
Rania sudah berdandan cantik hari ini. Memakai gamis berbahan brukat bunga-bunga timbul berwarna putih. Make up sederhana yang menghias kulitnya yang putih, membuat Rania makin bertambah cantik saja.
Aura kebahagian yang terpancar dari wajah cantiknya itulah yang membuat Rania semakin cantik dan bersinar.
Hari ini akhirnya tiba juga. Keluarga bang Fakhri akan datang melamar Rania secara resmi.
Semua persiapan sudah dilakukan dengan matang oleh ayah dan ibu Rania untuk menyambut calon besan dan calon menantu mereka itu.
Keluarga dan tetangga dekat sudah berkumpul memenuhi rumah Rania. Meja-meja yang menyediakan hidangan untuk para tamupun telah tertata rapi.
Sementara di rumah orang tua ustad Fakhri juga diliputi kesibukan. Keluarga besar dan tetangga dekat juga sudah berkumpul. Sibuk menata barang-barang hantaran yang akan di bawa ke rumah orang tua Rania ke dalam mobil.
Setelah dipastikan semua persiapan sudah dibawa. Iring-iringan mobilpun mulai berjalan satu persatu meninggalkan kediaman orang tua bang ustad.
Sementara abang ustad, Reyhan dan kedua orang tuanya berada dalam satu mobil. Kali ini Reyhan yang membawa kendaraannya, sementara bang Fakhri berada di sebelah kursi pengemudi. Di belakang duduklah abi dan umi mereka.
Reyhan mengemudikan mobil dengan tenang dan perlahan, diikuti iring-iringan mobil lainnya dari belakang. Setelah pertemuan dirinya dengan gadis manis bernama Luna kemarin, entah mengapa hati Reyhan menjadi tidak terlalu pedih. Dia masih terluka, jujur dalam hatinya masih tersimpan nama Raniku. Tapi memang tidak sesakit saat pertama dia mengetahui bahwa Raniku lebih memilih abangnya itu ketimbang dirinya.
Memasuki rumah calon istrinya yang sudah ramai membuat bang Fakhri menjadi sangat gugup. Lalu iring-iringan keluarga yang datang membawa banyak hantaran lamaran itu langsung menuju ruang utama yang telah disiapkan kedua orang tua Rania untuk tempat berlangsungnya acara lamaran.
Kini masing-masing keluarga sudah duduk saling berhadapan. MC acarapun telah memulai acara lamaran yang tengah berlangsung itu dengan mengucap hamdalah.
Tapi ada dua pasang mata yang sedari tadi menatap gadis cantik yang duduk berhadapan tidak jauh dari keduanya. Siapa lagi jika bukan calon pengantin laki-laki si abang ustad dan sang tentara langit.
Bang Fakhri melemparkan senyumnya. Bola matanya seakan mau lepas memandangi Rania tanpa berkedip sedikitpun.
Subhanallah, bidadari surganya abang. Hijab itu membuat kecantikanmu semakin sempurna sayang, ujar bang Fakhri dalam hati terpesona.
Hari ini dengan mengenakan gamis brokat bunga-bunga timbul berwarna broken white, mahkota di kepala Rania yang indahpun tertutup hijab berwarna abu-abu tua. Meski hanya dengan make up yang sangat natural. Nyatanya kesederhanaan itulah yang malah membuat Rania berkali lipat bertambah cantik.
Sementara tidak jauh dari bang Fakhri duduk. Sang adik, tentara langit tampanpun tengah menatap Raniku tanpa berkedip. Betapa terpesona dia pada pesona kecantikan alami seorang Raniku.
Raniku memang terlahir cantik alami, kulitnya putih mulus terlihat begitu bercahaya dengan make up natural yang membingkai wajah cantiknya itu. Dan hijab yang menutupi rambut indahnya itu justru membuat penampilannya yang cantik sederhana semakin memukau.
Ya Allah, cobaan apalagi ini. Bagaimana hatiku ini harus mengikhlaskan. Jika yang terlihat di mataku adalah bidadari yang seolah turun ke bumi. Kecantikan dan kesederhanaanmu itu nyatanya mampu memporak-porandakan hatiku yang awalnya sudah berusaha ikhlas untuk melepas cintaku.
Ah...Raniku, hatiku sakit. Dada ini kembali nyeri. Ku kira aku baik-baik saja dan ikut mendoakan kebahagianmu dan abang. Nyatanya tidak, perih itu seperti makin meyayat-nyayat hatiku, keluh Reyhan dalam hati.
Sementara tidak jauh dari mereka. Barisan para gadis, teman kuliah Rania, tetangga-tetangga dekatnya, tengah sibuk bergosip.
__ADS_1
"Ya Allah bapak dosen kasep pisan," celetuk seorang gadis berbahasa sunda.
"Maha sempurna Allah menciptakan raganya. Rasanya tidak rela jika pak dosen jadi milik Rania," sahut gadis satunya lagi.
"Ihh.....jangan mau jadi istri kedua, atau memilih jadi pelakor, beratt......," celetuk yang lain.
"Iya bener, kamu nggak akan sekuat Dilan menghadapi dunia," balas si gadis berlogat sunda kembali tertawa.
"Mending skip, ganti target. Nohh adik pak Dosen nggak kalah menggoda....," ujar seorang gadis yang sedari tadi menatap sang tentara langit tanpa berkedip.
"Uuuhhh.....itu emak sama bapaknya pak dosen pinter banget bikin adonan. Dua-duanya pas bener," celetuk gadis ketiga lagi sambil cekikikan.
"Iyah bisa banget yah. Yang satu berkulit putih dan tampan. Yang satu berkulit coklat dan manis. Dua-duanya kayak es krim, rasanya pingin dijilatin," seru gadis kedua kembali berujar.
"Katanya adek pak dosen tentara loh. Pantes aja bodynya macho banget, tegap dan tinggi. Rasanya pingin bersadar aja di dadanya yang bidang," gadis kedua sudah menghayal aja.
Sementara tidak jauh dari para gadis itu. Duduk dengan tenang mbak Sinta, sahabat rasa saudaranya Rania. Juga Rara, sahabat masa kecilnya yang sudah berubah dan menyadari semua kesalahannya. Kini Rania, Sinta dan Rara telah menjadi tiga sahabat yang saling mendukung dan tidak terpisahkan.
Sementara Sinta yang mendengarkan nama Yoga ikut di sebut sudah mulai merasaka hawa panas yang melingkupinya. Sinta menjadi tidak suka ketika nama Yoga ikut disebut. Wajahnyapun sudah berubah kesal.
(Cieeee.....ada yang diem-diem udah jatuh cinta nih🤭😁😛)
"Sok ambil dah buat kalian berdua. Aku mau yang kemeja putih aja. Imut-imut gimana gitu. Liat aja senyumnya itu. Tambah lesung pipinya. Alamak, hatiku jadi deg deg ser sendiri," lagi-lagì gadis pertama berujar.
"Tapi yang ganteng ini siapa yah, kayaknya paling muda deh," tanya gadis yang ketiga.
"Itu namanya bang Andi. Diantara ketiganya, bang Andi memang paling muda.
Wajahnya itu bikin mupeng, imut-imut gimaananaa gituuu,"
Maka makin hebohlah dunia halu di antara ketiga gadis halu tersebut.
"Ya udah, habis acara kita langsung garcep aja. Ambil bagian masing. Kamu sama abang tentara charming, kamu pak dosen ganteng, aku bagian bang Andi imuuutt," gadis pertama memberi komando yang langsung diberi kode oke dengan tangan oleh kedua rekannya sebagai tanda persetujuan.
__ADS_1
Sementara dua gadis cantik yang berada di depan mereka, sudah kebakaran jenggot. Telinga mereka sudah sangat panas sedari tadi mendengarkan ocehan tidak berbobot para barisan detergent di belakang mereka😁🤭😂
"Loe kira mereka barang loe bagi-bagi," oceh Rara mulai menunjukkan sisi aslinya yang agresif.
"Dasar cewek-cewek halu. Pasti mereka fansnya artis halu juga.....," kali ini Sinta yang menyahut.
"Berani deketin mereka, lewati gua dulu," ancam Rara kembali.
"Nggak ngaca. Nohh kaca gede di ruang tengah. Dasar cewek-cewek halu," Sinta ikutan kesal.
Nah loh😱😱 Itu mbak Sinta sama Rara kayaknya nggak nyadar. Siapa elu....ngelarang-ngelarang kita, jawab barisan detergent ikutan ngotot😁🤭😛
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Makin seru nih acara lamaran😁🤭
Jangan ketinggalan up selanjutnya ya readers tercintah👌🤩😍
Tapi sebelumnya jangan lupa Vote, Like, Favorit & juga coment tuk Author🙏🙏
Tadinya mau update perhari✌🏾
Cuma karena ada dua novel yang mesti dikejer✌🏾
Othor agak kesulitan🙏✌🏾
Makasih readers tercintah yang tetap setia pada Rania & Fakhri🙏🏻😚
Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻
Klik profil aja tuk cari novel Author yg lainnya🙏🏻
Love
Author Kesayanganmu😗😙😚
WCU
__ADS_1