Mengejar Cinta Ustad

Mengejar Cinta Ustad
Ketegangan Dua Saudara


__ADS_3

Reyhan sudah kembali ke rumah. Seperti biasanya, disambut tawa bahagia dan suka cita sang bunda dan abi tentunya. Putra bungsu kebanggaan mereka itu, tetap saja menjadi buah fikiran ketika tengah bertugas jauh. Ke negara perbatasan yang kadang masih terlibat konflik. Orang tua mana yang tidak akan khawatir.



(Anggap aja mas Reyhan sang tentara langit lg pake seragam tentara RI yahhh😁🤭✌🏾)


"Sayangnya umi.....," peluk umi pada putra bungsunya itu dengan derai air mata.


"Umiiiii.....selalu aja kayak gini," ujar Rey membalas pelukan ibu terkasihnya itu.


"Umi, lihat Rey sehat tanpa kurang suatu apapun. Kenapa begitu khawatir, putra tampanmu ini seorang patriot sejati," senyum Rey melerai pelukan uminya.


"Bukankah Rey sudah berjanji pada umi dan abi untuk menjaga diri. Insyaallah akan kembali pulang dengan selamat," ujar Rey kembali dengan senyum mengembang memupus ketakutan di mata sang bunda.


Umi menatap lembut putra bungsu kebanggaanya itu. Dia selalu saja pandai merayu. Membuat suasana tidak menjadi sedih lagi, gumam umi dalam hatinya.


'Sudah....sudah, ayo masuk. Umi....Rey baru juga tiba, jangan selalu seperti ini," ujar abi lembut menatap istrinya.


Lalu mengajak keduanya masuk ke dalam rumah.


"Masuklah ke kamarmu dan istirahat. Umi akan menyiapkan makan malam kesukaan sayangnya umi ini," ucap umi lembut membelai pipi putra bungsunya itu.


Reyhan tersenyum diperlakukan layaknya anak kecil oleh sang umi. Tapi Rey diam saja, dia tahu semua adalah betapa bukti cintanya sang ibu pada putra-putranya.


Rey tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu berlalu menuju kamarnya di lantai dua rumah mereka.


Sebelum masuk ke dalam kamarnya. Rey berhenti dan menatap sebentar kamar sang abang yang tepat berada di sebelah kamarnya, yang saat ini terlihat tertutup rapat.


Apa bang Fakhri sedang tidak ada di kamarnya, gumam Reyhan dalam hati.


Tiba-tiba hatinya memanas. Mengingat jika Raniku telah memantapkan hatinya pada bang Fakhri. Mengingat jika gadis itu sesungguhnya sudah sejak lama mencintai abangnya. Mengingat perasaannya pada gadis itu selama ini, yang nyatanya jelas-jelas hanya bertepuk sebelah tangan saja. Sungguh miris.


Rey masuk ke kamarnya. Hatinya tiba-tiba menjadi kesal kembali. Rey meletakkan barang-barang yang di bawanya begitu saja di lantai, di sisi lemari kamarnya. Membuka sepatunya, membuka bajunya dan bertelanjang dada saja, lalu berjalan menuju kamar mandi. Membuka wastafel dan membasuh wajahnya.


Kemudian menatap lekat ke arah sebuah cermin besar bulat yang tertata apik di atas wastafel dalam kamar mandi kamarnya.



Bukankah aku benar-benar charming. Bukankah itu yang selalu dikatakan para gadis padaku, ujar Reyhan memegang dagunya dan menatap tajam cermin di hadapannya.

__ADS_1


Bukankah aku perpaduan sempurna dari ketampanan dan kemachoan, gumam Reyhan lagi masih dengan pose yang sama.


Reyhan kembali berpose bak model, menunjukkan wajah charming dan body machonya yang sempurna.


Betapa banyak para gadis yang mengejarku. Memuja wajah tampan dan body idealku. Tetapi hanya Raniku yang sama sekali tidak melihat itu. Hanya Ramiku yang bersikap biasa dan malah tertawa dengan semua rayuanku.


Hanya Raniku satu-satunya gadis yang tidak mati-matian berusaha untuk mendekatiku.


Raniku. Justru aku yang sudah jungkir balik agar bisa dekat denganmu. Berbagai usaha kulakukan untuk menarik dirimu. Merengkuh hatimu. Walau nyatanya itu tidak semudah yang kufikirkan. Semua tidak seindah yang terlintas dalam anganku.


Kembali Reyhan menatap kaca. Memperhatikan dengan seksama bagian dari tubuhnya. Apa kurangku dari bang Fakhri. Hanya karena satu susu, yang satu kopi susu. Hanya karena satu ustad, satunya sang tentara. Selebihnya kami bisa dipastikan sebanding. Tidak ada yang menang ataupun yang kalah. Aku atau bang Fakhri, dua laki-laki sempurna high quality, puji Reyhan kembali pada dirinya sendiri. Ciihh...narsia sekali sang tentara langit.


Hhhahhh.....Reyhan mendesah kasar. Menyugar rambut cepaknya dengan jari. Makin menampilkan sosok macho dan maskulinnya laki-laki itu. Wanita manapun dijamin berdebar-debar jika menatapnya secara langsung. Kecuali Raniku tentu saja.


(Author sendiri sudah meremang, anganpun sudah berkelana kemana-mana di suguhi visual macho dan sexi sang tentara langit. Kalau aja nggak inget ini novel islami, udah author bubuhi beberapa adegan dewasa🤭😁 Nah loh....author jadi ngelantur kejauhan🤣😂😛😜)


Reyhàn melangkahkan kakinya menuju tempat tidur. Membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur empuk king sizenya. Merebahkan tubuhnya yang lelah. Bukan. Bukan tubuhnya yang lelah, tapi hati dan perasaannya.


Sungguh ironi. Tentara langit tampan yang digilai para wanita, terkena patah hati. Padahal jika mau, Rey tinggal memilih saja, gadis-gadis yang menempel padanya itu akan bertekuk lutut.


Tapi anehnya yang dipilihnya justru seorang Rania. Gadis cantik yang sederhana dan apa adanya. Gadis pendiam yang selalu berpakaian tertutup. Tidak lincah, sexi, apalagi genit dan agresif.


Reyhan menerawang. Menatap langit-langit kamarnya. Menghadirkan rasa membuncah yang ternyata makin menyesakkan dada. Tentara langit pujaan hatì. Tentara charming yang selalu bisa membuat gadis manapun jatuh cinta. Benarkah hatinya kini patah.


"Rey.....," panggil seseorang dari luar kamar Reyhan yang diyakini pasti suara bang Fakhri.


Reyhan membuka matanya yang baru mulai terpejam. Ingin merajut mimpi, dan berharap setelah terbangun semuanya benar adanya hanya mimpi.


"Rey, tidur yah.....," panggil bang Fakhri kembali.


"Bentar bang.....," sahut Rey dari dalam, yang kemudian segera terbangun, beranjak dari tempat tidur dan kembali membasuh wajahnya.


"Kenapa tidak mengabari abang jika sudah kembali," seloroh bang Fakhri langsung ketika Reyhan membuka pintu kamarnya.


"Takut mengganggu kesibukan abang," balas Reyhan.


"Kamu ini seperti dengan orang lain saja. Abang ini kakakmu sendiri," balas Fakhri.


Dan Reyhan hanya membalasnya dengan tersenyum.

__ADS_1


Bang Fakhri. Abang yang sangat disayanginya. Yang sejak kecil selalu menuruti semua maunya. Abang yang pendiam dan dingin itu menyayanginya dengan caranya sendiri.


Reyhan mendesah kasar. Dia tidak ingin bersikap begini pada abangnya. Tapi Rey juga tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Rey masih terluka. Rey masih kecewa. Bukan pada abangnya atau Rania. Tapi lebih kepada hatinya sendiri. Yang sudah tahu bagaimana ujung perasaan ini, tapi tetap saja mau mencoba. Yang sudah mengerti, bahwa hati gadis sederhana itu sudah dimiliki, tapi tetap menaruh harapan sendiri.


Walau bukan saat ini. Tapi nanti. Rey berjanji akan memberikan senyum terikhlasnya untuk bang Fakhri dan Rania. Walaupun belum sekarang waktunya. Saat ini, biarkan semua begini saja. Berjalan apa adanya. Yakinlah hanya waktu nanti yang akàn jadi menyembuhnya. Hanya waktu yang akan menggantikan rasa sakit itu dengan kebahagiaan yang baru. Ini hanya tentang menunggu waktu.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Hiiii readersku tercintahh😗😙😚


Mohon jangan lupa Vote, Like, Favorit & juga coment tuk Author.


Agar peringkat level bisa naik kembali🙏


Author sebebernya mau update kemarin


Cuma waktunya nggak sempet🙏✌🏾


Jadi baru bisa update hari ini.


Author ingin lihat juga dukungannya buat author🙏


Jika makin meningkat👍👌


Author janji akan update per hari✌🏾🙏


Makasih readers tercintah yang tetap setia pada Rania & Fakhri🙏🏻😚


Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻


Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻🙏🏻




Love


Author Kesayanganmu 😗😙😚

__ADS_1


WCU


__ADS_2