
"Bel....., panggil Reymond kembali sendu.
Bella menatap mata tajam itu. Menatap wajah tampan keturunan bule di hadapannya ini. Menatap ketampanan satu-satunya laki-laki yang Bella cintai.
Tetapi sedetik kemudian Bella sudah mengalihkan tatapannya. Matanya berubah sendu, ketika mengingat pengorbananya selama lima tahun ini tidaklah berarti apa-apa di mata Reymond.
Cintanya saja tidaklah cukup. Kesetiannya tidaklah berharga. Ada nama gadis lain yang kini tersimpan di satu sisi hatinya. Boleh jadi namaku mungkin sudah terganti, keluh Bella kembali dalam hatinya.
Luka tapi tidak berdarah. Itulah yang Bella rasakan sejak hari dia mengetahui mengenai Rania. Tetapi sialnya Bella tidak bisa marah. Bella sendiri menyukai gadis itu. Rania gadis yang sangat baik. Dia begitu lembut dan polos. Kealamiannyalah yang membuat Reymond bisa jatuh cinta. Padahal Bella sendiripun tahu, Raymond sangatĺah pemilih.
Flash Back On_Bella
Bella ingat betul, tidak ada seorang gadispun yang bisa mendekati Reymond ketika di kampus kala itu.
Raymond Syahputra. Laki-laki tampan berpostur tubuh sempurna putra seorang pengusaha sukses. Rey yang memang keturuan bule dari opa di sisi papanya, sudah diakui memiliki ketampanan hakiki yang paripurna.
Wanita mana yang tidak bertekuk lutut dan tergila-gila padanya kala itu. Reymond dengan sejuta pesona yang membuat semua wanita rela melakukan apa saja untuk bisa berada di sisinya. Apalagi sampai bisa menjadi kekasihnya.
Bella sama sekali tidak habis fikir bagaimana para wanita itu dengan tidak tahu malunya terus berusaha mencari perhatian Rwymond. Mungkin karena hal tersebutlah Bella menjadi satu-satunya gadis di kampus mereka yang tidak menyukai Reymond.
Bagaimana bisa gadis-gadis itu merendahkan harga diri mereka sendiri hanya demi seorang laki-laki. Bagaimana bisa mereka berteluk lutut dan rela melakukan apa saja demi seorang laki-laki. Hal itu pulalah yang membuat Bella semakin membenci Raymond. Bella selalu berfikir, Raymond itu laki-laki sombong yang merasa dirinya paling tampan dan paling hebat.
Bahkan sahabat Bella sendiripun, rela mengemis perhatian sang arjuna. Cihhh......tangisan sahabatnya itu, benar-benar membuat kepala Bella mendidih dan dadanya seperti mau meledak.
"Ayolah Rel, kenapa menangisi laki-laki seperti itu," ujar Bella acuh.
"Karena aku mencintai Bel," jawab Ariel, sahabatnya itu dengan berlinang air mata.
"OMG. Ayolah Rel. Bagaimana bisa mencintai seseorang hanya dengan sekedar menatapnya saja," Bella kembali menyangkal.
Aurel menatap Bella sendu, air mata masih menggenangi pekupul matanya.
"Itulah yang namanya cinta Bella. Kita tidak akan pernah tahu kapan rasa itu ada, untuk siapa dan bagaimana. Dia hadir bahkan tanpa kita sadari," Ariel berpuitis.
"Cihhh....cinta seperti apa itu. Untuk apa mencintai seseorang yang sama sekali tidak melihat kita," cibir Bella kembali.
Ariel kembali menatap sahabatnya itu, air matanyapun sudah mulai mengering.
__ADS_1
"Cinta tidak bisa memilih Bel," Aurel kembali menyangga.
"Tapi kita masih punya fikiran yang waras Rel. Sudah tahu yang kita cintai itu sang don juan," Bella kembali dengan cibirannya.
Aurel menghela nafasnya berat, percuma bicara dengan Bella. Sampai kapanpun dia tidak akan mengerti.
"Nanti saat kau jatuh cinta, kau akan mengerti sendiri Bel," Aurel mengakhiri.
"Dan aku jamìn, akan memilih cinta itu sendiri. Aku tidak akan mungkin jatuh cinta pada do juan kampus kita itu," tegas Bella menjawab Aurel.
Sahabatnya itu hanya menatapnya saja.
Di dalam hatinya Aurel berkata sendiri "Kau akan menyesali kata-katamu sendiri Bel. Seandainya kau tahu, laki-laki yang kau katakan don juan itu adalah laki-laki sempurna yang pantas untuk diperjuangkan."
Lalu secara tidak sengaja Tuhan akhirnya mempertemukan keduanya. Saat itu Bella sama sekali belum mengetahui bahwa laki-laki yang membantnya ketika mobilnya sempat mogok di tengah perjalanan itu adalah si don juan.
Bella yang sempat sedikit terpesona. Oleh ketampanan, keramahan juga kebaikan hatinya, yang dengan sikap yang amat sangat sopan menawarkan untuk memberi bantuan pada Bella saat itu.
Bella yang memang tidak mengerti tentu saja menerimanya dengan senang hati. Kekaguman Bella akan sosok Rey yang tampan, baik, lembut dan sepertinya juga tajir menimbulkan satu rasa yang belum pernah Bella rasakan sebelumnya.
Tapi rasa itu sekerika menguap saat Bella akhirnya mengetahui kalau ternyata Rey itu adalah Reymond. Sang don juan kampus yang selama ini tidak Bella sukai. Kalau saja Aurel sahabatnya tidak mengatakan pada Bella kalau laki-laki itulah Reymond. Idola kampus yang di cintai mati-matian oleh Ariel, sahabatnya itu. Bella tidak akan pernah tahu, bahwa pesonanya ternyata telah mulai menawan Bella.
Sementara Aurel sendiri menaikkan alisnya bingung menatap heran dari nada pertanyaan Bella.
"Jadi selama ini kamu belum tahu dengan Raymond Bel??" tanya Ariel penasaran.
Dan Bella cuma menjawabnya dengan gelengan kepala.
"Serius Bel. Kamu tidak kenal dengan Reymond," Ariel kembali mengulang pertanyaannya tidak yakin.
"Iya Ril. Aku nggak kenal sama si don juan kampus kita itu. Lagipula aku bukan kalian, yang tergila-gila padanya," jawab Bella kembali dengan ketus.
"Tapi kenapa reaksimu barusan seperti kaget itu?" tanya Ariel kembali penasaran.
"Biasa aja keles," jawab Bella kembali dengan malas.
"Bel.....," Ariel sudah bersungut.
__ADS_1
"Iya....iya....Kemarin aku sempat ditolong laki-laki itu di jalan ketika ban mobilku kempes," ujar Bella jujur.
Jika tidak mengatakan yang sebenarnya Ariel tidak akan berhenti mencari tahu sampai kecurigaannya terjawab.
"Ahhhhh.....jadi kemarin kau bisa berduaan lama dengan Rey ya Bel," ujar Ariel mengeluh kesal.
"Biasa aja kale. Mana aku tahu kalau Rey itu ternyata Reymond yang selalu kalian semua bicarakan," Bella menjawab dengan kesal.
"Kalau aku tahu itu adalah dia, mana sudi aku menerima bantuannya. Mendengar namanya saja aku alergi, apalagi kalau aku tahu kemarin kalau Rey itulah sang don juan," Bella bergidik ngeri.
"Jangan terlalu membenci seseorang Bel. Nanti bisa berubah jadi cinta," ejek Ariel lagi saat melihat Bella seakan alergi dan bergidik ngeri.
Aneh aja orang sesempurna Reymond malah dia tidak suka, gumam Ariel dalam hati masih menatap Bella.
"Ingat loh Bel. Batas antara cinta dan benci itu sangatlah tipis," Ariel kembali menyindir.
"Memang tidak ada laki-laki lain hingga aku harus mencintai sang don juan," balas Bella sengit
"Jangan sampai kau menjilat ludahmu sendiri," jawab Ariel kembali membalas tisak mau kalah.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Ingat loh Bel. Batas antara benci dan cinta itu amatlah tipis✌
Liat aja Author, awalnya cinta sama sang Ustad, kini cinta juga sama sang din juan😁🤭🤪😜
Mohon maaf karena kesibukan Author
Baru update kembali🙏🏻✌
Jangan lupa Vote & Likenya yah readers tercintahhh🙏🏻🙏🏻
Novel Author yg lain👆
Baca juga kisah Nayna nggak kalah serunya sama kisah Rania✌
__ADS_1
Vote & Like juga yahh reader tercintahhh✌
Author kasih double kiss deh😗😙😚