Mengejar Cinta Ustad

Mengejar Cinta Ustad
Pertemuan Reymond dan Bella


__ADS_3

Raymond berkali-kali menghembuskan nafasnya kasar. Dia sama sekali tidak bisa menutupi hatinya yang gusar. Biar bagaimanapun Bella memang kekasihnya. Tidak ada kata putus yang terucap ketika gadis cantik itu pergi dari kehidupannya lima tahun silam. Bella tetap pergi melanjutkan pendidikan juga karirnya di luar negeri. Dia meminta izin Reymond untuk membiarkannya pergi lima tahun lamanya. Dan Bella tetap memilih pergi ketika itu, walaupun Reymond bersikeras untuk melarangnya.


Reymond sudah berkata pada Bella, sebagai laki-laki dia tidak bisa berjanji untuk setia. Reymond tidak bisa berjanji untuk menunggu Bèlla selama itu. Lima tahun bukanlah waktu yang sebentar. Kenapa tidak berkuliah dan berkarier di tanah air saja. Itu jauh lebih mudah. Hati, Pendidikan dan bisnis keluarga bisa beriringan bersamaan. Tapi Bella tetaplah pada pendiriannya. Cita-cita dan keluarganya menjadi prioritasnya kala itu.


Hampir lima tahun Reymond menjadi sosok bos yang sangat dingin. Hampir lima tahun Reymond tidak membuka hatinya bagi siapapun. Hingga pertemuannya dengan Rania mengubah segala pendiriannya. Memupus rasa setianya yang sudah terlanjur kecewa. Membawa nada cinta baru dalam hatinya karena kepergian sang kekasih. Reymond bersikeras menempatkan Rania di sampingnya. Menjadikan gadis cantik berkulit putih itu sebagai wakil dari sekretarisnya. Jabatan yang hanya bisa dibuat oleh Reymond semata. Agar Reymond bisa selalu dekat dan melihat wajah cantik Rania.


Rania. Kulit putihnya yang seperti bersinar tertimpa cahaya matahari. Wajahnya yang begitu imut, dan tentu saja sikapnya yang teramat manis. Perlahan tapi pasti telah menggeser sedikit demi sedikit kedudukan Bella di hatinya. Gadis itu akhirnya jadi membuat Reymond melupakan sedikit memorinya tentang Bella. Dan tidak dapat dipungkuri, kini sosok Rania sudah masuk separuhnya ke dalam hati Reymond.


Bella. Reymond sebenarnya sangat mencintai kekasihnya itu. Itulah sebabnya dia sangat memohon agar Bella jangan pergi waktu itu. Reymond tidak bisa membohongi hatinya, nama Bella masih terukir indah di sana. Berkali kali Reymond menghembuskan nafasnya kasar. Apa yang harus dilakukannya, Reymond sendiri tidak tahu. Reymond sudah memantapkan hatinya waktu itu, menyatakan cintanya pada Rania, dan memintanya untuk menjadi calon istrinya. Kini mau tidak mau kemantapan hatinya itu sedikit goyah, kala cinta sang kekasih kembali. Entah siapa yang patut dipersalahkan. Bella yang egois untuk pergi. Reymond yang akhirnya tidak setia dan membuka hatinya untuk gadis lain. Atau memang ini takdir cinta harus dilewati ketiganya.


Reymond kembali menghembuskan nafasnya kasar. Membenahi dasi dan jas yang dikenakannya. Kemudian berjalan ragu menuju pintu yang menghubungkan kantornya dengan ruang tunggu. Ada Bella, yang statudnya memang masih menjadi kekasihnya, di sudut lain ruangan itu. Entah apa yang akan mereka bicarakan nanti.


Krekk....kreekk. Bella menoleh ketika mendengar suara pintu di buka. Matanya menatap tidak percaya sosok yang baru saja masuk di balik pintu itu. Laki-laki yang sudah lima tahun ini tidak ditemuinya. Laki-laki yang sengaja dia buat menunggu demi cita-cita yang ingin diraihnya.


Lima tahun lamanya mereka memang tidak lagi saling memberi kabar. Bella beranggapan dengan begitu dia akan konsentrasi untuk dengan cepat menyelesaikan kuliahnya dan mengembangkan bisnisnya di sana, lalu cepat kembali lagi tanah air. Dan Reymondpun dengan angkuhnya yang dibalut rasa kecewa akan kepergian Bella, malah membiarkan saja hubungan mereka tanpa mencoba untuk berkomunikasi.


"Rey......," Bella cepat berlari menghampiri Reymond.


Sesaat kemudian dia berhenti tepat di hadapàn Reymond yang masih berdiri mematung. Bella ingin memeluk laki-laki di hadapannya ini. Dadanya sudah penuh dengan kerinduan. Tapi sikap Reymond yang tampak tidak merindukannya mencegah langkah Bella untuk lebih dekat.


"Rey......?" sapa Bell lagi lembut.

__ADS_1


Suara itu. Reymond juga merindukan suara lembut yang sudah sangat lama tidak lagi didengarnya. Tapi hati Reymond tetap sekeras batu. Rasa kecewa karena memilih meninggalkannya waktu itu membuat Reymond menjadi sangat kecewa.


"Rey.....," Bella sudah tidak lagi kuat lagi menahan hatinya.


Bella memeluk erat Reymond. Seakan menumpahkan kerinduan yang sudah lima tahun ini dipendamnya.


Pelukan Bella tetap erat walaupun Reymond masih sekaku patung di hadapannya.


"Rey, kangen banget.....," ujar Bella dengan suara bergetar.


"Maaf....," ujar Bella lagi dengan suara yang makin bergetar.


Pertahanan Reymond akhirnya jebol juga. Kekuatan hatinya dikalahkan oleh suara Bella yang sudah mulai bergetar menahan tangis dan perasaannya.


Setelah cukup lama. Baik Bella maupun Reymond melepaskan pelukannya. Reymond sudah kembali ke mode dinginnya. Sementara Bella hanya bisa terdiam saja. Bella mencoba memaklumi semuanya. Karena biar bagaimanapun, dialah yang paling bersalah dalam hal ini. Bellalah yang menjauh dan pergi selama lima tahun. Bellalah juga yang begitu keras hati tidak pernah menghubungi Reymond sejak kepergiannya lima tahun silam. Padahal dia sangat tahu, Raymond pasti kecewa, permintaannya agar tidak usah pergi, tidak di idahkannya. Bella dan Reymond berpisah lima tahun ini dengan alasan cita-cita dan masa depan.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Haiii🖐🖐


Views tercintahhh🤩😍

__ADS_1


Mengejar Cinta Ustad insyaAllah akan up terus


Coz novel Mengejar Cinta Ustad mengikuti Lomba Menulis Novel Season 4💪💪✌


You Are A Write S4🤩😍


Jangan Lupa Dukungannya dong buat Author🙏🏻


Bantu Vote Author


Like & Coment Tiap episode yang dibaca


Kasih Tip & Rate5 dong🙏🏻


Baca dan dukung juga Novel Author lainnya


👇


☆ Love Or Be Loved


☆ Cinta 90

__ADS_1


Salam Manis😊


Author


__ADS_2