang tentara patriot kebanggaan Indonesia," ujar Reyhan nyengir mengulurkan tangannya.
Sesaat gadis itu menatap Reyhan. Ada keraguan di matanya, seakan hatinya tengah menimbang-nimbang apakah akan menyambut perkenalan laki-laki di hadapannya ini.
"Saya Rania. Mas bisa panggil saya Nia aja," Rania menyambut uluran tangan Reyhan dan tersenyum lembut.
Bahkan senyumnyapun sama lembutnya dengan orangnya, gumam Reyhan kembali.
Ummiii....anakmu ini jatuh cinta akhirnya. Pada pesona kelembutan gadis cantik di hadapanku ini. Andai ummi lìhat, ummi pasti akan berkaca pada diri ummi sendiri. Gadis ini adalah ummi seumurannya. Tatapan mata dan suara lembut itu, Reyhan kira hanya milik ummi seorang. Kini ummi mempunyai saingan. Dan abi tidak bisa lagi terus membanggakan satu-satunya istrinya yang punya tatap mata dan suara lembut itu. Saat Reyhan membawa gadis ini sebagai calon menantu ummi dan abi. Lihatlah, semua perkataan abi tentang istrinya akan terpatahkan. Ummi dan Rania ibarat saudara kembar beda generasi. Atau inilah ummi beberapa tahun sebelum resmi menjadi istri abi.
Reyhan tersenyum senang, difikirannya masih tentang Rania dan juga ummi serta abinya.
"Nggak ah, saya nggak mau manggil kamu Nia," jawab Reyhan kembali.
"Loh memangnya kenapa mas?" tanya Rania bingung.
"Pasti semua orang memanggil kamu dengan panggilan itu, Nia kependekan dari Rania," jawab Reyhan tersenyum manis.
"Jadi saya akan manggil kamu Rani aja," ujar Reyhan kembali.
"Hei....kau ini ternyata gadis yang pendiam yah," ujar Reyhan kembali setelah beberapa saat tidak ada percakapan diantara keduanya.
Lagi dan lagi Rania cuma membalasnya dengan sebuah senyuman. Jangan tanya pada Reyhan senyuman Rania. Bagi Reyhan senyumnya bagai secawan madu. Cukuplah senyumnya saja tanpa suara sudah mampu membuat jantung Reyhan kembali berdetak tidak beraturan.
"Tolong jangan terlalu sering tersenyum pada orang lain Rani," ucap Reyhan kembali menatap Rania.
Yang diajak bicara cuma menatapnya saja dengan lembut.
"Senyummu manis sekali Rani. Membuatku tidak mampu memalingkan wajahku. Lalu bagaimana jika semua laki-laki nanti menatap senyummu. Ahhh....aku bisa apa, selain menodongkan senjata pada mereka," serang Reyhan lagi dengan kata-katanya.
Rania tertawa. Benar-benar tertawa.
"Heii.....senyummu saja kau ibarat madu, lalu tawamu ini mesti kusebut apa?" ujar Reyhan kembali.
Pernyataan yang semakin membuat Rania tertawa.
"Mas lucu banget yah....," ujar Rania setelah menghentikan tawanya.
__ADS_1
"Yang benar saja nona. Aku ini tentara langit bukan pelawak," balas Reyhan dengan senyum.
Rania menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Rania merasa malu jika harus bersuara besar jika tertawa. Rania menahan saja tawanya, hingga matanya sampai berair.
Reyhan mengambil handphone Rania yang tergeletak di meja. Di masukkanya nomor ponselnya di handpone Rania. Dipencet Reyhan tombol telpon. No Raniapun sudah masuk ke dalam handphonenya.
"Aku sudah save nomorku di handphonemu Rani. Nantikan telponku nanti yah," ujar Reyhan sambil menyimpan nomor ponsel Rani di kontaknya.
"Tidak usah kau cari. Tentara langitku, itu nama yang ku save di ponselmu. Atau mau ganti tentara gantengku saja, itu juga boleh," ujar Reyhan kembali dengan tertawa.
Rania hanya tersenyum. Kemudian membaca chatt yang masuk di pesan whatsappnya.
"Maaf mas, temen yang Nia tunggu udah dateng. Nia permisi yah. Assalamualaikum," Rania langsung beranjak dari tempatnya duduk. Dari kejauhan Nia sudah menatap mbak Sinta yang tengah melambaikan tangannya.
"Walaikumsalam....," jawab Reyhan membiarkan Raninya berlalu.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Bukankah hidup Rania akan lebih menyenangkan jika bersama Reyhan. Tentara langit yang ganteng plus menyenangkan🤗🤩😍
Author aja udah senyum-senyum sendiri sedari tadi. Hidup Aurhor rasanya berwarna deket mas Reyhan😙😗
Nggak tahu para reades nih🤭😁🤔🤔
Bang Fakhri kayaknya bakal ada saingan deh🤭😁
Ayo dong kalau suka ceritanya
Jangan pelit untuk kasih Vote, Favorit, Like & Comentnya untuk Author🙏🏻
Karena itu akan sangat berpengaruh pada Level novelnya Author.....pleaseee🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻
Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻🙏🏻
Love Author 😗😙😚
__ADS_1
WCU