Mengejar Cinta Ustad

Mengejar Cinta Ustad
Keriuhan Sahabat Di Acara Akad


__ADS_3

Maaf banget baru bisa up. Satu minggu ini Othor sibuk nyiapin pernikahannya Rania sama babang ustad tampan😁🤭😂🤣


Pasti readers tercintahh nggak sabaran mau kondangan. Iyaaaa khaaannn........


Tenang aja. Othor siapin meja khusus buat readers sekalian di kondangannya Rania sama babang Fakhri😉✌ Kurang baek gimana lagi coba Othor😁😄😅🤣


Kan udah diundang Othor langsung👌👍✌


Jangan pelit dong buat kasih Vote, Like, Favorit, Rate5 & Comennya yakkk🙏🏼🙏🏼


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Rania udah terlihat begitu syantik. Hiasan make up akadnya bener-bener manglingin, kata MUA dan orang-orang sih gitu. Gadis pendiam itu terlihat begitu berbeda. Aura pengantin kali yah.


Baju akad nikah yang akan dikenakan calon pengantin wanita terkesan amat mewah dan serba tertutup. Begitu juga hijab dengan detail aksen yang juga terlihat mewah, sungguh terlihat amat pas dan serasi dikenakan pada tubuh ramping milik Rania.


Rania memang telah memutuskan, hari dimana abang ustadnya tersayangnya akan mengucapkan ijab kabul. Hari itu juga Rania memutuskan untuk hijrah. Menjadi muslimah seutuhnya dengan menutup auratnya sebagai seorang wanita.


Sejak hari akad ini dan seterusnya hingga menutup mata nanti, hanya abang Fakhri seoranglah yang bisa melihat dan menikmati kemolekan tubuh Rania. Walaupun Rania memang tidak pernah memakai pakaian yang terlalu sexy dan terbuka, tapi siapapun yang dekat dengannya, pasti setuju, bahwa Rania sesungguhnya memiliki body yang profesional bak model.


Walaupun tinggi badannya tidaklah setinggi model-model yang sering berseliweran di atas catwalk. Tapi bentuk tubuh Rania yang selalu memakai baju tertutup dan tidak pernah ketat melekat, sesungguhnya sangatlah sempurna. Tubuhnya yang ramping juga imut serasi dengan tinggi tubuhnya.


Walaupun terlihat langsing, sesungguhnya tubuh Rania berisi pada bagian-bagian tertentu pada tubuh seorang wanita. Pakaian Ranialah yang menyamarkan kondisi sesungguhnya gadis cantik berkulit putih itu.


"Nia, kamu cantik banget. Ihhh manglingin deh.....," puji Rara sang sahabat dengan binar mata bahagia.


Rania hanya menamggapi pernyataan Rara dengan tersenyum malu.


"Nia mah emang udah cantik dari orok Ra. Itu MUA pasti seneng banget dandanin Nia, nggak bakalan ribet," ujar mbak Sinta pula menatap lekat Rania, yang pendapatnya disetujui Rara.


Kedua orang terdekat Rania itu berada di dalam kamar pengantin Rania. Mereka berdua akan menjadi pendamping Rania, yang akan membawa gadis itu menemui suaminya tercinta setelah ijab kabul nanti selesai diucapkan bang Fakhri.


"Apaan sih Lun, berisik banget," maki Rara begitu gadis cantik sepupu Rania itu udah gesrek aja bikin kerusuhan masuk ke kamar pengantin.


"Lu apaan si Rara. Gua kan cuma mau infoin rombongan calon pengantin laki-laki udah dateng," balas Luna ikutan sewot.


Luna memang sudah dikenalkan Rania pada dua orang sahabat terdekatnya itu. Dan sejak hari perkenalan mereka ketika lamaran Rania tempo hari. Maka fix Lunapun menjadi bagian dari persahabatan ketiganya. Disamping juga karena usia Luna, Rara dan Rania yang memang seumuran. Kecuali mbak Sinta yang usianya diatas mereka, karena mbak Sinta itu memang seumuran bang Fakhri dan mas Yoga. Maka terjalinlah persahabatan indah mereka berempat.


"Beneran Lun, penganten laki-laki udah dateng?" mbak Sinta yang memastikan.


"Iya mbak ku sayang. Noh, liat aja sendiri, rombongan besan udah pada nyampe," jawab Luna kembali.


"Nia, tenang, jangan gugup yah....," ujar Rara mendekat pada Rania.

__ADS_1


"Hei Ra, ngapain Nia gugup. Yang gugup itu calon pengantin laki-laki. Mas Fakhri yang mestinya gugup karena dia yang akan mengucapkan ijab kabul," Luna yang menjawab peetanyaan Rara.


"Tapi kan teteup aja Lun. Nia pasti akan merasa deg-degan juga nungguin kata sah...sah....sah.....," balas Rara lagi dengan tertawa renyah.


Dan tawa Rarapun menular pada Luna dan mbak Sinta. Jadilah mereka tertawa berjamaah menggoda Rania, yang hanya bisa membalasnya dengan tersenyum malu.


"Tapi Rara yakin. Bang Fakhri pasti lancar jaya mengucapkan ijab kabulnya nanti," ujar Rara kembali bersuara begitu tawa ketiganya terhenti.


"Ya iyalah, masa abang ustad bisa salah sampe dimandiin," sahut mbak Sinta tersenyum lucu seolah membayangkannya.


"Tapi siapa tahu mbak. Karena ini pernilahannya sendiri, si abang ganteng jadi nerveous," balas Luna yang ikutan menyahut.


"Deuhh yang sebentar lagi sold out senyum-senyum aja," goda Rara kembali.


"Jangan-jangan dia udah ngebayangin malem pertamanya Ra," Luna ikutan menggoda Rania.


"Bener tu Lun. Secara yak, serba pertama. Pertamanya jatuh cinta, pertamanya satu kamar, pertanya langsung wik wik.....," sahut Rara tertawa kencang.


"Husttt....suara lu dikondisiin Ra. Gila aja ketawanya nyampe terdengar di luar ntar," Luna menyikut lengan Rara.


Membuat gadis itu tiba-tiba terdiam menghentikan tertawanya, saakan baru tersadar mereka tengah berada di acara akad nikah Rania.


Dan Rania, pengantin yang sangat cantik itu masih tidak mengeluarkan suaranya. Rania sedari tadi hanya tersenyum malu dengan wajah merona terus digoda oleh ketiga sahabatnya.


"Tapi kayaknya bentar lagi juga bakalan ada yang menyusul Nia," ujar Luna sendu.


"Pake nanya," Luna bersungut kesal.


"Loh kok jadi marah sih Lun?" Rara mengeryitkan alisnya bingung.


Hmmmm. Luna menghela nafas dalam, lalu bergantian menatap Rara dan mbak Sinta.


"Kalian berdua itulah yang akan ikut sold out menyusul Nia," balas Luna masih dengan wajah cemberut.


"Kamiiii.....," balas keduanya lagi bersamaan.


"Maksud kamu aku sama mbak Sinta Lun?" Rara kembali bertanya untuk memastikan.


"Iyalah kalian berdua yang aku sebut. Kalau Nia kan udah pasti sold out hari ini," balas Luna.


"Memangnya barang pake sold out Lun," terdengar Rania tersenyum menyahuti.


"Tunggu dulu, kenapa kami berdua akan menyusul sold out," tanya Rara kembali.

__ADS_1


"Yaela Raaa....gitu aja bingung," balas Luna kembali menatap keduanya bergantian.


Sementara yang ditatap, keduanya tampak bingung tidak mengerti maksud omongan Luna barusan.


"Hadeeehhh, gini yah aku jelasin. Rara lu itu punya Andi. Tuh cowok kiyut udah jelas-jelas naksir berat elu dari lama. Ibaratnya yak, Andi itu Nia versi lakinya. Bayangin aja cinta dalam diam berbalut persahabatannya Andi selama ini sama elu," jelas Rania dengan mimik wajah mengejek.


Membuat wajah Rara seketika merona merah.


"Tapi kami kan nggak jadian, Andi bukan siapa-siapanya aku Lun," Rara kembali berusaha mengelak.


"Yaeelala gaya lu Ra. Jangan sok syantik deh," balas Luna geram yang langsung mendapatkan tatapan mata tajam dari Rara.


"Idih pake melotot," ejek Luna kembali, membuat Rara seakan makin ingin mengeluarkan biji matanya.


"Lu tu ya Ra. Lu bilang ke Andi mau dinikahin besok aja, tu cowok pasti kagak bakalan nolak," ujar Luna kembali pada Rara.


"Siapa gua Lun. Mana mungkinlah, lu tahu sendiri keluarga Andi itu bukan keluarga sembarangan. Kami berdua itu beda level Lun," jelas Rara kemudian.


"Nungguin lu aja yang nggak jelas juntrungannya dia sabar. Apalagi buat nego sama keluarganya. Ya nggak sodara-sodara," Luna meminta persetujuan, yang langsung mendapat anggukkan kepala dari mbak Sinta dan Rania.


"Kalu mbak Sinta juga udah jelas. Mas Yoga si dosen ganteng dan perfect kayaknya udah kepincut sama mbak sejak pandangan pertama. Kayaknya nggak perlu gua jelasin, karena mereka pada udah dewasa. Secara usia juga udah lebihan daripada gua," kali ini Luna menyuarakan pendapatnya kepada mbak Sinta.


"Mungkin mbak Sinta cuma perlu menyakini dirinya sendiri aja kali. Bahwa tidak semua laki-laki itu kayak tunangan mbak Sinta," ujar Luna lagi ketika mbak Sinta hanya diam saja mencerna semua kata-katanya barusan.


"Kayaknya cuma gua sendiri yang nggak beruntung," keluh Luna dengan tampang sedih.


Seketika ketiga pasang mata di dalam ruangan kamar itu menatap Luna lekat.


"Gua mencintai laki-laki yang sudah jelas hatinya milik siapa," ujar Luna kembali dengan suara lemah, nggak berapi-api seperti ketika berkata pada Rara dan mbak Sinta.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻


Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻🙏🏻





Love😗😘

__ADS_1


Autor Kesayanganmu


WCU


__ADS_2