
Rania terdiam, masih terpaku di tempat duduknya semula. Direktur Raymond sudah lama berlalu. Rania menolak ketika pak Reymond memerintahkan supirnya untuk mengantarkan Rania kembali ke rumah. Karena bosnya itu sudah mengizinkannya untuk tidak usah kembali lagi ke kantor. Rania beralasan akan berbelanja keperluannya dahulu sebelum pulang ke rumah. Direktur Raymond akhirnya menyetujuinya, dan berpesan agar Rania berhati-hati.
Rania masih menikmati kesendiriannya. Melirik jam di tangannya, masih satu jam lagi jadwal pulang kantornya seperti biasa. Rania terdiam, menikmati suasana sore cafe yang semakin ramai. Pengujung datang silih berganti. Kebanyakkan mereka seperti para pekerja kantoran yang sengaja melepas penat sesaat setelah pulang dari rutinitas mereka.
Seketika kekosongan menyergap hatinya. Rania tidak tahu bagaimana sesungguhnya hatinya. Perlakuan Reymond yang begitu baik padanya tentu saja masih membekas. Perasaan tulus yang diberikan bosnya itu telah sampai ke hati Rania. Tentu saja, sebagai seorang wanita, Rania tidak bisa membohongi hati dan perasaannya. Rania juga menyukai semua cinta dan perhatian itu.
Hanya karena Rania gadis yang pendiam. Hingga Rania tidak pernah menunjukkan bagaimana hati dan perasaannya. Walau awalnya Rania menganggap si bos bercanda saja. Tapi makin ke depannya, hati Rania mulai tersentuh. Ada sedikit ruang di hatinya yang terbuka. Menerima dengan indah semua perlakuan manis dari direkturnya itu.
Hati Nayn sudah mulai tersentuh. Membuka sedikit perasaanya untuk mencoba menerima cinta yang datang. Setelah berulang berfikir dan merasakan, cinta ini tidaklah salah.
Lalu apakah itu berarti cintanya pada sang ustad telah terganti? Oh No! Bang Fakhri ternyata punya tempatnya sendiri. Kisah cinta ini tidak menggeser sedikitpun tempatnya di hati Rania. Bukan tidak, tapi belum!! Karena bisa jadi cinta ini bisa berkembang nantinya. Mengusir jauh cinta yang pernah bertahta, atau kisah ini yang tergeras habis tertutup cinta yang tidak pernah terganti. I don't...
Dan pranggg.....
Cinta itu bahkan belum sempat bersemi. Kuncupnya belumlah mekar, ketika kenyataan akhirnya datang. Prahara kedatangan Bella, kekasih sesungguhnya pak direktur. Benar-benar memupus perasaan yang sempat ada. Apalagi saat pak direktur mengatakan dia egois ingin memiliki keduanya. Bagaimana Rania berusaha mencoba mempertahannkan hubungan yang baru ini, jika nyatanya ada dua wanita yang kini bertahta di hati direktur Reymond.
Dan Rania cukup tahu diri. Dengan mengalah melepaskan semua rasa. Mumpung kuncupnya belum sempat bermekaran, adalah pilihan yang terbaik bagi mereka bertiga saat ini. Setidaknya tidak ada yang akan tersakiti fikir Rania.
Jika Rania bersikeras, mengiyakan pertanyaan dari pak Reymond, bisa saja laki-laki tampan akan tetap mempertahankannnya, dan memilih melepaskan mbak Bella. Apa Rania bisa bahagia. Ada satu hati yang paling terluka di sana. Dan mbak Bella akan jadi yang paling tersakiti. Hubungan keduanya bukanlah sebentar. Mereka jauh lebih dulu saling mencintai. Sama-sama mentahtahkan cinta pertamanya di hati. Keadaanlah yang memaksa keduanya akhirnya terpaksa berpisah.
Tegakah Rania bahagia diatas luka wanita lainnya. Bisakah senyum bahagia hadir di antara air mata luka dari sesamanya. Rasanya biar saja Rania yang pergi. Cinta yang masih kuncup ini biar saja tidak mekar. Berhenti berkembang sebelum waktunya bermekaran. Pak direktur laki-laki yang baik. Miss komunikasilah yang menjadi penyebab hatinya jadi tertutup. Melepas perasaannya dalam pada kekasih hatinya. Jika kemudian hadir cinta baru dalam hatinya. Itu bukanlah wujud tidak setia. Dia laki-laki penuh pesona dan sempurna bagi keinginan tiap wanita. Adalah sosok yang setia akan sebuah cinta dan perasaan.
Rania berharap keduanya akan bahagia. Kembali bersama untuk saling mencintai selamanya. Hatinya sudah lega. Semua ungkapan dalam hatinya telah dilakukannya. Tidak ada masalah yang selanjutnya akan membebani perasaannya. Akan mengusik ketenangan hatinya. Rania tulus memgharapkan agar keduanya bisa bahagia. Memang indah jika rasa itu sama. Berdua satu rasa, saling mencintai.
__ADS_1
Rania sesaat memegang dadanya. Adakah sedikit saja ada perasaan kau simpan untukku bang, kali Rania mengeluh.
Ketika memorinya beralih kepada bang Fakhri. Dadanya selalu saja berdetak lebih kencang, ibarat genderang mau perang. Mengingatnya saja sudah membuat bunga-bunga di hati Rania bermekaran.
Senyum mengembang dari bibir mungilnya. Rania memejamkan matanya. Sosok ustad ganteng itu seakan memenuhi isi kepalanya kini. Wajahnya yang tampan. Matanya yang teduh. Senyumnya yang manis. Tutur katanya yang selalu lembut. Tingkah dan sikapnya yang sopan. Dan suara indahnya saat tengah melantunkan ayat suci Al-quran.
Kembali Rania memegang dadanya. Ya Allah, jantungku. Hatiku, yang sabar yah. Salahnya kau berada dalam diriku. Gadis ini tidak punya keberanian sedikitpun. Gadis ini hanya bisa mencintai dalam diam. Hati....atau kita lupakan saja semuanya. Dia seakan terlampau jauh untuk dijangkau. Dia juga paranormal, yang punya telepati untuk merasakan, bahwa ada hati seorang gadis di sini yang tengah mendamba, keluh Rania sendu.
Rania menenggelamkan semua rasanya dalam impian. Sementara tidak jauh dari tempatnya duduk. Sepasang mata teduh tampak menatapnya dari jauh. Mencoba mencerna bagian cerita yang dilihatnya di depan matanya sedari tadi. Entah kesimpulan apa yang ada di dalam hatinya kini. Yang jelas dia masih terus menanyakan hati kecilnya sendiri.
Omongan Andi masih terus terngiang di telinganya.
"Rania juga mencintai abang. Itulah sebabnya, Rara selalu menganggapnya sebagai saingan ketimbang sahabat. Itu pula sebab Rara berulang menjebaknya dalam sebuah konspirasi yang seakan selalu membuat buruk posisi Rania," ujar Andi pada Fakhri.
"Jangan membohongi hati sendiri bang. Jika memang abang takut dosa dan fitnah, segera taaruf dia. Jangan sampai abang menyesal nantinya. Karena banyak laki-laki yang juga mendamba cinta Rania," tutup Andi kali ini dengan tegas.
"Dan aku tidak akan menolak bang, kalau akhirnya harus mencoba bersaing dengan abang. Toh aku akan segera bertindak, tidak akan hanya cuma diam," kali ini Andi berharap provikasinya verhasil.
Bang Fakhri memang memerlukan itu. Akan dia lebih berani untuk segera bertindak. Rasanya Andi cukup lelah, menjadi penonton dari kisah drama cinta segiempat. Antara Rara, Rania, bang Fakhri dan Gadis yang dicintainya.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Author ikutan gemes deh.🙃🙃
__ADS_1
Kalau ragu, yah udah abang ustad ganteng sama Author aja😁🤭😛😜
Maaf banget tiga hari ini nggak update🙏🏻✌
Coz Author juga punya kesibukan di dunia nyata🤭🤭✌
Disamping lagi ngerjain juga novel terbaru Author.
Klik profil aku aja, biar gampang buka novel Author yang lainnya🙏🏻😊
Jangan lupa Vote, Favorit & Like & Comennya yah readers tercintahhh🙏🏻🙏🏻
Biar Author jadi semangat buat up per harinya🙏🏻✌
Novel Author yg lain👆
Baca juga kisah Nayna dan Nayla dalam novel "Love Or Be Loved" yang nggak kalah serunya sama kisah Rania di novel "Mengejar Cinta Ustad✌🙏🏻
Vote, Favorit & Like juga yahh reader tercintahhh✌🙏🏻
__ADS_1
Author kasih double kiss nih😗😙😚