Mengejar Cinta Ustad

Mengejar Cinta Ustad
Gosip Menerpa Rania


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu dari acara besar galang dana amal yang menyedot banyak perhatian. Bukan saja acara amal tersebut yang jadi bahan pembicaraan seisi kantor. Tapi pernyataan dari seorang bos Reymond pada wakil sekretarisnya itulah yang jadi mengubah suasana di kantor seketika.


Sebagian yang sudah tahu status Rania adalah calon istri bos mereka. Karena pernyataan pak Reymond ketika di tengah acara. Memilih bersikap ramah dan sopan. Mereka setengahnya kagum, bahwa seorang Rania bisa menarik perhatian bos mereka.


Sebagian lagi yang merasa tidak suka karena iripun, memilih bergunjing yang tidak-tidak mengenai Rania.


"Lihat saja wakil sekretaris itu, dia tidak ada apa-apanya dibanding mbak Sinta, sekretaris bos," ujar seorang wanita karyawati kantor memulai bergosip pagi ini.


"Tentu saja. Dia pasti sudah merayu bos selama ini. Sejak awal bekerja dia pasti sudah menyusun rencana dan melancarkan aksinya merayu si bos," jawab yang lain.


"Mungkin saja dia sudah menyerahkan diri dan tubuhnya pada si bos. Dengan begitu bos tidak akan dapat berkutik dan mesti bertanggung jawab," wanita ketiga menyahut dengan lebih sadis.


"Itu sudah bisa dipastikan," wanita pertama kembali menyahut.


Sementara Rania yang keberutulan lewat bersama mbak Sinta cuma bisa menghela nafas dalam. Menyayangkan sekali bila seorang wanita sampai membicarakan keburukan wanita lain. Karena bisa jadi wanita yang menggunjing tersebut belumlah tentu lebih baik dari wanita yang digunjingkannya.


Rania cuma memilih diam saja. Karena memang bukan tipe Rania yang ngotot harus berdebat untuk hal-hal yang bagi Rania tidak perlu diperdebatkan. Hal-hal yang hanyalah omong kosong belaka. Rania akan lebih memilih menghindar kerimbang harus meladeni mereka dan ribut.


Namun tidak demikian halnya dengan Sinta. Merasa sudah sangat dekat dan mengenal Rania, darah Sinta seakan ikut mendidih mendengar ketiganya bergosip yang tidak karuan mengenai Rania.


"Hei....kalian bertiga, datang ke kantor pagi-pagi cuma mau bergosip," ujar mbak Sinta lantang menatap ketiganya.


"Mbak Sinta......," ujar wanita pertama yang memulai bergosip.


"Iya saya. Kalian bertiga mau saya adukan pada si bos, karena menggosipkan calon istrinya," ujar Sinta lagi dengan menekan kata calon istri.


Sontak ketiga wanita yang tadi begitu angkuhnya bergosip tanpa memikirkan perasaan orang lain, langsung berubah pucat dan menundukkan kepalanya ketakutan akan ancaman Sinta.

__ADS_1


"Kenapa jadi menunduk dan ketakutan begitu. Dari tadi saya lihat kalian dengan angkuhnya menggosipkan Rania. Jika saya adukan masalah ini ke si bos, bisa dipastikan kalian akan mengosongkan meja kalian sekarang juga," ancam Sinta kembali dengan suara tinggi.


"Maafkan kami mbak. Jangan sampai masalah ini ke telinga bos mbak. Kami mohon mbak Sinta," ujar wanita ketiga ketakutan.


"Kenapa kalian takut sekarang. Seharusnya sebelum bergosip dan membuat gosip, kalian fikirkan konsekuensi dari mulut besar kalian itu," ujar Sinta sudah tidak dapat lagi menahan amarahnya.


Sebagai orang terdekat dan paling mengenal Rania. Sinta ikut kebakaran jenggot saat wanita-wanita penggosip itu mengatakan kalau Rania sampai menyerahkan diri dan tubuhnya untuk bisa mendekati si bos. Padahal Sinta adalah salah satu saksi hidup yang mengetahui dengan jelas bagaimana kebenaran jalan cerita dari kisah cinta yang di gulirkan bos mereka.


Dan sebagian orang yang sama sekali tidak mengenal sosok Rania, seenak jidatnya saja memberikan statement. Mereka fikir, mereka itu siapa. Bukan siapa-siapa. Dikenal si bos aja nggak, boro-boro si bos mau ngelirik mereka. Iri bilang bos, ujar Sinta dalam hati masih kesal.


"Udah mbak Sin, biarin aja. Rania nggak apa-apa kok mbak," akhirnya Rania bersuara dan mencegah Sinta bertindak lebih jauh.


"Tuhh liat. Ini gadis yang kalian gosipin tadi. Nggak ada sifat jelek apalagi busuk di hatinya. Bukan hanya wajahnya yang cantik, hatinyapun juga cantik. Jadi kalian jangan gagal faham kenapa si bos bisa jatuh cinta pada Rania. Kalian bertiga ini seupilnyapun nggak bisa dibandingin," ujar Sinta lagi menunjuk wajah ketiganya dengan amarah dan mata melotot.


Sementara ketiga karyawan wanita tadi cuma bisa terdiam, menundukkan kepala ketakutan. Takut jika mereka berakhir dengan dipecat karena sudah menghina calon istri bos mereka, seperti yang dikatakan Sinta pada mereka.


"Hallooo....yang kalian hina itu siapa...," jawab Sinta ketus.


"Minta maaf sama orang yang kalian gosipin," ujar Sinta kembali dengan tak kalah garangnya.


"Rania....kami minta maaf yah. Tolong jangan adukan masalah ini pada bos," pinta wanita ketiga diikuti dua lainnya.


"Iya mbak-mbak, Nia mengerti kok. Mbak-mbak semua belum mengenal Nia, mangkanya bisa jadi salah faham," balas Rania lembut sambil tersenyum menatap ketiganya.


Senyum Rania membuat lega hati ketiganya. Sekaligus membuat ketiganya juga merasa sangat malu. Baru kali ini mereka berhadapan langsung dengan wakil sekretaris bos mereka. Wanita yang dilamar langsung si bos di tengah riuhnya acara besar galang amal kantor mereka. Yang ternyata selain cantik, sangat baik, lembut dan tulus. Wajar saja jika si bos akhirnya jatuh cinta pada seorang Rania. Sosoknya memang benar-benar baik, lembut, sabar, di tunjang wajah cantiknya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡

__ADS_1


Haiii🖐🖐


Views tercintahhh🤩😍


Maaf banget Author baru mulai bisa Up lagi🙏🏻✌


Makasih yang udah setia nunguin kelanjutan novel Mengejar Cinta Ustad🙏🏻😘


Kalau mau Rania di Up terus


Jangan Lupa Dukungannya dong buat Author🙏🏻


Bantu Vote Author


Like & Coment Tiap episode yang dibaca


Kasih Tip & Rate5 dong🙏🏻


Baca dan dukung juga Novel Author lainnya


👇


☆ Love Or Be Loved


☆ Cinta 90


Salam Manis😊

__ADS_1


Author


__ADS_2