Mengejar Cinta Ustad

Mengejar Cinta Ustad
Kesalahan Yang Manis


__ADS_3

Hi readersku tercintah🤩😍


Sebelum baca, ada baiknya pencet dulu Vote, Like, Love, Favorit & Rate5, kalau mau kasih hadiah juga lebih bagus🙏🙏


Demi kelanjutan novel author agar bisa naik level🙏✌


Dan demi semangat author biar rutin nulisnya💪💪


Love lagi sekebon ubi dari author😘


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Reyhan memasuki sebuah cafe tempat tongkrongan anak muda yang biasa didatanginya ketika kembali ke rumah. Cafe tempat biasa Luna, sepupu Rania mengisi suaranya.


Tapi ini sudah kali keduanya Reyhan datang ke cafe ini, dia tidak melihat Luna. Ke mana gadis manis itu, tanya Reyhan dalam hati.


Mendengarkan suara Luna sambil melihat wajah manisnya, jadi kebahagian tersendiri bagi Reyhan. Bisa menutupi sebagian luka dan perasaan yang merananya karena cinta yang tidak berbalas.


Ketika lamunan seorang Reyhan sudah jauh berkelana. Tiba-tiba suara lembut di samping telinganya mengejutkan seorang Reyhan. Sontak laki-laki tampan bertubuh tinggi dan atletis itu tersadar dari lamunan panjangnya, memalingkan wajahnya menatap mahluk cantik dan imut berhijab pink yang tiba-tiba sudah duduk di hadapannya.


Seketika Reyhan yang tampak terbengong-bengong menatap sosok di hadapannya itu. Gadis cantik berwajah mungil, tertutup hijab pink yang membuat wajah cantiknya itu makin bertambah imut. Menilik setelan kantor yang dikenakannya. Blouse putih garis-garis pink, dipadu celana hitam palazo, heels pink. Dan jangan lupakan hijab pink yang menutupi kepalanya, membuat tampilan gadis di hadapanya ini terlihat cantik dan manis.


Entah siapa yang di teleponnya, sedari tadi sibuk berbicara di handphone. Meskipun suaranya begitu lembut, tapi bisa ditangkap sedikit raut kesal di nada suara dan wajah cantiknya. Apakah pacarnya membatalkan janji bertemu. Entahlah, Reyhan hanya menatapnya saja sambil menebak-nebak sendiri.


"Astagfirullah.....," ucapnya gadis itu kaget setelah selesai menutup handphonenya. Kedua matamya terlihat sedikit melotot kaget menatap Reyhan.


"Maaf mas. Saya kira bangkunya kosong. Masnya nggak keliatan karena tertutup pohon hias ini," lanjut gadis itu lagi merasa tidak enak hati.


Tiba-tiba saja duduk di bangku orang lain, santai sambil menelepon pula. Ah, dia takut sekali jika dikira cewek-cewek yang suka menarik perhatian.


Reyhan yang masih belum menguasai hatinya ketika didatangi bidadari, hanya bisa tersenyum menatap gadis yang sedang mengajaknya berbicara barusan.


Seketika gadis itu menengokkan kepalanya ke kiri dan kanan, mengitari seputaran kafe yang sudah terlihat penuh pengunjung itu. Tapi sepertinya tidak di dapatinya satu tempat kosongpun agar bisa meninggalkan bangku milik laki-laki di hadapannya ini.


"Semua penuh, tidak apa-apa jika kita berbangku tempat," ujar Reyhan yang menyadari jika gadis itu sedari tadi celingak celinguk memperhatikan sekeliling kafe. Bisa Reyhan pastikan jika gadis ini sedang mencari bangku kosong yang tersisa.


Gadis terdiam. Terlihat ragu dan menimbang-nimbang kembali. Bagaimanapun, laki-laki di hadapannya ini orang asing. Dia belum pernah sekalipun hanya berdua saja dengan yang bukan mahramnya.


"Duduk aja, semua tempat penuh. Kebetulan saya juga duduk sendiri. InsyaAllah, saya laki-laki baik. Jadi nggak usah takut," ujar Reyhan melihat banyak keraguam pada gadis di hadapannya itu.

__ADS_1


Gadis itupun tersenyum kaku mendengar ucapan Reyhan. Mau bagaimana lagi, untuk pindah tidak mungkin, karena memang cafe ini penuh. Ingin pergi, dia baru saja sampai ketika sepulang mengajar tergesa-gesa menuju cafe ini. Tempat janjian bersama kedua sahabatnya. Yang nyatanya barusan memohon maaf karena terpaksa dadakan membatalkan janjian mereka bertiga.


"Reyhan, tentara langit tampan kebanggan Indonesia," tiba-tiba Rey mengulurkan tangannya begitu kebisuan menyelimuti keduanya cukup lama.


"Hah.....," jawab gadis cantik berhijab pink itu terkaget.


Bukan soal uluran tangan perkenalan yang dilakukannya. Tapi lebih kepada ucapan barusan laki-laki tampan di hadapannya ini. Apa tadi yang dikatakannya. Tentara langit kebanggan Indonesia.


Ada-ada saja. Untung saja laki-laki dihadapannya ini yang mengaku tampan memanglah berwajah tampan. Jika tidak, mungkin ucapan perkenalannya akan ditertawakan oleh seluruh pengunjung cafe.


"Humai......," balas gadis itu tersenyum sopan mengatupkan kedua tangannya di depan dada


"Maaf.....," Reyhan menarik tangannya kembali. Menerima perkenalan balik tanpa berjabat tangan.


"Apakah yang di tunggu adalah pacarmu," tanya Reyhan kembali setelah sebelumnya keduanya memutuskan untuk memesan menu yang tersedia di cafe.


"Hah....," lagi-lagi gadis itu melongo atas pertanyaan Reyhan.


"Iya, apakah sedang menunggu pacarmu yang membatalkan janji?" tanya Reyhan kembali.


Hei, babang tentara langit tampan tumben sekali. Sudah tidak sabaran untuk bertanya. Biasanya, dikejar-kejar cewek cantik juga tidak seperti ini.


"Oh.....saya kira cowok kamu mengecewakan dengan tidak menepati janjinya," jawab Reyhan yang dibalas gadis itu hanya dengan sebuah senyuman.


Untunglah tidak betapa lama, pesanan mereka datang. Reyhan yang memang berniat makan siang di sana, dan gadis itu yang memang belum sempat makan siang demi menepati janjinya agar tidak telat janjian bertemu dengan teman-temannya, terlihat sudah tidak sabaran menyatap menu makan siang yang keduanya pesan.


"Mari mas. Maaf saya memang belum sempat makan siang tadi," tawar gadis itu.


"Mari....," jawab Reyhan yang sesungguhnya juga sudah merasa lapar.


Bismillah, ucap pelan keduanya. Selanjutnya hanya suara pelan dari dentingan sendok yang terdengar. Masing-Masing, baik Reyhan dan sang gadis terlihat menikmati santap siang keduanya dengan cukup lahap tanpa suara.


Hidangan favorit yang mereka pesan di cafe itu nyatanya selalu sesuai dengan lidah keduanya. Menikmati santap siang, sambil mendengarkan lagi slow merdu dari sang penyanyi cafe ternyata bisa menjadi kenikmatan tersendiri.


Alhamdulillah, ucap keduanya kembali ketika santapan di meja telah beralih ke dalam perut masing-masing. Sesaat keduanya terlihat menikmati alunan merdu dari sang biduan cafe yang tengah membawakan beberapa lagu pop lawas, namun terasa enak di telinga.


Reyhan terlihat juga memandangi sang penyanyi cafe


Ternyata orang lain. Pantas saja suaranya terdengar berbeda, gumam Reyhan dalam hati memikirkan Luna yang sudah beberapa kali ke cafe ini tapi tidak dijumpainya.

__ADS_1


Luna, gadis cantik periang itu kerap kali menggodanya. Walaupun godaan sopan menurut Reyhan. Hanya gombalan kecil yang tidak berlebihan.


Kemana gadis itu. Apakah dia sudah mengikuti keinginan kedua orang tuanya untuk berhenti menjadi penyanyi dan melanjutkan pendidikannya.


Lagi-lagi Reyhan bertanya dalam hati.


Sesungguhnya Reyhan bisa saja menanyakan kabar Luna kepada sang kakak ipar. Toh Luna memang saudara sepupu Rania. Tapi Reyhan tetap saja masih sungkan.


Riuh tepung tangan menyadarkan Reyhan kembali dari ingatan akan Luna. Sang penyanyipun sudah menyelesaikan penampilan panggungnya. Keadaan cafepun sedikit berkurang dan agak lenggang, karena sebagian pengunjung telah kembali.


"Mbak, bisa minta bilnya?" gadis di hadapannya berkata pada pelayan cafe.


"Baik mbak, sebentar," jawab pelayan cafe dengan hormat.


Reyhan sontak merebut bil pembayaran yang berada di tangan mbak pelayan begitu akan diberikan pada gadis di hadapannya.


Setelah melihat jumlahnya, kemudian melerakkan lembaran merah diatas nampan bil dan menyerahkan kembali pada mbak pelayan untuk di setorkan pembayarannya di kasir.


"Maaf mas, saya....,"


"Anggap saja itu tanda perkenalan kita. Mohon jangan menolak, ataupun mengembalikan tagihannya kembali," ujar Reyhan begitu gadis itu kembali hendak mengeluarkan lembaran uang dari dompetnya.


"Tapi sa......,"


"Jangan pernah menolak rezeki," potong Reyhan kembali sebelum gadis itu meneruskan bicaranya.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Baca & Dukungannya juga tuk Novel Author yg lain🙏🏻🙏🏻


Klik profil untuk cek novel Author yg lain


⤵️




Author Kesayanganmu😘😘

__ADS_1


WCU


__ADS_2