
Reyhan. Sang tentara langit tampan itu tengah duduk sendiri. Masih dengan balutan seragam tentaranya yang tentu saja membuatnya makin bertambah tampan.
Kota ini bukanlah adalah kota kelahirannya. Ada asa yang terpaksa tercipta hingga membuatnya memutuskan kembali. Meski awalnya bisa di pastikan Rey tidak akan bisa menghadiri acara lamaran abangnya. Tapi nyatanya Allah memberinya kesempatan untuk menghadirinya secara langsung. Untuk melihat dengan mata kepalanya sendiri kebahagian terindah dari gadis yang pernah ada di hatinya itu bersama sang abang, saudara satu-satunya sang tentara langit.
Reyhan mendesah kasar. Entah kenapa setiap kali pulang, Rey lebih dahulu mampir ke cafe ini. Mendengarkan alunan merdu suara seorang gadis cantik yang di yakininya mirip sekali dengan Raniku.
Mendengarkan suaranya saja bisa membuat hati Reyhan seketika tenang. Seakan dalam dadanya menjadi menghangat.
Di tatapnya lagi gadis mungil berkulit putih, berponi, mata sipit dengan bibir tipis itu. Rambut legam hitamnya tergerai indah seakan tertimpa cahaya senja.
Dia mengalunkan suara emasnya dengan sangat indah. Jangan ditanyakan lagi, semua yang tengah berada di dalam cafe seperti terhipnotis. Seolah sepakat untuk kompak dan terdiam hingga akhirnya satu lantunan lagu telah selesai di bawakan.
"Terima kasih semua yang hadir, semoga suara saya bisa menghibur," ucap sang vokalis tiba-tiba ketika iringan musik berhenti.
"Satu lagu kembali saya persembahkan. Lagu ini spesial untuk abang tentara ganteng di ujung sana. Maafkan aku terlanjur mencinta," ujar gadis itu kembali dengan senyum yang terlihat teramat manis, sambil menunjuk ke arah Reyhan.
Sementara Reyhan yang merasa di tunjuk, menoleh ke kanan, kirinya, dan memastikan sekeliling. Dan ternyata hanya dia sendirilah di tempat ini yang mengenakan seragam seorang tentara.
Berarti wanita di atas panggung itu memang menunjuk dirinya.
Apalagi di tambah banyak pasang mata yang berada di sana kompak tampak menatapnya dan tersenyum. Entah apa yang difikirkan hati mereka masing-masing
๐ถ๐ต๐ผ๐ถ๐ต๐ผ๐ถ๐ต๐ผ๐ถ๐ต๐ผ๐ถ๐ต๐ผ
Aku tlah tahu kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Senyuman itu
Hanyalah menunda luka
Yang tak pernah ku duga
Dan bila akhirnya kau harus dengannya
Mengapa kau dekati aku
Kau membuat semuanya indah
Seolah takkan terpisah
Aku tlah tahu kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Bila memang hatimu untuk aku
Salahkah ku berharap
Berharap kau memilih diriku cinta
Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Aku tlah tahu kita memang tak mungkin
__ADS_1
Tapi mengapa kita selalu bertemu dan bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Ternyata hati tak sanggup melupa
๐๐ถ๐ต๐ผ๐๐ถ๐ต๐ผ๐ถ๐ต๐ผ๐๐ถ๐ต๐ผ
Seketika riuh tepuk tangan memenuhi cafe. Suara renyah merdu dan lembut sang penyanyi benar-benar telah menghipnotis semua yang mendengarkan, tak terkecuali Reyhan.
Tidak lama terdengar teriakan dari para pengujung cafe yang meminta si penyanyi cantik kembali menyayanyikan satu buah lagu kembali
Tidak lama terdengar lagi denting musik yang akan mengiringi si penyanyi cantik.
"Baiklah satu lagu kembali, masih untuk si ganteng di ujung sana yang tengah galau. Mungkin hari ini esok atau nanti....,"
Kembali semua menatap ke arah Reyhan ketika sang penyanyi selesai berbicara di microfonnya.
Kemudian denting musik mulai berbunyi. Alunan instrumen dimulai menyambut suara merdu sang vokalis.
๐๐ถ๐ต๐ผ๐๐ถ๐ผ๐๐ถ๐ผ๐๐ถ๐ต๐๐ถ
Kuhampiri jalan yang kita lewati
Setiap hari kita di sini
Ku menanti hadirmu 'tuk kembali
Hanya kenangan yang tersisa di sini
Namun sekarang kau t'lah pergi
Dan kuyakini kau takkan kembali
Mungkin hari ini hari esok atau nanti
Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini
Mungkin hari ini hari esok atau nanti
Tak lagi saling menyapa
Ku menanti hadirmu 'tuk kembali
Hanya kenangan yang tersisa di sini (namun sekarang)
Namun sekarang kau t'lah pergi (pergi)
Dan kuyakini kau takkan kembali
Mungkin hari ini hari esok atau nanti
Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini
Mungkin hari ini hari esok atau nanti
Tak lagi saling menyapa
Sesungguhnya hatiku tak sanggup menerima
Dan lupakan s'galanya
Mungkin hari ini hari esok atau nanti
Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini
Mungkin hari ini hari esok atau nanti
Tak lagi saling menyapa
__ADS_1
Kurelakanmu
๐๐ถ๐ต๐ผ๐๐ถ๐ต๐ผ๐๐ถ๐ผ๐ผ๐๐ถ๐ผ
Shittt. Gadis itu seperti menyindirku lewat lagunya. Apa dia mengenalku, batin Reyhan menikmati alunan suara indahnya sekaligus mengumpat kesal.
Hingga tidak menyadari seorang gadis cantik kini telah duduk di sampingnya.
"Hi.....," sapa gadis itu dengan menunjukkan wajah cantiknya.
Reyhan terlonjak kaget. Dia sangat terkejut begitu menyadari gadis penyanyi itu telah duduk di sampingnya.
Apa yang difikirkan kepala Reyhan, hingga dia tidak menyadari keadaan sekitarnya.
"Aku Luna.....," ucapnya kemudian mengulurkan tangan.
Dia tersenyum manis menatap Reyhan. Lihat gingsul di gigi taring kirinya itu, gingsul itu membuat senyumnya terlihat semakin manis.
Sesaat Reyhan menatapnya ragu. Dia tidak mengenal gadis ini. Hanya karena sering melihatnya menyanyi di cafe ini saja. Itu saja, tidak lebih.
Dia bukan jenis laki-laki yang mudah termakan rayuan seorang gadis cantik. Alisnya berkerut heran, memperhatikan sosok cantik yang memang makin cantik jika di tatap sedekat ini.
Tapi tetap saja Reyhan tidak mengenalnya. Tapi untuk menunjukkan wajah ketus rasanya tidak etis. Apalagi Reyhan memang bukanlah sosok yang dingin seperti abangnya.
"Reyhan......," balas Reyhan kemudian setelah menimbang dan memikirkan.
Lalu menyambut uluran tangan sang penyanyi cafe.
Senyumpun tersungging di bibir gadis itu. Dan lihat diapun memiliki lesung pipi yang dalam di pipi kanannya, selain gingsul di gigi taring kirinya. Reyhan menjadi tertegun menatapnya.
"Bang Rey lagi galau yah?," tanya gadis itu lagi menyelidik.
"Jangan salah faham. Aku sudah berapa kali melihat abang saat menyanyi di cafe ini. Dan dengan seragam yang sama tiap kalinya. Juga wajah dan kesedihan yang sama," kekeh gadis itu kembali panjang lebar, kembali memperlihatkan gingsul dan lesung pipinya.
"Masa sih cowok seganteng abang bisa galau," ujarnya kembali meskipun tidak mendapatkan jawaban sama sekali sedari tadi.
"Luna pamit ya bang. Semoga nanti Tuhan mempertemukan kita kembali," tiba-tiba gadis itu sudah beranjak meninggalkan kursi yang tadi di dudukinya.
Menyisakan Reyhan yang hanya bisa terdiam dan melongo di tempatnya duduk.
ยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยคยค
Apakah jodoh bang Reyhan sang tentara tampan sudah otw๐คญ๐
Si Lunakah orangnya๐ค
Hiiii readersku tercintahh๐๐๐
Author update kembali๐คฉ๐
Mohon maaf jika menunggu lama๐
Karena kesibukan di dunia nyata mengalahkan dunia halunya Author๐๐
Mohon jangan lupa Vote, Like, Favorit & juga coment tuk Author.
Agar peringkat level bisa naik kembali๐๐
Makasih readers tercintah yang tetap setia pada Rania & Fakhri๐๐ป๐
Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain๐๐ป๐๐ป
Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya๐๐ป๐๐ป
Love
Author Kesayanganmu๐๐๐
WCU
__ADS_1