
Sebelum baca, mohon pencet dulu Vote, Like, Love, Favorit & Rate5🙏🙏
Kalau mau kasih hadiah juga lebih bagus🙏🙏
Demi kelanjutan novel author agar bisa naik level🙏✌
Dan demi semangat author biar selalu rutin updatenya💪💪🙏
Awalnya part kali ini author tulis sedikit hot✌
Udah dari pagi masuk review, ternyata pas malem partnya nggak lulus review editor😥
Malam ini author revisi kembali agar tulisannya mggak terlalu hot kayak pisang goreng habis diangkat dari penggorengan.
Semoga lolos review ulang🙏
Author tulis sesikit hot hanya ingin menggambarkan bahwa memang benar adanya.
Percintaan suami dan istri akan terasa lebih nikmat, syahdu dan indah.
Jika melakukannya sehabis terjadi pertengakaran ataupun kesedihan emosi akan sebuah permasalahan seperti yang dialami bang Fakhri dan Rania.
Benar sekali jika pertengkaran suami dan istri itu berakhirnya di atas ranjang mereka.
Kalau nggak percaya readers bisa mencobanya sendiri✌🤭😁😜
Love lagi sekebon ubi dari author😘
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Rania telah berhenti menangis, meski sesekali sesegukan sisanya menangis masih terdengar pilu. Rania telah merengsek semakin masuk dalam dekapan bang Fakhri. Memilih pelukan hangat suaminya untuk menghilangkan semua rasa sesak yang terasa di dadanya saat ini.
Bang Fakhri masih memeluk memeluk erat tubuh Rania. Memberikan saja rasa tenang melalui pelukan hangat tanpa perlu berkata-kata. Berucap memang tidak diperlukan dalam kondisi yang begini. Cukuplah saja menjadi pendengar untuk semua keluh kesah. Cukuplah saja sebuah pelukan hangat yang menenngkan.
Tapi tanpa keduanya sadari. Sebuah pelukan saja sudah barang tentu bisa membuat sepasang anak manusia yang sudah sah dalam sebuah ikatan suci pernikahan ini, menginginkan hal yang lebih. Begitupun tubuh bang Fakhri dan istrinya Rania yang telah merapat tanpa celah sedikitpun, kecuali terpisah oleh pakaian yang menempel pada tubuh keduanya kini.
Bang Fakhri melepaskan dekapannya. Membuat sedikit jarak, yang memudahkannya menatap wajah Rania. Mata itu masih memerah dengan sisa-sisa air mata. Tapi di mata bang Fakhri wajah sedih itu sudah terlihat begitu menggemaskan. Dengan hidung memerah, mata yang sayu, Rania malah begitu sexy di matanya, membuat bang Fakhri tidak bisa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari sang istri.
Cup.
Tiba-tiba kecupan lembut sudah mendarat di bibir mungil Rania. Dua benda kenyal itu masih menempel. Rania terdiam membeku dan terkejut membelalakkan matanya mendapat ciuman tiba-tiba tersebut, kedua pipinyapun sudah bersemu merah.
Meskipun sudah satu tahun menikah. Rania masih saja tetap malu dan selalu menujukkan wajah yang memerah seperti tomat. Sikap yang selalu membuat bang Fakhri merasa seperti melewati hari-hari pertama mereka sebagai pasangan suami istri.
__ADS_1
Bang Fakhri menatap Rania yang juga masih menatapnya dengan bibir yang masih saling bersentuhan.
Cup....Cup....lagi-lagi bang Fakhri mengecup bibir mungil kecintaannya itu. Kecupan yang makin lama makin terlihat menuntut. Ini bukan lagi sebuah kecupan, melainkan ciuman yang dalam, yang makin lama malah menjadi sebuah *******.
Bang Fakhri melepaskan ciumannya dari bibir Rania, kala Rania telah terengah-tengah kehabisan nafas. Bang Fakhri tersenyum manis menatap istri polosnya tersebut. Rania selalu saja tidak mengambil nafas ketika bang Fakhri menciumnya dengan dalam.
Lihat saja sekarang, Rania terlihat terengah-engah meraup udara dengan rakusnya seolah takut tidak kebagian.
"Bukankah sudah abang katakan, tetaplah bernafas jika abang menciummu," ujar bang Fakhri tersenyum gemas.
"Tapi abang menciumnya tanpa memberi jedah untuk Nia bernafas," jawab Rania lembut sambil mengerucutkan kedua bibirnya.
"Heii, nyonya Fakhri. Jangan kembali menggoda suamimu ini dengan mengerucutkan bibirmu seperti itu. Apa masih kurang ciuman abang barusan," ujar bang Fakhri pada istrinya.
"Abangggg......," rengek Rania manja.
Cup...Cup...
Bang Fakhri kembali mencium Rania. Rengekan manja sang istri justru tambah membangkitkan nafsu kelaki-lakiannya.
Kali ini tangan kanannya sudah ikut menahan tengkuk Rania agar dirinya bisa lebih memperdalam ciumannya pada sang istri.
Rania yang sudah mulai mengikuti ritme sang suami mencoba membalas meski begitu sangat kaku. Mengikuti saja nalurinya sebagai seorang wanita dengan arahan sang suami. Rania tidak menampik, jika nafsupun sudah mulai menguasai tubuhnya yang memanas.
"Apa abang boleh meminta hak abang kembali malam ini?" tanya bang Fakhri begitu lembut di telinga sang istri.
Laki-laki sholeh itu bukanlah seorang pemaksa. Dia tetap meminta izin pada istrinya. Jika memang sang istri tengah lelah dan tidak bersedia melayaninya, bang Fakhri tidak akan memaksa untuk melanjutkan kegiatan indah suami istri ini.
Ketika anggukkan kepala menjadi jawaban dari pertanyaan bang Fakhri barusan.
Bang Fakhripun makin mendekat kemudian membisikkan doa di telinga istrinya. Doa yang sama tiap kali keduanya akan mulai berhubungan intim.
Bismillah.
Allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa.
Dengan menyebut nama Allah.
Ya Allah, jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami.
Kesolehan dan kelembutan laki-laki yang bergelar suaminya itu selalu saja membuat Rania tidak hentinya bersyukur dan tidak dapat lagi untuk berkata-kata. Rasanya menunggu cinta dalam diamnya selama ini, telah dijawab oleh Allah SWT, dengan menghadirkan laki-laki baik nan lembut yang tengah mengukungnya ini.
Bang Fakhri sudah berada di atas tubuh Rania. Kedua tangannya menahan bobot tubuhnya sendiri. Menatap netra lentik sang istri dengan begitu lembut, sebelum melesatkan kembali sebuah ciuman panas yang dalam dan menuntut, namun tetap saja begitu lembut. Bang Fakhri memanglah laki-laki yang penuh dengan kelembutan pada pasangannya.
__ADS_1
Dan yang terjadi selanjutnya adalah yang diinginkan kedua pasangan halal tersebut. Hubungan suami istri yang memberikan bukan saja gelejar indah tapi lebih kepada kenikmatan alami yang membuat keduanya melenguh dan memanggil nama pasangan masing-masing seiring kegiatan yang semakin intens tersebut.
Setelah cukup lama keduanya saling melenguh, berbagi peluh dan keringat. Menikmati secara alamiah rasa nikmat yang menggunung, melakukannya secara berulang hingga berakhir pada pelepasan panjang dari ujung rasa yang ditumpahkan ke dalam rahim sang istri.
Keduanyapun kini terhempas oleh sebuah pelepasan yang indah dengan nafas yang sudah terengah-engah. Bang Fakhri menyingkir dari atas tubuh sang istri, menarik tubuh Rania yang sama polosnya dengan dirinya ke dalam dekapannya kembali.
Cup...Cup...pucuk kepala Rania dicium lembut sang suami.
"Terima kasih sayang," ucapan lembut tersebut terdengar indah di telinga Rania, yang hanya membalasnya dengan anggukkan kepalannya saja.
Tubuh dan hatinya yang letih setelah menangis sedari tadi, makin bertambah letih dengan kegiatan yang dilakukannya bersama sang suami barusan. Dan akhirnya membuat Raniapun memejamkan matanya dan terlelap.
Bang Fakhri menarik selimut menutupi tubuh telanjang keduanya. Membiarkan sang istri yang telah tertidur dalam dekapannya. Deru nafas teratur menandakan Rania telah masuk ke alam mimpinya.
Jujur saja, percintaan suami dan istri akan terasa lebih nikmat, syahdu dan indah. Ketika dilakukan sehabis terjadi pertengakaran ataupun kesedihan emosi akan sebuah permasalahan seperti yang dialami bang Fakhri dan Rania.
Benar sekali adanya, jika pertengkaran suami dan istri itu berakhirnya di atas ranjang.
Kemudian tangan bang Fakhri mengusap perut datar milik Rania. Meminta dengan tulus dalam doa, semoga segera tumbuh penerusnya di rahim sang istri. Semoga benih cintanya dan sang istri segera hadir.
Perut datar tersebut bisa berubah menjadi tempat untuk berkembang calon anak yang mereka dambakan selama ini. Dalam hati bang Fakhri berucap, bahwa dirinya akan setia menemani sang istri dalam kesabarannya menunggu kehadiran calon buah hati mereka.
Karena bang Fakhri yakin, ini adalah sedikit ujian yang harus dillalui dalam rumah tangganya bersama sang istri. Semoga ujian ini akan semakin menguatkan hubungan keduanya. Menjadi pasangan yang saling menerima dan memahami. Bukan hanya dalam suka, tapi juga dalam duka.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Dua novel author di atas mungkin akan jarang update🙏☝️
Tapi tetap autor usahakan diselingi updatenya walau tidak rutin🙏
Author fokus pada novel Mengejar Cinta Ustad ini☝️
Dan juga novel baru author ini
👇
Author Kesayanganmu😘
__ADS_1
WCU