
Mohon maaf karena kesibukan pekerjaan dan usaha author dari selama Ramadhan hingga lebaran🙏 Author baru bisa update kembali.
Semoga selalu diberi kesehatan🤲🏼
InsyaAllah akan update rutin kembali, meskipun hanya satu part perhari tiap novel🙏
Happy reading😘
👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇
Hari ini adalah lamaran resmi yang akan dilakukan Reyhan sekeluarga untuk calon istrinya Humairoh. Akhirnya dosen cantik berhijab itu menyetujui untuk menerima perjodohan pengganti tersebut.
Berbagai hantaran lamaran yang telah dipersiapakan Reyhan dan keluarganya sudah disusun dalam satu mobil cup terbuka yang sudah di tutup atasnya.
Karena ini lamaran resmi. Maka bukan hanya keluarga inti bersama kakek dan nenek saja yang hadir. Terlihat om Andi, adik sang ibu dan keluarganya juga sudah hadir.
Diki, putra tertua om Andi yang berprofesi sebagai arsitek sudah tersenyum sumringah menghampiri sepupunya. Diki seusia dengan Reyhan.
"Akhirnya tentara tampan satu ini berhenti juga untuk menebar pesona," ucap Diki memeluk Reyhan.
"Tentu saja itu bukan kesalahanku jika berwajah tampan Dik," balas Rey tertawa dengan sombong membalas ucapan sepupunya itu.
"Ya...ya....baiklah. Setelah ini kau tidak akan bisa berkutik lagi karena sudah ada pawangnya," balas Diki mengejek.
"Tentu saja. Aku sudah mendapatkan bidadari, untuk apa melirik dayang-dayangnya," balas Reyhan tetap tidak mau kalah.
Kedua sepupu ini memang sangat dekat sejak kecil. Bercanda, saling mengejek, sudah jadi kebiasaan keduanya dikala bertemu. Terlebih Reyhan memang lebih suka bersama Diki yang pembawaannya sama seperti dirinya. Ketimbang dengan abangnya yang pendiam dan sangat kaku itu.
Jika disandingkan dua saudara itu, ibarat langit dan bumi. Satunya bagai frezer es yang membekukan, satunya lagi ibarat embun pagi yang menggairahkan. Sifat tertutup, pendiam dan dingin bang Fakhri berbanding terbalik dengan Reyhan, sang adik yang ramah, hangat & menyenangkan.
__ADS_1
Seketika pandangan Reyhan beralih pada Anton sahabatnya yang baru tiba dan melambaikan tangannya pada Reyhan. Anton datang bersama Angela sang sepupu. Gadis itu terlihat mengenakan dress panjang yang tertutup, meskipun tidak menggunakan hijab. Reyhan sempat memuji dalam hati, jika Angela tetap saja cantik meskipun tanpa menggunakan pakaian yang terbuka seperti yang biasa dikenakannya.
Umi juga bahkan terlihat begitu antusias menyambut gadis itu. Yang ketika melihat umi dan langsung saja berhamburan memeluknya. Hei, lihat saja keduanya, sudah seperti ibu dan anak saja ketika berremu. Sepertinya tidak memiliki seorang ibu sejak dilahirkan membuat gadis itu benar-benar merindukan sosok seorang ibu. Sepertinya Angela mendapatkannya dari sosok sang umi kini.
Sahabat abangnya yang sudah dikenal Reyhan dengan dekat. Bang Yoga dan pasanganya mbak Sinta sahabat Rania juga sudah hadir. Dan tentu saja tidak ketinggalan, pasangan cinta fenomemal penuh drama, pasangan Andi dan Rara.
Seketika pandangan Rey tertuju kembali pada sepupunya. Mata laki-laki itu terlihat tidak berkedip menatap seseorang. Reyhan menyusuri ke mana arah pandangan sang arsitek. Sejenak kemudian sebuah senyuman mengembang di bibir Reyhan. Kala menatap pandangan Diki tertuju lekat pada gadis yang tengah bergelayut manja pada uminya.
Gadis itu akhirnya benar-benar akan masuk dalam lingkungan keluargaku. Ada saja cara Allah mempertemukan seseorang, gumam Reyhan dalam hati menggelengkan kepalanya.
Diki yang merasa di tatap seseorang sedari tadi terlihat memalingkan wajahnya, yang sedari tadi tidak lepas dari seorang gadis cantik yang terlihat begitu akrab dengan sang umi, saudara ayahnya itu.
Diki bisa melihat sepupunya itu tersenyum lebar sambil menaik turunkan kedua alisnya. Ais...Diki merutuki dirinya sendiri melihat wajah sang sepupu. Bisa Diki pastikan sepupunya itu sedari tadi juga ikut melihat ke mana arah pandangan matanya tertuju.
Bukankah itu lebih baik, gumam Diki kembali menyadari.
Jadi setelah ini, dia akan lebih mudah menginterogasi sepupunya itu perihal gadis cantik yang terlihat begitu dekat dan akrab dengan umi. Karena untuk bertanya langsung dengan umi, Diki tentu saja akan merasa malu. Untuk bertanya dengan abi, Diki juga sudah pasti akan sungkan. Apalagi bertanya dengan bang Fakhri, balok es itu tidaklah terlalu ramah untuk diajak berbicara. Senyum Dikipun seketika merekah menatap wajah sang sepupu yang masih terus tersenyum dan memainkan alisnya.
"Ayah dan ibu meminta maaf karena tidak bisa hadir dikarenakan mengantarkan keberangkatan Angel yang berniat meneruskan sekolahnya di Bandung," ujar Rania kembali.
"Tidak apa-apa sayang. Umi dan abi memakluminya. Lagipula ibumu juga sudah menghubungi umi nak," jawab umi lembut kepada Rania, di iringi senyum abi pada menantu pertamanya itu.
Entah bagaimana caranya Reyhan menyakinkan Humai. Gadis itu menerima perjodohan keduanya. Bahkan menyetujui ketika bulan depan Reyhan sekeluarga akan datang melamar. Lalu menentukan tanggal pernikahan mereka dua bulan kemudian.
"Selamat datang kembali," kakek Kosim langsung menyambut bahagia kehadiran keluarga sahabatnya. Akhirnya kedua kakek itu benar-benar akan menjadi kakek besan.
Kakek Gunawanpun sama bahagianya dengan sahabatnya itu. Semua keluarga bisa melihat, tidak terkecuali Reyhan dan Humai sendiri. Senyum bahagia tidak pernah lepas dari wajah kedua pria tua tersebut.
Reyhan tersenyum dengan sangat bahagia pula. Bukan hanya karena bisa membuat kakeknya bahagia. Atau sekedar menyelamatkan pernikahan sang abang. Tapi lebih kepada hatinya yang memang sudah mantap memilih. Ini cinta pandangan pertama yang mampu mengetarkan hatinya kembali. Cinta yang tidak akan Rey tahan lagi. Kali ini Rey tidak akan mengalah kembali. Kali ini dia tidak akan telat untuk bertindak. Membuat nyata perasaan hatinya yang sudah menjatuhkan pilihannya sejak awal, pada gadis cantik yang tidak sengaja dipertemukan dengannya di cafe yang sama kala itu.
__ADS_1
Humaipun terlihat tersenyum. Jujur hatinya bahagia melihat kenyataan di depan matanya sendiri. Binar bahagia di mata sang kakek dan nenek. Juga senyum kebahagiaan yang dirasakan dari kedua orang tuanya. Humai menyerah pada akhirnya. Pada takdir yang membawanya dalam pelukan laki-laki di hadapannya ini. Laki-laki yang mungkin belum dicintainya saat ini. Tapi satu yang Humai fahami betul. Ridho dan kebahagiaan kedua orang tuanya, juga kakek dan neneknya. Akan menjadikan rumah tangganya kelak diliputi dengan keberkahan. Bukankah ridho orang tua adalah juga ridho Allah. Humai hanya harus membuka diri bukan?
"Apa pernikahannya tidak bisa dipercepat abi, ayah?" tanya Reyhan setelah kesepakatan dua keluarga barusan.
Bukan hanya abi dan ayah Pandu yang menatap Reyhan, seketika semua mata keluarga tertuju padanya. Kemudian terdengar tawa keras dari kakek Kosim.
"Hahahahaa......Liatlah Gun, cucumu itu tampaknya sudah tidak sabaran lagi," ujar kakek Kosim dengan tertawa.
"Kau benar Sim. Andai bisa, mungkin besok dia sudah ingin mengucapkan ijab kabul," jawab kakek Gunawanpun dengan terkekeh.
"Sabar Rey. Umi dan bunda Aisyah harus mempersiapkan semuanya dulu. Banyak yang harus di hubungi dan di urus perihal pernikahanmu dan Humai," jawab umi tersenyum menatap putra bungsunya itu.
"Dua bulan tidaklah lama Rey. Setidaknya memberi kesempatan keluarga calon istrimu mempersiapkan hari terindah kalian yang hanya satu kali seumur hidup. Bukankah setiap calon pengantin wanita selalu punya impiannya sendiri nak," jelas bunda Aisyah menambahkan.
Reyhan mencerna kata-kata kedua ibu tersebut. Memikirkan kembali bahwa keluarganya, terutama keluarga Humai membutuhkan mengambil waktu yang cukup untuk mempersiapkan segalanya. Benar sekali, bukankah ini hari bahagia mereka satu kali seumur hidup. Baik Reyhan dan Humai pasti berharap ini adalah pernikahan pertama juga terakhir kedunya. Pernikahan abadi hingga keduanya menua dan kembali nanti.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Baca juga novel aurhor
👇
Author Kesayanganmu😘
__ADS_1
WCU