
Rania memilih bersikap biasa saja berhadapan dengan pak direktur, dengan bos Reymond. Bukan karena Rania memang sejak awal belum memutuskan bagaimana perasaan dirinya yang sebenarnya atas pernyataan cinta dan lamaran sang bos tampan. Tetapi lebih kepada Rania sadar diri. Menyadari sepenuhnya bahwa dirinya bukanlah level yang sebanding untuk menjadi pendamping si bos. Menyadari bahwa dia tidaklah cukup pantas untuk menerima cinta itu. Menyadari bahwa dia harus selalu menapak ke bumi, tanpa berharap pada langit yang tinggi.
Rania cukup menganggap bahwa bos sedang tidak dalam kondisi sadar ketika memintanya menjadi pasangannya, sebagai nyonya bos. Mungkin saja si bos tengah dilanda kekecewaaan dan patah hati berat karena ditinggalkan mbak Bella, kekasihny itu. Hingga dia melakukan hal yang tidak masuk akal seperti itu.
Dan pak Reymond sendiripun sepertinya belum bersedia menjelaskan semua pada Rania. Belum ada niatannya untuk menemui Rania dan mengatakan kebenaran hubungannya dengan mbak Bella, kekasihnya yang baru saja kembali ke tanah air tersebut. Dan hari-hari yang mereka laluipun berjalan normal dan biasa-biasa saja, tanpa ada niatan untuk membahas permasalahan yang terjadi sejak kedatangan Bella ke kantor ini waktu itu.
Akan tetapi gosip di kantor sudah dengan bebasnya berkeliaran. Mereka semua ibarat netizen budiman yang maha mengetahui segalanya. Dan Rania, yang memang pada dasarnya seorang gadis yang pendiam dan tidak pernah mau bergosip. Jadi saat banyak orang, terutama yang berjenis kelamin perempuan yang paling sering membicarakan dirinya, Rania lebih memilih untuk diam saja dan tidak meladeni. Rania memilih untuk tidak memperdulikan semua gosip yang tengah beredar. Rania tetap menjadi dirinya, seorang gadis manis lembut yang baik hati.
Dan saat mbak Sinta sudah seperti kebakaran jenggot. Marah dan merutuki wanita-wanita yang gemar sekali bergosip. Membicarakan keburukan orang lain tapi lupa untuk bercermin. Rania cuma tersenyum bahkan tertawa lucu menanggapi kekesalan mbak Sinta yang menceritakan padanya lengkap dengan makian dan gerutuan pada mereka yang kebetulan tengah menggosipkan Rania dan terdengar di telinga mbak Sinta.
Ahhh....gadis ini terlalu baik dan manis, fikir Sinta menatap lekat Rania di hadapannya yang tampak cuek saja dengan tersenyum, bahkan tertawa lucu. Akhirnya kejengkelan di hati Sintapun ikut raib entah kemana tertular oleh perasaan tulus tanpa negatif yang ditularkan Rania padanya.
"Kalau ternyata Bella itu memang tunangan si bos. Kamu bagaimana Nia?" tanya Sinta kembali.
"Nggak gimana-gimana mbak Sin. Dari awalpun sikap Nia juga biasa-biasa aja. Rania tidak pernah terfikir untuk serius menanggapi ajakan dan lamaran pak Reymond," jawab Rania menamggapi.
"Itu karena di hati Nia masih ada si ustad. Nia belum membuka hati untuk laki-laki lain karena terbelenggu cinta si ustad," bantah Sinta.
"Sebenarnya bukan hal itu yang utama mbak. Rania memang merasa tidak pantas untuk bisa berdampingan dengan di bos," keluh Rania lagi.
"Kenapa menjadi minder dan tidak percaya diri sih Nia?" kesal mbak Sinta.
"Karena itu memang kenyataannya seperti itu mbak Sinta sayang. Nia siapalàh mbak, yang merasa pantas menjadi nyonya bos," ujar Rania kembali pesimis.
__ADS_1
"Niaaa.....kamu itu cantik, pinter, baik, lembut, ramah, dari keluarga yang juga cukup terpandang. Mbak nggak suka denger kamu bicara pesimis begitu," tegur Sinta akhirnya.
"Itu sih kata mbak Sinta. Orang pasti menganggapnya wajar bila mbak memuji Nia kayak gitu, karena kita memang dekat mbak ku sayang," jawab Rania lagi dengan tersenyum manis.
Sinta menghela nafas dalam. Percuma bicara jelek dengan gadis ini. Dia akan selalu bersikap baik dan tulus. Percuma juga untuk memujinya setinggi langit, karena gadis ini tidak makan pujian, gumam Sinta kembali dengan sedikit mengeluh.
"Dengan kata lain Nia akan tetap mengejar cinta ustadmu itu?" tanya Sinta lagi penasaran.
"Mengejarnya lewat doa mbak. Karena dengan doa adalah cara Nia memintanya pada Allah," senyum Rania kembali mengembang.
"Tikung di sepertiga malam dong," goda Sinta kembali memancing Rania.
Sinta mengatakannya karena mengingat kisah percintaan selebriti muda yang menjalani percintaan taaruf untuk memiliki gadis yang dicintainya.
"Semoga Allah menjawab tiap doa di sepertiga malamku mbak," jawab Rania kembali dengan tersenyum.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Haiii🖐🖐
Views tercintahhh🤩😍
Mohon maaf karena kesibukan Author
__ADS_1
Baru bisa update kembali🙏🏻✌
Mohon dukungannya untuk Author biar semangat updatenya per hari🙏🏻💪💪
Novel Mengejar Cinta Ustad mengikuti Lomba Menulis Novel Season 4💪💪✌
You Are A Write S4🤩😍
Jangan Lupa Dukungannya dong buat Author🙏🏻
Bantu Vote Author
Like & Coment Tiap episode yang dibaca
Kasih Tip & Rate5 dong🙏🏻
Baca dan dukung juga Novel Author lainnya
👇
☆ Love Or Be Loved
☆ Cinta 90
__ADS_1
Salam Manis😊
Author