
Sebelum lanjut up
Klik Favorit tuk Author cintahh.....pleaseee🙏🙏
Bantu Vote juga dong cintahhh🙏🙏🏻
Coz akan sangat berpengaruh sama level novelnya Author🙏🏻✌🏻
☆☆☆☆☆☆☆
"Tapi itu berarti dengan menyakiti hati Rey ummi," jawab Fakhri sendu.
Reyhan adik tersayang satu-satunya. Bagaimana bisa Fakhri menghancurkan hati dan perasaannya.
Fakhri melihat sendiri. Bagaimana bahagianya Rey membicarakan tentang Rania dengannya waktu itu.
Kebahagian itu tampak jelas dari raut wajah serta senyum yang selalu tersungging di bibirnya.
Walaupun seorang laki-laki, perasaan Fakhri sangat halus. Nyeri terasa ketika mengetahui bahwa dirinya dan Rey harus mencintai gadis yang sama.
Tegakah dia sebagai seorang abang memutus rasa yang bahkan belum juga dimulai. Menghentikan cinta yang baru mulai tumbuh di hati adiknya.
"Bagaimana dengan Rey nantinya ummi?" tanya Fakhri kembali.
Ummi menghela nafas dalam, sebelum di hembuskannya kembali. Kedua hati putra tercintanya yang kini mesti bersaing. Dan akan ada satu hati yang pasti tersakiti.
Ummi menatap lekat netra teduh milik Fakhri. Mata teduh itu sungguh bisa menenggelamkan seseorang di dalamnya. Ummi mengakui, putra sholehnya ini memang sangatlah tampan. Dengan kulit putih bersih dan mata teduhnya. Kumis tipis yang menghiasi senyum manisnya. Ditambah alis tebal dan jambang tipisnya. Postur tubuhnyapun sempurna, tinggi dan atletis. Ummipun mengagumi ketampanan sang ustadnya ini.
Tapi ketampanan yang sama juga milik putra kedua ummi. Mas Reyhan, tentara langit kebanggaannya itu juga tidak kalah dengan sejuta pesonanya. Rey yang bertubuh tegap, atletis dan tinggi, sangatlah macho, postur yang sempurna sebagai seorang laki-laki. Karena berprofesi sebagai seorang tentara patriot kebanggàan Indonesia, membuat sosok Rey tidak selembut bang Fakhri. Reyhan bahkan terlihat laki-laki sekali.
Dan Reyhan, sang tentara tampan itu adalah sosok yang menyenangkan dan humoris, membuat seorang Rey makin dipuja banyak wanita. Reyhannya memang pandai menarik hati para gadis.
"Lalu bagaimana dengan gadis itu bang? Siapa yang dicintainya?" ummi malah balik bertanya.
"Fakhri belum memastikan sendiri ummi. Gadis itu mencintai abang sejak lama. Dan abang juga sudah mulai mencintainya ummi. Walaupun sebenarnya abang juga belum yakin perasaan gadis itu pada abang,"
"Jika kalian yakin saling mencintai. Lalu akan mengalah demi Rey? Benar ingin membuang perasaan itu dan berkorban?" tanya ummi memastikan.
__ADS_1
Fakhri terdiam seketika. Hatinya telah memilih. Akan pesona seorang Rania. Gadis lugu, polos dan pendiam itu. Fakhri tidak mampu lagi menyembunyikan perasaannya. Sosok Rania yang lembut, sopan dan pemalu itu benar-benar telah menguasai fikiran bang Fakhri.
Lalu seperti kata ummi, benarkah ingin membuang rasa itu dan berkorban demi Reyhan. Sanggupkah hatinya melupakan perasaan yang bahkan belum sama sekali dimulai Fakhri. Benarkah Fakhri bisa membuang perasaan cinta yang pertama kalinya saling berbalas. Kenapa cinta bisa jadi serumit ini. Kenapa cinta mesti harus memilih. Kenapa tidak membiarkan saja perasaan itu hanya untuk satu pasang jiwa saja, Fakhri membatin.
"Jadi abang ingin Reyhan bersama dengan wanita yang mencintai laki-laki lain. Bahkan laki-laki itu adalah abangnya sendiri," ulang ummi kembali pada bang Fakhri.
"Jika cinta itu bisa membuat Rey bahagia, Fakhri akan mengalah ummi. Fakhri akan memilih melupakan cinta Fakhri mumpung cinta itu belum mulai tumbuh dan bersemi," jawab Fakhri mantap
"Apa abang fikir Rey bahagia dengan perasaan seperti itu? Apa gadis itu mau hidup bersama laki-laki yang tidak dicintainya" ummi balik bertanya kembali.
"Fakhri akan meminta pada Rania, agar dia memilih bersama Rey saja ummi. Dan abang yakin, Rey akan sangat mudah membuat Nia bisa mencintainya," jawab Fakhri kembali.
"Apa abang fikir Rey akan bahagia dengan kehidupan seperti itu. Apa abang juga bisa menjamin jika gadis itu akan bahagia dengan hubungan yang kita rancang?" tanya ummi kembali.
Fakhri hanya terdiam memikirkan semua pertanyaan dari u.minya barusan.
"Itu berarti memberi harapan dan cinta palsu pada adikmu. Awalnya mungkin Rey akan bahagia. Tapi apalah abang tidak berfikir, ketika Rey mengertahui semuanya nanti pada akhirnya. Bagaimana perasaan Rey?," ummi mempertanyakan keputusan Fakhri.
"Abang tidak terfikir, bahwa hatinya Rey akan lebih sakit jika akhirnya mengetahui semua kebenarannya. Bahwa wanita yang dicintainya ternyata terpaksa bersamanya. Bahwa hati gadis itu ternyata milik laki-laki lain," ummi kembali lagi memberikan pengertian.
"Lalu apakah bukan keegoisan jika abang akan membuat hati Rey terluka dengan nekat tetap bersama Rania ummi," bang Fakhri masih saja kekeuh dengan keputusannya.
"Lebih baik Reyhan merasakan sakit di awalnya. Ketimbang hidup dalam kebohongan dan mengetahui semuanya nanti, justru itu yang lebih menyakitkan dan akan bisa saja membuat adikmu akan terpuruk," jelas u.mi dengan lembut pada putra sulungnya itu.
Ummi menatap lekat netra putranya. Memahami pilihan sulit itu bagi Fakhti. Ibarat buah simalakama, satunya gadis yang di cintainya, satu lagi adik yang juga di cintainya. Bagaimana bisa memilih dua orang yang sama-sama dicintainya.
"Abang ingat mainan kesayangan abang yang di inginkan Rey ketika kalian masih kecil dulu?" ujar ummi mengingatkan.
Flash back on
Saat itu Rey menginginkan mainan kesayangan Fakhri abangnya. Bahkan ketika umi dan abi akan membelikan mainan yang sama persis, Reyhan malah menolak dan terus menangis menginginkan mainan kepunyaan abangnya itu.
Dan bang Fakhri dengan terpaksa memberikan mainan yang dengan susah payah dibelinya dengan menabung dari uang saku yang dibelikan ummi dan abi padanya. Fakhri mengalah memberikan mainan kesayangannya itu demi adiknya, agar tidak menangis lagi dan merengek pada kedua orang tua mereka.
Tapi begitu mengetahui abangnya bersedih dan menangis mengingat mainan yang dibelinya dengan susah payah menyisihkan uang jajanya. Reyhan jadi merasa bersalah. Kemudian meminta maaf dan mengembalikan mainan tersebut kepada bang Fakhri kembali.
Flash Back Off
"Reyhan pasti akan mengerti bang. Seperti sebelumnya, Rey pasti akan merasa bersalah, jika mengetahui semua kebenarannya," ummi menjelaskan.
"Lebih baik terluka pada awalnya ketimbang mengetahui pada akhirmya bahwa cintanya hanya sebuah keterpaksaan. Ummi yakin Rey akan mampu melewatinya bang," kali ini kelembutan ummi penuh ketegasan.
__ADS_1
Bang Fakhri masih terdiam mendengarkan semua nasehat umminya.
Hatì dan fikirannya masih berperang sendiri. Semua penjelasan ummi benar adanya, bahwa akan lebih menyakitkan jika Rey menjalani hubungan dalam kepura-puraan. Walaupun mungkin saja bukan, cinta tumbuh diantara keduanya.
Tapi bang Fakhri masih takut jika tetap pada perasaannya sendiri, Rey pasti akan sedih dan terluka.
Fakhri memejamkan matanya sesaat dan menghela nafas berat.
"Baiklah ummi, abang akan mencoba bicara dengan Rania terlebih dahulu. Memastikan perasaan yang ada antara kami berdua," ujar bang Fakhri akhirnya pada umminya.
Ummì membalasnya dengan tersenyum. Ummi yakin, putranya itu akan mampu mengambil keputusan yang bijaksana.
"Jika sudah yakin, abang akan bicara dengan Rey," ujar Fakhri kembali.
"Lakukan segera. Ajaknya bicara gadis itu, sebelum adikmu kembali," jawab ummi.
"Rey akan kembali dua minggu lagi. Sebelum itu ummi harap, abang sudah menyelesaikan masalah hati abang sendiri, sebelum membicarakan semuanya pada adikmu," pinta ummi akhirnya pada putra sulungnya, sang ustad kebanggaannya tersebut.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Kita tidak akan pernah tahu pada siapa kita akhirnya jatuh cinta.
Haii readers tercintahku😗😙😚
Mohon tetap setia pada Rania & Fakhri ya readers🙏🏻
Ayo dong kalau suka ceritanya👌👍🏻
Jangan pelit untuk kasih Vote, Favorit, Like & Comentnya untuk Author🙏🏻
Karena itu akan sangat berpengaruh pada Level novelnya Author.....pleaseee🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻
Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻🙏🏻
Love
__ADS_1
Author Kesayanganmu 😗😙😚
WCU